e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
    599 research outputs found

    PERLUASAN DAN PEMERATAAN AKSES PENDIDIKAN ANAK-ANAK

    No full text
    bbbbbbbbbb

    KESEJAHTERAAN SOSIAL DALAM PERSPEKTIF EKONOMI POLITIK INDONESIA

    No full text
    Artikel tentang kesejahteraan sosial dalam perspektif ekonomi politik akan mengungkap persoalankesejahteraan sosial dengan pendekatan ekonomi politik, dengan menggunakan metode studi literatur.Dengan pendekatan nalar ekonomi politik diharapkan ada strategi baru yang bisa mengubah dari paradigmalama, sehingga negara berkembang sebagai subordinasi kepentingan negara maju menjadi negara yanglebih mandiri. Persoalannya apakah peran pemerintah/lembaga kesejahteraan sosial yang ada saat ini akandapat berfungsi efektif untuk memecahkan masalah-masalah sosial di dalam konteks ekonomi pasar yangsemakin marak. Kajian dengan menggunakan pendekatan ekonomi politik ada indikasi pelaku/pengeloladapat lebih memahami masalah-masalah kesejahteraan dan berimplikasi pada penanganan permasalahansosial.Kata kunci: kesejahteraan sosial, perspektif politik, perspektif ekonom

    POLA USAHA TANI PETANI GAMBIR DI NAGARI SIGUNTUR, KABUPATEN PESISIR SELATAN, PROPINSI SUMATERA BARAT

    No full text
    Approximately 85% of people working as a farmer villages Siguntur gambier. In general socio-economic conditions of farmers gambier are in very limited circumstances, land area (1 s / d 1.5 acres) and a relatively small capital. Most farmers do harvest 2 or 3 times a year. Average yields ranged from 600 kg farmer up to 1000 kg. Price gambier in the past 2 years ranged from 18,000, - s / d Rp22.000, - Farmers' income ranged between Rp 1.200.000, - up to Rp 2 million. Efforts to make improvements to the quality of gambier face many obstacles disebabkaan by gambier farmers farming patterns. The purpose of the study to identify patterns gambier farmers farming and strategies undertaken by farmers gambier to increase revenue. The study was conducted in Nagari Siguntur, one of the producers gambier villages in the South Coastal District, West Sumatra province. The data was collected using qualitative techniques; observation, in-depth interviews and focus group discussions. Data were analyzed with pendektan emics and ethics. The results of this study indicate that the pattern of gambier farmers still farming conventionally and low farmer productivity; farmers' low level of education; gambier production management depends lender, people call it as toke. These conditions resulted in a family of farmers who are in poverty gambier. On that basis, the future of farming patterns can be developed that integrate plant gambier with cattle gambier to increase farmers' income in the future.Keywords: farming patterns, dry land, community economic empowerment.Sekitar 85% dari masyarakat nagari Siguntur bekerja sebagai petani gambir. Secara umum kondisi sosial ekonomi petani gambir berada dalam kondisi yang sangat terbatas, luas lahan (1 s/d 1,5 hektar ) dan modal usaha relatif kecil. Sebagian besar petani melakukan panen 2 atau 3 kali dalam satu tahun. Rata-rata hasil panen petani berkisar antara 600 kg sampai 1000 kg . Harga gambir dalam 2 tahun terakhir berkisar antara Rp18.000,- s/d Rp22.000,- Pendapatan petani berkisar antara Rp 1.200.000,- sampai Rp 2 juta. Upaya untuk melakukan perbaikan terhadap kualitas gambir mengalami banyak hambatan disebabkaan oleh pola usaha tani petani gambir. Tujuan penelitian mengidentifikasi pola usaha tani petani gambir dan strategi yang dilakukan oleh petani gambir untuk meningkatkan pendapatan. Penelitian dilakukan di Nagari Siguntur, salah satu nagari penghasil gambir di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik kualitatif; observasi, wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus. Data dianalisis dengan pendektan emik dan etik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola usaha tani petani gambir masih konvensional dan produktivitas petani rendah; tingkat pendidikan petani rendah; manajemen produksi gambir tergantung pemberi pinjaman, masyarakat menyebutnya dengan sebutan toke. Kondisi ini yang mengakibatkan keluarga petani gambir berada dalam kemiskinan. Dengan dasar itu, kedepan dapat dikembangkan pola usaha tani yang mengintegrasikan tanaman gambir dengan ternak sapi untuk meningkatkan pendapatan petani gambir di masa depan.Kata kunci: pertanian pola, lahan kering, pemberdayaan ekonomi masyarakat

    STANDAR PELAYANAN BALAI REHABILITASI SOSIAL PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH

    No full text
    Social welfare institutions service sistem is a one of old model services. Now, new paradigm approach in social welfare services base on family and community, but institutions model still eksist on social welfare services because of some individuals still need on institution services. In otonomie’s era some of but all of institution services on responsibilities and helds by local government. So far some of social welfare institutions have spesific conditions and problems as the local area. This paper are study on sosial welfare institution, especially on institution conditions, services, standard of services, and some problems on services. This study showed that apecific name of social welfare institution services in Midle Java are “Social Rehabilitation Institution†(Balai Rehabilitasi Sosial) and “Social Rehabilitation Unit†(Unit Rehabilitasi Sosial). First problem on this institution is human resourses especially on kuantity and kuality of social workers. Some of them laks of skill and knowledge that need for klient services. Therefore, this study have solves ideas to the problem as, 1) The Ministry for Social Affair must be made that social worker get good carier sistem and good incentive; 2) Social worker need to upgrade on special skill and konwledge; 3) Some of institutions and some of social workes need to be standard and sertifications on social welfare services.Keywords: social welfare service institution, social rehabilitation institution, social worker, standard of services.Pelayanan kesejahteraan sosial berbasis panti merupakan salah satu model pelayanan yang cukup tua. Meskipun ada perkembangan paradigma baru yang berfokus pada pelayanan berbasis keluarga dan masyarakat, namun pelayanan berbasis panti ternyata tidak dapat ditinggalkan begitu saja. Masih banyak penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang membutuhkan pelayanan dalam bentuk panti. Berdasarkan informasi pada unit teknis di Kementerian Sosial, di era otonomi daerah hampir semua panti sosial dikelola oleh pemerintah daerah, hanya sebagian kecil yang masih dikelola oleh pusat. Masingmasing daerah mempunyai kebijakan yang berbeda dalam pengelolaan dan penyelenggaraan panti sosial. Oleh karena itu informasi tentang kondisi panti, jenis pelayanannya, permasalahan yang dihadapi menarik untuk dikaji. Secara deskriptif penelitian ini mencoba menggali dan memaparkan kondisi panti dan permasalahannya, termasuk standar pelayanan yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Jawa Tengah nomenklatur panti berbeda dengan yang digunakan pusat, yakni panti milik pusat dengan  nomenklatur  “Panti  Sosialâ€,  sedangkan  Jawa  Tengah  menggunakan  nama  “Balai  Rehabilitasi Sosialâ€Â  dan  “Unit  Rehabilitasi  Sosialâ€.  Standar  pelayanan  ditetapkan  oleh  kebijakan  daerah  yakni berbadaskan Peraturan Gubernur dan Dinas Sosial Jawa Tengah. Masalah yang dihadapi panti utamanya terkait SDM, yakni masalah kuantias dan kualitas pekerja sosial yang kurang memadai. Terkait dengan hal itu, rekomendasi yang diajukan antara lain: 1) Kementerian Sosial perlu berupaya agar fungsional pekerja sosial diminati oleh pegawai. Untuk ini salah satunya dengan mengusahakan perbaikan karir dan tunjangan; 2) Perlunya peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya.Kata Kunci: panti sosial, balai rehabilitasi sosial, pekerja sosial, standar pelayana

    KESEJAHTERAAN KOMUNITAS DI DESA ADAUT, KECAMATAN SELARU, PROVINSI MALUKU

    Get PDF
    Adaut village inWest Southeast Maluku district as a location for research is one of the underdeveloped areas. The purpose of this study is to identify and map out the problems, the needs of the Community and the resources and potential of the research sites. Targets include research Community residents, Community leaders, Government Agencies and Social Institutions. Observations made of the potential sources of social welfare and on-site research and activities of daily life that made citizens. Poverty is a major problem and cause a variety of other social welfare issues in the village Adaut. The causes of poverty are low levels of education, healt, limited employment and conditions of isolation. To break the chain of poverty in the long -term perspective, the investment in health and education and transportation are very important for achieving social welfare.Keywords:disadvantaged areas, poverty, and potential.Desa Adaut di Kabupaten Maluku Tenggara Barat sebagai lokasi penelitian merupakan salah satu daerah tertinggal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi  dan  memetakan  permasalahan, kebutuhan masyarakat dan sumber serta potensi yang ada di lokasi penelitian. Sasaran penelitian meliputi warga masyarakat, tokoh masyarakat, Instansi Pemerintah dan Lembaga-Lembaga Sosial. Observasi dilakukan terhadap potensi dan sumber kesejahteraan sosial di lokasi penelitian dan aktivitas kehidupan seharihari yang dilakukan warga masyarakat. Kemiskinan merupakan permasalahan utama dan menyebabkan berbagai permasalahan kesejahteraan sosial lain di Desa Adaut. Penyebab kemiskinan adalah rendahnya tingkat pendidikan, kesehatan, terbatasnya pekerjaan dan kondisi keterisolasian. Untuk memutus rantai kemiskinan tersebut pada perspektif jangka panjang maka investasi pada bidang kesehatan dan pendidikan serta transportasi menjadi sangat penting untuk mencapai kesejahteraan sosial masyarakat.Kata Kunci:daerah tertinggal, kemiskinan, potens

    BOLSA FAMILIA: PROGRAM TRANSFER TUNAI BERSYARAT UNTUK PENGURANGAN KEMISKINAN DI BRAZIL

    No full text
    It has been ten years Bolsa Familiais the key that helped Brazil to cut absolute poverty by half from 9,7% to 4,3% of the population. And even more impressive and different from other countries, income inequality decreased significantly where the Gini coefficient becomes 0 527, a 15% decrease. BF now reaching 14 million households or 50 million people, or about one-quarter of the population of Brazil, and is widely seen as a global success story, a point of reference for social policy across the globe.Hovever, building a progressive social policies that can lift the roots of poverty and promoting the distribution of welfare remains a challenge for policy-makers. The New Model of Social Policy in Brazil, which relied on 'targeting and social safety net', needs to be seen as a vehicle for the reconciliation of growth with equity, offering an alternative to a more progressive, traditional, institutionalised welfare service delivery mechanisms. Despite some promising initial evidence of conditional cash transfer schemes in Brazil, however, it remains to be seen how well the construction this safety net such as BF can continue to support the ambitious expectations in the case of Brazil. The important of successful BF concept is laid on how it can be applied to provide underprivileged sectors in the society with continuous access to basic social services and employment opportunities that may increase the chance of a better life for them. Keywords:programe, poverty. Telah sepuluh tahun Bolsa Familia (BF) menjadi kunci yang menolong Brazil memangkas angka kemiskinan absolut menjadi setengahnya, dari 9,7% menjadi 4,3% dari populasi, yang lebih mengesankan lagi dan berbeda dengan negara-negara lain, ketimpangan pendapatan menurun signifikan di mana koefisien Gini menjadi 0,527 suatu penurunan 15%. BF sekarang menjangkau hampir 14 juta rumah tangga atau 50 juta orang atau sekitar ¼ dari populasi Brazil, dan secara luas dilihat sebagai sebuah cerita sukses global, sebuah titik referensi bagi kebijakan sosial di seluruh dunia. Membangun kebijakan sosial progresif yang dapat mengangkat akar kemiskinan dan mempromosikan distribusi kesejahteraan masih menjadi tantangan bagi para pembuat kebijakan. Model baru Kebijakan Sosial di Brazil, yang mengandalkan ‘targeting and social safety net’, perlu dilihat sebagai wahana rekonsiliasi bagi growth with equity, menawarkan alternatif yang lebih progresif, tradisional, mekanisme yang terlembagakan yang menyediakan pelayanan kesejahteraan. Meskipun beberapa bukti awal telah cukup menjanjikan dari skema bantuan tunai bersyarat di Brasil, bagaimanapun, masih harus dilihat seberapa baik konstruksi jaring pengaman konstruksi seperti BF itu dapat terus mendukung harapan ambisius dalam kasus Brasil. Sangat penting bahwa keberhasilan konsep BF dapat diterapkan bagi sektor yang kurang beruntung dalam masyarakat dengan akses berkelanjutan terhadap pelayanan sosial dasar dan kesempatan kerja yang dapat meningkatkan kesempatan hidup yang lebih baik bagi mereka.Kata kunci: program, kemiskinan

    PELUANG ASURANSI KESEJAHTERAAN SOSIAL PADA TRANSFORMASI BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN

    Get PDF
    Tujuan kajian ini adalah menganalisa mengenai peluang Asuransi Kesejahteraan Sosial (Askesos) padatransformasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Askesos ditujukan padapekerja sektor informal miskin dalam rangka mengganti pendapatan pencari nafkah utama keluargahilang atau menurun akibat kecelakaan atau meninggal dunia. Seiring dengan berlakunya Sistem JaminanSosial Nasional maka Askesos berpeluang pada transformasi BPJS Ketenagakerjaan karena pekerja sektorinformal miskin mendapatkan bantuan iuran dari pemerintah. Namun bantuan iuran dari pemerintah hanyadiberikan selama setahun sehingga tidak mampu menstimulasi peserta untuk membayar iuran secaramandiri. Lembaga Pelaksana Askesos belum mampu sepenuhnya menjembatani antara peserta Askesosdengan BPJS Ketenagakerjaan. Kajian ini merekomendasikan bantuan iuran tidak hanya diberikan setahundan Lembaga Pelaksana Askesos lebih berperan pada pendampingan peserta sehingga pekerja sektorinformal dapat secara mandiri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.Kata kunci: peluang, asuransi, pekerja sektor informalPENDAHULUANPekerja sektor informal sangat rentanterhadap resik

    PEMBANGUNAN YANG MENYEJAHTERAKAN MASYARAKAT INDONESIA: SEBUAH KAJIAN KONSEP

    Get PDF
    Artikel pembangunan yang menyejahterakan masyarakat ini, mengulas perihal makna pembangunanyang menyebutkan bahwa pembangunan belum bisa dikatakan berhasil bila kemiskinan, pengangguran,dan ketimpangan menjadi lebih buruk. Dengan perkataan lain, pembangunan mengakomodasi pentingnyamartabat manusia dan kesejahteraan masyarakat luas sebagai tujuan pokok pembangunan. Artikel inimenggunakan metode studi pustaka. Berdasarkan kajian literatur terungkap bahwa makna konseppembangunandapat mengurangi kemiskinan,menekan ketimpangan dan mengurangi pengangguranboleh dikatakan memiliki hubungan dengan negara kesejahteraan. Negara dikatakan masyarakatnya akansejahtera bila memenuhi empat kriteria pokok yaitu: komitmen negara dalam dalam menciptakan lapanganpekerjaan, adanaya jaminan asuransi sosial dan pendidikan yang berkualitas, dan kebijakan sosial sebagaiupaya retribusi kekayaan.Kata kunci: pembangunan, kesejahteraan sosial, kemiskinan

    FUNGSI KELOMPOK TANI: MENINGKATKAN PARTISIPASI PETANI

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang fungsi kelompok tani dalam meningkatkanpartisipasi petani. Kendati lembaga kelompok tani telah banyak dibentuk, namun cukup sulit saat ini untukmenemukan kelompok tani yang aktif, dimana anggotanya berpartisipasi dalam memanfaatkan lembagatersebut untuk meningkatkan kinerja usaha tani dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Padahalkelompok tani memiliki peran dan fungsi yang penting dalam menggerakkan pembangunan pertanian.Keberadaan dan peran kelompok tani khususnya untuk anggota kelompok tani yaitu petani, dapat dilihat darifungsi kelompok tani, dimana kelompok tani mampu meningkatkan partisipsi anggotanya atau petani dankelompok tani dapat dijadikan sebagai tempat atau wadah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilandan sikap petani sehingga petani mau berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kelompok tani.Kata Kunci: kelompok tani, fungsi kelompok tani, partisipasi

    POLA PENGASUHAN KELUARGA DALAM PROSES PERKEMBANGAN ANAK

    Get PDF
    Keluarga merupakan individu yang berinteraksi dengan subsistem berbeda yaitu ada yang bersifat dyadic(melibatkan dua orang) dan polyadic (melibatkan lebih dari dua orang). Subsistem ini mempunyai pengaruhlangsung maupun tidak langsung terhadap satu sama lainnya. Ada empat model pengasuhan keluargaterhadap anak sebagai suatu pilihan bagi keluarga antara lain adalah Otoritatif, Otoritarian, Mengabaikandan Menuruti. Prasyarat mendapatkan pola pengasuhan yang baik adalah keluarga tersebut harus dalamkondisi sejahtera. Pengasuhan keluarga dalam prosesnya mencakup kognisi, keyakinan, dan nilai orangtua tentang peran mereka sebagai orang tua dan juga mereka mempersepsi, mengelola dan memahamiperilaku dan keyakinan anak mereka. Dengan demikian pengasuhan keluarga sangat penting dalam prosesperkembangan anak. Tulisan ini menggunakan metode studi pustaka baik dari teori, konsep dan hasilpenelitianKata Kunci: anak, keluarga, pengasuhan, perkembangan anak

    396

    full texts

    599

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Kementerian Sosial RI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇