Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
Not a member yet
2322 research outputs found
Sort by
OPTIMIZING SUSTAINABLE GEOPOLYMER PRODUCTION: INTERGRATING REACTIVE ULTRAFINE FLY ASH (RUFA) AND RECYCLED FINE AGGREGATE (RFA)
Construction waste presents considerable risks to human health, safety, and the environment, alongside escalating expenses related to waste management and carbon emissions. Cement manufacturing provides a substantial share of carbon emissions within the construction sector. Geopolymers present a sustainable substitute for conventional cement-based concrete, capable of reducing CO2 emissions and promoting a circular economy. This study investigates the incorporation of Reactive Ultrafine Fly Ash (RUFA) and Recycled Fine Aggregates (RFA) in the production of geopolymers to create sustainable construction materials. The study investigates the physical characteristics, setting time, fluidity, compressive strength, and microstructure of RUFA geopolymers with varying quantities of RFA. The results indicate that incorporating RFA improves compressive strength, with peak results at 40% RFA content. Furthermore, RFA decreases setting time to a specific limit, beyond which additional quantities have negligible effects. Fluidity is maximized in RFA mixtures at 30%, subsequently declining. Scanning electron microscopy analysis revealed microstructural enhancements and increased density in 40% of RFA samples. Statistical analysis indicates the substantial impact of RFA content and sample age on compressive strength. This research offers significant insights into developing sustainable construction materials and underscores the necessity of carefully selecting RFA content. Future research may investigate various combinations and parameters for wider applications in sustainable construction practices
Pengaruh Mixed Bundled Products dan Keragaman Produk terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Mak–Mak di Yogyakarta
This study aims to analyze the effect of mixed bundled products and product diversity on consumer purchasing decisions on Indomie products in Yogyakarta. This study uses two independent variables, namely mixed bundled products (X1), and product diversity (X2), and one dependent variable, namely purchasing decisions (Y). Data were collected through questionnaires distributed to respondents who attended the Indofood event in Yogyakarta. Data analysis using multiple linear regression, validity test, reliability test, and classical assumption test. The results showed that mixed bundled products had no significant effect on purchasing decisions. This is due to the lack of consumer interest in bundled products, even though the price offered is attractive. In contrast, product diversity has a significant positive effect on purchasing decisions, where the more product variations offered, the more likely consumers are to buy. This study suggests that companies pay attention to consumer preferences in compiling bundled packages and increase product diversity in order to fulfill consumer desires. This study has limitations in the aspect of location, namely Yogyakarta and the focus of the variables studied
Prosedur Kepabeanan, Imigrasi dan Karantina dalam Mendukung Penyelenggaraan Event MICE/ Event Internasional : Christina Lipuringtyas Rudatin
One of the most crucial aspects in organizing a MICE event is Customs, Immigration and Quarantine. Customs, Immigration and Quarantine activities are never separated from the implementation of MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) events. Customs, Immigration and Quarantine activities play an important role in the sustainability of the implementation of MICE events both during pre, during and post events. The smoothness of Customs, Immigration and Quarantine procedures in organizing MICE events can be both an opportunity and a threat to the MICE industry. The implementation of Customs, Immigration and Quarantine activities that are measured and careful can be an opportunity for the bargaining position of the destination in the eyes of the world, the destination will have the opportunity to be re-elected as the host of the international MICE event because of the ease of Customs, Immigration and Quarantine procedures obtained by international participants / delegates. On the other hand, the implementation of Customs, Immigration and Quarantine activities that are not measured and not careful can be a threat to the destination if in its implementation there are procedural errors in the collection of import duties on goods, immigration procedures for delegates who attend or quarantine procedures for animals that will be included in the exhibition. This study aims to determine the role and procedures for handling Customs, Immigration and Quarantine in supporting the implementation of MICE events. The method used in this study is a qualitative method, data collection is carried out by literature studies and interviews. The analysis method used in this study is exploratory method.Salah satu aspek yang paling krusial dalam penyelenggaraan event MICE adalah Kepabeanan, Imigrasi dan Karantina. Aktivitas Kepabeanan, Imigrasi dan Karantina tidak pernah terlepas dari Penyelenggaraan event MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition). Aktivitas Kepabeanan, Imigrasi dan Karantina memiliki peranan penting terhadap keberlangsungan penyelenggaraan event MICE baik pada saat pre, during and post event. Kelancaran prosedur Kepabeanan, Imigrasi dan Karantina dalam penyelenggaraan event MICE dapat menjadi peluang sekaligus ancaman bagi industri MICE. Tata laksana aktivitas Kepabeanan, Imigrasi dan Karantina yang terukur dan cermat, dapat menjadi peluang bagi posisi tawar destinasi di mata dunia, destinasi akan memiliki peluang untuk terpilih kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan event MICE internasional karena kemudahan prosedur Kepabeanan, Imigrasi dan Karantina yang didapatkan oleh peserta / delegasi internasional. Sebaliknya, tata laksana aktivitas Kepabeanan, Imigrasi dan Karantina yang tidak terukur dan tidak cermat, dapat menjadi ancaman bagi destinasi jika dalam pelaksanaannya terjadi kesalahan prosedur dalam penarikan bea masuk barang, prosedur keimigrasian bagi delegaai yang hadir maupun prosedur karantina terhadap hewan-hewan yang akan diikutsertakan dalam perhelatan pameran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan dan prosedur penanganan Kepabeanan, Imigrasi dan Karantina dalam mendukung penyelenggaraan event MICE. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur dan wawancara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode content analysis.
Kata Kunci: MICE, Kepabeanan, Imigrasi, Karantina, Konferensi, Pamera
IMPLEMENTASI PEMBLOKAN SITUS DENGAN FIREWALL LAYER 7 PROTOCOL MENGGUNAKAN METODE NDLC PADA ROUTER MIKROTIK
In the current era of technological advancement, companies' dependency on computer networks is increasing. Intensive internet usage during working hours presents challenges in efficiently managing bandwidth. Uncontrolled activities such as accessing social media, playing online games, and streaming videos can degrade network quality, disrupt productivity, and cause service dissatisfaction. This research aims to enhance the efficiency of network usage in the company by focusing on reducing bandwidth due to uncontrolled internet usage, particularly by identifying and blocking access to websites unrelated to work activities using Firewall Layer 7 Protocol. Approximately 45% of employees frequently visit other sites during working hours. System development is carried out using the Network Development Life Cycle (NDLC) method, which illustrates the continuous cycle of computer network development. Testing results in the research using the BlackBox method with Winbox software to assess the planned system performance successfully blocked sites, online games, and increased bandwidth; after implementation, the bandwidth achieved was above 50Mbps during working hours. This method is expected to provide effective solutions to improve network quality, optimize bandwidth usage, and support overall company productivity.Di era kemajuan teknologi saat ini, ketergantungan perusahaan pada jaringan komputer semakin besar. Penggunaan internet yang intensif selama jam kerja menimbulkan tantangan dalam mengelola bandwidth secara efisien. Aktivitas yang tidak terkendali seperti mengakses media sosial, bermain game online, dan streaming video dapat menurunkan kualitas jaringan, mengganggu produktivitas, dan menimbulkan ketidakpuasan layanan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan jaringan di perusahaan dengan memfokuskan pada penurunan bandwidth akibat penggunaan internet yang tidak terkontrol, terutama dengan mengidentifikasi dan memblokir akses ke situs web yang tidak berkaitan dengan aktivitas kerja menggunakan Firewall Layer 7 Protocol. Sekitar 45% karyawan sering membuka situs lain selama jam kerja. Pengembangan sistem dilakukan dengan metode Network Development Life Cycle (NDLC), yang menggambarkan siklus pembangunan jaringan komputer secara berkelanjutan. Hasil pada pengujian di penelitian menggunakan metode BlackBox dengan perangkat lunak Winbox untuk menilai kinerja sistem yang direncanakan dengan hasil berhasil memblokir situs, game online dan meningkatnya bandwidth, sesudah dilakukannya implementasi Bandwidth yang di dapatkan diatas 50Mbps pada saat jam kerja. Metode ini diharapkan dapat memberikan solusi efektif untuk meningkatkan kualitas jaringan, mengoptimalkan penggunaan bandwidth, dan mendukung produktivitas perusahaan secara keseluruhan
Analisis Efisiensi dan Daya Output Operasional PLTS Atap (Studi Kasus Pada SMK Negeri 3 Kupang)
Penerapan PLTS Atap On-Grid 25 kWp di SMK Negeri 3 Kupang diharapkan dapat memberikan solusi atas masalah ketergantungan pada energi konvensional dan mengurangi biaya operasional sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi dan daya output operasional pada PLTS Atap. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan pengukuran langsung dilapangan, guna mengumpulkan data primer terkait arus dan tegangan pada inverter, MDP dan LVMDP. Sedangkan data intensitas radiasi matahari, suhu, dan kelembapan diperoleh dari Global Solar Atlas dan PVSyst dengan memasukan titik koordinat lokasi penelitian. Pengambilan data dilakukan selama 7 hari berturut-turut mulai pukul 06:00-18:00 WITA. Hasil penelitian menunjukan efisiensi pada PLTS Atap di SMK Negeri 3 Kupang maksimum terjadi pada hari Sabtu dengan rata-rata 86,96% dan minimum terjadi pada hari Jumat dengan rata-rata sebesar 28,12%. Sedangkan penghematan maksimum terjadi pada hari Minggu sebesar 40,71 kWh jika dirupiahkan sebesar Rp 37.652,29 dan minimum pada hari Selasa sebesar 8,61 kWh jika dirupiahkan sebesar Rp 7.960,13.Penerapan PLTS Atap On-Grid 25 kWp di SMK Negeri 3 Kupang diharapkan dapat memberikan solusi atas masalah ketergantungan pada energi konvensional dan mengurangi biaya operasional sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi dan daya output operasional pada PLTS Atap. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan pengukuran langsung dilapangan, guna mengumpulkan data primer terkait arus dan tegangan pada inverter, MDP dan LVMDP. Sedangkan data intensitas radiasi matahari, suhu, dan kelembapan diperoleh dari Global Solar Atlas dan PVSyst dengan memasukan titik koordinat lokasi penelitian. Pengambilan data dilakukan selama 7 hari berturut-turut mulai pukul 06:00-18:00 WITA. Hasil penelitian menunjukan efisiensi pada PLTS Atap di SMK Negeri 3 Kupang maksimum terjadi pada hari Sabtu dengan rata-rata 86,96% dan minimum terjadi pada hari Jumat dengan rata-rata sebesar 28,12%. Sedangkan penghematan maksimum terjadi pada hari Minggu sebesar 40,71 kWh jika dirupiahkan sebesar Rp 37.652,29 dan minimum pada hari Selasa sebesar 8,61 kWh jika dirupiahkan sebesar Rp 7.960,13
QoS Analysis on Video Streaming Service Traffic using OSPF Protocol
The demand for video streaming services is constantly increasing, which requires reliable network performance with high Quality of Service (QoS). One of the solutions to improve network performance and guarantee QoS is to implement Multiprotocol Label Switching (MPLS). This research aims to analyze and compare the performance of non-MPLS and MPLS virtual IP networks on video streaming traffic. The research method is conducted through experiments by implementing two routing scenarios, namely non-MPLS networks that implement the Open Shortest Path First (OSPF) protocol and MPLS networks that implement OSPF with the addition of MPLS mechanisms. Tests were conducted using iPerf3 to measure UDP and TCP traffic (upload and download). In addition, QoS parameter analysis was conducted using Wireshark software on video streaming services with 360p, 480p, and 720p resolutions. The results show that MPLS networks can increase throughput, reduce delay and jitter, and reduce packet loss, especially at higher video resolutions. Video with 720p resolution experienced the most significant improvement, namely the throughput value increased by 40.73%, while delay and jitter decreased by 29.40% and 30.28%, and no packet loss was found. This shows that MPLS performance can provide better data transmission for real-time multimedia services such as video streaming.
Permintaan terhadap layanan video streaming terus meningkat, sehingga diperlukan kinerja jaringan yang andal dengan kualitas layanan Quality of Service (QoS) yang tinggi. Salah satu solusi untuk meningkatkan kinerja jaringan dan menjamin QoS adalah dengan menerapkan Multiprotocol Label Switching (MPLS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja jaringan IP virtual non-MPLS dan MPLS terhadap trafik video streaming. Metode penelitian dilakukan melalui eksperimen dengan menerapkan dua skenario routing, yaitu jaringan non-MPLS yang menerapkan protokol Open Shortest Path First (OSPF) dan jaringan MPLS yang menerapkan OSPF dengan penambahan mekanisme MPLS. Pengujian dilakukan menggunakan iPerf3 untuk mengukur trafik UDP dan TCP (upload dan download). Selain itu dilakukan analisis parameter QoS dengan menggunakan perangkat lunak Wireshark pada layanan video streaming dengan resolusi 360p, 480p, dan 720p. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan MPLS dapat meningkatkan throughput, mengurangi delay dan jitter, serta mengurangi packet loss, terutama pada resolusi video yang lebih tinggi. Video dengan resolusi 720p mengalami peningkatan yang paling signifikan, yaitu nilai throughput meningkat sebesar 40,73%, sementara delay dan jitter menurun sebesar 29,40% dan 30,28%, serta tidak tidak ditemukan packet loss. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja MPLS dapat memberikan transmisi data yang lebih baik untuk layanan multimedia real-time seperti video streaming
Peran Bank Sampah Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pemilahan Sampah
Community service activities were conducted directly in the RT 07 area of Sungai Merdeka Village, KM.36, Samboja, East Kalimantan. The problem raised in this activity was the garbage scattered in the drainage system around the environment. The amount of waste will cause the environment to become dirty. Often this can cause flooding if the rainfall is high. Therefore, we as the Q2-a group through the ITK community service program tried to conduct socialization and practice of making a waste bank in the area. The results obtained from the waste bank socialization activity include: Increasing public knowledge and insight about the role of waste banks, Increasing public awareness in waste sorting, and Waste management from the results of the waste bank by the community.The Community service activities were conducted to help the community in the RT 07 area of Sungai Merdeka Village, KM.36, Samboja, East Kalimantan province. The highlighted problem in this activity was mainly the garbage scattered management in the drainage system around the environment. The great amount of waste causes the environmental problem, including environmental cleanliness. Often, this situation can cause flooding when the rainfall is quite high. Therefore, the community service team that consists of lecturers and students of Institut Teknologi Kalimantan tried to conduct the community service by implementing socialization and practice of making a waste banking system. The Service-learning method was conducted during the program. The results obtained from the waste bank socialization activity include: increasing public knowledge and insight about the role of waste banks, increasing public awareness in waste sorting, and installing waste management from the results of the garbage bank. Keywords—Scattered Waste, Waste Bank, Socialization, Community Empowerment
Abstrak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara langsung di daerah RT 07 Kelurahan Sungai Merdeka, KM.36, Samboja, Kalimantan Timur. Permasalahan yang diangkat dalam kegiatan ini adalah sampah yang berserakan pada sistem drainase disekitar lingkungan tersebut. Banyaknya sampah ini akan menyebabkan lingkungan menjadi kotor. Seringkali sampai ini dapat menyebabkan banjir jika keadaan curah hujan tinggi. Oleh karena itu, kami sebagai kelompok Q2-a melalui program pengabdian masyarakat ITK berupaya mengadakan sosialisasi dan praktik pembuatan bank sampah di daerah tersebut. Hasil yang diperoleh dari kegiatan sosialisasi bank sampah diantaranya: Peningkatan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang peran bank sampah, Peningkatan kesadaran masyarakat dalam pemilahan sampah, dan Pengelolaan sampah dari hasil bank sampah oleh masyarakat.
Kata kunci—Sampah Berserakan, Bank Sampah, Sosialisasi, Pemberdayaan Masyaraka
Optimalisasi Budidaya Perikanan Melalui Digital Marketing di Panti Rehabilitasi Pondok Tetirah Dzikir
Pondok Tetirah Dzikir Rehabilitation Center is a pesantren (Islamic boarding school) for people with mental disorders (ODGJ) and drug addicts, located in Berbah, Sleman. Established around 1999, the foundation of Pondok Tetirah Dzikir was driven by the concern of the caretakers for individuals with mental health issues. The main activity at the center involves regular dhikr (remembrance of God) five times a day after obligatory prayers, practiced by the residents who consist of ODGJ and drug addicts. The community recognizes the center as a free rehabilitation facility, even though it still requires funding to meet the daily needs of its approximately 170 residents. Providing basic necessities, such as three meals a day, presents a significant challenge due to financial constraints. The primary problem faced by the center is a lack of funding. To address this, a community service team from Universitas Amikom Yogyakarta conducted a training program titled "Optimization of Fish Farming in the Digital Marketing Era." The training was delivered through seminars and hands-on field practice on fish farming. The goal was to empower both the caretakers and residents to manage and optimize their existing fish ponds, thereby generating additional income for the center. The outcome of this community service activity indicated a strong understanding of both digital marketing concepts and practical fish farming, as demonstrated through direct implementation at the Pondok Tetirah Dzikir fish ponds.Pondok Tetirah Dzikir Rehabilitation Center is a pesantren (Islamic boarding school) for People with Mental Disorders (ODGJ) and drug addicts, located in Berbah, Sleman. Established around 1999, the foundation of Pondok Tetirah Dzikir was driven by the concern of the caretakers for individuals with mental health issues. The students, consisting of ODGJ and drug addicts, are invited to recite dhikr five times a day after obligatory prayers as the main activity of this boarding school. The total number of students currently is around 170 students, so meeting basic needs such as eating 3 times a day is a big challenge for this boarding school. Therefore, the community service team of Amikom University Yogyakarta held atraining on Optimizing Fisheries Cultivation in the Digital Marketing Era. The method used is Participatory Action Research (PAR). This training was held in the format of a seminar and field practice related to fish farming. The goal is for the boarding school managers and students to be able to manage and maximize the fish ponds they have in order to increase funds for the boarding school's needs, and also be able to market their products by utilizing digital marketing. The results of this community activity are that participants understand the importance of digital marketing in the context of freshwater fish farming and marketing. The results of the questionnaire showed that 94% of participants understand the importanceof digital marketing in the context of fish farming. Partners, in this case the Tetirah Dzikir boarding school, feel that this activity is very important considering that the digital era can be utilized, especially to market products at a more efficient cost. Keywords: digital marketing, fish farming, rehabilitation center, optimization, tetirah dzikir
Abstrak
Panti Rehabilitasi Pondok Tetirah Dzikir merupakan pondok pesantren ODGJ dan pecandu narkoba yang terletak di Berbah, Sleman. Pondok Tetirah Dzikir dibangun sekitar tahun 1999 yang diawali dari keprihatinan pengasuh pondok terhadap ODGJ. Para santri, yang terdiri dari ODGJ dan pecandu narkoba, diajak berdzikir lima kali sehari selepas shalat wajib sebagai kegiatan utama pondok ini. Selama ini masyarakat mengenal Pondok Tetirah Dzikir sebagai pondok penyembuhan ODGJ dan pecandu narkoba tanpa dipungut biaya atau gratis. Padahal sejatinya pondok ini tetap membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari santri. Total santri yang ada saat ini sekitar 170 santri, sehingga untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti makan 3 kali sehari menjadi tantangan besar pondok ini. Sehingga permasalahan utama yang dihadapi pondok ini adalah kekurangan dana. Oleh karena itu, tim abdimas Universitas Amikom Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan Optmalisasi Budidaya Perikanan di Era Digital Marketing. Pelatihan ini digelar dengan format seminar dan praktek lapangan terkait budidaya ikan. Tujuannya supaya pengelola pondok dan santri mampu mengelola dan memaksimalkan kolam ikan yang dimiliki guna menambah dana untuk kebutuhan pondok. Hasil pengabdian menunjukkan pemahaman yang baik dalam materi digital marketing maupun praktek budidaya perikanan yang dilakukan secara langsung di kolam ikan Panti Rehabilitasi Pondok Tetirah Dzikir.
Kata kunci-digital marketing, budidaya perikanan, panti rehabilitasi, optimalisasi, tetirah dziki
Development of an Android Application for Monitoring the SMART Aquaponics System for Cultivating Catfish and Water Spinach Plants
Aquaponics is a combination of aquaculture systems in the form of fish and hydroponic cultivation in the form of plants. Catfish growth will be optimal in water conditions with a temperature of 26°C - 30°C and a water pH of 6 - 9. Therefore, monitoring aquaponic water quality is needed to improve fish and plant growth. To facilitate the monitoring of water quality and plant growth, an Android-based mobile application "My Aquaponic" was created. This Android application uses the Firebase database platform. The data values displayed on the application are water temperature, water pH, water level, plant height, fish feeding status, and visual plant images. Quality testing of the My Aquaponic application is based on the ISO 25010 standard and other tests, namely data value accuracy. In testing the accuracy of data values, aspects of functional suitability, portability, and compatibility get a percentage of 100% in the 'Very Feasible' category. Testing the performance efficiency aspect obtained an average CPU performance of 3.914% and an average memory usage of 246.276 KB. Testing usability aspects with the System Usability Scale (SUS) method gets an average SUS value of 86.5 and based on the SUS Score percentile rank table falls into the adjective rating category 'Excellent' with grade "B" and acceptability range "Acceptable".
Akuaponik merupakan penggabungan antara sistem budidaya akuakultur berupa ikan dengan budidaya hidroponik berupa tanaman. Pertumbuhan ikan lele akan optimal pada kondisi air dengan suhu 26°C - 30°C dan pH air 6 - 9. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan kualitas air akuaponik untuk meningkatkan pertumbuhan ikan dan tanaman. Untuk mempermudah pemantauan kualitas air dan pertumbuhan tanaman, maka dibuatlah aplikasi mobile berbasis Android “My Aquaponic”. Aplikasi Android ini menggunakan platform database Firebase. Nilai data yang ditampilkan pada aplikasi adalah suhu air, pH air, ketinggian air, tinggi tanaman status pemberian pakan ikan dan gambar tanaman secara visual. Pengujian kualitas aplikasi My Aquaponic berdasarkan pada standar ISO 25010 dan pengujian lain yaitu akurasi nilai data. Pada pengujian akurasi nilai data, aspek functional suitability, portability dan compatibility mendapatkan persentase 100% dengan kategori ‘Sangat Layak’. Pengujian aspek performance efficiency didapatkan rata-rata performansi CPU sebesar 3,914% dan rata-rata penggunaan memory sebesar 246,276 KB. Pengujian aspek usability dengan metode System Usability Scale (SUS) mendapatkan nilai rata-rata SUS sebesar 86,5 dan berdasarkan tabel SUS Score percentile rank masuk ke dalam kategori adjective rating ‘Excellent’ dengan grade “B” serta acceptability range “Acceptable”
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA AGEN JNE TAMAN ALAMANDA KABUPATEN BEKASI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada Agen JNE Taman Alamanda Kabupaten Bekasi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kualitas pelayanan dalam mempertahankan dan meningkatkan kepuasan pelanggan, khususnya dalam sektor jasa pengiriman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, dan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 96 responden yang merupakan pelanggan aktif. Analisis data dengan menggunakan regresi linear sederhana dengan hasil penelitian variabel kualitas pelayanan sebesar 0,528 dan nilai konstanta sebesar 4,005. Hal ini menunjukkan setiap peningkatan sebesar 1% dalam kualitas pelayanan akan meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan sebesar 0,528. Selain itu untuk pengujian hipotesis t hitung (11,950) lebih besar daripada t tabel (1,986) dan f hitung (142,799) lebih besar daripada f tabel (3,94). Serta kualitas pelayanan mempengaruhi kepuasan pelanggan sebesar 60,3%. Sehingga dapat disimpulkan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan dan positif serta memiliki peranan penting terhadap kepuasan pelanggan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat bagi pembaca dan peneliti selanjutnya, serta diharapkan bisa memunculkan faktor-faktor lainnya yang bisa mempengaruhi kepuasan pelanggan.
Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pelanggan