Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
Penerapan Metode Extreme Programming Pada Rancangan Aplikasi Layanan Pengaduan Sekolah Berbasis Website
Lingkungan sekolah merupakan wadah bagi siswa untuk menempuh Pendidikan. Dalam dunia pendidikan akan selalu memiliki berbagai kendala yang menyebabkan warga sekolah merasa tidak nyaman, diantaranya seperti kurangnya fasilitas yang dibutuhkan, terjadi hambatan atau kerusakan pada infrastruktur yang tidak kunjung diperbaiki karena ketidaktahuan petugas, adanya warga sekolah yang berkelakuan tidak baik seperti perbuatan guru yang kurang baik terhadap siswa dalam proses belajar mengajar yang menyebabkan siswa tidak nyaman dan takut untuk memberikan pengaduan, adanya siswa berkelakuan buruk yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, dan masih banyak lagi problematika yang berkaitan dengan pendidikan di lingkungan sekolah. Pada penelitian ini penulis membangun aplikasi berbasis website mengenai layanan pengaduan sekolah untuk memfasilitasi warga sekolah dan luar sekolah untuk dapat melakukan pengaduan atau pelaporan segala tindakan yang perlu disampaikan dengan tujuan dapat meminimalisir segala kekurangan dan kebutuhan yang ada yang berkaitan dengan sekolah dengan beberapa kategori diantaranya pelaporan yang berkaitan dengan Infrastruktur, keamanan, sarana, pelaporan tindakan negatif warga disekolah yang terlibat di dalamnya. Metode yang digunakan dalam membangun sistem ini menggunakan metode Extreme Programming. Penelitian ini menggunakan instrumen ISO/IEC 25010 dalam evaluasi aplikasi. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari instrumen functional suitability sistem dikatakan baik karena hasil mendekati 1. Aplikasi juga dikatakan layak karena dapat memuat halaman di bawah 7 detik berdasarkan instrumen performance efficiency. Berdasarkan analisis Usability sitem memiliki kriteria Layak dengan nilai 93,8%, dari aspek reliability sistem memenuhi aspek dengan nilai ?95%. Dan memiliki grade A dalam instrumen Portaility
Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Vokal Siswa dengan Menggunakan Media Iringan Midi di SMAN 1 Dukupuntang Kabupaten Cirebon
Pembelajaran vokal di dalam mata pelajaran seni musik merupakan salah satu aspek penting yang harus dicapai untuk membentuk bakat yang dimiliki oleh siswa. Namun dalam membentuk bakat tersebut tentunya terlebih dahulu diperlukan minat anak dalam bernyanyi. Kurangnya media pembelajaran vokal di dalam proses belajar seni musik menimbulkan motivasi dan hasil belajar siswa rendah. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan media iringan MIDI dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar vokal siswa di kelas X-1 SMAN 1 Dukupuntang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas, yang dilakukan dengan pendekatan dan kuantitatif. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan melalui 2 siklus dengan 4 tahapan pada masing-masing siklusnya, yaitu : perencanaan (plan), pelaksanaan dan pengamatan (action & observe), dan refleksi (reflect). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi/pengamatan, wawancara, dokumentasi, dan unjuk kerja. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan menggunakan media iringan MIDI pada pembelajaran vokal dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar vokal siswa pada kelas X-1 SMAN 1 Dukupuntang tahun ajaran 2022/2023. Terbukti dari 50% dari 34 siswa pada kegiatan pra siklus mendapatkan hasil belajar vokal cukup baik, pada siklus I meningkat menjadi 64,71% dan mengalami peningkatan pada siklus II yang telah mendapatkan kualifikasi nilai baik. Peningkatan dari kegiatan pra siklus 50% menjadi 97,06% pada siklus II pada kualifikasi baik pada kegiatan akhir siklus II, serta dari penilaian motivasi yang ditentukan oleh peneliti dapat tercapai dalam meningkatkan motivasi belajar vokal pada siswa kelas X-1 Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode media iringan midi, KKM yang telah ditentukan telah tercapai. Untuk itu guru seni musik khususnya dalam pembelajaran bernyanyi, sebaiknya menggunakan media iringan midi untuk memudahkan penyampaian materi dan praktek bernyanyi pada saat pembelajaran berlangsung
Rancang Bangun Autoklaf untuk Mengonversi Bahan Padat Menjadi Katalis
Dalam sebuah percobaan tertentu, terkadang diperlukan kondisi proses pada suhu di atas 100oC dan tekanan di atas 1 atm, hal tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan reaktor biasa. Sehubungan dengan itu permasalahan yang timbul adalah bagaimana rancang bangun peralatan autoklaf serta rangkaian dimensinya agar dapat digunakan dalam kondisi temperatur di atas 100oC dan tekanan di atas 1 atmosfir. Dalam rancangan autoklaf ini dilakukan penelitian dengan bahan Silika 300 gram, NaOH 300 ml, dan aquades 300 ml yang selanjutnya dilakukan proses pemanasan dan pengadukan di dalam autoklaf selama 4, 6, 8, dan 12 jam. Terjadi kenaikan kadar perbandingan S/A (Silika Alumina) seiring berjalannya waktu pemanasan dan pengadukan dalam autoklaf. Di mana kadar S/A pada sampel yang diproses selama 8 jam menunjukkan hasil yang mendekati kadar katalis ZSM-5 (30%), yaitu sebesar 26,57%. Sehingga waktu pemanasan yang baik dan pengadukan yang stabil selama lebih dari 8 jam akan mendapatkan kadar S/A mencapai 30%. Dapat dibuktikan setelah 12 jam mampu mencapai angka 49,41%. Waktu pemanasan yang melebihi 12 jam dan pengadukan yang tidak konstan dapat mempengaruhi perubahan struktur kritalisasi
Rancang Bangun Autoklaf untuk Konversi Bahan Zeolit Alam Menjadi Katalis
Alat autoklaf banyak ditemukan di laboratorium, yang biasanya digunakan sebagai alat sterilisasi alat. Namun, tidak banyak jenis alat autoklaf berpengaduk yang dapat digunakan untuk proses kimia tertentu. Oleh sebab itu, muncul permasalahan untuk menemukan alat proses yang dapat digunakan dalam kondisi temperatur di atas 100oC dan tekanan di atas 1 atmosfir. Dalam penelitian ini dilakukan rancang bangun alat autoklaf dengan spesifikasi tersebut. Dirancang berbentuk tabung dengan penutup, dan berbahan stainless steel. Sumber panas autoklaf didapat dari bahan kumparan kawat tembaga yang dialiri arus listrik. Komponen pengaduk dirancang bertipe jangkar dan terbuat dari bahan pelat besi. Metode penelitian meliputi uji fungsi kemampuan autoklaf untuk mengkonversi zeolit alam yang ditambah bahan kimia berupa NaOH dengan pH 13 dan ditambahkan aquades, di mana perbandingannya adalah 1/3 pada tiap-tiap bahan. Hasil penelitian menunjukkan lama waktu pemanasan pada alat autoklaf sangat mempengaruhi reaksi konversi bahan padat silika menjadi katalis ZSM-5, di mana waktu reaksi dalam auoklaf di atas 8 jam adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan hasil produk dengan nilai Si/Al mendekati 30% sesuai dengan spesifikasii katalis ZSM-5. Serta tidak ditemukan kebocoran pada alat ini, karena proses pemanasan dan pengadukan dilakukan secara bertahap, sehingga memudahkan alat untuk berjalan stabil dan optimal
Penurunan Kadar Sulfur Batubara dengan Fluidized Bed Desulfurizer Menggunakan Saturated Steam
Penggunaan batubara berkadar sulfur tinggi sebagai bahan bakar akan menghasilkan gas SO2 yang dapat mengganggu kesehatan manusia, menyebabkan hujan asam dan korosi pada peralatan pabrik. Akibat permasalahan ini, penggunaan batubara sebagai bahan bakar menjadi tidak ramah lingkungan oleh karena itu pada penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar sulfur di dalam batubara sehingga menjadi ramah lingkungan serta menentukan pengaruh ukuran partikel batubara dan laju alir steam terhadap penurunan kadar sulfur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah desulfurisasi oksidatif batubara di dalam Fluidized Bed Desulfurizer menggunakan uap steam. Penelitian ini dilakukan dengan perlakuan variasi ukuran partikel batubara yaitu 0,355, 0,600, dan 1,000 mm dan laju alir steam dengan variasi 14,71; 29,44; dan 44,15 L/menit. Sedangkan untuk pengujian/analisa kadar sulfur terhadap batubara sebelum dan sesudah proses desulfurisasi dilakukan menggunakan metode ASTM D4239-18e1. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan perlakuan variasi yang paling optimum yaitu pada sampel 4 dengan variasi ukuran partikel sebesar 0,355 mm dan laju alir sebesar 44,15 L/menit
Pemilihan Bilah Turbin Angin Sumbu Horizontal Model Air Foil Taperless dan Untwisted
Airfoil merupakan bentuk penampang bilah dari Turbin Angin Sumbu Horizontal (TASH) yang mempengaruhi karakter aerodinamika turbin. Pemilihan bentuk airfoil merupakan salah satu proses awal dari perancangan TASH yang memegang peranan penting terhadap unjuk kerja TASH. Pada penelitian ini, diajukan metode pemilihan airfoil untuk bilah TASH dengan jenis bilah taperless (tanpa tirus) dan untwisted. Pemilihan dilakukan dengan cara membandingkan nilai lift-to-drag ratio beberapa airfoil pada beberapa kondisi bilangan Reynolds dari data polar yang didapatkan dari simulasi. Airfoil yang dibandingkan nilai lift-to-drag ratio-nya adalah 6 airfoil NACA 4-digit, yaitu: 4412, 4415, 5412, 5415, 6412, dan 6415. Seluruh airfoil tersebut disimulasikan karakter aerodinamikanya pada rentang bilangan Reynolds 50.000 hingga 300.000 menggunakan modul X-Foil yang terintegrasi dalam QBlade v0.96. Hasil simulasi menunjukkan bahwa airfoil NACA dengan ketebalan chord maksimum sebesar 12% memiliki lift-to-drag ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan airfoil lainnya. Perbandingan nilai lift-to-drag ratio dari beberapa airfoil dengan ketebalan chord maksimum 12% menghasilkan kesimpulan bahwa NACA 4412 sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan NACA 5412 dan NACA 6412 pada nilai bilangan Reynolds sama dengan atau lebih kecil dari 100.000. Kurva lift-to-drag ratio dari airfoil 5412 dan 6412 memiliki puncak yang lebih lebar, yang mengakibatkan puncak koefisien daya turbin terhadap rasio ujung bilah lebih lebar. Hal ini menunjukkan bahwa bilah TASH yang menggunakan airfoil 5412 atau 6412 dapat mempertahankan kondisi operasi yang lebih efisien pada berbagai kecepatan angin dan kecepatan rotasi generator
Rancangan Bangun Biobriket Ditinjau dari Pergerakan Bahan Bakar Terhadap Efisiensi Pembakaran
Cadangan bahan bakar minyak bumi yang menipis dan masalah harga yang semakin mahal, diperlukan usaha mencari alternatif bahan bakar lainnya, salah satunya dengan memanfaatkan energi biomassa. Pemanfaatan energi biomassa dapat diolah dan dijadikan energi alternatif berupa pembuatan briket. Sebagai bahan bakar, briket dapat dibakar secara langsung atau menggunakan media lain seperti kompor. Kompor biobriket dapat ikut berperan dalam menjaga terjadinya pencemaran lingkungan. Pada penelitian ini kompor biobriket diinovasikan memiliki alas bahan bakar yang dapat diputar sehingga mempercepat sistem pembuangan abu sisa bahan bakar. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Energi Politeknik Negeri Sriwijaya. Penelitian dimulai dengan proses fabrikasi kompor, uji kinerja kompor dengan metode water boiling test (WBT). Dilakukan putaran dengan variasi 2, 3, 4, 5, 6, dan tanpa putaran. Parameter proses yang diamati adalah pengaruh konsumsi bahan bakar terhadap waktu boiling dan pengaruh konsumsi bahan bakar terhadap efisiensi pembakaran. Dari hasil penelitian, konsumsi bahan bakar terendah didapatkan pada variasi 2 putaran yaitu 2,35 kg/jam. Dan untuk efisiensi termal yang sesuai SNI terjadi pada 3, 4, 5 putaran yaitu 23,35 %, 23,42%, dan 20,55% dan efisiensi terkecil saat tidak dilakukan putaran yaitu 16,54% karena jika tidak diputar abu sisa pembakaran akan menumpuk pada alas bahan bakar sehingga mengurangi efektifitas pembakaran
Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan Karakter Bagi Anak Generasi Alpha Dalam Menghadapi Era Metaverse
Dunia pendidikan anak masa kini telah menghadapi tantangan yang begitu sulit karena telah menghadapi era digital – era metaverse. Metaverse adalah sebuah rancangan yang menggabungkan antara dunia nyata dengan dunia digital dalam artian bahwa dalam dunia digital (metaverse) orang dari berbagai tempat dapat bertemu untuk saling berinteraksi menggunakan teknologi virtual. Dengan adanya metaverse seharusnya dapat memperluas dan memberi peluang bagi generasi alpha untuk produktif dan kreatif. Namun berbeda dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan anak generasi alpha yang hidup dalam era metaverse merka mengalami kemerosotan karakter sehingga terjadi banyak penyimpangan moral dan etika. Artikel ini mendeskripsikan pengaruh orang tua dalam menanankan pendidikan karakter dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa orang tua mempunyai tanggungjawab besar yang begitu berpengaruh dalam proses pendidikan karakter anak supaya menjadi generasi yang berkualitas meskipun anak telah berada dalam situasi digitalisasi yang tidak dapat dihindari yakni era metaverse Dalam penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif, kajian pustaka dan juga pengamatan sambil mengobservasi fakta yang terjadi, hal tersebut yang deskripsikan penulis sehingga masalah kemerosotan karakter bagi generasi alpha bisa ditemukaan Faktor penyebab terjadinya kemerosotan karakter bagi anak generasi allpha akan menjadi patokan bagi orang tua untuk mengawasi perilaku anaknya Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penulis mengemukakan beberapa faktor trjadinya perubahan karakter bagi anak generasi A yaitu kurangnya edukasi orangtua kepada anaknya karena sibuk dengan urusan duniawi sehingga melupakan tanggungjawabnya kepada anak meraka dan orang tua hanya memenuhi keinginan anaknya secara bebas seperti pemberian gadget tanpa adanya kontrol dalam penggunaan
Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Karyawan Terbaik Pada Pt Nusantara Bina Artha Menggunakan Metode Profile Matching
Penelitian ini membahas tentang sistem penunjang keputusan untuk penilaian karyawan terbaik PT Nusantara Bina Artha yang bertujuan untuk menghasilkan keputusan dalam penilaian karyawan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Msalah yang terjadi saat ini, HRD mengalami kesulitan dalam proses pengolahan data dan rekap hasil penilaian karena masih dilakukan secara manual menggunakan media kertas sehingga menyebabkan proses membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, belum adanya pembobitan kriteria dan perankingan dari hasil penilaian akhir menyebabkan penilaian masih terlihat subjektif. Penggunaan sistem penunjang keputusan ini diharapkan dapat membantu mengurangi kesalahan, mempercepat proses penilaian karyawan dan pengambilan keputusan penentuan karyawan terbaik PT Nusantara Bina Artha dilakukan secara objektif berdasarkan perhitungan kriteria. Sistem ini menggunakan metode profile matching untuk menentukan nilai akhir alternatif. Metode pengambilan keputusan dilakukan dengan cara menjumlahkan bobot dari kriteria pada setiap alternatif untuk semua atribut. Nilai yang lebih besar akan mengindikasikan bahwa alternatif lebih terpilih. Laporan yang dihasilkan oleh sistem adalah ranking dari semua alternatif yang sudah diurutkan dari yang terbesar sampai yang terkecil. Sistem ini dibuat menggunakan MySQL sebagai basis data dan Microsoft Visual Studio sebagai tools pembuatan sistem
Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Team Game Tournament Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia SMA Negeri 1 Dukupuntang
Setelah dilakukan pengamatan sebelumnya, terdapat banyak hasil belajar kimia siswa yang masih dibawah angka kriteria ketuntasan minimal di kelas XII MIPA 3 SMAN 1 Dukupuntang. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman siswa dalam pembelajaran kimia. Banyak juga siswa yang menganggap bahwa pelajaran kimia adalah pelajaran yang sulit. Guru harus mampu menyampaikan pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memecahkan masalah yang ada di kelas tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, obsevasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII MIPA 3 SMAN 1 Dukupuntang yang berjumlah 36 Siswa, terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 29 siswa perempuan. Data yang diperoleh adalah hasil dari pengamatan dan hasil tes siswa yang dilakukan di setiap siklusnya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebelum melakukan penelitian siswa memperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 52,22 dan ketuntasan hanya 16,66% saja. Setelah dilakukan siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 71,67 dan ketuntasan sebesar 52,78%. Kemudian, kembali meningkat di siklus II, nilai rata-rata menjadi 86,39 dan ketuntasan 94,44%. Setelah melihat hasil dari penelitian tindakan kelas di atas, maka penelitian dicukupkan hingga 2 siklus. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode kooperatif team game tournament dapat membantu siswa dalam meingkatkan hasil belajar kimia dengan materi sifat kolegatif larutan di kelas XII MIPA 3 SMAN 1 Dukupuntang