Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
Film Nanokomposit Berbasis Termoplastik Pati Singkong -Polivinil Alkohol Dengan Nanoselulosa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Sebagai Bahan Penguat
Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang mengandung kadar selulosa tinggi dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan nanoselulosa (NC) yang dimanfaatkan sebagai filler untuk Film Komposit berbasis Termoplastik Pati Singkong - Polivinil Alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio TPS:PVA:NC konstan 5% dari berat TPS:PVA 5:0, 4:1, 3:2, 2:3, 1:4 dan 0:5. Kemudian kedua, setelah mendapatkan film terbaik dari percobaan pertama rasio terbaik divariasikan konsentrasi nanoselulosanya dengan konsentrasi 5, 6, 8 dan 10% sehingga akan diperoleh 9 film komposit yang diteliti. Hasil yang diperoleh berupa lembaran tipis plastik film nanokomposit yang telah diuji sifat mekanik, uji degradasi dan uji ketahanan airnya. Didapatkan konsentrasi nanoselulosa terbaik 10% b/b untuk menghasilkan film komposit dengan nilai uji tarik tertinggi sebesar 14,72%, uji degradasi 51% dan uji ketahanan air dengan persen air terserap tertinggi (71%) serta nilai elongasi tertinggi sebesar 108,33% pada konsentrasi nanoselulosa terbaik 10% b/b
Pemanfaatan E-Book Interaktif untuk Menerapkan Adab-Adab Bersosial Media Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia
Kemajuan teknologi telah memudahkan berbagai aktivitas di kehidupan sehari-hari. Salah satu dari sekian banyak hal yang terbantu oleh teknologi adalah jalannya komunikasi. Di era yang serba canggih ini komunikasi tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Setiap individu dapat saling berinteraksi meskipun terpaut jarak yang jauh. Hal itu dapat terwujud karena hadirnya berbagai platform interaktif yang bernaung di bawah satu istilah, media sosial. Namun di samping semua manfaat media sosial, terdapat beberapa poin negatif yang mempengaruhi perubahan moral penggunanya. Oleh karena itu, sebelum menggunakan media sosial, ada baiknya bagi kita untuk memahami adab-adab dan etika dalam bermedia sosial. Untuk mengetahui apakah adab-adab bermedia sosial sudah terimplementasi di antara kaula muda atau belum, maka penulis memutuskan untuk melakukan penelitian terhadap mahasiswa UPI Sumedang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Design and Development. Berdasarkan hasil review oleh Mahasiswa UPI Kampus Sumedang, pemanfaatan ebook interaktif untuk menerapkan adab-adab bersosial media memiliki kualitas “Sangat Baik” dengan tingkat pencapaian 96%. Berdasarkan data tersebut, e-book interaktif ini dapat digunakan sebagai panduan dalam bermedia sosial tentu dengan menerapkan adab-adab bermedia sosial
Kinetika Reaksi Delignifikasi Campuran Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Pelepah Pisang sebagai Bahan Baku Pembuatan Pulp Menggunakan Alat Digester
Pulp adalah hasil pemisahan selulosa dari bahan baku berserat (kayu maupun non kayu) melalui berbagai proses pembuatan baik secara mekanis, semi-kimia dan kimia. Campuran bahan dalam pembuatan pulp yaitu Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dengan kandungan selulosa sebesar 42,7 – 65% dan pelepah pisang dengan kandungan selulosa sebesar 63 – 64%. Penelitian ini menggunakan variasi temperatur pemasakan 90°C, 100°C, 110°C dan 120°C serta variasi waktu pemasakan selama 60, 75, 90, 105 dan 120 menit. Selain itu juga menggunakan larutan pemasak NaOH konsentrasi 9% dengan komposisi sample (TKKS:pelepah pisang) yakni 2:1. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan titik optimum kadar lignin pulp didapatkan sebesar 7,75% pada waktu pemasakan 90 menit dan temperatur pemasakan 110°C
Penggunaan Aplikasi Jafian untuk Meneladani Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin pada Siswa Kelas 6 Sekolah Dasar
Saat ini, sejarah keislaman khususnya mengenai kepemimpinan sahabat Nabi atau Khulafaur Rasyidin sudah terdengar asing di telinga siswa Sekolah Dasar. Mereka tidak akan mempelajari materi tersebut terkecuali saat bersekolah. Namun, pada pembelajaran di sekolah penyampaian materi tersebut sering dibawakan dengan metode ceramah, padahal alangkah baiknya jika guru bisa memilih media yang cocok dalam menyampaikan materi tersebut, bahkan bisa memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini. Oleh karena itu, diadakannya penelitian ini bertujuan agar mengetahui kelayakan menggunakan aplikasi Jafian dalam pelajaran PAI kelas 6 Sekolah Dasar pada materi kepemimpinan dalam mengambil tema tokoh Khulafaur Rasyidin. Penelitian ini menggunakan metode D&D tahapannya yaitu mendesain, mengembangkan, dan mengevaluasi. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik observasi serta penyebaran angket melalui google form. Teknik analisisnya menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi Jafian dapat digunakan dalam pembelajaran PAI pada materi kepemimpinan Khulafaur Rasyidin. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya komentar dari guru sebanyak 84% dalam kategori baik serta komentar dari siswa sebanyak 90,3% dalam kategori sangat baik. Dengan adanya aplikasi Jafian, diharapkan dapat memotivasi siswa untuk belajar dan meneladani kepemimpinan Khulafaur Rasyidin
Penggunaan Aplikasi Genius Hijaiyah Untuk Pembelajaran PAI Pada Materi Huruf Hijaiyah Di SD Kelas II
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan kehidupan yang serba teknologi sehingga kehidupan senantiasa berkembang dan terus berinovasi dalam segala aspek, salah satunya pendidikan. Media pembelajaran berupa Aplikasi Genius Hijaiyah sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa agar dalam proses pembelajaran siswa merasa menyenangkan dan tidak mudah bosan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan sumbangan ilmiah dalam Ilmu Pendidikan Sekolah Dasad yaitu untuk mengetahui penggunaan Aplikasi Genius Hijaiyah untuk pembelajaran PAI pada materi Huruf Hijaiyah di SD. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan model DnD. Subjek penelitian adalah siswa kelas II SDN Cibentang yang berjumlah 28 orang. Sumber data dalam penelitian ini yaitu hasil dari wawancara menyeluruh kepada siswa dan validasi yang dilakukan kepada guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Desain aplikasi Genius Hijaiyah sangat menarik sehingga mampu menarik minat siswa untuk memainkannya, 2) Produk Aplikasi Genius Hijaiyah secara keseluruhan bagus karena memiliki fitur materi dan games yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena dapat digunakan untuk bermain sambil belajar, 3) Aplikasi Genius Hijaiyah memiliki tingkat validitas sebesar 93,33 yang telah diuji oleh Guru PAI
Pembuatan Margarin Berbasis Bahan RBDPO Memakai Tangki Berpengaduk yang Dilengkapi dengan Pendingin
Pengembangan produk pangan yang memakai margarin memberikan dampak positif terhadap meningkatnya hasil panen kelapa sawit, dengan demikian margarin cukup menjanjikan untuk dikembangkan pada skala industri kecil dan menengah (IKM). Menanggapi hal tersebut, perlu adanya alat sederhana yang dapat mempercepat proses produksi untuk skala IKM. Tujuan penelitian ini ialah merancang alat tangki berpengaduk yang dilengkapi dengan pendingin untuk mengetahui kondisi optimum pengadukan terhadap kualitas pembuatan margarin dari bahan turunan minyak sawit berupa RBDPO. Tangki berpengaduk yang dirancang dengan dua lapis tangki, tangki pertama untuk pengadukan dan tangki kedua sebagai jacket cooler untuk menutupi sistem pendinginan yang dialirkan melalui pipa ulir berbahan tembaga. Parameter yang diukur untuk peninjauan kondisi optimum kecepatan pengadukan (dengan variasi 50 rpm, 100 rpm, 150 rpm) dan lama waktu pengadukan (15 menit, 30 menit, 45 menit, 60 menit) pada penelitian ini diantaranya berupa kadar asam lemak bebas, kadar air, titik leleh dan organoleptik. Hasil penelitian yang diperoleh kecepatan pengadukan dan lama waktu pengadukan optimum masing-masing 150 rpm dan 60 menit, hasil analisa margarin optimum dengan rata-rata kadar ALB sebesar 0,09%, kadar air 13,31%, titik leleh 37,75%, dan hasil uji organoleptik yang menyatakan normal pada warna, bau, dan rasa
Analisis Kinerja Unit Pirolisator Kondensor Ganda Guna Konversi Limbah Biomassa Menjadi Asap Cair
Keberadaan kelapa dan kayu keras yang Melimpah di Indonesia dapat dimanfaatkan limbahnya sebagai bahan baku untuk energi terbarukan. Keterbatasan pengolahan limbah yang berkelanjutan mengharuskan pencarian energi alternatif baru untuk mengelola menjadi upaya zero pollutant dan bahan alternatif energi yang dapat dikomersialkan. Upaya yang telah dilakukan hingga saat ini untuk menanggulangi limbah yang ada yaitu dengan cara dibakar menjadi arang hingga menyebabkan polusi dan pemanasan global. Akan tetapi Limbah kayu dan tempurung yang jumlahnya semakin menumpuk ini dapat juga dimanfaatkan untuk menghasilkan energi alternatif dengan produk bernilai tinggi yang berguna bagi orang banyak melalui proses pirolisis yang menghasilkan 3 bentuk zat, diantaranya zat padat berupa bio-char,Smoke liquid,dan syngas. Maka Terdapat suatu metode yang sangat efektif untuk mengolah Limbah organik menjadi bernilai ekonomis yaitu dengan metode pirolisis untuk menghasilkan asap cair atau smoke liquid. proses konversi asap cair yang dihasilkan dari sampah Organik padat dengan membuat prototype pirolisator dengan double condenser serta menganalisis produk asap cair. Penelitian ini menggunakan Kinerja Alat Pirolisis Double Kondensor Dalam Kondisi Optimal, dimana Sampel Yang Terbaik pada Tempurung Kelapa 1-3 cm lama waktu optimal 3 Jam 40 menit memiliki asap cair 0,7952 L dengan Total Produk char,gas dan cairan mencapai 98% Mengkonsumsi Energi 5,68 kWh/L Memerlukan daya Paling Sedikit dengan Tarif Produksi Total Sebesar Rp.28474,43.Serta Menggunakan Unit Double Kondensor Bermanfaat Untuk Menambah Volume asap cair Yang dihasilkan
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas VIII Pada Materi SPLDV
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif bertujuan mendeskripsikan pemahaman konsep matematis peserta didik kelas VIII SMPN 227 Jakarta pada materi SPLDV ditinjau dari kemandirian belajar. Subjek dari penelitian ini adalah 58 peserta didik dipilih dari kategori kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes uraian, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan meningkatkan ketekunan dan triangulasi sebagai teknik keabsahan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) tingkat kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik pada materi SPLDV masih tergolong sedang dengan persentase 41,56%; (2) tingkat kemampuan pemahaman konsep matematis ditinjau dari kemandirian belajar kategori tinggi tergolong tinggi mampu menguasai 4 indikator; (3) tingkat kemampuan pemahaman konsep matematis ditinjau dari kemandirian belajar kategori sedang tergolong sedang mampu menguasai 4 indikator dan (4) tingkat kemampuan pemahaman konsep matematis ditinjau dari kemandirian belajar kategori rendah tergolong sedang mampu menguasai 3 indikator
Penggunaan Batu Kapur Sebagai Katalis Heterogen Untuk Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Jelantah
Potensi batu kapur atau batu gamping di Indonesia hampir berada di seluruh wilayah Indonesia. Sumatera selatan saat ini menjadi salah satu produsen batu kapur terbesar di pulau Sumatera. Pertambangan batu kapur di provinsi Sumatera Selatan, terletak di kota Baturaja tepatnya di daerah Ogan Komering Ulu. Salah satu upaya pemanfaatan batu kapur yaitu sebagai bahan baku pembuatan katalis heterogen karena mengandung Kalsium Oksida (CaO). Kalsium Oksida (CaO) merupakan salah satu jenis katalis heterogen dan memiliki kebasaan yang tinggi. Kebasaan CaO yang tinggi menyebabkan oksida ini banyak digunakan sebagai katalis pada proses transesterifikasi minyak menjadi biodiesel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat katalis CaO yang memiliki kinerja yang tinggi dimana kinerjanya akan diuji pada produksi biodiesel. Pembuatan katalis CaO menggunakan variasi suhu kalsinasi 700oC, 800oC, dan 900oC dengan waktu 3 jam, 3,5 jam, dan 4 jam. Hasil analisa XRD menunjukan Intensitas CaO tertinggi terdapat pada katalis variasi suhu 900oC waktu 3 jam. Dengan puncak karakteristik pada 2? = 32,21o; 37,31o; 53,83o; 64,13o; 67,33o; 79,61o dan 88,48o. Proses Transesterifikasi dilakukan dengan cara mereaksikan minyak jelantah dengan metanol dengan perbandingan rasio mol 1 : 16 dan katalis CaO sebanyak 1 gram dengan kecepatan pengadukan 800 rpm selama 1 jam pada suhu 60oC. Hasil analisis diperoleh yield biodiesel sebesar 55%, densitas sebesar 0,86 gr/cm3 dan viskositas sebesar 1,45 mm2/s
Karakteristik Kesiapan Belajar Mandiri Mahasiswa
SCL (student centered learning) merupakan strategi pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai subyek yang aktif, mandiri dan bertanggung jawab sepenuhnya dalam proses belajarnya. Peserta didik beserta proses belajarnya menjadi tokoh utama dalam proses pembelajaran. Semakin kompleksnya materi belajar dan tantangan kebutuhan jaman yang dinamis menuntut adanya kemampuan belajar yang mandiri. Oleh karena itu, kesiapan mahasiswa untuk belajar atas keinginan sendiri (self directed learning readiness) merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan keberhasilan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik kesiapan belajar mandiri mahasiswa Kedokteran Umum. Desain penelitian ini ialah mixed methods secara analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dan pendekatan fenomenologi untuk mendalami hasil penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu pengisian kuesioner Self Directed Learning Readiness Scale dan wawancara semi terstruktur. Kesimpulan penelitian ini ialah rata-rata mahasiswa Kedokteran Umum memiliki skor kesiapan belajar mandiri yang tinggi. Mahasiswa angkatan 2019 menunjukkan skor kesiapan belajar mandiri kategori sedang sebanyak 9.1%, tinggi 57.3%, dan sangat tinggi 33.6%. Mahasiswa angkatan 2016 menunjukkan skor kesiapan belajar mandiri kategori sedang sebanyak 17.8%, tinggi 50.5%, dan sangat tinggi 31.7%. Sedangkan mahasiswa profesi angkatan 2014 menunjukkan skor kesiapan belajar mandiri kategori rendah sebanyak 2.3%, sedang 4.5%, tinggi 56.8%, dan sangat tinggi 36.4%. Proses identifikasi kebutuhan belajar sudah baik, namun konsistensi, manajemen waktu, pengendalian diri, wawasan kinerja, dan ulasan masih perlu ditingkatkan