e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
    599 research outputs found

    FENOMENA KENAKALAN REMAJA DAN KRIMINALITAS

    Get PDF
    Dalam beberapa tahun ini, masyarakat dikejutkan dengan sering terjadinya tindak kriminalitas diberbagai daerah terutama di perkotaan. Tidak dipungkiri tindakan kriminalitas yang terjadi di beberapadaerah dilakukan anak remaja, yang awalnya hanya kenakalan remaja yang biasa saja. Namun denganperkembangan jaman saat ini, kenakalan remaja sudah menampakkan pergeseran kualitas kenakalan yangmenjurus pada tindak kriminalitas, seperti mencuri, tawuran, membegal, memperkosa bahkan sampaimembunuh. Mencermati fenomena tersebut, penulis mencoba mengkaji dari berbagai kajian dan literaturyang berkaitan dengan tindak kriminalitas yang dilakukan remaja.Tulisan ini merupakan studi literaturdari berbagai referensi yang ada,kemudian data tersebut di kemas sebagai bahan data dan informasi yangdapat memberikan gambaran mengenai kondisi kenakalan remaja saat ini. Adapun tujuannya adalah inginmengetahui remaja dan psikologis remaja, faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja dan pergeserankualitas kenakalan yang dilakukan remaja. Kemudian bagaimana peran orang tua, sekolah dan masyarakatdalam menanggulangi kenakalan remaja. Oleh karena itu, dalam menangani kenakalan remaja ini, perluadanya kerjasama dari berbagai elemen yang terkait, baik pemerintahan selaku penegak hukum dan tokohtokohmasyarakat untuk membiasakan hidup tentram dan damai dalam melakukan segala sesuatu sesuaidengan aturan hukum yang berlaku di masyarakat, dengan melihat sisi psikologis individual pelaku, polaasuh keluarga, komunitas dan masyarakat secara luas.Kata Kunci: kenakalan remaja, pergeseran kualitas, kriminalita

    PROPORSI KEMISKINAN DI KABUPATEN BOGOR

    Get PDF
    Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan mendasar yang menjadi pusat perhatian pemerintahIndonesia. Aspek penting untuk mendukung strategi penanggulangan kemiskinan adalah ketersediaandata dan informasi yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menduga proporsi status kemiskinan rumahtangga pada tingkat kecamatan di Kabupaten Bogor dan mengidentifikasi sumber/jenis pekerjaan rumahtangga. Metode yang disusun berdasarkan pendugaan langsung dengan asumsi metode sampel acaksederhana untuk memperoleh penduga proporsi dan berdasarkan tabulasi silang untuk mengetahui latarbelakang jenis pekerjaan yang berdampak pada kemiskinan. Penelitian ini menggunakan data sekunderberupa Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dengan variabel terpilih. Badan Pusat Statistik memilikiprogram pengumpulan data melalui sensus dan survei. Survei tersebut menggunakan metode rancanganpenarikan sampel yang kompleks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga miskin di KabupatenProporsi Kemiskinan di Kabupaten Bogor, Titin Suhartini, Kusman Sadik, dan Indahwati 161Bogor sebesar 6,84%. 31,08% rumah tangga miskin berasal dari jenis pekerjaan pertanian tanaman pangan.Hanya 24 kecamatan yang dapat dilakukan pendugaan proporsi status kemiskinan rumah tangga.Pendugaanproporsi rumah tangga miskin terbesar berada di kecamatan Nanggung yaitu sebesar 45%. Untuk mengatasiketerbatasan pendugaan yang dilakukan terhadap 16 kecamatan lainnya dapat menggunakan alternatifmetode pendugaan area kecil.Kata Kunci: pendugaan, proporsi, rumah tangga

    KEARIFAN MASYARAKAT LERENG MERAPI BAGIAN SELATAN, KABUPATEN SLEMAN – DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Ratusan tahun masyarakat Lereng gunung Merapi bagian selatan hidup harmoni di tengah ancaman bencana.Masyarakat tetap bertahan dan mempertahan kehidupannya meski erupsi Merapi yang berdampak bencanatelah berulangkali terjadi. Pengalaman panjang selama hidup di permukiman ini tentunya memberikanwarna (karakter) masyarakat yang lekat berhubungan dengan alam maupun ikatan sosialnya yang saratdengan kearifannya. Naskah ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana masyarakat berinteraksi denganalam, bagaimana masyarakat mengenal tanda tanda bencana, dan bagaimana pemulihan yang dilakukan olehmasyarakat. Jawaban atas pertanyaan ini merupakan faktor penting dalam kerangka managemen bencanayang komprehensif. Dari hasil telaahan terhadap bukti yang ada, Kearifan masyarakat lereng Merapi dalammenyikapi bencana merupakan suatu cerminan dari implementasi manajemen bencana secara utuh, yaknimulai dari tahap pra bencana (menjaga kelestarian alam), membaca gejala alam (deteksi dini) sampaidengan pemulihan lingkungan fisik dan sosial, serta psikologis bagi korban. Nilai Spiritual (kepasrahan dankeikhlasan) dan kerjasama (gotong royong) merupakan modal sosial yang mempunyai kekuatan besar yangbermanfaat untuk pemulihan, baik bagi korban maupun lingkungan. Masyarakat lereng Merapi merupakanmasyarakat yang terbuka untuk bekerjasama dengan masyarakat diluar komunitas dan masuknya inovasi(baik sosial maupun teknologi).Kata Kunci: kearifan lokal, masyarakat, penanggulangan bencana

    INSTITUSI (PENERIMA) WAJIB LAPOR DALAM PENANGANAN KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA: TANTANGAN DAN SOLUSI ALTERNATIF

    No full text
    Kajian ini dimaksudkan  untuk mendeskripsikan tantangan dan solusi alternatif atas keberadaan Institusi Penerima Wajib Lapor Pecandu Narkotika sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 25 tahun 2011. Proses kajian dilakukan dengan studi dokumentasi  dan kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkoba masih mengalami beberapa kendala seperti (1) minimnya pengetahuan masyarakat atas keberadaan IPWL; (2) terbatasnya jumlah dan sebaran IPWL dibandingkan dengan target populasi, (3) rendahnya kapasitas kelembagaan IPWL; (4) rendahnya kepercayaan korban dan atau keluarga kepada IPWL atas kerahasiaan data, dan bahwa mereka tidak dipidana, dan (5) belum adanya pedoman operasional IPWL. Sehubungan dengan hal ini, pemerintah pusat dan daerah bekerjasama dengan IPWL perlu mengadakan akselerasi dalam penanganan korban penyelahgunaan narkotika dengan: (1) melakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat atas keberadaan IPWL; (2) menambah jumlah dan sebaran IPWL sehingga seimbang dengan target populasi, (3) meningkatkan kapasitas kelembagaan IPWL; (4) meningkatkan kepercayaan korban dan atau keluarga kepada IPWL atas kerahasiaan data, dan bahwa mereka tidak dipidana;  dan (5) segera membuat pedoman operasional IPWL.Kata Kunci : Institusi Penerima Wajib Lapor Pecandu;  Narkotik : Tantangan dan Solus

    UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan mendeskripsikan secara faktual informasi tentang prioritas pembangunan yang diarahkan pada peningkatan kesejahteraan rakyat yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 5 tahun 2010 tentang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014, dalam Peraturan tersebut Presiden penegaskan bahwa salah satu prioritas pembangunan adalah penanggulangan kemiskinan dan perbaikan pendapatan dengan perlindungan sosial yang berbasis keluarga, pemberdayaan masyarakat dan perluasan keasempatan ekonomi masyarakat yang berpendapatan rendah. Berdasarkan hal ini berarti Usaha mikro, kecil dan menengah telah diakui sangat strategis dan penting tidak hanya bagi pertumbuhan ekonomi tetapi juga untuk pembagian pendapatan yang merata bagi masyarakat. Karena peranannya yang sangat strategis dan penting, oleh karena itu Indonesia memberikan perhatian khusus bagi perkembangan-perkembangan mereka, termasuk membina lingkungan dengan iklim usaha yang kondusif, memfasilitasi dan memberikan akses pada sumberdaya produktif dan memperkuat kewirausahaan serta daya saingnya

    STRATEGI DESENTRALISASI KESEJAHTERAAN SOSIAL DALAM RANGKA OTONOMI DAERAH

    No full text
    Kebijakan publik mengenai desentralisasi sesuai dengan aturan dan semangat Undang - Undang Nomor 22 Tahun 1999, membawa implikasi luas terhadap implementasi kebijakan kesejahteraan sosial di Indonesia. Untuk mencapai keberhasilan dalam mendesentralisasikan kesejahteraan sosial, antara lain dibutuhkan sebuah strategi yang baik. Demikian pula agar desentralisasi kesejahteraan sosial sesuai dengan komitmen pemerintah terhadap kepentingan nasional tetapi rekognisi terhadap kepentingan daerah juga tetap diperhatikan, maka artikel ini menjadi sebuah materi pemikiran praktikal yang kontributif bagi pihak - pihak yang terkait dalam implementasi kebijakan kesejahteraan sosial

    KEBUTUHAN PANGAN BAGI RUMAH TANGGA MISKIN

    Get PDF
    Situasi pengan nasional dapat dilihat dari angka kemiskinan penduduk.Angka penduduk miskin yang tinggi dapatdijadikan indikator masalah ketahanan pangan nasional. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan situasi pengannasional. Pangan berkaitan dengan kesejahteraan sosial HAM, dan kebijakan sosial dalam pemenuhan pangan bagirumah tangga miskin. Sumber data dan informasi dihimpun dari hasil penelitian, jurnal, dan artikel yang relevandengan tujuan penulisan artikel ini.Untuk keperluan analisis digunakan perspektif pekerjaan sosial dan hak asasimanusia. Hasil penelusuran literatur membuktikan, bahwa situasi pangan nasional dapat dikatakan masih bermasalah,rumah tangga miskin mengalami hambatan dalam pemenuhan pangan dan kebijakan sosial belum berpihak dalammewujudkan ketahanan panganan. Artikel ini diharapkan memberikan inspirasi bagi pembuat keputusan berkaitandengan pemenuhan kebutuhan pangan penduduk, terutama bagi rumah tangga miskin. Kebijakan dimaksud dalambentuk grand design penanggulangan kemiskinan yang mengintegrasikan antara kebijakan pangan dan penanganankemiskinan.Kata Kunci: pangan, kemiskinan, kesejahteraan sosial, hak asasi manusia

    PENGELOMPOKAN PROVINSI DI INDONESIA BERDASARKAN KRITERIA LANJUT USIA TELANTAR DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS GEROMBOL

    Get PDF
    Lanjut usia telantar berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 08 Tahun 2012 adalahseseorang yang berusia 60 tahun atau lebih, karena faktor-faktor tertentu tidak dapat memenuhi kebutuhandasarnya yaitu sandang, pangan, dan papan, juga telantar secara psikis dan sosial. Lanjut usia telantarmerupakan salah satu jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang perlu mendapat perhatiankhusus baik dari pemerintah maupun masyarakat. Penanganan terhadap lanjut usia telantar memerlukandata dan informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi lanjut usia telantardi Indonesia.Dengan adanya data dan informasi tentang lanjut usia telantar diharapkan dapat menunjang keberhasilanpelaksanaan program dan kebijakan terhadap penanganan lansia telantar. Oleh karena itu,tujuan dari tulisanini adalah mengelompokkan provinsi di Indonesia berdasarkan kriteria lanjut usia telantar,sehingga dapatdiperoleh gambaran tentang karakteristik lanjut usia telantar yang ada di setiap provinsi di Indonesia.Metode yang digunakan untuk mengelompokkan provinsi di Indonesia adalah analisis gerombol denganmenggunakan data sekunder. Hasil analisis gerombol menunjukkan bahwa provinsi di Indonesia terbagike dalam 4 kelompok dengan karakteristik lanjut usia telantar yang berbeda-beda pada masing-masingkelompok.Kata kunci: analisis gerombol, lanjut usia telanta

    DAMPAK KEBIJAKAN IMPOR BERAS DAN KETAHANAN PANGAN DALAM PERSPEKTIF KESEJAHTERAAN SOSIAL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak atau pengaruh kebijakan bea masuk impor beras sebagai suatu kebijakansosial untuk mendukung peningkatan kesejahteraan petani dan mewujudkan ketahanan pangan. Pengumpulan datamenggunakan data sekunder melalui studi kepustakaan. Teknik analisis data dilaksanakan secara kualitatif deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan sosial melalui penetapan bea masuk beras sebagaimana telah diatur,terakhir dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 213 Tahun 2011, selaras dengan Undang-Undang Nomor 19Tahun 2013 dan mendukung kesejahteraan petani padi. Kebijakan bea masuk beras melindungi daya saing berasdomestik, menjaga stabilitas harga dan penyerapan produksi beras domestik serta mendorong harga Gabah KeringPanen di tingkat petani di atas Harga Pembelian Pemerintah sehingga lebih menguntungkan petani. Kebijakan tersebutmendukung kepastian usaha tani dan peningkatan pendapatan petani padi. Kebijakan bea masuk impor beras telahselaras dengan tujuan ketahanan pangan, khususnya Pasal 56 Huruf e Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012. Tingkatkeuntungan (profitabilitas) yang relatif tinggi mendukung pemberdayaan petani padi, menjaga motivasi dalam usahatani padi, mendukung peningkatan produksi padi secara konsisten dan ketersediaan pasokan pangan (beras) gunamewujudkan ketahanan pangan.Kata kunci: bea masuk, beras, kesejahteraan, ketahanan pangan, petani

    REHABILITASI SOSIAL BAGI PENYANDANG DISABILITAS MENTAL MELALUI UNIT INFORMASI DAN LAYANAN SOSIAL RUMAH KITA

    Get PDF
    Tulisan ini adalah hasil kajian di Unit Informasi dan Layanan Sosial Rumah Kita (UILS) Tebet Jakarta Selatan.Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan rehabilitasi sosial berbasiskan masyarakat dankeluarga, meliputi asupan (input), proses, faktor penghambat dan pendukung, serta manfaat kegiatan bagi penyandangdisabilitas mental dan keluarganya. Data diperoleh dari hasil studi dokumentasi terhadap data sekunder yang terkaitdengan topik kajian pada UILS. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil Kajian menunjukkan bahwa:1) Proses rehabilitasi sudah dilaksanakan sesuai buku Pedoman yang diterbitkan oleh Direktorat Rehabilitasi SosialOrang Dengan Kecacatan, namun dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan, 2) Hasil rehabilitasimenunjukkan perubahan yang signifikan terhadap sikap dan perilaku penerima manfaat, indikasinya terlihat dari a)meningkatnya kemampuan penerima manfaat bersosialisasi dengan lingkungannya, terutama dengan keluarga sepertibisa diajak berkomunikasi, mau membantu pekerjaan rumah tangga, mau bertegur sapa dengan orang lain, mengucapsalam, terima kasih, memahami dirinya yang sedang sakit, b) meningkatnya kemampuan keluarga dalam memahamipenyandang disabilitas mental sehingga komunikasi antara penerima manfaat dan keluarga lancar, dan mampumemahami dan memenuhi kebutuhan penerima manfaat.Kata Kunci: rehabilitasi sosial, penyandang disabilitas mental, unit informasi dan layanan sosial

    396

    full texts

    599

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Kementerian Sosial RI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇