Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH)
Not a member yet
    231 research outputs found

    PUPASI DAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI PUPA KUPU-KUPU Doleschallia bisaltide DAN Polyura hebe (LEPIDOPTERA : NYMPHALIDAE)

    Get PDF

    PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN GIZI Nannochloropsis sp. YANG DIISOLASI DARI LAMPUNG MANGROVE CENTER DENGAN PEMBERIAN DOSIS UREA BERBEDA PADA KULTUR SKALA LABORATORIUM

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kandungan gizi Nannochloropsis sp. yang diisolasi dari Lampung Mangrove Center dengan pemberian dosis urea berbeda pada kultur skala laboratorium dan untuk menentukan dosis urea paling efektif dalam media pupuk pertanian terhadap pertumbuhan dan kandungan gizi Nannochloropsis sp. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2016 di Lampung Mangrove Center dan Laboratorium Fitoplankton, Divisi Pakan Hidup, Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan (A-D) dan lima ulangan. Perlakuan A (Urea 30 ppm; ZA 20 ppm; TSP 10 ppm); B (Urea 40 ppm; ZA 20 ppm; TSP 10 ppm); C (Urea 50 ppm; ZA 20 ppm; TSP 10 ppm); dan D (Conwy sebagai kontrol). Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan (kepadatan populasi, laju pertumbuhan spesifik dan waktu generasi) dan kandungan gizi (kadar protein, lemak dan karbohidrat) Nannochloropsis sp. Data pertumbuhan dianalisis menggunakan analisis varian satu arah dan diuji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada selang kepercayaan 95%. Data kandungan gizi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis urea berbeda pada kultur skala laboratorium memiliki perbedaan yang nyata terhadap pertumbuhan (kepadatan populasi maksimum, laju pertumbuhan spesifik dan waktu generasi) Nannochloropsis sp. Pemberian dosis urea 50 ppm paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan Nannochloropsis sp. dan pemberian dosis urea 40 ppm paling efektif untuk meningkatkan kandungan gizi Nannochloropsis sp. mencapai 67,538%

    JENIS DAN TIPE PHYTOTELMATA DI PEMUKIMAN DAN PERKEBUNAN LINGKUNGAN SUKAHARUM KELURAHAN BATU PUTUK TELUK BETUNG BARAT, BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    Phytotelmata merupakan golongan tumbuhan yang dapat menampung air pada bagian tubuhnya. Genangan air yang terdapat pada phytotelmata digunakan oleh berbagai jenis organisme sebagai habitat alami. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui jenis phytotelmata di Sukaharum Kelurahan Batu Putuk Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni 2016 di pemukiman dan perkebunan. Identifikasi phytotelmata dilakukan secara langsung di lokasi pengamatan. Bagi phytotelmata yang tidak diketahui jenisnya dilakukan identifikasi di Laboratorium Botani Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Hasil penelitian di area pemukiman ditemukan 14 jenis phytotelmata yang tergolong dalam tujuh tipe phytotelmata. Jenis phytotelmata yang paling banyak ditemukan adalah Musa paradisiaca sebanyak 29 individu dengan tipe yang paling banyak ditemukan yaitu bagian tumbuhan yang gugur. Di area perkebunan ditemukan delapan jenis phytotelamata yang tergolong dalam enam tipe phytotelmata. Jenis phytotelmata yang paling banyak ditemukan adalah Theobroma cacao sebanyak 32 individu dengan tipe yang paling banyak ditemukan tipe lubang buah dari tumbuhan Theobroma cacao. Jenis phytotelmata yang ditemukan pada area pemukiman lebih banyak dibandingkan phytotelmata yang ditemukan di area perkebunan

    UJI VIABILITAS BAKTERI ASAM LAKTAT DARI USUS ITIK PADA MEDIA PAKAN DEDAK PADI DAN KOMBINASI DEDAK PADI DENGAN MOLASES

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas Bakteri Asam Laktat dari usus itik pada dedak padi dan kombinasi dedak padi dengan molases sebagai kandidat probiotik. Penelitian dilaksanakan dalam Percobaan Rancangan Acak Kelompok yang dilakukan secara faktorial 2 x 6. Faktor A adalah 2 macam media perlakuan yaitu: media A (dedak padi) dan media B (dedak padi + molasis). Faktor B adalah lama waktu inkubasi yaitu 0 jam (kontrol), 2jam, 4jam, 6 jam, 8 jam, dan 10 jam. Masing- masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Pengamatan viabilitas bakteri dilakukan dengan metode angka lempeng total untuk menentukan jumlah sel bakteri yang hidup dilanjutkan dengan menghitung viabilitas BAL. Data jumlah koloni BAL yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan isolat BAL dari usus itik pada media perlakuan dedak padi dan kombinasi dedak padi dengan molases memiliki viabilitas tertinggi pada waktu inkubasi ke- 10 jam dengan jumlah populasi sebesar Log 6,53 CFU/g pada dedak padi dan Log 6,87 CFU/g pada kombinasi dedak padi dan molases

    STRUKTUR HISTOLOGI KARTILAGO EPIFISIALIS FETUS MENCIT (Mus musculus L.) SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL RIMPANG TEKI (Cyperus rotundus L.)

    Get PDF
    Rimpang teki (Cyperus rotundus L.) mengandung senyawa saponin, sineol, pinen, siperon, rotunol, siperenon, tanin, siperol, alkaloid, flavonoid, tanin, pati, glikosida dan furochromones, serta seskuiterpenoid. Dengan hadirnya senyawa ini diperlukan untuk menguji efek samping penggunaannya pada janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian ekstrak rimpang rumput teki terhadap kelainan struktur histologi tunas anggota depan fetus mencit (Mus musculus L) yang diberikan pada masa prenatal.  Dosis ekstrak rimpang rumput teki yaitu: 45 mg/40g BB dalam 0,4 ml aquabides (P2), 90 mg/40g BB dalam 0,4 ml aquabides (P3), 135 mg/40g BB dalam 0,4 ml aquabides (P4), dan 0,4 ml aquabides (K) sebagai kontrol.  Parameter yang diamati mencakup zona cadangan kondrosit, zona proliferasi, zona maturasi, dan zona kartilago yang mengalami mineralisasi.  Data dianalisis dengan analisis ragam dan diuji lanjut dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan perlakuan dosis ekstrak rimpang rumput teki memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan ketebalan zona cadangan kondrosit, zona proliferasi, dan zona maturasi.  Perlakuan dosis 135 mg/40g BB dalam 0,4 ml aquabides (P4) memberikan pengaruh terhadap penurunan ketebalan zona kartilago yang mengalami mineralisasi yaitu dari rerata 563,33µm menjadi 481,66µm

    PENGARUH PEMBERIAN STRESS OSMOTIK TERHADAP KADAR TOTAL LIPID MIKROALGA Porphyridium sp. DAN Isochrysis sp. PADA SALINITAS YANG BERBEDA

    Get PDF
    Mikroalga merupakan salah satu produsen primer yang diduga memiliki kandungan lipid tinggi untuk dimanfaatkan sebagai energi alternatif.  Mikroalga yang memiliki kandungan lipid cukup tinggi diantaranya adalah Porphyridium sp. dan Isochrysis sp.  Pemberian stress osmotik diduga dapat meningkatkan kadar total lipid mikroalga Porphyridium sp. dan Isochrysis sp.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian stress osmotik berupa perbedaan salinitas terhadap kadar total lipid pada mikroalga Porphyridium sp. dan Isochrysis sp.  Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2016 di Laboratorium Biologi Molekuler Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan faktorial yang terdiri dari 2 jenis mikroalga serta 4 taraf salinitas 20 ppt, 25 ppt, 30 ppt, dan 35 ppt, serta 3 kali ulangan.  Parameter yang diamati yaitu kepadatan populasi, laju pertumbuhan, dan kadar total lipid.  Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan diuji lanjut dengan Uji Tukey HSD pada taraf 5 %.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan populasi tertinggi terjadi pada perlakuan Isochrysis sp. pada salinitas 35 ppt. Mikroalga yang menyumbang lipid tertinggi pada tiap selnya adalah Porphyridium sp. pada salinitas 20 ppt sebesar 6x10-6 g/sel dan Isochrysis sp. pada salinitas 20 ppt sebesar 45x10-7 g/sel

    PREVALENSI NEMATODA USUS PADA KAMBING (Capra sp.) DENGAN PEMBERIAN PAKAN HIJAUAN DAN KONSENTRAT DI KELURAHAN SUMBER AGUNG, KECAMATAN KEMILING, BANDAR LAMPUNG

    Get PDF

    PENINGKATAN PERTUMBUHAN Daphnia sp. MENGGUNAKAN MEDIA KOTORAN AYAM YANG DICAMPUR DEDAK PADI DENGAN KONSENTRASI BERBEDA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan populasi dan laju pertumbuhan populasi spesifik Daphnia sp. pada media kotoran ayam yang dicampur dedak padi dengan konsentrasi berbeda.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Molekuler II Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung pada Bulan Desember 2014.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan yaitu P1 (kotoran ayam 100%), P2 (dedak padi 100%), P3 (kotoran ayam 75% + dedak padi 25%), P4 (kotoran ayam 50% + dedak padi 50%), dan P5 (kotoran ayam 25% + dedak padi 75%) dengan pengulangan sebanyak 4 kali pada masing-masing perlakuan.  Parameter yang diamati adalah kepadatan populasi, laju pertumbuhan populasi spesifik, dan kualitas air.  Data dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan tertinggi populasi Daphnia sp. adalah pada media campuran kotoran ayam 75% + dedak padi 25% yaitu dengan jumlah 970 ind/L, sedangkan kepadatan populasi terendah yaitu pada media menggunakan dedak padi 100%  sebesar 730 ind/L.  Media kultur terbaik adalah campuran kotoran ayam75% + dedak padi 25% dengan laju pertumbuhan populasi spesifik tertinggi Daphnia sp. yaitu sebesar 43,11%/hari

    KEANEKARAGAMAN PHYTOTHELMATA DI KAWASAN PEMUKIMAN DAN PERKEBUNAN DESA TAMAN SARI, GEDONG TATAAN, PESAWARAN

    Get PDF
    Nyamuk merupakan vektor dari beberapa jenis penyakit yang merugikan manusia.  Jumlah populasi nyamuk dapat dipengaruhi oleh tempat perindukan.  Tempat perindukan nyamuk sangat beragam, salah satunya phytothelmata yang termasuk ke dalam tempat perindukan alami nyamuk.  Phytothelmata merupakan tumbuhan penampung genangan air sehingga dapat digunakan sebagai tempat perindukan serangga termasuk nyamuk.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman phytothelmata di lokasi beberapa pemukinan dan perkebunan sekitar kawasan Desa Taman Sari, Gedong Tataan, Pesawaran yang dilaksanakan dari Januari-Maret 2016.  Proses identifikasi nyamuk dilakukan di Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung.  Analisis data menggunakan Indeks Keanekaragaman Shanon-Wiener dan Indeks Dominansi Simpons.  Jenis phytothelmata yang ditemukan di area pemukiman sebanyak delapan jenis dan di perkebunan sebanyak tujuh jenis.  Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman phytothelmata di area pemukiman dan perkebunan dalam kategori sedang (1,835 dan 1,613) dan kategori rendah untuk indeks dominansi (0,182 dan 0,262)

    PERBANDINGAN POLA PELETAKKAN TELUR KUPU-KUPU Eurema blanda (LEPIDOPTERA: PIERIDAE) PADA DUA SPESIES TANAMAN PAKAN LARVA DI TAMAN KUPU-KUPU GITA PERSADA

    Get PDF
    Eurema blanda merupakan kupu-kupu dari famili Pieridae yang memiliki warna kuning dan bintik coklat pada sayapnya yang merupakan ciri khas dari kupu-kupu tersebut.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pola peletakan telur E.blanda pada dua macam tanaman pakan larva. Dua spesies tanaman pakan yang di gunakan yaitu tanaman kaliandra (Calliandra surinamensis) dan tanaman ketepeng (Cassia alata).  Penelitian ini di lakukan di Taman Kupu–kupu Gita Persada yang terletak di Gunung Betung, Kemiling, Bandar Lampung, Provinsi Lampung, yang di lakukan pada bulan Januari sampai Maret 2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimen dengan menggunakan 2 macam tanaman pakan larva yang masing-masing 10 polybag di letakkan berkelompok pada kandang penangkaran.  Analisis data di lakukan dengan cara deskriptif kuantitatif dan uji independent samples test.  Hasil penelitian menunjukkan kupu-kupu E. blanda meletakkan telur-telurnya secara berkelompok di daun termuda pada kedua tanaman pakan larvanya.  Kelompok telur yang terdapat pada tanaman kaliandra dan tanaman ketepeng berbeda nyata (p = 0,007) setelah di uji menggunakan uji T.  Kelompok telur pada kaliandra yaitu 1-3 kelompok dengan rata-rata jumlah telur per kelompok yaitu 31,50 ± 6,85 butir sedangkan pada tanaman ketepeng 1-2 kelompok dengan rata-rata jumlah telurnya yaitu 40,84 ± 11,02 butir.  Rata-rata panjang telur berbeda nyata (p = 0,005) pada tanaman kaliandra yaitu 1,31 ± 0,06 mm sedangkan pada tanaman ketepeng 1,28 ± 0,03 mm.  Rata-rata diameter telur tidak berbeda nyata (p = 0,569) pada tanaman kaliandra yaitu 0,75 ± 0,11 mm dan pada tanaman ketepeng yaitu 0,76 ± 0,09 mm

    215

    full texts

    231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇