Jurnal Studi Inovasi
Not a member yet
    85 research outputs found

    Hak Waris dan Keadilan: Menggagas Reformasi Hukum Keluarga dengan Prinsip Maqasid Syariah

    Full text link
    This research highlights the urgency of reforming family law, especially in the context of inheritance rights and justice. There are contemporary challenges and new dynamics in family life that require serious attention. Identifying obstacles and injustices in the current inheritance law system is an important basis for formulating solutions that are in accordance with universal values. The aim of writing this article is to provide a holistic view of the issue of inheritance rights and justice in family law. This article aims to detail the principles of Maqasid Sharia and Human Rights (HAM) as a basis for creating an inclusive and fair legal framework. In addition, this article also intends to provide concrete guidance to policy makers, legal practitioners and researchers in considering family law reform. This research uses a qualitative approach and literature study to investigate inheritance rights issues in family law, especially in the Indonesian context. Through analysis of the thoughts of Islamic scholars and scholars, this research tries to summarize differences in perceptions among Muslim communities and analyze the impact of economic inequality on the distribution of inheritance. This research produces. (1). In-depth understanding of differences in perceptions and cultural obstacles in the implementation of inheritance provisions according to sharia in Indonesia, (2). It was found that economic inequality plays an important role in inheritance distribution. Therefore, this article discusses (3) concrete recommendations to improve justice in family law, including the integration of Maqasid Syariah principles in the inheritance law framework. It is hoped that this can make a positive contribution to reforming family law that is more inclusive and responsive to social change.Penelitian ini menyoroti urgensi pembaruan hukum keluarga, khususnya dalam konteks hak waris dan keadilan. Terdapat tantangan kontemporer dan dinamika baru dalam kehidupan keluarga yang memerlukan perhatian serius. Identifikasi hambatan dan ketidakadilan dalam sistem hukum waris saat ini menjadi landasan penting untuk merumuskan solusi yang sesuai dengan nilai-nilai universal. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah memberikan pandangan holistik terhadap isu hak waris dan keadilan dalam hukum keluarga. Artikel ini bertujuan merinci prinsip-prinsip Maqasid Syariah dan Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai dasar untuk menciptakan kerangka hukum yang inklusif dan adil. Selain itu, artikel ini juga bermaksud memberikan panduan konkret kepada pembuat kebijakan, praktisi hukum, dan peneliti dalam mempertimbangkan pembaruan hukum keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi pustaka untuk menyelidiki isu-isu hak waris dalam hukum keluarga, terutama di konteks Indonesia. Melalui analisis pemikiran ulama dan cendekiawan Islam, penelitian ini mencoba merangkum perbedaan persepsi di kalangan masyarakat Muslim dan menganalisis dampak ketidaksetaraan ekonomi terhadap pembagian warisan. Penelitian ini menghasilkan. (1). Pemahaman mendalam terhadap perbedaan persepsi dan kendala budaya dalam implementasi ketentuan waris sesuai syariah di Indonesia, (2). Ditemukan bahwa ketidaksetaraan ekonomi memainkan peran penting dalam pembagian warisan. Oleh karena itu, artikel ini membahas (3) rekomendasi kongkrit untuk meningkatkan keadilan dalam hukum keluarga, termasuk integrasi prinsip-prinsip Maqasid Syariah dalam kerangka hukum waris. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembaruan hukum keluarga yang lebih inklusif dan responsif terhadap perubahan sosial. &nbsp

    Pameran Budaya dan Konsolidasi Politik (Studi pada Acara Pesta Kerja Tahun Suku Batak Karo di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2019)

    Full text link
    Studi dalam penelitian ini membahas tentang pameran budaya dan komunikasi politik (studi pada pesta kerja tahun Suku Batak Karo di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2019). Merdang Merdem atau pesta kerja tahun merupakan salah satu bentukperayaan kegiatan tahunan yang dilakukan oleh masyarakat Suku Batak Karo dengan tujuan untuk mengucap syukur atas pencapaian yang diraih dalam bercocok tanam mulai dari masa awal tanam padi, masa padi mulai berdaun, hingga pada masa panen. Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana proses konsolidasi melalui komunikasi politik pada acara kerja tahun Suku Batak Karo dalam mendukung calon anggota DPRD suku Batak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Empati dan Hemofili oleh Berlo (1960) dalam komunikasi politik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data, yaitu wawancara secara mendalam.Hasil penelitian ini menyimpulkan terdapat beberapa bentuk konsolidasi politik yang dilakukan oleh calon anggota legislatif Suku Batak Karo di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam memperoleh dukungannya melalui pesta kerja tahun Suku Batak Karo. Bentuk konsolidasi dalam komunikasi politik yang dilakukan yaitu Pertemuan terbatas dengan relawan kelompok masyarakat Suku Batak Karo, Sosialisasi atau diskusi dengan masyarakat Suku Batak Karo, Meminta doa, dukungan, dan harapan, serta dan Pertemuan dengan komunitass sulang marga Silima Suku Batak Karo. Konsolidasi politik bermanfaat dalam memperkuat komunikasi sosial budaya masayarakat Suku Batak Karo di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.CULTURAL EXHIBITION AND POLITICAL CONSOLIDATION (A STUDY ON THE KERJA TAHUN EVENT OF THE KARO TRIBE IN THE BANGKA BELITUNG ISLANDS PROVINCE IN 2019)    Authored by: Sasro Samosir 5021911035   ABSTRACT   This research discusses cultural exhibitions and political communication (a study on the Kerja Tahun event of the Karo in Bangka Belitung Islands Province in 2019). Merdang Merdem, or Kerja Tahun, is an annual festival conducted by the Karo Tribe to express gratitude for the accomplishments in agriculture, from the early stages of rice planting to the periodeo of rice growth and finally the harvest. This research describes how the consolidation process through political communication at the Kerja Tahun event of the Karo Tribe suported Batak’s candidates for regional legislative members (DPRD) in the Bangka Belitung islands Province. This research utilizes Berlo’a (1960) theory of empaty and hemofily in the context of political communications. This study employed a descriptive-qualitatif methhodology, utilizing in-depth interviews as the primary data collection technique. The findings indicated that’s Karo legislative candidates used a variety of political consolidation strategies to secure support during the Kerja Tahun selebration of the Karo Tribe in the Bangka Belitung Islands Province. The political communication consolidation effors includet conducting exclusive meeting with volunters from the Karo community, engaging in socialization and disccusions with the Karo Community, seeking prayers, support, and aspiration, and organizing meetings with the sulang community of Silima, a subgroup of the Karo Tribe. Political consolidation is useful for strengthening the Karo community’s socio-cultural communication in the Bangka Belitung Islands Province.     Keywords: Kerja Tahun Event of Karo Tribe, Political Consolidation, Batak’s Candidates for regional legislative members (DPRD

    Penyalahgunaan Kewenangan terhadap Adanya Pencabulan yang Dilakukan Seorang Guru kepada Murid Berdasarkan Pasal 289 KUHP tentang Pencabulan

    Full text link
    Penyalahgunaan kewenangan dalam konteks pencabulan yang dilakukan seorang kepada murid adalah perbuatan yang menggunakan dan mengganggu. Pencabulan yang dilakukan oleh seorang kepada murid harus menyentuh kepentingan hukum, dan kepentingan kepada murid yang berdampak besar pada aspek psikologis dan emosional. Murid yang menjadi korban bisa mengalami trauma, kehilangan kepercayaan pada otoritas, dan merasa terisolasi serta tertekan secara emosional. Hal ini dapat mengganggu perkembangan mereka secara akademis maupun sosial, dan membawa dampak jangka panjang yang serius terhadap kepercayaan diri dan hubungan interpersonal mereka di masa mendatang. Penyalahgunaan kewenangan dalam kasus pencabulan oleh pihak yang seharusnya menjadi figur otoritas harus terus ditekankan. Sistem pendidikan perlu membantu pembinaan nilai-nilai etika, penghormatan, dan kesetaraan, dan memperkuat perlindungan terhadap murid agar dapat mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.Abuse of authority in the context of sexual abuse by someone against a student is an act that is abusive and disruptive. Sexual abuse committed by someone against a student must touch on legal interests and the interests of the student which have a major impact on psychological and emotional aspects. Students who are victims may experience trauma, lose trust in authority, and feel protected and emotionally distressed. This can disrupt their development academically and socially, and have serious long-term impacts on their future self-confidence and interpersonal relationships. Abuse of authority in cases of sexual abuse by parties who should be authority figures must continue to be emphasized. The education system needs to support training in ethical values, respect and equality, as well as strengthen protection for students in order to prevent the recurrence of similar cases in the future

    Pola Strategi Aktivitas Penambang Timah Ilegal di Desa Berang Kabupaten Bangka Barat

    Full text link
    West Bangka is one of the districts in the Bangka Belitung Islands Province that produces the highest tin, in 2021-2022 with relatively high prices. The impact of illegal mining activities causes problems to the environment such as the formation of kolong, and damage to existing ecosystems. Illegal mining activities are rife in PT. Sawit Thep and Sinar Mas. The role of the state through the security forces is to regulate illegal tin mining, but the phenomena that occur in the field where the security forces want to regulate illegal mining activities in the oil palm plantation area in Berang Village also vary, ranging from the absence of mining activities, the alleged cooperation and involvement of local strongman, the leak of regulatory information that will be carried out by the security forces, and resistance efforts from mining actors. This research was conducted in Berang Village, Simpang Teritip District, West Bangka Regency, this research uses the local strongman theory proposed by (Migdal) in order to identify strategy patterns, and factors that influence the strategy patterns of illegal tin miners and their correlation to the involvement of local strongmen. Illegal mining activities are carried out by the community by means of individuals and groups, this activity also has the support of local strongmen who have influence on the activities of illegal tin miners who are considered as deking who provide direction to illegal tin mining actors. Miners carry out activities freely even though there are times when they carry out mining activities cat-and-cat. This is inseparable from the involvement of local strongmen.  Bangka Barat merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung penghasil timah tertinggi, pada tahun 2021-2022 dengan harga yang relatif tinggi. Dampak dari kegiatan tambang ilegal menyebabkan permasalahan terhadap lingkungan seperti terbentuknya kolong,serta merusak ekosistem yang ada. Aktivitas penambang ilegal marak terjadi pada perkebunan PT. Sawit Thep dan Sinar Mas. Peran negara melalui aparat keamanan adalah melakukan penertiban tambang timah ilegal, tetapi fenomena yang terjadi dilapangan dimana aparat keamanan hendak melakukan penertiban terhadap aktivitas tambang ilegal pada area perkebunan sawit di Desa Berang juga beragam, mulai dari tidak adanya aktivitas pertambangan, adanya dugaan kerja sama dan keterlibatan local stroman, bocornya informasi penertiban yang akan dilakukan oleh aparat keamanan, serta adanya upaya perlawanan dari pelaku tambang. Penelitian ini dilakukan di Desa Berang Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, penelitian ini menggunakan teori local strongman yang di kemukakan oleh (Migdal) agar bisa mengidentifikasi pola strategi, dan faktor yang mempengaruhi pola strategi penambang timah ilegal serta korelasinya terhadap keterlibatan local strongman. Aktivitas tambang ilegal dilakukan masyarakat dengan cara individu maupun kelompok, aktivitas ini juga mendapat dukungan dari local strongman yang memiliki pengaruh terhadap aktivitas penambang timah ilegal yang dianggap sebagai deking yang memberikan arahan kepada pelaku tambang timah ilegal. Pelaku tambang melakukan aktivitas secara leluasa walaupun ada kalanya mereka melakukan aktivitas tambang secara kucing-kucingan. Hal ini tidak terlepas dari keterlibatan local strongman

    Analisis Isi Pesan Islam Politik Dalam Media Sosial Instagram @follback.dakwah Tahun 2019-2022

    Full text link
    Dewasa ini sudah tidak dapat dihindari lagi bahwa dakwah telah menjadi bagian dari apa yang disebut dengan harakah atau aktivitas pergerakan yang arahnya bersifat politis ditambah dengan adanya perkembangan dakwah di media sosial sekarang ini telah menjadi tren khususnya di kalangan yang bergerak sebagai aktivis dakwah. Kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis isi pesan Islam politik yang terdapat di media sosial Instagram pada akun @follback.dakwah. Fakta yang terjadi saat ini menunjukan bahwa aktivitas dakwah yang dilakukan oleh para aktivis dakwah khususnya di media sosial seperti Instagram ini juga telah menjadi sarana untuk memperkenalkan dan menyebarkan opini-opini yang berkaitan dengan ideologi Islam. Fokus utama dari kajian ini adalah untuk menganalisis isi pesan Islam politik dalam media sosial Instagram @follback.dakwah yang melakukan aktivitas dakwah yang menggabungkan unsur politik dalam Islam, atau dikenal sebagai harakah. Kajian ini, diidentifikasi bahwa dakwah tersebut bukan hanya untuk menyebarkan ajaran agama, tetapi juga membawa agenda politik yang berusaha mempengaruhi masyarakat dengan ideologi Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi dengan pendekatan kuantitatif terhadap konten yang diposting oleh akun @follback.dakwah. Data dikumpulkan dengan mendokumentasikan postingan-postingan yang kemudian dianalisis dengan teori politik identitas untuk mengidentifikasi pesan-pesan politik yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian dan temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa akun Instagram @follback.dakwah menggunakan strategi dakwah yang tidak hanya berfokus pada penyebaran ajaran agama, tetapi juga mencakup aspek politik yang signifikan. Identitas Islam dijadikan alat untuk menggalang dukungan dan membangun narasi politik yang kuat mengenai pentingnya sistem pemerintahan Khilafah. Menunjukkan bahwa akun tersebut menggunakan media sosial secara efektif untuk menyebarkan Islam politik, dengan tujuan utama untuk mempromosikan penerapan sistem Khilafah. Kajian ini memberikan kontribusi baik secara teoretis, dengan memperkaya literatur mengenai politik identitas dan Islam politik, maupun secara praktis, dengan memberikan wawasan bagi para aktivis dakwah dalam memahami dan mengelola pengaruh politik dalam aktivitas dakwah mereka.    In contemporary times, it has become inevitable that dawah (Islamic preaching) has evolved into a part of what is known as harakah, or political movement activities, particularly with the rise of dawah on social media platforms. This trend is especially notable among those engaged as dawah activists. This study aims to analyze the content of political Islam messages on the Instagram account @follback.dakwah. The current reality shows that the dawah activities conducted by these activists, especially on social media platforms like Instagram, have also become a means to introduce and disseminate opinions related to Islamic ideology. The primary focus of this study is to analyze the content of political Islam messages in the Instagram account @follback.dakwah, which engages in dawah activities that integrate political elements within Islam, known as harakah. This study identifies that the dawah is not solely for spreading religious teachings but also carries a political agenda aimed at influencing society with Islamic ideology. The research method used is content analysis with a quantitative approach to the content posted by the @follback.dakwah account. Data was collected by documenting the posts, which were then analyzed using identity politics theory to identify the political messages contained within. The main findings of this research reveal that the Instagram account @follback.dakwah employs a dawah strategy that not only focuses on disseminating religious teachings but also includes significant political aspects. Islamic identity is used as a tool to garner support and construct a strong political narrative about the importance of the Khilafah (Caliphate) system of governance. The study shows that the account effectively uses social media to spread political Islam, with the primary goal of promoting the implementation of the Khilafah system. This study contributes both theoretically, by enriching the literature on identity politics and political Islam, and practically, by providing insights for dawah activists to understand and manage the political influence within their dawah activities.   &nbsp

    Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Melalui Inovasi Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing

    Full text link
    Pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri atas berbagai kompnen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Pendidikan yang demokratis harus mampu menciptakan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Tujuannya adalah untuk menggali kemampuan siswa agar berperan secara aktif, mningkatkan kemampuan intelektual, sikap dan minatnya. Strategi pembelajaran yang efektif tergantung pada guru menggunakan model pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan model pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran yang variatif pun dapat dilakukan di dalam kelas, sebagai maksud untuk menjembatani kebutuhan siswa dan menghindari tejadinya kejenuhan yang dialami siswa. Model pembelajaran yang melibatkan siswa seperti siswa akan menggali sendiri informasi, memecahkan masalah-masalah dari suatu konsep yang dipelajari (student centered). Hal ini tentu akan membangkitkan aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Berdasarkan pengamatan di SMK SMTI Padang pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan - Teknologi Minyak Atsiri (PKK-TMA), guru masih menggunakan model ceramah untuk menjelaskan pelajaran kepada siswa. Penggunaan model pembelajaran yang konvensional ini menyebabkan siswa kurang antusias terhadap pelajaran yang disampaikan dan sering berbicara dengan teman sebangku. Model pembelajaran snowball throwing ini termasuk dalam kategori model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif dimaksudkan dalam hal ini adalah pembelajaran yang disusun melalui kelompok kecil siswa yang saling bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Konsep belajar berkelompok, tingkat keberhasilannya tergantung pada kemampuan dan aktivitas anggota kelompok, baik secara indivdual maupun secara kelompok. Menurut Komalasari (2013), model pembelajaran snowball throwing adalah model pembelajaran yang menggali potensi kepemimpinan siswa dalam kelompok dan keterampilan menjawab pertanyaan yang dipadukan melalui suatu permainan imajinatif membentuk dan melempar bola salju. Sedangkan menurut Hafidz (2016), menyatakan bahwa model pembelajaran snowball throwing adalah model kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan individu untuk berpendapat, kemudian dipadukan secara berpasangan, berkemlompok, dan yang berakhir secara klasikal untuk mendapatkan pandangan dari seluruh siswa atau siswa di kelas. Penerapan pembelajaran menggunakan model pembelajaran snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII.1A pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan - Teknologi Minyak Atsiri (PKK-TMA). Hal tersebut dapat dilihat pada siklus 1 jumlah siswa yang tuntas belajar adalah 41%, dengan nilai rata-rata siswa 70,5 sedangkan pada siklus 2 terjadi peningkatan menjadi 94% siswa dengan nilai rata-rata 82,1.Peningkatkan keaktifan dan hasil belajar setelah diterapkannya model pembelajaran snowball throwing, dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh guru untuk menggunakan model pembelajaran ini baik pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan - Teknologi Minyak Atsiri (PKK-TMA) ataupun pada mata pelajaran yang lain. Untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan beberapa tahap yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan dan tahap refleksi.Learning is a system consisting of various components that are interconnected with each other. Democratic education must be able to create interaction between teachers and students in the learning process. The aim is to explore students' abilities to play an active role, improve their intellectual abilities, attitudes and interests. Effective learning strategies depend on teachers using learning models, because a learning strategy can only be implemented through the use of learning models. The use of varied learning models can also be carried out in the classroom, with the aim of bridging student needs and avoiding boredom experienced by students. A learning model that involves students such that students will dig up information themselves, solve problems from a concept being studied (student centered). This will certainly stimulate student activity during learning activities. Based on observations at SMTI Padang Vocational School in the subject Creative Products and Entrepreneurship - Essential Oil Technology (PKK-TMA), teachers still use the lecture model to explain lessons to students. The use of this conventional learning model causes students to be less enthusiastic about the lessons being taught and often talk to their classmates. This snowball throwing learning model is included in the cooperative learning model category. Cooperative learning is meant in this case as learning that is structured through small groups of students who work together to maximize learning conditions to achieve learning goals. The concept of group learning, the level of success depends on the abilities and activities of group members, both individually and as a group. According to Komalasari (2013), the snowball throwing learning model is a learning model that explores students' leadership potential in groups and question answering skills combined through an imaginative game of forming and throwing snowballs. Meanwhile, according to Hafidz (2016), the snowball throwing learning model is a learning activity model that gives individuals the opportunity to have an opinion, then combined in pairs, in groups, and which ends classically to get the views of all the students or students in the class. Implementation of learning using the snowball throwing learning model can improve the learning outcomes of class XII.1A students in the Creative Products and Entrepreneurship subject - Essential Oil Technology (PKK-TMA). This can be seen in cycle 1 the number of students who completed their studies was 41%, with an average student score of 70.5, while in cycle 2 there was an increase to 94% of students with an average score of 82.1. Increased activity and learning outcomes after The application of the snowball throwing learning model can be used as consideration by teachers to use this learning model both in the subjects of Creative Products and Entrepreneurship - Essential Oil Technology (PKK-TMA) or in other subjects. To increase student activity and learning outcomes, several stages can be carried out, namely the planning stage, action stage and reflection stage

    SaLoRa, Inovasi Kearifan Lokal Kerang Endemik Madura dan Kelayakannya Sebagai Pesaing Saus Tiram Komersil

    Full text link
    Lorjuk (Solen spp.) is a species of clam that can be found within the shallow waters of Indonesia, it is located specifically in the Strait of Madura. Lorjuk has been a culinary staple for the people in the Surabaya and Madura regions. However, despite the widespread availability of processed lorjuk food products, a large amount of the population remains unfamiliar with the taste of lorjuk. Moreover, some individuals have yet to try processed lorjuk products. For this reason, the main objective of this research is to develop an innovative product from lorjuk branded as “Saus Lorjuk Nusantara (SaLoRa)” which will provide a palatable flavor profile. As a worthy product, SaLoRA is also ready to be compared with commercial flavor-enhancing condiments. The validity parameters of SaLoRa products in this study will be more focused on the acceptance of the public to the quality attributes of the sauce (color, flavor, aroma, and solidity), as well as the durability of the product in storage. Furthermore, the method of research will be chosen using a comparative qualitative approach, using descriptive and hedonic-type organoleptic tests. For the validity of the resistance, the research is conducted quantitatively using colorimetric tests to determine the product's life, as well as qualitative testing through organoleptic observations as information validity enhancers. The results indicate that SaLoRa has quality attributes that are not much different from commercial sausages, even the quality of the SaLo Ra flavor is superior and acceptable to the panels. While SaLoRa's lifespan at room temperature lasts for only 42 hours, it can be tested by storing it in a refrigerator at a temperature below 5°C.Lorjuk (Solen spp.) adalah sejenis kerang bambu yang bisa ditemukan pada perairan dangkal Indonesia, terlebih selat Madura. Sehingga tidak mengherankan, jika lorjuk menjadi maskot kuliner lokal bagi masyarakat di daerah Surabaya dan Madura. Namun meski produk pangan olahan lorjuk bisa dengan mudah, ternyata masyarakat yang tidak familiar dengan lorjuk masih banyak. Bahkan, ada juga yang belum pernah menyentuh produk olahan lorjuk. Untuk itulah tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan sebuah produk inovatif dari lorjuk yang menawarkan citarasa modern dan layak dikompetisikan dengan saus penambah rasa komersil, yaitu Saus Lorjuk Nusantara (SaLoRa). Parameter kelayakan produk SaLoRa dalam penelitian ini akan lebih terfokus pada dari segi daya terima masyarakat terhadap atribut mutu saus (warna, rasa, aroma dan kekentalan), serta ketahanan produknya dalam penyimpanan. Sehingga untuk metode penelitian akan dipilih meggunakan pendekatan kualitatif komparatif, menggunakan uji organoleptik tipe deskriptif dan hedonik. Sementara untuk kelayakan daya simpannya, penelitian akan dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji kolorimetri guna mengetahui umur simpan produk, serta uji kualitatif melalui pengamatan organoleptik sebagai penguat keabsahan informasi. Hasil penelitian menujukan bahwa SaLoRa memiliki atribut mutu yang tidak jauh berbeda dari saus tiram komersil, bahkan kualitas rasa SaLoRa lebih unggul dan bisa diterima oleh panelis. Sementara untuk umur simpan SaLoRa yang pada suhu ruang hanya mampu bertahan selama 42 jam, ternyata bisa disiasati dengan penyimpanan dalam lemari es dengan suhu dibawah 5°C

    Pemenuhan Aspek Layanan Publik Ramah Rentan di Sekolah Menengah Kejuruan SMTI Padang demi Tercapainya Kondisi Layanan Publik yang Prima

    Full text link
    Sekolah Menengah Kejuruan SMTI Padang merupakan salah satu unit Pendidikan yang bernaung di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Layaknya sebuah institusi yang memberikan pelayanan publik dalam hal ini bidang Pendidikan, secara rutin SMK SMTI Padang melakukan survey lingkungan belajar. Hasil dari survey lingkungkan belajar ini yang kemudian dituangkan dalam sebuah Rapor Pendidikan yang berisikan beberapa indicator yang harus dibenahi dan ditingkatkan demi kelancaran system. Untuk hasil pada tahun 2022 yang lalu, terdapat beberapa sector pelayanan yang mesti ditingkatkan terutama untuk pelayanan public pada bagian ramah rentan. Dimana, SMK SMTI Padang dengan area yang terbatas harus bisa memaksimalkan kondisi lingkungan agar tetap bisa memberikan pelayanan yang baik dalam segala bidang untuk seluruh pihak terutama di bagian ramah rentan.Kelompok khusus merupakan mereka yang sering mengalami hambatan-hambatan yang dapat menyebabkan terlanggarnya hak, dikarenakan kerap mengalami diskriminasi oleh budaya masyarakat. Komnas HAM kerap menemukan diskriminasi dan perlakuan tidak menyenangkan dari segi aksesibilitas fisik, ekonomi, maupun hukum terhadap kelompok ini. Sekolah Menengah Kejuruan SMTI Padang menyediakan dan melengkapi pelayanan public yang ramah rentan demi kenyamanan seluruh aspek yang berkunjung ke SMK SMTI Padang nantinya. Kondisi Eksisting Penyediaan Sarpras Ramah Kelompok Rentan memenuhi indikator yang diwajibkan.Dari hasil perbaikan dan penambahan layanan public ramah rentan tersebut, Sekolah Menengah Kejuruan SMTI Padang mengikuti penilaian Yanlik Ramah Rentan yang dinilai oleh KemenPAN-RB. SMK SMTI Padang juga merupakan satu-satunya unit sekolah yang ditunjuk oleh Kementerian Perindustrian untuk mengikuti penilaian ini. Adapun dari penilaian tersebut, SMK SMTI Padang mendapatkan hasil Sangat Baik yang berarti memeroleh nilai pada range 81-90 sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 815 Tahun 2023 tentang Hasil Pemantauan dan Evaluasi Penyediaan Sarana dan Prasarana Ramah Kelompok Rentan Tahun 2023.SMTI Padang is one of the education units under the Industrial Human Resources Development Agency (BPSDMI) of the Ministry of Industry of the Republic of Indonesia. Like an institution that provides public services, in this case the field of education, SMTI Padang Vocational School routinely conducts learning environment surveys. The results of this learning environment survey are then outlined in an Education Report Card which contains several indicators that must be addressed and improved for the smooth running of the system. For the results in 2022, there are several service sectors that must be improved, especially for public services in vulnerable areas. Where, SMTI Padang Vocational School with a limited area must be able to maximize environmental conditions so that it can still provide good services in all fields for all parties, especially in vulnerable areas. Special groups are those who often experience obstacles that can cause rights to be violated, because often experience discrimination due to societal culture. Komnas HAM often finds discrimination and unpleasant treatment in terms of physical, economic and legal accessibility towards this group. SMTI Padang Vocational High School provides and completes vulnerable-friendly public services for the comfort of all aspects of those who visit SMTI Padang Vocational School in the future. The existing condition of the provision of infrastructure that is friendly to vulnerable groups meets the required indicators. From the results of improvements and additions to vulnerable-friendly public services, SMTI Padang follows the Vulnerable-Friendly Yanlik assessment as assessed by the Ministry of Administrative and Bureaucratic Reform. SMK SMTI Padang is also the only school unit appointed by the Ministry of Industry to take part in this assessment. As for this assessment, SMTI Padang Vocational School received Very Good results, which means it obtained a score in the range of 81-90 in accordance with the Decree of the Minister for Empowerment of State Apparatus and Bureaucratic Reform of the Republic of Indonesia Number 815 of 2023 concerning Monitoring and Evaluation Results of the Provision of Vulnerable Group-Friendly Facilities and Infrastructure. 2023

    Kebijakan Perizinan Reklame (Studi pada Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Reklame di Kota Pangkalpinang)

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Penyelengaraan Reklame di Kota Pangkalpinang, menganalisis faktor pendukung dan penghambat pada pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan  Reklame  di  Kota Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian berasal dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara kepada pihak BAKUDA, DPMPTSM, Satpol-PP, KNPI dan beberapa aktor politik. Data sekunder diperoleh melalui dokumentasi dan berbagai dokumen pendukung. Teknik  penentuan  informan  menggunakan teknik purposive sampling. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah dalam penelitian ini adalah teori evaluasi kebijakan pubik oleh William Dunn. Hasil kajian terdiri dari: Pertama, Penerapan Kebijakan Reklame Berdasarkan Perda Kota Pangkalpinang No 16 Tahun 2012 dilihat berdasarkan  poin  seperti  Reklame sebagai Intrumen Penyerapan PAD pada Sektor Investasi, Kebijakan Reklame Mengakselerasi Lobi Politik dan Reklame Sebagai Media Penyebaran Wacana. Kedua, Faktor Pendukung dan Penghambat  Pada Implementasi Kebijakan Reklame diantaranya  seperti faktor  pendukung yakni Pendapatan Daerah melalui Reklame cenderung lebih sistematis dan Meminimalisir Reklame Konvensional yang memperburuk Estetika Kota. Kemudian Faktor penghambat seperti Ketimpangan biaya reklame terhadap kelompok  yang  memiliki  kemudahan  akses politik, Tidak tersedianya Perda terbaru sebagai turunan dari Undang-Undang Ciptaker dan Masih banyak oknum yang tidak mengurus perizinan

    Pengaruh Pendapatan, Pengetahuan Investasi, dan Literasi Keuangan terhadap Minat Investasi Tabungan Emas di Pegadaian pada Gen Z di Wilayah Solo Raya

    Full text link
    Investasi emas adalah investasi yang kemungkinan dirasa paling aman untuk kalangan masyarakat, karena dirasa paling aman untuk mengamankan uang dalam bentuk emas dari inflasi. Riset penelitian ini dilatari karena kurangnya minat masyarakat khususnya generasi Z di wilayah Solo Raya. Riset penelitian ini guna mengetahui berapa besar pengaruh Pendapatan, Pengetahuan dan Literasi Keuangan terhadap Minat Investasi Tabungan Emas di Pegadain oleh generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan jumlah responden 120. Teknis analis data menggunakan analis regresi linier berganda dan menggunakan alat SPSS 25.0. Hasil Variabel Pendapatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Minat Investasi Tabungan Emas. sedangkan pada Variabel Pengetahuan berpengaruh secara signifikan terhadap Minat Investasi Tabungan Emas, dan Variabel Literasi Keuangan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Minat Investasi Tabungan Emas

    68

    full texts

    85

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Studi Inovasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇