e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
599 research outputs found
Sort by
PENGUATAN PERAN KELUARGA, MASYARAKAT DAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PROSES REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS NETRA MELALUI PANTI
menyusu
REHABILITASI SOSIAL ORANG DENGAN KECACATAN DI PANTI SOSIAL BINA NETRA ‘TUMOU TOU TOMOHON’ MANADO DAN ‘TAN MIYAT’ BEKASI
Tulisan ini merupakan hasil penelitian evaluasi pada dua panti sosial yaitu Panti Sosial BinaNetra (PSBN) Tumou Tou Manado, Sulawesi Utara dan PSBN Tan Miyat, Bekasi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui;( 1) kondisi panti yang meliputi sumber daya manusia, sarana prasarana, dana, kebijakan dan program serta kondisi calan penerima manfaat, (2) proses rehabilitasi social mulai dari pendekatan awal sampai dengan terminasi; dan (3) hasil yang dicapai (output dan outcome), (4) Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan rehabilitasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian evaluative dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan lokasi dan informan penelitian dilakukan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan social melalui panti rehabilitasi social penyandang disabilitas netra efektif bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan eks penerima manfaar kedua panti. Hal ini dapat dilihat dari hasil studi kasus terhadap sepuluh eks penerima manfaat. Namun belum banyak melibatkan keluarga dan masyarakat dalam proses rehabilitasi, sehingga mengalami hambatan pada saat eks penerima manfaat kembali kekeluarga di daerah asal. Kata kunci: Panti Sosial, rehabilitasi sosial, orang dengan kecacatan
PROBLEMA DAN SOLUSI STRATEGIS KEKERASAN TERHADAP ANAK
Kekerasan anak di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun, meskipun angka pasti tidakdiketahui. Angka kekerasan anak yang dipublikasi merupakan kasus yang dilaporkan ke lembaga pelayanansosial, seperti Komisi Nasional Anak dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Kekerasan terhadap anakterjadi di semua kabupaten / kota, di daerah perkotaan maupun di perdesaan, dan korbannya anak laki-lakimaupun perempuan. Orang tua, keluarga dan orang-orang terdekat anak adalah pelaku tindak kekerasanterhadap anak yang angkanya cukup signi kan. Ada dua faktor utama yang mendorong kekerasan terhadapanak adalah kemiskinan dan hubungan sosial yang tidak baik dalam keluarga maupun di luar keluarga.Hal ini menggambarkan, bahwa lingkungan sosial anak tidak dapat melindungi hak-hak anak untuk tumbuhdan berkembang secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan solusi strategis penanggulangan kekerasanterhadap anak, baik yang bersifat prevensi, rehabilitasi maupun pengembangan kebijakan.Kata kunci: kekerasan anak, tumbuh kembang anak, solusi strategis
PENGEMBANGAN LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL UNTUK MENGATASI KEMISKINAN
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengembangkan LKS Mitra Warga di Desa Pasir Karag, agar berfungsi optimal sebagai wadah masyarakat mengatasi permasalahan kesejahteraan sosial, terutama kemiskinan; 2) Merumuskan konstruksi LKS yang dapat menjadi wadah masyarakat mengatasi permasalahan kesejahteraan sosial warganya secara mandiri dan berkelanjutan. Penelitian dilakukan dengan teknik action research, diawali dengan review. Hasil review menunjukan LKS Mitra Warga yang dibentuk tahun 2010 yang lalu belum cukup berkembang sesuai target. Melalui diskusi dengan perwakilan masyarakat termasuk pengurus dicapai kesepakatan bahwa perkumpulan sosial tersebut masih sangat relevan, karena itu perlu dilakukan sejumlah kegiatan yang bertujuan mengembangkan organisasi. Evaluasi pada akhirnya kegiatan memperlihatkan bahwa Mitra Warga sudah berkembang signifikikan, mulai mampu menjalankan fungsinya. Hal tersebut berarti bahwa sejumlah tindakan interventif yang dilakukan berhasil mengembangkan organisasi. Kedua, konstruksi LKS sebagai perkumpulan sosial warga desa, dengan sistem keanggotaan terbuka, dikelola dengan azas-azas organisasi modern, demokratis, dengan melaksanakan kegiatan terpadu sosial ekonomi, seperti dirumuskan tahun lalu ternyata dikuatkan melalui penelitian ini. Kata kunci: Lembaga Kesejahteraan Sosial, mandiri dan berkelanjutan, kemiskina
DINAMIKA MASYARAKAT MIMIKA DALAM PERSPEKTIF KETAHANAN SOSIAL
Kabupaten Mimika asalnya dari suatu kecamatan atau distrik Timika. Saat ini secara sosial dan ekonomiberkembang dengan pesat berkat adanya sebuah perusahaan pertambangan internasional. Keberadaanperusahaan tersebut mempengaruhi kehidupan masyarakatnya, terutama penduduk asli dan pendudukpendatang. Kedua kelompok masyarakat tersebut masing-masing memiliki ketahanan sosial dalam hidupberdampingan. Kajian bertujuan untuk memahami tentang ketahanan sosial masyarakatnya. Pengumpulandata dilakukan dengan wawancara terhadap tokoh masyarakat dan pengamatan lapangan dalamkehidupan sehari-hari di kota Timiki. Hasil kajian menunjukkan dalam kehidupan sehari-hari masingmasingmempertahankan ketahanan sosial sosialnya. Namun, dalam keadaan tertentu ketahanan sosialmasyarakat terasa renggang dan berakibat munculnya perselisihan atau konflik sosial yang bersifat laten.Hal tersebut menunjukkan adanya dinamika dalam masyarakat yang ingin hidup berdampingan dengancara saling menyesuaikan diri.Kata kunci; dinamika, masyarakat Mimika, ketahanan sosia
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAERAH PERBATASAN ANTAR NEGARA; Studi Masalah, Kebutuhan dan Sumber Daya Sosial Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang - Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat
Daerah perbatasan diharapkan sebagai beranda depan negara, sekaligus pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga. Kenyataan menunjukkan bahwa daerah perbatasan sering identik dengan daerah tertinggal. Oleh karena itu memerlukan upaya-upaya intervensi yang menyeluruh, agar daerah perbatasan benar-benar sebagai beranda depan negara. Terkait dengan ini diperlukan langkah awal identifikasi kondisi daerah tertinggal sebagai dasar penentuan program pembangunan yang responsif dan sesuai dengan kondisi yang ada. Penelitian ini dengan pendekatan kualitatif mencoba memaparkan permasalahan, kebutuhan, dan sumber daya di daerah perbatasan, khusuanya di Desa Jagoi Kecamatan Jagoi Babang kabupaten Bengkayang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) sumber-sumber pelayanan masyarakat yang bisa diakses penduduk umumnya masih sangat terbatas; 2) kemampuan penduduk untuk mengelola sumber daya alam (pertanian dan perkebunan) belum cukup memadai; 3) sumber daya sosial khususnya yang didasarkan pada keagamaan belum mampu didayagunakan untuk penanggulangan masalah kesejahteraan sosial; dan 4) masih minimnya infrastruktur fisik desa menjadi penghambat kemajuan Desa. Berdasarkan itu tulisan ini mengajukan saran beberapa program pembangunan yang perlu diluncurkan di wilayah perbatasan. Kata kunci: masalah kesejahteraan sosial, sumber daya, pemberdayaan masyaraka
PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL
Pembangunan kesejahteraan sosial perlu dipahami sebagai bagian integral dari pembangunan nasional.Oleh karena itu, pembangunan kesejahteraan sosial turut memberi kontribusi nyata dalam mencapaiprogram pembangunan nasional, yakni pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial dan kelestarianlingkungan. Polemik tentang "kebohongan pemerintah" atau "kegagalan pemerintah" di media massaakhir 2010 dan awal 2011 yang disampaikan tokoh lintas agama, merupakan kritik dan koreksi publikatas kinerja pemerintah. Kritik dan koreksi yang dialamatkan kepada Presiden tersebut, sesungguhnyajuga dialamatkan kepada Kementerian Sosial sebagai instansi pemerintah yang memiliki tugas dan fungsimenyelenggarakan kesejahteraan sosial. Sebagai respon atas kritik dan koreksi tersebut, maka KementerianSosial perlu melakukan reinventing pada program kesejahteraan sosial. Reinventing dilakukan mulai daripenataan desain dan manajemen program (terutama program penanggulangan kemiskinan), sumber dayamanusia dan alokasi anggaran, serta pengendalian dari pusat hingga ke daerah.Kata kunci : pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, kebijakan sosial
PENDEKATAN KELOMPOK SEBAGAI MODALITAS DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN
Kemiskinan merupakan masalah sosial yang sangat komplek baik dari faktor sebab maupun akibatnya.Oleh sebab itu, kemiskinan juga bersifat multidimensi. Pemerintah Indonesia melalui KementerianSosial telah mengembangkan program penanggulangan kemiskinan. Salah satu dari program tersebutadalah Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Program ini menggunakan kelompok sebagai pendekatandalam mengembangkan dan merubah perilaku di kalangan keluarga miskin guna meningkatkan standarkehidupan mereka baik aspek ekonomi maupun sosial. Penggunaan kelompok sebagai modalitas danstrategi perubahan keluarga dan masyarakat mempunyai dasar teori dalam profesi pekerjaan sosial.Oleh karena itu, KUBE harus dipahami sebagai sebuah pendekatan dan strategi untuk perubahan danpeningkatan kesejahteraan keluarga.Kata kunci: kemiskinan, pendekatan, kelompo
PERLINDUNGAN ANAK BERBASIS KOMUNITAS DI WILAYAH PERBATASAN; Penelitian Aksi di Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Propinsi Kalimantan Barat
Penelitian ini menggambarkan upaya perlindungan sosial bagi anak, baik yang ada di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat, dengan lokasi penelitian di wilayah perbatasan. Analisis situasi hak anak yang dilakukan, menunjukkan beberapa permasalahn anak diantaranya banyaknya anak yang putus sekolah, menikah usia dini, anak-anak yang bekerja baik di wilayah Entikong maupun ke Malaysia. Keterlibatan anak-anak dalam penelitian ini merupakan salah satu kunci dalam upaya pemenuhan hak anak, dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. Melalui penelitian ini diharapkan anak dan komunitas setempat dapat bersama-sama mewujudkan perlindungan anak, dengan dukungan pemerintah setempat khususnya pemerintah desa, dinas pendidikan, sekolah, balai latihan kerja serta lembaga swadaya masyarakat yang peduli anak. Melalui pelibatan anak, masyararakat serta stakeholderterkait, diharapkan perlindungan anak berbasis komunitas menjadi peluang untuk pemenuhan hak anak khususnya di wilayah perbatasan.Kata kunci : hak anak, perlindungan anak, berbasis komunita