Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH)
Not a member yet
    231 research outputs found

    PENGARUH DUA JENIS PAKAN TERHADAP LAMA STADIUM LARVA KUMBANG Tenebrio molitor (COLEOPTERA: TENEBRIONIDAE)

    Get PDF
    Tenebrio molitor merupakan serangga yang memiliki nilai ekonomis dan mudah dipelihara. Pemberian pakan yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan dan reproduksi dari T. molitor. Ragi merupakan pakan utama T. molitor yang dapat meningkatkan proses pencernaannya sehingga pertumbuhan dapat mencapai optimal. Sedangkan styrofoam merupakan bahan polistiren yang dapat menjadi pakan alternatif bagi T. molitor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dua jenis pakan (ragi dan styrofoam) terhadap lama stadium larva kumbang T. molitor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen skala laboratorium menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 10 kali pengulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian adalah panjang larva, berat larva, lama stadium larva, dan berat pakan yang dimakan. Data yang diperoleh dari penelitian selanjutnya dianalisis dengan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pakan mempengaruhi berat larva, panjang larva, dan lama stadium larva (p < 0,05). Larva T. molitor yang diberi pakan ragi lebih singkat stadiumnya dibandingkan dengan yang diberi pakan styrofoam

    KEMAMPUAN BERBAGAI TINGKATAN STADIUM LARVA KUMBANG Tenebrio molitor L. (COLEOPTERA : TENEBRIONIDAE) DALAM MENGKONSUMSI STYROFOAM (POLYSTYRENE)

    Get PDF
    Kumbang Tenebrio molitor atau yang lebih dikenal sebagai ulat hongkong, memiliki nilai ekonomis karena dapat digunakan sebagai pakan ternak maupun obat bagi manusia dan mudah dibudidayakan. Ulat hongkong belum dimanfaatkan secara maksimal, sementara ulat hongkong secara alami memiliki manfaat yang besar sebagai pengurai senyawa organik dan anorganik di alam, dari penelitian terakhir diketahui dapat mengurai styrofoam. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli-Agustus 2016 di Laboratorium Zoologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan berbagai tingkatan stadium larva ulat hongkong dalam mengkonsumsi styrofoam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 10 instar larva ulat hongkong sebagai perlakuan dan 3 kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANARA) dan dilanjutkan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf beda nyata 5% serta dilakukan analisis korelasi antara jumlah styrofoam yang dimakan dengan berat serta panjang ulat hongkong. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pakan styrofoam mempengaruhi berat dan panjang ulat hongkong, serta lama stadium ulat hongkong (p < 0,05). Hasil analisis korelasi antara berat ulat hongkong dan jumlah pakan yang dimakan menunjukan adanya hubungan positif yang sangat kuat (r = 0,96), dan pada korelasi antara panjang ulat hongkong dan jumlah pakan yang dimakan menunjukkan adanya hubungan postif yang kuat (r = 0,66)

    KETERKAITAN DIVERSITAS PLANKTON SEBAGAI ZOOXANTHELLA TERHADAP WARNA KIMA (Tridacna sp.) PADA BEBERAPA PULAU DI TELUK LAMPUNG

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui diversitas jenis plankton di sekitar kerang kima dan keterkaitan antara diversitas plankton terhadap warna kima di beberapa pulau-pulau kecil di Teluk Lampung. Variabel yang diamati adalah jenis kima yang ditemukan dan keberagaman plankton yang berada di sekitar kima, variable pendukung yakni factor lingkungan. Data plankton yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan rumus indeks keragaman, keseragaman, dan dominansi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober di perairan sekitar Gosong Susutan, PulauKelagian, dan PulauUnang-Unang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kerang kima yang ditemukan pada tiap lokasi berjumlah satu dan termasuk spesies Tridacna squamasa. Kelompok fitoplankton yang ditemukan antara lain Bacillariophyta, Pyrrophyta, Cyanophyta, dan Chlorophyta. Bacilllariophyta adalah kelompok yang paling banyak ditemukan pada ketiga lokasi penelitian (52-59%), sementara Chlorophyta adalah kelompok yang paling sedikit ditemukan (3-5%). Banyaknya Bacillariophyta yang ditemukan di sekitar kima menyebabkan mantel kima berwarna kuning kecoklatan seperti warna pigmen yang dimiliki oleh kelompok ini. Hasil parameter lingkungan menunjukkan masih dapat mendukung kehidupan kerang kima

    DINAMIKA POPULASI BAKTERI DAN TOTAL ASAM PADA FERMENTASI BEKASAM IKAN PATIN (Pangasius hypopthalmus)

    Get PDF
    Bekasam merupakan produk makanan tradisional hasil fermentasi dari ikan air tawar dengan penambahan nasi dan garam. Selama proses fermentasi, sumber karbohidrat dipecah menjadi gula-gula sederhana, kemudian diubah menjadi alkohol dan asam. Penggunaan jenis ikan pada pembuatan bekasam berpengaruh terhadap jumlah bakteri asam laktat dan kadar asam laktat yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah total bakteri dan bakteri asam laktat serta kadar asam laktat yang dihasilkan selama proses fermentasi bekasam ikan patin siam (Pangasius hypopthalmus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2017 di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan metode titrimetri untuk menentukan kadar asam laktat dan metode Angka Lempeng Total untuk menentukan jumlah bakteri. Pengamatan dilakukan setiap 2 hari, 4 hari, 6 hari, 7 hari, 8 hari dan 10 hari dengan 2 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi: penghitungan jumlah total bakteri dan bakteri asam laktat , pengukuran kadar asam laktat, pengukuran pH serta uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total bakteri asam laktat meningkat sampai fermentasi hari ke-6, nilai total bakteri mengalami penurunan, total asam tertitrasi meningkat, sedangkan nilai pH menurun

    PERBANDINGAN PERKEMBANGAN LARVA Graphium doson (Lepidoptera: Papilionidae) PADA BEBERAPA JENIS TANAMAN PAKAN LARVA

    Get PDF
    Larva Kupu-kupu G. doson memiliki empat jenis tanaman sebagai tanaman pakan larvanya yaitu cempaka (Michelia campaca), glodokan (Polyalthia longifolia), alpukat (Persea americana) dan sirsak (Annona muricata). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan perkembangan larva kupu-kupu G. doson pada beberapa tanaman pakan larva yang berbeda Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Febuari – April 2016 di Taman Kupu-kupu Gita Persada Lampung. Rancangan percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan tanaman pakan larva dan sepuluh kali ulangan. Parameter yang diamati yaitu lama fase larva sampai menjadi pupa, dan juga diukur berat, panjang, dan lebar kepala larva setiap instar. Data dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf nyata 5 %. Hasil penelitian menunjukkan tanaman pakan yang paling baik bagi perkembangan larva adalah tanaman cempaka dengan lama perkembangan yaitu 14,60 ± 1,07 hari,kemudian sirsak 18,20 ± 0,91, glodokan yaitu 19,80 ± 1,13 dan alpukat yaitu 20,40 ± 1,17. Begitu juga dengan panjang dan berat, larva yang diberi pakan tanaman cempaka memiliki perkembangan yang paling baik. Sedangkan pemberian tanaman pakan larva yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap lebar kepala larva, prepupa dan pupa

    Pertumbuhan dan Kandungan Nutrisi Tetraselmis sp. dari Lampung Mangrove Center pada Kultur Skala Laboratorium dengan Pupuk Pro Analis dan Urea yang Berbeda

    Get PDF

    STUDI NEMATODA PADA AYAM PETELUR (Gallus gallus) STRAIN ISA BROWN DI PETERNAKAN MANDIRI KELURAHAN TEGAL SARI, KECAMATAN GADING REJO, KAB. PRINGSEWU, LAMPUNG

    Get PDF
    Ayam petelur merupakan ayam yang khusus dipelihara untuk diambil telurnya. Kandungan protein telur yang tinggi serta harganya yang terjangkau membuat ayam jenis petelur ini banyak dibudidayakan. Namun dalam pembudidayaannya masih sering terdapat kendala, salah satunya disebabkan oleh berbagai nematoda yang menyebabkan berbagai macam infeksi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April 2017 sampai bulan Juni 2017. Pengambilan sampel dilakukan di Peternakan mandiri, di Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung dan identifikasi dilakukan di Balai Veteriner Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis telur nematoda dan mengetahui nilai prevalensi parasit tersebut pada ayam.petelur. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu mengambil sampel feses dari setiap kandang yang diduga terinfeksi nematoda sebanyak 100 sampel. Penghitugan jumlah telur parasit menggunakan uji Mc. Master. Hasil penelitian pada ayam strain ISA Brown ditemukan nematoda Ascaridia galli, Heterakis gallinarum dan Syngamus trachea. Nilai prevalensi serangan nematoda paling tinggi sebesar 43% oleh Ascaridia galli dan nilai prevalensi paling rendah sebesar 4% oleh Syngamus trachea

    PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL JAHE MERAH (Zingiber officinale Roxb. Var. Rubrum) TERHADAP SPERMATOZOA EPIDIDIMIS MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI SIPROTERON ASETAT

    Get PDF
    Infertilitas merupakan kondisi yang umum ditemukan di Indonesia. Jahe merah (Zingiber officinale Roxb. var. Rubrum) merupakan tumbuhan yang memiliki banyak khasiat di berbagai aspek. Jahe merah memiliki pengaruh yang baik sebagai antioksidan terhadap sel spermatogenik dan parameter sperma pada mencit (Mus musculus L.) jantan yang diinduksi siproteron asetat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol jahe merah terhadap jumlah ,motilitas, morfologi, dan viabilitas spermatozoa. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap, menggunakan 25 ekor mencit jantan yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu Kontrol Normal, K- (diberikan siproteron asetat 1,17mg/ml selama 7 hari), P1, P2 dan P3 (diinduksi siproteron asetat 1,17 mg/ml selama 7 hari dan ekstrak etanol jahe merah dengan dosis berturut-turut 6mg/ml, 12mg/ml, 24mg/ml selama 28 hari). Data yang di peroleh dianalisi menggunakan Analysis of Varian ( ANOVA). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol jahe merah 6mg/ml, 12mg/ml, dan 24mg/ml dapat meningkatkan jumlah, motilitas, viabilitas dan menurunkan morfologi abnormal spermatozoa yang diinduksi siproteron asetat

    IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA GAJAH SUMATERA (Elephas maximus-sumatranus) DI PUSAT LATIHAN GAJAH TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS

    Get PDF
    Gajah sumatera, Elephas maximus sumatranus dalam status kritis. Kendala yang dihadapi dalam upaya konservasi gajah sumatera binaan, salah satunya adalah infeksi ektoparasit. Kajian tentang jenis-jenis dan keanekaragaman ektoparasit yang menginfeksi gajah sumatera di Pusat Latihan Gajah Taman Nasional Way Kambas telah dilakukan pada bulan Maret-Mei 2017 di Pusat Latihan Gajah, Taman Nasional Way Kambas. Penentuan sampel gajah dilakukan secara Purposive sampling yaitu memilih gajah binaan yang kesehatannya kurang baik atau terindikasi terinfeksi ektoparasit. Tiga metode pengambilan sampel dilakukan meliputi metode rabaan, light trap, dan sweep net. Empat famili dan lima jenis ektoparasit yang teridentifikasi yaitu dari Famili Tabanidae dengan spesies Tabanus sp. 1, Tabanus sp. 2, Chrysops sp., Family Muscidae: Musca domestica, Famili Calliphoridae: Chrysomya sp. dan Haematomyzus elephantis dari Family Haematomyzidae

    UJI ANTIDIARE EKSTRAK RIMPANG RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L.) DIBANDINGKAN DENGAN OBAT ATTAPULGITE PADA MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN YANG DIINDUKSI Oleum ricini

    Get PDF
    Diare merupakan suatu gejala klinis dan gangguan saluran pencernaan yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi, disertai dengan perubahan konsistensi feses menjadi lebih cair/lembek. Rumput teki merupakan herbal menahun yang tumbuh liar dan kurang mendapat perhatian, padahal bagian tanaman ini terutama umbinya dapat digunakan sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh ekstrak rimpang rumput teki dengan obat attapulgite terhadap antidiare pada mencit (Mus musculus L.) jantan yang diinduksi Olium ricini. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Zoologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung pada bulan April-Mei 2016. Penelitian ini dilakukan dengan 5 perlakuan : (K) kontrol diberi 0,4 ml /40 gr BB aquabides (K1) dosis obat attapulgite dengan dosis 0,4 mg /40gr BB, (K2) dosis ekstrak rumput teki 4,5 mg/ 40 gr BB, (K3) dosis ekstrak rumput teki 45 mg/40 gr BB, (K4) dosis ekstrak rumput teki 135 mg/40 gr BB, dengan pengulangan sebanyak 5 kali dan pemberian Oleum ricini dengan dosis 150 mg/kgBB untuk setiap perlakuan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi : waktu terjadinya diare, frekuensi diare, konsistensi feses pada mencit (Mus musculus L.) jantan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang rumput teki dosis 135mg/40gram BB dan obat attapulgit dosis 0,4 mg/40gr BB dapat memperpanjang waktu terjadinya diare, dapat menurunkan frekuensi diare, dan dapat memperbaiki konsistensi feses mencit secara segnifikan apabila dibandingkan dengan kontrol. Hal ini disebabkan karena didalam ekstrak rimpang rumput teki mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid sebagai antidiare

    215

    full texts

    231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇