e-Journal Universitas Indonesia Timur (UIT)
Not a member yet
    813 research outputs found

    Analisis Bisnis Ulama di Kalimantan Selatan

    Full text link
    This study aims to explore the involvement of ulama in the business world in South Kalimantan (Kalsel) and the resulting social and economic impacts. Ulama in South Kalimantan, in addition to their role as spiritual leaders, are also involved in various business sectors such as education, trade and property. Their main motivation in running businesses is to empower the ummah's economy and support religious activities. This study uses a qualitative approach with in-depth interview methods and document analysis to delve deeper into the dual role played by ulama in business and its implications for society. The results show that ulama's involvement in business has a significant impact, especially in creating jobs and strengthening Islamic values-based social cohesion. However, ulama also face challenges, especially in balancing their spiritual role with business activities. These challenges include time management, business competition and the risk of declining spiritual integrity. This study concludes that the involvement of ulama in business has great potential to improve community welfare, but more strategic support is needed to overcome the challenges. Suggestions include the need for management training for ulama, the development of sharia-compliant business partnerships, and the formation of young cadres to continue the economic empowerment endeavour. With these measures, it is hoped that ulama can continue to make a positive contribution to the people of South Kalimantan in the long term.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterlibatan ulama dalam dunia bisnis di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan dampak sosial serta ekonomi yang dihasilkan. Ulama di Kalsel, selain berperan sebagai pemimpin spiritual, juga terlibat dalam berbagai sektor bisnis seperti pendidikan, perdagangan, dan properti. Motivasi utama mereka dalam menjalankan bisnis adalah untuk memberdayakan ekonomi umat dan mendukung kegiatan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan analisis dokumen untuk menggali lebih dalam peran ganda yang dimainkan oleh ulama dalam bisnis dan implikasinya bagi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ulama dalam bisnis memiliki dampak yang signifikan, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kohesi sosial berbasis nilai-nilai Islam. Namun, ulama juga menghadapi tantangan, terutama dalam menyeimbangkan peran spiritual mereka dengan aktivitas bisnis. Tantangan ini meliputi manajemen waktu, persaingan bisnis, dan risiko menurunnya integritas spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterlibatan ulama dalam bisnis memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun perlu adanya dukungan yang lebih strategis untuk mengatasi tantangan yang ada. Saran yang diberikan mencakup perlunya pelatihan manajemen bagi ulama, pengembangan kemitraan bisnis yang sesuai dengan prinsip syariah, dan pembentukan kader-kader muda untuk melanjutkan usaha pemberdayaan ekonomi. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan ulama dapat terus memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat Kalsel dalam jangka panjang

    STRATEGI MENGHAFAL AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN SYEKH MUHAMMAD JA’FAR

    No full text
    ABSTRAK     Penelitian ini membahas tentang Strategi Menghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far. Masalah utama yang dibahas dalam penelitian ialah: Strategi, Faktor Pendukung dan Penghambat, serta Upaya mengatasi faktor penghambat dalam menghafal Al-Qur’an di pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data-data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk teknik pengolahan dan analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Strategi menghafal Al-Qur’an yang digunakan oleh santri di Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far adalah Tidak beralih kepada ayat lain sebelum ayat yang sedang dihafalnya lancar yang lebih diminati bagi santri dengan hafalan Al-Qur’an 10 juz ke atas dan membaca satu halaman berulang kali terlebih dulu baru menghafalkan perayat lebih diminati bagi Santri  dengan  hafalan  Al-Qur’an  5  Juz.  2)  faktor pendukung  santri  meliputi: Motivasi dari diri sendiri dan motivasi dari luar diri. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi: Tidak bisa membagi waktu, rasa malas, masalah kesehatan, dan goyahnya rasa percaya diri. 3) upaya santri dalam mengatasi faktor penghambat yaitu: manajemen waktu, melawan rasa malas, memanfaatkan waktu istirahat, dan memotivasi diri.. Strategi Menghafal Al-Qur’an sangat urgen untuk memberikan  panduan penting bagi para penghafal kitab suci Al-Qur’an, serta  memberikan landasan yang kokoh bagi para penghafal untuk melangkah dengan yakin dan terarah dalam proses menghafal Al-Qur’an

    PENINGKATAN KETERAMPILAN BACA TULIS AL-QUR’AN MELALUI PEMBELAJARAN MULTIMEDIA INTERAKTIF KELAS IV B DI UPT SPF SD INPRES MANGGALA

    Full text link
    ABSTRAK   Tidak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini proses pembelajaran disekolah masih cenderung berpusat pada guru. Guru menyampaikan materi-materi pelajaran dan siswa dituntut untuk menghafal semua pengetahuannya. Pembelajaran seperti ini memang terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Rumusan masalah adalah: Bagaimana proses penerapan Metode Multimedia Interaktif terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IV B SD Inpres Manggala?. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian tindakan kelas. Sampel penelitian adalah kelas IV B UPT SPF SD Inpres Manggala. Penelitian dilakukan dalam dua siklus di mana setiap siklus terdiri dari empat tahapan (perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi) Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif  kualitatif. Hasil dari penelitian ini bahwa salah satu bentuk penerapan Metode Pembelajaran Multimedia Interaktif terhadap pelajaran agama islam kelas IV B SD Inpres Manggala adalah memberikan hasil yanh signifikan dengan meningkatkan hasil belajar siswa

    Peningkatan Tata Kelola Fiskal Perdesaan melalui Transparansi Keuangan Berbasis Masyarakat

    Full text link
    This research aims to analyze the management of Village Original Income (PAD) in Bontoa Village, Turikale District, Maros Regency, with a focus on transparency, community participation and accountability in the use of village funds. The research method involves in-depth interviews with key sources such as the Village Head, Village Treasurer, and community leaders, as well as direct observation of the village planning, budgeting, and financial reporting processes. The findings show a strong commitment from the village government to implement the principles of good governance, with active community participation in monitoring and evaluating the use of village funds as a key factor in strengthening transparency and accountability. Structured routine reporting also makes a significant contribution in building trust and shared responsibility between village government and the community, although challenges such as fiscal imbalances and lack of community understanding need to be addressed further to improve the efficiency of village financial management in the futurePenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Pendapatan Asli Desa (PAD) di Desa Bontoa, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, dengan fokus pada transparansi, partisipasi masyarakat, dan akuntabilitas dalam penggunaan dana desa. Metode penelitian melibatkan wawancara mendalam dengan narasumber kunci seperti Kepala Desa, Bendahara Desa, dan tokoh masyarakat, serta observasi langsung terhadap proses perencanaan, penganggaran, dan pelaporan keuangan desa. Temuan menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah desa untuk menerapkan prinsip-prinsip good governance, dengan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan dan evaluasi penggunaan dana desa sebagai faktor kunci dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Pelaporan rutin yang terstruktur juga memberikan kontribusi signifikan dalam membangun kepercayaan dan tanggung jawab bersama antara pemerintah desa dan masyarakat, meskipun tantangan seperti ketidakseimbangan fiskal dan minimnya pemahaman masyarakat perlu ditangani lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan desa di masa depan

    Mengatasi Rintangan Birokrasi: Pengembangan Karir di Lingkungan Pemerintahan Daerah

    Full text link
    This study aims to identify barriers in career development at the Regional Secretariat of Pangkep Regency. The research employed a qualitative approach using observation and in-depth interviews. Findings reveal that the lack of integration in vision between employees and the organization, centralistic and rigid bureaucratic rules, and nonformal communication influenced by personal relationships are key barriers hindering career developmentPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan dalam pengembangan karir di Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkep. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam. Temuan menunjukkan bahwa kurangnya integrasi visi antara pegawai dan organisasi, dominasi aturan kepegawaian yang sentralistik, serta komunikasi nonformal yang dipengaruhi oleh kedekatan personal menjadi faktor utama yang menghambat pengembangan karir

    Dinamika Perubahan Narasi Reformasi Birokrasi dari Perspektif Pegawai Pemerintah

    No full text
    This research investigates government employees' perceptions of bureaucratic reform policies, with a focus on understanding the objectives of reform, policy implementation, and its impact on performance. The results show that the majority of respondents have a good understanding of the objectives of the reform to increase the efficiency and transparency of public services, but this is achieved through training and outreach more than personal initiative. Policy implementation still faces challenges, especially resistance from employees who are not yet ready for change, resulting in a gap between policy and field practice. The positive impact can be seen in changes to work procedures and increased work motivation. Suggestions for further research include in-depth exploration of the factors that influence employee resistance and adaptation, as well as the role of organizational culture and leadership in increasing the effectiveness of implementing bureaucratic reform.Penelitian ini menyelidiki persepsi pegawai pemerintah terhadap kebijakan reformasi birokrasi, dengan fokus pada pemahaman tujuan reformasi, implementasi kebijakan, dan dampaknya terhadap kinerja. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pemahaman yang baik tentang tujuan reformasi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan publik, namun hal ini dicapai melalui pelatihan dan sosialisasi lebih dari sekedar inisiatif pribadi. Implementasi kebijakan masih menghadapi tantangan, terutama penolakan dari pegawai yang belum siap menghadapi perubahan sehingga menimbulkan kesenjangan antara kebijakan dan praktik di lapangan. Dampak positifnya terlihat pada perubahan prosedur kerja dan peningkatan motivasi kerja. Saran untuk penelitian selanjutnya antara lain menggali secara mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi resistensi dan adaptasi pegawai, serta peran budaya organisasi dan kepemimpinan dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan reformasi birokrasi

    PENGERTIAN PENDIDIKAN ISLAM SECARA ISTILAH (TERMINOLOGI)

    Full text link
    Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi manusia karena manusia sejak dilahirkan tidak mengetahui sesuatupun. Namun di sisi lain, manusia memiliki potensi dasar (fitrah) yang harus dikembangkan sampai batas maksimal. Pendidikan juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hidup dan kehidupan manusia. Pendidikan merupakan sistem untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan. Pengertian pendidikan secara umum yang dihubungkan dengan Islam sebagai suatu system keagamaan menimbulkan pengertian-pengertian baru, yang secara implisit menjelaskan karakteristik-karakteristik yang dimilikinya. Karena itu, perlu dipahami pengertian pendidikan Islam secara bahasa (lughatan/etimology) maupun secara istilah (terminologi). Namun, di sini hanya membahas pengertian Pendidikan Islam secara istilah (terminology). Secara bahasa, terdapat beberapa definisi Pendidikan Islam yang telah dikemukakan oleh pakar pendidikan Islam, sesuai dengan perspektifnya masing-masing. Dari beberapa rumusan pendidikan Islam dari para pakar pendidikan Islam terebut, sekalipun redaksionalnya masing-masing ada perbedaan, namun secara esensial kelihatannya tidak jauh berbeda antara satu sama lainnya, bahkan rumusan tersebut saling melengkapi. Selanjutnya dari berbagai definisi tersebut dapat dipahami bahwa hakikatnya Pendidikan Islam adalah proses dari upaya ikhtiar manusia yang menyentuh wujud manusia seutuhnya, baik segi jasmani mupun dari segi rohaninya. Selain itu, dapat juga dikemukakan bahwa pendidikan Islam juga dapat dirumuskan sebagai proses transinternalisasi pengetahuan dan nilai-nilai Islam kepada peserta didik melalui upaya pengajaran, pembiasaan, bimbingan, pengasuhan, pengawasan, dan pengembangan potensinya, guna mencapai keselerasan dan kesempurnaan hidup di dunia dan di akhirat

    Penerapan Model Pembelajaran Explicit Instruction Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

    Full text link
    ABSTRAK   Model pembelajaran Explicit  Instruction   merupakan   model   pembelajaran langsung. Model pembelajaran ini dirancang khusus untuk meningkatkan aktivitas siswa   dalam   proses   pembelajaran   sebagai   penunjang   pengetahuan   dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1)Bagaimana Pengaruh Model Pembelajaran Explicit Instruction Terhadap Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PAI di SDN Batulaccu Makassar? (2) Bagaimana Bentuk Penerapan Model Pembelajaran Explicit Instruction Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama di SDN Batulaccu Makassar? Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model Explicit Instruction pada mata pelajaran pendidikan agama islam di SDN Batulaccu Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Tehnik pengumpulan data dalam penelitan ini adalah dengan melakukan observasi, wawancara, angket serta dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian   dianalisis   menggunakan   tehnik   analisis   kuantitatif   dan   analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan   model   pembelajaran   Explicit   Instruction   pada   mata   pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Batulaccu Makassar (1) Model pembelajaran Explicit Instruction pada mata pelajaran pendidikan agama islam dianggap sangat efektif oleh peserta didik. (2) Penerapan model pembelajaran langsung (Explicit Instruction) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Batulaccu Makassar telah berjalan dengan baik. Meski hal yang kerap kali menjadi kendala adalah dari segi ketersediaan waktu yang cukup terbatas sehingga setelah guru melakukan penjelasan verbal kemudian memperagakan, peserta didik diberikan kesempatan untuk melakukan latihan sendiri seringkali tidak secara keseluruhan. Sehingga dalam hal ini pihak guru menyiasatinya dengan membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok

    KELUARGA SAKINAH DALAM PERSPEKTIF HADIS

    Full text link
    Abstrak Keluarga adalah sebuah kesatuan utuh. Hidup dalam suatu ikatan keluarga berarti hidup dalam kebersamaan dan bukan indivudu. Maka dalam sebuah keluarga diharuskan untuk membangun kehangatan, kasih sayang, keharmonisan, komunikasi dan yang terpenting membangun ketakwaan. Sehingga tercipta kehidupan keluarga yang bahagia, tenang dan tentram. Islam menginginkan pasangan suami isteri yang telah atau akan membina suatu rumah tangga melalui akad nikah tersebut bersifat langgeng. Terjalin keharmonisan di antara suami isteri yang saling mengasihi dan menyayangi itu sehingga masing-masing pihak merasa damai dalam rumah tangganya. Ada tiga kunci yang disampaikan Allah SWT. dalam ayat tersebut, dikaitkan dengan kehidupan rumah tangga yang ideal menurut Islam, yaitu : 1) Sakinah (as-sakinah), 2) Mawadah (al-mawaddah), dan 3) Rahmah (ar-rahmah). Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan maka penulis merumuskan tiga permasalahan berikut:1) Bagaimana Pemahaman Hadits tentang pengertian Keluarga Sakinah? 2) Bagaimana Pemahaman Hadits tentang indikator Keluarga Sakinah? 3) Bagaimana kualitas dan Pemahaman Hadits tentang kiat Mewujudkan Keluaga Sakinah? Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode maudlu’iy  dan langkah-langkahnya pun mengacu pada langkah-langkah metode hadis maudlu’iy.  Di samping itu, penelitian ini juga bersifat kualitatif karena data yang dikaji bersifat deskriptif berupa pernyataan verba

    ASAS PENDIDIKAN ISLAM

    Full text link
    ABSTRAK   Setiap usaha, kegiatan dan tindakan yang disengaja untuk mencapai suatu tujuan, harus mempunyai landasan tempat berpijak yang baik dan kuat. Oleh karena itu, pendiidkan Islam sebagai suatu usaha membentuk manusia sesuai ajaran agama Islam, maka harus mempunyai landasan ke mana semua kegiatan dan semua perumusan tujuan pendidikan Islam itu dihubungkan. Secara bahasa, kata ”asas” bermakna (1) dasar (sesuatu yang menjadi tumpuan berpikir atau berpendapat); (2) dasar cita-cita (perkumpulan atau organisasi); dan (3) hukum dasar. Dasar adalah pangkal tolak suatu aktivitas. Di dalam menetapkan dasar suatu aktivitas, manusia selalu berpedoman kepada pandangan hidup dan hukum-hukum dasar yang dianutnya, karena hal ini yang akan menjadi pegangan dasar di dalam kehidupannya. Fungsi dasar ialah memberikan arah kepada tujuan yang akan dicapai. Setiap negara mempunyai dasar pendidikannya sendiri. Ia merupakan cerminan falsafah hidup suatu bangsa dan negara. Berdasarkan kepada dasar itulah pendidikan suatu bangsa disusun. Pendidikan Islam sebagaimana diketahui adalah pendidikan yang dalam pelaksanaannya berdasarkan pada ajaran agama Islam, maka asas pendidikan Islam adalah akidah Islam. Asas pendidikan Islam inilah yang akan berpengaruh dalam penyusunan kurikulum pendidikan, sistem belajar mengajar, kualifikasi guru/dosen, budaya yang dikembangkan dan interaksi di antara semua komponen penyelenggara pendidikan. Jadi, perbedaan pendidikan Islam dengan pendidikan lainnya, ditentukan oleh adanya dasar atau asasnya. Jika pendidikan lainnya didasarkan pada pola pemikiran yang sekuler dan imperistik semata, maka pendidikan Islam selain menggunakan pertimbangan rasional dan data empiris, juga berdasarkan pada al-Quran, al-Sunnah, pendapat ulama, serta warisan sejarah

    624

    full texts

    813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Universitas Indonesia Timur (UIT)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇