e-Journal Universitas Indonesia Timur (UIT)
Not a member yet
813 research outputs found
Sort by
PENGERTIAN PENDIDIKAN ISLAM SECARA BAHASA
ABSTRAK
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi manusia karena manusia sejak dilahirkan tidak mengetahui sesuatupun. Pendidikan juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hidup dan kehidupan manusia. Pendidikan merupakan sistem untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan. Pengertian pendidikan secara umum yang dihubungkan dengan Islam sebagai suatu system keagamaan menimbulkan pengertian-pengertian baru, yang secara implisit menjelaskan karakteristik-karakteristik yang dimilikinya. Karena itu, perlu dipahami pengertian pendidikan Islam secara bahasa (lughatan/etimology) maupun secara istilah (terminologi). Namun, di sini hanya membahas pengertian Pendidikan Islam secara bahasa. Secara bahasa, jika ditelusuri ayat-ayat al-Qur’an dan matan al-Hadis secara komprehensif, maka pendidikan dalam Islam digunakan beberapa kata, yaitu al-tarbiyyah, al-ta’lim, al-ta’dib, al-tazkiyah, al-mau’izah, al-tafaqquh, al-tilawah, al-tahzib, al-irsyad, al-tabyin, al-tafakkur, al-ta’aqqul, dan al-tadabbur,dan al-riyadah
Gambaran Pemeriksaan Urea dan Kreatinin pada Penderita Arthritis Rheumatoid di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar
Rheumatoid arthritis is an autoimmune disease in which the joints are symmetrically inflamed, causing swelling, pain and causing damage to the inside of the joint in question. Foods that are not good for people with rheumatoid arthritis are beef and butter, because these foods contain a lot of saturated fat. Urea is an important end product of nitrogen metabolism in humans or the end product of protein metabolism. While creatinine is a breakdown product of keratin. The amount of creatinine released by a person every day depends more on total muscle mass or protein metabolism rate. The purpose of this study was to describe the results of urea and creatinine examinations in patients with rheumatoid arthritis. sample. Furthermore, sampling using purposive sampling method, based on sample criteria. The last stage was the analysis of urea and creatinine with laboratory tests using the Dimension EXL 200 Full Automatic tool at Bhayangkara Hospital Makassar. The results showed the relationship or correlation between urea and creatinine was 0.184, the relationship was statistically significant with a significant value of 0.612. This illustrates that in patients with rheumatoid arthritis there is no increase or decrease in urea and creatinine levels.
 
PENGETAHUN IBU TERHADAP 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) DI KELURAHAN PATTINGALLOANG, KOTA MAKASSAR
Menurut WHO (2002) balita dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu bayi (12-24 bulan), batita (bayi di bawah usia tiga tahun) (24-35 bulan), dan prasekolah (36-59 bulan). Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) ini terdiri dari 270 hari masa kehamilannya dan 730 hari pada kehidupan pertama bayi yang dilahirkannya.
Maksud dan tujuan dilakuannya rapid survey Pengetahuan 1000 HPK pada masyarakat di kelurahan Pattingalloang kecamatan ujung Tanah adalah untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang Pengetahuan Ibu Terhadap 1000 HPK.
Kelurahan Pattingalloang adalah satu kelurahan di Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, memiliki luas sekitar +0,50 Km dan terdirih dari 15 RT dan 5 RW. Untuk melaksanakan proses identifikasi masalah, didahului dengan pengambilan data pada 25 responden dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner dan panduan guided interview.
Dari 225 responden mayoritas responden umur tertinggi sebanyak 30-34 dan 35-39 tahun 17,8% dan terendah sebanyak umur 65-69 tahun 1,3%, dan tingkat pendidikan tertinggi SD sebanyak 37,3% dan terendah tidak sekolah sebanyak 2,2% dan mayoritas pekerjaan tertinggi ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 86,7% dan terendah PNS sebanyak 1,8%.. Pengolahan data hasil jawaban responden dari kuesioner di lakukan dengan mengunakan teknologi komputer SPSS versi 16.00
Pengaruh Agile Leadership, Beban Kerja, dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
The Open University (UT) is a higher education institution that has conducted distance learning since 1984. To facilitate its services, UT has a Distance Learning Program Unit (UPBJJ) which is a UT technical implementation unit spread across every province. The functions and duties of UPBJJ-UT are as a place for students to carry out academic administrative and academic activities. For daily activities, UPBJJ-UT has the task of carrying out administrative and public relations activities as well as promotions, carrying out learning assistance services and teaching materials services which include tutorials and extracurricular activities, and developing, fostering, and implementing collaboration with various agencies. This requires the optimal performance of human resources in order to be able to compete against its competitors. Agile can be understood as the ability to react appropriately and quickly to emerging changes, as well as the ability to survive in volatile market conditions. The population and sample in this study are UT employees and leaders who are in regional units in each province with a sample of 200 people, for leaders starting from the Director, four people at the manager level. The analytical tool used with SMART PLS and description analysis with SPSS. The results showed that there was a positive influence of agile leadership and work stress on employee performance, and the results of the analysis test on job satisfaction on employee performance.Universitas Terbuka (UT) merupakan pendidikan tinggi yang menyelenggaran pembelajaran secara jarak jauh sejak tahun 1984. Untuk mempermudah layanannya UT mempunyai Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) adalah unit pelaksana teknis UT yang tersebar di setiap Propinsi. Adapun fungsi dan tugas UPBJJ-UT adalah sebagai tempat mahasiswa untuk melakukan kegiatan administratif akademik dan kegiatan akademik. Untuk kegiatan sehari-hari, UPBJJ-UT mempunyai tugas Melaksanakan kegiatan administrasi dan humas serta promosi, Melaksanakan kegiatan pelayanan bantuan belajar dan layanan bahan ajar yang meliputi pelaksanaan tutorial dan ekstrakurikuler, Mengembangkan, membina, dan melaksanakan kerjasama dengan berbagai instansi. Hal ini dibutuhkan SDM yang berkinerja optimal agar mampu bersaing terhadap kompetitornya. Agile dapat dipahami sebagai kemampuan untuk bereaksi dengan benar dan cepat terhadap perubahan yang muncul, serta kemampuan untuk bertahan dalam kondisi pasar yang bergejolak. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan dan pemimpin UT yang berada di unit regional disetiap propinsi dengan sampel 200 orang, untuk pimpinan mulai dari Direktur, empat orang selevel manager. Alat analisis yang digunakan dengan PLS dan analisis deskripsi dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh positif agile Leadership dan stress kerja terhadap kinerja karyawan, hasil uji analisis tentang kepuasan kerrja terhadap kinerja karyawan
Pengakuan Eksistensi Belligerent Dalam Hukum Internasional (Studi Kasus OPM)
ABSTRACT: This study aims to analyze the recognition of the existence of belligerent in international law by taking a case study of the Free Papua Movement. The research method used is normative legal research by analyzing the laws and regulations relating to the problem. The data obtained are secondary data. The results show that although belligerents are categorized as one of the subjects of international law, have rights and obligations like a sovereign state, in practice, belligerents themselves do not have the same status and position as sovereign states. This is because the criteria for a group to be recognized as belligerent are not easy. The OPM, which is still involved in armed conflict with Indonesia, has not received recognition as a belligerent, despite their desire to self-determination, it is because they do not meet the requirements and have not received recognition from either Indonesia or third parties.
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengakuan eksistensi beligerensi dalam hukum internasional dengan mengambil studi kasus Organisasi Papua Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan cara menganalisis undang-undang yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Data yang diperoleh merupakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun belligerent dikategorikan sebagai salah satu subjek hukum internasional dan memiliki hak dan kewajiban layaknya Negara yang berdaulat, dalam praktiknya, belligerent sendiri tidak menyandang status dan kedudukan yang sama dengan Negara yang berdaulat. Hal tersebut karena kriteria agar suatu kelompok dapat diakui sebagai belligerent tidak mudah. OPM yang hingga saat ini masih terlibat dalam konflik bersenjata dengan Indonesia tidak mendapatkan pengakuan sebagai belligerent, terlepas dari keinginan mereka untuk menentukan nasib sendiri, karena tidak memenuhi syarat dan tidak mendapatkan pengakuan baik dari Indonesia sendiri maupun pihak ketiga
Tinjauan Yuridis Tentang Kekerasan Seksual Terhadap Anak Kaitannya dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak
ABSTRACT: The purpose of this study was to determine the regulation of sexual violence against children in Indonesia and to determine the suitability between the regulation of sexual violence against children in Indonesia and the concept of child protection in Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection. This research method is a normative legal research that collects secondary data and primary data through literature searches, classifying, quoting, recording and analyzing the data in a qualitative descriptive manner so that it can examine and describe the regulation of sexual violence against children in Indonesia in relation to Law Number 35 2014 concerning Child Protection which focuses on the concept of child protection. Based on the research findings, it is known: (1) The regulation of sexual violence against children in Indonesia has been regulated in the Criminal Code (KUHP), as well as in Law Number 35 of 2014 itself, Law Number 17 of 2016 which determines the weighting of criminal sanctions and PP Number 70 of 2020 which regulates its implementation, that the regulation of sexual violence against children has been comprehensively regulated. (2) The suitability of the regulation of sexual violence against children with the concept of child protection in Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection focuses on aggravated criminal sanctions as an effort to protect children considering the considerations of Law Number 35 of 2014 and Law Number 17 of 2016.
ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaturan kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia dan Untuk mengetahui kesesuaian antara pengaturan kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia dengan konsep perlindungan anak dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Metode penelitian ini ialah penelitian hukum normatif yang mengumpulkan data sekunder dan data primer melalui penelusuran literatur, mengklasifikasikan, mengutip, mencatat dan menganalisis data tersebut secara deskriptif kualitatif sehingga dapat mengkaji dan menggambarkan mengenai pengaturan kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia kaitannya dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang menitikberatkan pada konsep perlindungan anak. Berdasarkan temuan penelitian, diketahui: (1) Pengaturan kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), maupun dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 itu sendiri, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 yang menentukan pemberatan sanksi pidana dan PP Nomor 70 Tahun 2020 yang mengatur mengenai pelaksanaannya, bahwa pengaturan kekerasan seksual terhadap anak telah diatur secara komprehensif. (2) Kesesuaian pengaturan kekerasan seksual terhadap anak dengan konsep perlindungan anak dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menitikberatkan kepada sanksi pidana yang diperberat sebagai upaya perlindungan anak mengingat konsiderans Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016
Faktor Determinan Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mendukung Kinerja Guru
Abstrak
Pendidikan merupakan suatu sistem yang terbangun dari beberapakomponen pendidikan yang saling berhubungan. Pendidikan sebagai usaha membina dan mengembangkan pribadi manusia, baik aspek kerohanian dan jasmani yang berlangsung secara bertahap. Oleh karena itu, suatu kematangan yang bertitik akhir pada optimalisasi perkembangan atau pertumbuhan, baru dapat tercapai apabila pendidikan berlangsung melalui proses demi proses ke arah tujuan perkembangan atau pertumbuhan.
Jenis penelitian yang dilakukan bersifat Asosiatif dengan pendekatan kualitatif, yaitu berupaya menggambarkan keterkaitan diantara variabel yang diteliti. Pada penelitian ini minimal dua variabel yang dikaitkan. BentukVariabel Y Kepemimpinan dan Variabel X Kinerja guru.
Hasil dari penelitian ini menjadikan bahwa Kepemimpinan kepala sekolah dalam mendukung kinerja guru pada UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang I/1 Makassaryaitu : menekankan kepada guru dan seluruh warga sekolah untuk memenuhi aturan dalam ruang lingkup sekolah dengan disiplin yang tinggi, membimbing dan mengarahkan guru dalam memecahkan masalah-masalah kerjanya, memberikan dukungan kepada para guru untuk menegakkan disiplin peserta didik, menunjukkan sikap dan prilaku teladan yang dapat menjadi panutan atau model bagi guru, peserta didik, dan seluruh warga sekolah, serta membangun kelompok kerja aktif, kreatif, dan produktif.Faktor determinan Kepemimpinan Kepala Sekolah adalah a) Perhatian Individul, b) Stimulasi intelektual, c) Motivasi inspirasional, d) Pengaruh yang ideal. Indikator Kinerja Guru yaitu: a) Perencanaan pembelajaran, b)Pelaksanaan pembelajaran, c)Penilaian hasil pembelajaran, d)Melatih dan membimbing, e)Tugas tambahan,f)Mengembangkan kegiatan profes
Gambaran Hasil Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Pasien Anemia Yang Ditransfusi Dengan Packed Red Cell Dan Whole Blood Di Rsud Kabupaten Polewali Mandar
Anemia occurs due to one or more combinations of three basic mechanisms, namely blood loss, decreased erythrocyte production, or increased erythrocyte destruction (hemolysis). Transfusion is a process of transferring blood or blood components from one person (donor) to another person (recipient). The purpose of this study was to determine the increase in hemoglobin levels in anemic patients after being transfused with Packed Red Cell and Whole Blood at Polewali Mandar Hospital. The research method is descriptive laboratory observation in which 10 samples of the research are taken from blood to be checked for hemoglobin levels. The results showed that the hemoglobin levels of anemic patients before and after being transfused with Packed Red Cell and Whole Blood. Based on the results of the study, it can be concluded that the average increase in hemoglobin (Hb) of posttransfusion anemia patients with Packed Red Cells is 0.98 g/dl, while the average increase in Hb levels after Whole Blood transfusion is 0.54 g/dl. Researchers suggest to laboratory workers to pay more attention to the increase in hemoglobin levels after transfusion before releasing the results, to further researchers to develop research by calculating the difference in the average increase in hemoglobin levels after Packed Red Cell and Whole Blood transfusions at the age of more than 40 years, and to people to read more books or articles about health in order to add more insight, especially in the health secto
Analisis Kadar Yodium pada Garam yang Diproduksi di Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep
Iodized salt is salt that has been enriched with iodine which is very important for the body. Iodized which is used as consumption must comply with the Indonesian National Standard (SNI) that has been set. The purpose of this study was to determine the iodine content contained in salts produced in Labakkang District, Pangkep Regency in 2018. The type of research used was descriptive by giving an overview of iodine levels (KIO3) in salt with a population of all salt sellers in Labakkang District, Pangkep Regency using five samples with sampling techniques, namely purposive sampling conducted with qualitative tests and quantitative tests on August 24, 2018 at the Pharmacy Laboratory of the University of East Indonesia. The results of laboratory tests on iodine levels in salt with a qualitative test showed positive results in all samples and quantitative tests obtained iodine content that in sample C the iodine content was in accordance with SNI standards. In sample B and sample E approaching from the established SNI standard while in samples A and D are far below the SNI standard. Based on the results of the study, it can be concluded that iodine content in salts produced in Labakkang sub-district, Pangkep regency is only 1 sample that meets SNI standards, namely 30-80 ppm.
 
Analisis Kadar Glukosa pada Kentang Rebus (Solanum Uberosum) sebagai Pengganti Nasi Bagi Penderita Diabetes Melitus dengan menggunakan Spektrofotometri
Glucose has many benefits and functions that we need to know, one of which is as an important nutrient without which humans will not have the energy to carry out all activities, but when consumed in excess it can cause harm to the body. The main source of carbohydrates in food comes from plants and only a few are included in animal foods. For example, potatoes, potatoes can be used as an alternative food for people with diabetes mellitus because it can be a substitute for rice. The purpose of this study was to determine the level of glucose in boiled potatoes (Solanum tuberosum) as a substitute for rice for people with diabetes mellitus using spectrophotometry. The samples were analyzed in two types of potatoes. Determination of glucose levels was carried out by UV-Vis spectrophotometry with a maximum wavelength of 540 nm. From the results of the study, sample A had a glucose level of 7.9951 mg/100 gram, while sample B had a glucose level of 8.0682 mg/100 gram. Based on the results of the study, it can be suggested for further researchers to conduct further research on nutritional content, protein content, fat or glucose level analysis using quantitative and qualitative analysis on other types of potatoe