Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH)
Not a member yet
    231 research outputs found

    UJI KOGNITIF MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN BERBEDA UMUR YANG DIBERI EKSTRAK LADA HITAM (Piper nigrum L.)

    Get PDF
    Lada hitam adalah salah satu jenis rempah yang diketahui mengandung antioksidan. Antioksidan adalah zat yang dipercayadapat menghambat proses penuaan. Penuaan ditandai dengan menurunnya berbagai fungsi organ tubuh, termasuk otak sehingga berdampak pada menurunnya daya ingat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak lada hitam terhadap daya ingat mencit (Mus musculus L.).Empat puluh ekor mencit jantan, masing-masing 20 ekor berumur 4 bulan (muda) dan 20 ekor berumur 6 bulan (tua), diberi empat perlakuan yaitu : tanpa ekstrak sebagai kontrol (K), ekstrak air (A), ekstrak etanol (E), dan ekstrak campuran air-etanol (C). Data dianalisis menggunakan Sidik Ragam 2 Jalur (Two Ways ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mencit tua lebih cepat mengingat jalur dalam uji labirin, tetapi cendrung tidak berbeda dengan mencit muda dalam mengingat balok pijakan pada uji renang. Melalui uji labirin, daya ingat mencit muda dan tua yang diberi ekstrak lada hitam terbukti lebih baik dari pada yang tidak diberi. Sedangkan dalam uji renang, daya ingat mencit muda lebih baik pada yang diberi ekstrak air, sedangkan pada mencit tua hanya ekstrak campuran yang bisa membuat daya ingat lebih baik

    STUDI VARIASI MORFOLOGI TANAMAN TOMAT GUNUNG (Lycopersicum esculentum Mill. var. cerasiforme) DI BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    Tomat gunung merupakan tomat pertama yang didomestikasi yang berasal dari Peru dan Chili. Varietas tomat ini memiliki tekstur yang berair, ketika matang berwarna merah menyerupai buah ceri dan berukuran kecil dengan diameter sekitar 1,5 cm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi morfologi tanaman tomat gunung. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Mei sampai Agustus 2013. Tahap pertama adalah pengumpulan sampel buah tomat gunung di pasar yang ada di Bandar Lampung. Tahap kedua adalah penanaman biji tomat selama 3 bulan dan pengamatan morfologi batang, daun, bunga dan buah, pada saat tanaman berumur 3 minggu hingga berbuah. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan foto. Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, diperoleh morfologi batang bulat, beruas-ruas dengan permukaan yang kasar serta berbulu. Batang memiliki banyak cabang dan berwarna hijau kecoklatan. Daun tomat gunung tersusun majemuk menyirip dengan anak daun ganjil, berwarna hijau tua, permukaannya kasar dan berbulu, tepinya dengan toreh berlekuk dan bentuk daun memanjang, ujung daunnya runcing dan pangkal daunnya tumpul. Bunga tersusun majemuk, berbentuk bintang, zigomorf, mahkota berwarna kuning, dan kelopak berwarna hijau tua. Terdapat tiga tipe variasi buah tomat, yaitu bulat, bulat lonjong, dan bulat pipih

    STUDI EKOLOGI TEMPAT PERINDUKAN VEKTOR MALARIA DI DAERAH RAWA DESA LEMPASING KECAMATAN PADANG CERMIN KABUPATEN PESAWARAN PROPINSI LAMPUNG

    Get PDF
    Kabupaten Pesawaran merupakan wilayah dengan tingkat endemisitas malaria yang tinggi di Provinsi Lampung, karena sebagian wilayahnya berupa pantai berawa dan terdapat tambak yang terbengkalai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tempat perindukan vektor malaria dan hubungan antara faktor abiotik dengan kepadatan larva nyamuk pada tempat perindukan vektor malaria di daerah rawa. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan mengamati faktorfaktor ekologi berupa faktor fisik dan kimia (suhu air, kedalaman air, pH, kadar oksigen terlarut (DO), dan salinitas air,), dan faktor biologi yaitu jenis tumbuhan air, hewan yang terdapat di sekitar perindukan, dan kepadatan larva pada tiga rawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tempat perindukan vektor malaria yaitu, suhu 26,220C, Kedalaman 18,2 cm, pH 6,77, DO 2,71 mg/L, dan Salinitas 3,430/00, dan. Kepadatan larva hanya ditemukan pada Rawa 2 yaitu 0,33 ekor/250 ml kemudian jenis tumbuhan yang ditemukan di sekitar tempat perindukan yaitu kangkung, alga, pohon kelapa, dan pohon asam serta hewan air berupa ikan mujair dan keong. Nilai kimia seperti DO 2,71 mg/L dan salinitas 3,430/00 yang kecil ini tidak mendukung kehidupan larva sehingga hubungan antara faktor fisik dan kimia dengan kepadatan larva tidak memberikan korelasi signifikan pada taraf nyata 0,05

    KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI HUTAN PENDIDIKAN KONSERVASI TERPADU TAHURA WAN ABDUL RACHMAN PROVINSI LAMPUNG

    No full text
    Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura WAR (HPKTTW) merupakan bentuk kerjasama Dinas Kehutanan Provinsi Lampung dengan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, dengan luas 1.143 ha. Hutan pendidikan ini dapat membentuk komponen ekosistem bagi habitat burung yang tinggal di tajuk pohon atau di batang pohon (UPTD Tahura WAR, 2009). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung di Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura Wan Abdul Rachman. Penelitian burung dilakukan dengan pengamatan secara langsung menggunakan metode terkonsentrasi yaitu peneliti tetap berada pada tempat tertentu tanpa bergerak ke titik yang lain selama waktu pengamatan yaitu 2 jam lalu mencatat jenis dan jumlah burung yang ditemukan. Keberadaan burung diamati melalui perjumpaan dan suara. Pengamatan dilakukan pagi hari pada pukul 06.00–08.00 WIB dan sore hari pukul 16.00–18.00 WIB. Pengamatan dilakukan secara berulang sebanyak 3 kali pengulangan pada 4 titik pengamatan. Data populasi yang didapat digunakan untuk menghitung indeks keanekaragaman dan indeks kesamarataan Shannon-Wienner. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 46 spesies burung dari 20 famili dengan total individu 1235. Secara rinci dibedakan 11 spesies burung terdaftar dalam status lindung Undang-Undang RI No. 7 tahun 1999, 2 spesies burung terdaftar dalam Appendix II CITES, dan 4 spesies burung terdaftar dalam status lindung IUCN. Keanekaragaman jenis burung keseluruhan di Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura WAR tergolong tinggi dengan indeks keanekaragaman sebesar (3,4386), ini menunjukkan bahwa komunitas burung di lokasi penelitian tinggi, serta dalam kondisi komunitas yang stabil dengan nilai indeks kesamarataan sebesar (0,8931) yaitu tidak ada dominansi spesies burung tertentu

    THE EFFECT OF FOOD ADDITION OF SULFONIC AMINO ACID TAURINE ON THE GROWTH AND SURVIVAL RATE OF JUVENILE GOURAMY (Osphronemus gouramy Lac.)

    Get PDF

    ANALISIS LIGNIN DAN STRUKTUR ANATOMI PLANLET TOMAT (Lycopersicum esculentum MILL) HASIL SELEKSI ASAM SALISILAT SECARA IN VITRO

    Get PDF
    Kajian tentang seleksi planlet tomat dengan asam salisilat konsentrasi 0, 15, 30, 45, dan 60 ppm secara in vitro terhadap struktur anatomi dan lignifikasi, telah dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA,Universitas Lampung. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni sampai Agustus 2014. Data yang diperoleh selama seleksi dengan asam salisilat berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif komparatif dan di dukung foto. Dalam penelitian ini digunakan rancangan acak lengkap dengan 6 ulangan. Analisis ragam dan uji BNT dilakukan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan lignin pada xilem batang planlet tomat yang diimbas asam salisilat pada konsentrasi 15, 30, dan 60 ppm menunjukkan ketebalan yang lebih besar dibandingkan kontrol, sedangkan pada konsentrasi 45 ppm ketebalannya lebih kecil dibandingkan kontrol. Struktur anatomi batang planlet tomat yang diimbas asam salisilat dibandingkan dengan kontrol terdapat perbedaan pada bagian epidermis, jari-jari empulur, dan kambium. Pada epidermis, jari-jari empulur, dan kambium batang yang diimbas asam salisilat mengalami lignifikasi

    ISOLASI BAKTERI FOTOSINTETIK DARI DASAR TAMBAK PADA KONDISI UDARA YANG MENGANDUNG ASAP KENDARAAN BERMOTOR

    Get PDF
    Semakin meningkatnya volume kendaraan saat ini berdampak pada meningkatnya polusi asap kendaraan. Asap kendaraan bermotor juga diketahui mengandung CO2 yang mampu meningkatkan pemanasan global. Diketahui bahwa terdapat bakteri fotosintetik yang mampu memfiksasi CO2. Bakteri ini dapat ditemukan di danau, sawah, maupun dasar tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri fotosintetik dari berasal dari dasar tambak setelah diberi penambahan asap kendaraan bermotor pada medium kulturnya. Ditemukan terdapat 5 isolat bakteri yang tumbuh; 3 bakteri bersifat gram negatif, 2 berbentuk batang dan 1 berbentuk bulat. 2 bakteri bersifat gram positif dengan bentuk batang

    PROFIL ANATOMI DAUN CABAI MERAH KERITING (Capsicum annuum L.) AKIBAT PEMBERIAN EKSTRAK AIR BIJI KEMBANG SUNGSANG (Gloriosa superba L.)

    Get PDF

    STUDI KANDUNGAN PROTEIN DI COLUMELLA, LOCULAR CAVITY dan PERICARP WALL SELAMA PROSES PEMATANGAN BUAH TOMAT PLUM (Solanum lycopersicum L. var. roma)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan protein columella, locular cavity dan pericarp wall selama proses pematangan buah tomat. Penelitian ini dilaksanakan dalam rancangan acak lengkap dengan satu faktor utama yaitu tingkat kematangan, dan 6 level: tahap 1 = green, tahap 2 = breakers, tahap 3= turning, tahap 4 = pink, tahap 5 = light red, dan tahap 6 = full red dengan 6 ulangan. Parameter dalam penelitian ini adalah nilai tengah kandungan protein. Analisis ragam dan uji BNT dilakukan pada taraf nyata 5%. Kandungan protein diukur dengan metode Biuret. Kandungan protein tertinggi pada Columella terjadi pada tahap 1 (0,962 ± 0,054 mg/g jaringan) dan terendah pada tahap 3 (0,523 ± 0,053 mg/g jaringan). Kandungan protein tertinggi pada Locular Cavity terjadi pada tahap 1 (0,991 ± 0,074 mg/g jaringan) dan terendah pada tahap 3 yaitu 0,583 ± 0,073 mg/g jaringan. Kandungan protein tertinggi pada Pericarp Wall terjadi pada tahap 1 (1,066 ± 0,067 mg/g jaringan) dan terendah pada tahap 4 (0,547 ± 0,051 mg/g jaringan). Pola perubahan kandungan protein di columella dan locular cavity relatif mengikuti pola respirasi klimakterik. Sedangkan pericarp wall tidak mengikuti pola respirasi klimakterik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tahap 1 dan tahap 2 merupakan perioda praklimakterik, awal klimakterik terjadi pada tahap 3, dan puncak klimakterik terjadi pada tahap 5

    KEPADATAN DAN DISTRIBUSI LARVAE DIPTERA PADA PHYTOTELMATA DI DAERAH ENDEMIS DEMAM BERDARAH DENGUE DI SUMATERA BARAT

    Get PDF
    Penelitian tentang komposisi dan distribusi larva Diptera pada Phytotelmata telah dilakukan di tiga lokasi pemukiman daerah endemis demem berdarah dengue yang bertujuan untuk mengetahui komposisi dan distribusi larva Diptera pada phytotelmata. Hasil penelitian didapatkan komposisi larva Diptera pada phytotelmata terdiri dari Ae. aegypti, Ae. albopictus, Cx.tritaeniorhynchus, Ar.subalbatus, Chironomus sp. Tipula sp., Psychoda sp. Ke tujuh larva Diptera terdistribusi pada ke empat jenis phytotelmata dengan nilai ragam Komponen Utama1. (98,03%) dan nilai ragam Komponen Utama 2. (1,55%) dan total keragaman sebesar (99,58%).dan sebagai larva penciri pada ke empat jenis phytotelmata adalah larva Ae.albopictus

    215

    full texts

    231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇