Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH)
Not a member yet
    231 research outputs found

    PENGARUH PEMBERIAN SENYAWA KNO3 (KALIUM NITRAT) TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench)

    Full text link

    PENGARUH PEMBERIAN SENYAWA NH4NO3 (AMMONIUM NITRAT) TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH SORGUM (Sorgum bicolor (L.) Moench)

    Full text link

    RESPON PERKECAMBAHAN BENIH KEMIRI SUNAN (Reutealis trisperma) TERHADAP SKARIFIKASI KIMIA DENGAN ASAM SULFAT (H2SO4) PADA BERBAGAI LAMA WAKTU PERENDAMAN

    Full text link
    The duration of submersion and the level of acid concentration which are the decisive factors to succed the chemical scarification. The duration of submersion should be adjusted to the level of seed skin thickness, the level of acid concentration and the type of acid used. This study aimed to analyze the inmersion effect of kemiri sunan seeds in sulfuric acid solution to break the seed dormancy and to get the most effective time of submersion in order to break the dormancy of kemiri sunan seed. The experiment was conducted in the greenhouse for 2 months (62 days). The randomized complete design was employed as experimental method. There were 4 treament tested, i.e : (1) control (without immersion in H2SO4 solution); (2) immersion in H2SO4 solution for 10 minutes; (3) immersion in H2SO4 solution for 20 minutes and (4) immersion in H2SO4 solution for 30 minutes. The results of research showed that control gave the best results in term of the percentage of germination (G), mean daily gremination (MDG), and germination rate (GR

    STUDI PERILAKU HARIAN RUSA TIMOR (Cervus timorensis) DI PENANGKARAN RUSA TAHURA WAN ABDUL RACHMAN

    Full text link
    Penangkaran Rusa Tahura Wan Abdul Rachman merupakan salah satu penangkaran rusa di Provinsi Lampung. Dalam upaya pengembangan rusa timor (Cervus timorensis) di penangkaran tersebut perlu diketahui perilaku hariannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku harian rusa timor di penangkaran tersebut dan membandingkannya dengan rusa timor di Penangkaran Rusa Taman Satwa Lembah Hijau. Penelitian ini dilaksanakan selama 14 hari pada bulan Juli - Agustus 2016, dan 14 hari pada bulan Desember 2017 - Januari 2018, dimulai dari pukul 06.00 - 18.00 WIB. Metode yang digunakan adalah metode scan sampling, dan objek penelitian adalah jantan dewasa, betina dewasa, jantan anakan, dan betina anakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rusa timor melakukan perilaku makan dengan persentase 54,05 %, istirahat 33,10 %, berpindah 9,99 %, lainnya (grooming, defekasi, urinasi) 2,45%, sosial 0,26%, bermain sendiri 0,10%, dan tidur 0,05%. Hasil ini berbeda dengan perilaku harian rusa timor di Penangkaran Rusa Taman Satwa Lembah Hijau yang menunjukkan persentase perilaku makan 27,46 %, istirahat 27,11 %, berpindah 16,72 %, bersuara 14,99 %, tidur 8,65 %, dan lainnya 5,07 %. Hasil ini mengindikasikan bahwa jumlah pakan drop in yang diberikan untuk rusa timor di Penangkaran Rusa Tahura Wan Abdul Rachman lebih banyak dibandingkan dengan Penangkaran Rusa Taman Satwa Lembah Hijau

    ANALISIS VEGETASI DI BLOK INTI HUTAN LINDUNG REGISTER 21 KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN XI KABUPATEN PESAWARAN

    Full text link
    Sumber daya hutan harus terjaga kelestariannya salah satunya adalah hutan lindung. Hutan lindung mempunyai fungsi mengatur tata air. Vegetasi tanaman pada hutan lindung sangat penting untuk mempertahankan fungsinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui komposisi vegetasi blok inti hutan lindung. Penelitian dilakukan pada blok inti hutan lindung register 21 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) XI Pesawaran pada bulan Agustus – Oktober 2017. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode continuous sampling with random start dengan jumlah plot sebanyak 45 buah. Analisis dilakukan menggunakan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil analisis menunjukkan terdapat 40 jenis tanaman yang terdiri atas 21 famili, didominasi oleh Theobroma cacao dengan INP sebesar 130%

    UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK TUMBUHAN URANG ARING (Eclipta alba (L.) Hassk) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Colletotrichum sp. PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA

    Full text link

    PENGARUH PERENDAMAN DAN LETAK POSISI BIJI DALAM BUAH TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN KECAMBAH BIJI KAKAO (Theobroma cacao L.)

    Full text link

    PENURUNAN LAJU PENUAAN REPRODUKSI MENCIT JANTAN (Mus muculus.Linn) DENGAN PEMBERIAN EKSTRAK JAHE (Zingiber officinale) DALAM PAKAN

    Full text link
    The ginger rhizome contains antioxidants and is chemoprotective, therefore we suspect it can decrease the aging rate in the reproductive system. The purpose of this study, to determine the effect of ginger extract (Zingiber officinale) against reproductive aging of male mice (Mus musculus). This study, using 36 male mice (Mus musculus) aged 12-14 months, divided into three groups each 12 tails. Group 1 as controls, groups 2 and 3 were given 50 mg and 100 mg ginger extract / kg of pellets. The pellet is given for 70 days ad libitum. Next, observed the number of spermatogenic cells, as well as the number and quality of spermatozoa. The results showed that ginger extract had an effect on spermatogenic and spermatozoa (P <0,01) cells of mice. The results of preleptotene spermatocyte, pakhiten and spermatid spermatocyte counts were higher, as were the number of spermatozoa, the percentage of viability and motility, and the normal morphology of spermatozoa were more in the group given ginger extract than control (P <0.01). It was concluded that ginger rhizome extract given to mice entering the aging period could inhibit the rate of decline in reproductive function

    KADAR LIPID TIGA JENIS MIKROALGA PADA SALINITAS YANG BERBEDA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan kandungan lipid pada ketiga jenis mikroalga yang dikultur pada media dengan salinitas yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap faktorial dengan 3 perlakuan yaitu salinitas 20, 30, dan 40 ppt pada mikroalga jenis Nannochloropsis sp., Tetraselmis sp., dan Porpyridium sp masing-masing sebanyak 3 kali ulangan. Mikroalga dikultur pada skala laboratorium selama 8 hari setelah itu dipanen untuk diukur kadar lipidnya. Hasil kultur selama 8 hari menunjukkan laju pertumbuhan spesifik rata-rata tertinggi pada Nannochloropsis sp. terdapat pada salinitas 40 ppt yaitu 12%/hari, sedangkan untuk Tetraselmis sp. tertinggi pada salinitas 20 ppt yaitu 7%, dan untuk Porpyridium sp. tertinggi pada salinitas 30 ppt yaitu 5%/hari. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh jumlah lipid tertinggi terdapat pada Tetraselmis sp. pada salinitas 20 ppt yaitu sebesar 2,64% dan jumlah lipid terendah terdapat pada Tetraselmis sp. pada salinitas 40 ppt yaitu sebesar 0,19%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa laju pertumbuhan spesifik rata-rata per hari tertinggi terdapat pada jenis Nannochloropsis sp pada salinitas 40 ppt yaitu sebesar 12% dan jumlah lipid tertinggi terdapat pada mikroalga jenis Tetraselmis sp. pada salinitas 20 ppt yaitu sebesar 2,64%

    STRUKTUR KOMUNITAS FORAMINIFERA BENTIK DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEMELIMPAHAN PLANKTON TERHADAP TERUMBU KARANG DI GOSONG SUSUTAN DAN PASIR TIMBUL, TELUK LAMPUNG

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan pada 01 Agustus sampai 21 Oktober 2016 di Laboratorium Petrologi dan Mineralogi Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Bandung. Sampel yang digunakan berasal dari Pasir Timbul dan Gosong Susutan, Teluk Lampung. Sampel sedimen berjumlah 32 set yang diambil pada 4 titik stasiun dan 2 kali pengambilan yaitu disekitar tepian, pada kedalaman 5m, pada daerah terumbu karang kedalaman 7 dan 15 meter, sampel plankton diambil pada 0 meter, 7 meter, dan 15 meter dengan tiga kali pengambilan. Identifikasi foraminifera menggunakan buku acuan Barker (1960) dan Loebich dan Tappan (1994). Hasil penelitian ini didapat 5 bangsa yang ditemukan, yaitu Rotaliida, Textulariida, Miliolida, Robertinida, dan Lagenida. Sebanyak 52 jenis berhasil diidentifikasi dengan Amphistegina lessonii yang paling melimpah sebagai foraminifera penciri terumbu karang. Analisis data menggunakan PAST version 2.09 diketahui kisaran nilai indeks keanekaragaman 0,57-2,21, nilai indeks keseragaman 0,24-0,65, dan nilai indeks dominansi 0,15-0,76. Nilai korelasi 0,53 – 0,87 menunjukkan adanya hubungan antara foraminifera dan kemelimpahan plankton terhadap pertumbuhan terumbu karang di perairan Gosong Susutan, Lampung. FORAM Index (FI) digunakan sebagai bioindikator kualitas perairan terhadap terumbu karang, nilai FI yang tinggi menunjukkan lokasi tersebut baik dan cocok untuk pertumbuhan terumbu karang, 5,04 untuk nilai terendah dan 9,02 untuk nilai tertinggi

    215

    full texts

    231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇