e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
    599 research outputs found

    PENGUATAN KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT - STRATEGI ANTISIPASI DAN PENANGANAN KONFLIK DENGAN KEKERASAN ANTAR KELOMPOK MASYARAKAT

    No full text
    Ketahanan sosial dan pembangunan merupakan dua konsep yang tali-temali. Di satu sisi, ketahanan sosial masyarakat menjadi pra kondisi terselenggaranya pembangunan, dan pada sisi yang lain pembangunan diselenggarakan dalam rangka mewujudkan ketahanan sosial masyarakat. Dengan demikian ketabanan sosial masyarakat merupakan tujuan yang akan dicapai, sekaligus merupakan pra kondisi dalam penyelenggaraan pembangunan. Sebagaipra kondisi, maka diperlukan upaya pengembangan masyarakat yang diarahkan pada pemenuhan kebutuhan sosial dasar, optimalisasi pelaksanaan peranan dan tugas - tugas ke hidupan serta penyelesaian permasalahan dengan membangun jaringan kerja dan gerakan sosial dari berbagai kelompok masyarakat

    PENDAPAT MASYARAKAT TENTANG KEBERADAAN PELACURAN DI PEMUKIMAN YANG BERBAUR DENGAN TEMPAT PELACURAN

    No full text
    Ada berbagai pendapat masyarakat tentang keberadaan pelacuran eks-lokalisasi pelacuran "Pantai Harapan" dan "Pemandangan" di kecamatan Panjang Kotamadya Bandar Lampung. Walaupun lokalisasi tersebut telah ditutup melalui SK Gubernur Lampung pada tahun 1995, namun pelacuran di tempat tersebut masih tetap berlanjut.Hasil penelitian di dua lokasi pelacuran tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar remaja sebagai generasi muda yang bermukim di daerah tersebut tidak setuju dengan keberadaan kegiatan pelacuran. Sebagian kecil remaja mengatakan tidak ada masalah. Demikian juga sebagian besar generasi tua terutama para orang tua mereka mengatakan bahwa keberadaan pelacuran tidak ada pengaruhnya terhadap anak-anak mereka.Menurut tokoh masyarakat setempat, dengan ditutupnya kedua lokalisasi, bursa pelacurantetap berlanjut baik di tempat semula maupun berpindah tempat operasi di jalan dandiskotik. Disimpulkan bahwa keberadaan pelacuran perlu pengawasan pemerintah

    ADAPTASI MASYARAKAT URBAN TERHADAP PERUBAHAN SISTEM MATA PENCAHARIAN DAERAH OTONOMI BARU KOTA TANGERANG SELATAN BANTEN

    Get PDF
    Riset ini ditujukan untuk mengkaji ketahanan sosial-ekonomi masyarakat miskin perkotaan terhadap perubahan daerah otonomi baru Kota Tangerang Selatan 2008. Yakni apa saja bentuk adaptasi sosial dan ekonomi yang berkembang dan bagaimana konsekuensi pilihan adaptasi dalam upaya merespon situasi sosial ekonomi paska pemekaran daerah otonomi baru tersebut. Metode riset yang digunakan adalah survei-kuantitatif terhadap warga di kampung miskin melalui penarikan sampel secara multistage random sampling. Hasil yang didapatkan adalah sekurangnya terdapat tiga klasifikasi (tipologi) masyarakat miskin perkotaan dalam merepon perubahan daerah otonomi baru. Pertama adalah individu atau masyarakat yang cepat menyesuaikan dengan situasi baru, mampu mengatasi dan menyesuaikan halangan-tantangan yang ada di lingkunganya, meskipun tidak selalu berhasil memanfaatkan sumber-sumber perekonomian yang tersedia. Kedua, sulit melakukan penyesuaian dengan norma-norma baru, atau tidak mampu menyesuaikan dengan ketegangan-ketegangan elit-politis yang terjadi, meskipun juga tak mampu menolak/tidak berdaya dengan pelbagai perubahan yang terjadi. Ketiga, menolak perubahan dan tidak bersedia menyesuaikan dengan keadaan yang ada meski tetap “terpaksa†hidup bersama baik secara sosial dan ekonomi. Uniknya mereka yang dalam kategori ini adalah masyarakat dengan status sosial menengah ke-atas, atau tingkat pendapatan yang layak, atau di atas 4 juta ke-atas. Kategori ketiga ini adalah model penyesuaian “terbaru†yang nampaknya khas pada masyarakat urban

    IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI JENEPONTO, SULAWESI SELATAN

    No full text
    Penelitian  Implementasi  Program  Keluarga  Harapan  di  Jeneponto,  bertujuan  untuk  mengidentifikasi pelaksanaan, hasil yang dicapai dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan PKH di Jeneponto. Studi ini menggunakan metode deskriftif dengan pendekatan kualitatif. Responden penelitian, yaitu kepala keluarga miskin, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial, Ketua Bapeda Kepala Dinas Pendidikan Nasional, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kabupaten, serta Pendamping. Pengumpulan data dengan tehnik wawancara mendalam, studi dokumentasi dan FGD. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa pelaksanaan dan capaian hasil PKH di Jeneponto belum optimal. Hal ini disebabkan oleh sejumlah hambatan, yang berkaitan dengan kondisi wilayah yang sulit dijangkau, baik dari aspek transportasi maupun komunikasi. Disarankan perlunya program ini lebih ditingkatkan dangan memperluas cakupan peserta PKH dan peningkatan kapasitas pendamping yang dilengkapi sarana transportasi dan komunikasi yang memadai, mekanisme pembayaran melalui bank, meningkatkan sistem informasi manajemennya, penataan ulang dengan mengadakan intervensi di bidang sosial ekonomi keluarga, dan memperpanjang pendidikan anak hingga SLT

    Pengantar Redaksi Volume 5 No.02 Januari - April 2016

    No full text

    EKSPLOITASI SEKS KOMERSIAL ANAK JALANAN PEREMPUAN DI KOTA KARAWANG JAWA BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keberadaan anak jalanan perempuan di Karawang, dimana sebagian dari mereka sudah melakukan aktivitas seksual komersial. Faktor ekonomi dan tuntutan gaya hidup, merupakan kondisi yang mendorong anak jalanan perempuan tersebut melakukan aktivitas seksual komersial. Sebagian dari mereka melakukan aktivitas seksual komersial sebagai sumber ekonomi. Kondisi anak jalanan perempuan di Karawang sudah mengkhawatirkan, karena sebagian dari mereka terindikasi terinvensi HIV/AIDS. Sehubungan dengan itu, diperlukan langkah-langkah yang cepat dan tepat dalam upaya memberikan perlindungan dan penyelamatan terhadap anak-anak perempuan tersebut. Pemerintah Kabupaten Karawang perlu segera mengembangkan skema bantuan sosial untuk meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga miskin agar mampu mencukupi kebutuhan keluarga terutama untuk anak-anak mereka. Bersamaan dengan itu diperlukan upaya peningkatan ketahanan sosial keluarga

    PEMBINAAN LANJUT BAGI PENYANDANG DISABILITAS TUBUH DI PALEMBANG DAN MAKASSAR

    Get PDF
    Pembinaan lanjut Bagi Penyandang Disabilitas Tubuh di Palembang dan Makassar merupakan studi evaluasi salah satu tahap rehabilitasi sosial di Panti Sosial Bina Daksa. Studi ini bertujuan mengetahui kondisi faktual pelaksanan pembinaan lanjut yang dilakukan oleh Panti Sosial Bina Daksa. Metode penelitian adalah diskiptif dengan pendekatan kualitatif. Teknis pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Pembinaan lanjut dilaksanakan dalam bentuk pemantauan untuk melihat perkembangan fisik, mental dan sosial setelah eks klien kembali ke keluarganya. Pada kegiatan tersebut eks klien dan keluarganya diberikan motivasi, bimbingan penyusunan proposal, bantuan pengembangan usaha ekonomis produktif, menghubungkan kebutuhan eks klien dengan sistem sumber. Hasil dari pembinaan lanjut tersebut dirasakan manfaatnya bagi eks klien maupun keluarganya. Namun demikian masih diperlukan perbaikanperbaikan dalam pelaksanaan tindak lanjut, sehingga ke depan akan lebih optimal lagi dalam mewujdukan eks klien yang mandiri dan produktif

    PENDEKATAN SISTEMIK MENANGANI PENYIMPANGAN PERILAKU ANAK

    Get PDF
    Permasalahan yang dialami oleh anak merupakan hasil interaksinya dengan lingkungan. Peran lingkungan besar pengaruhnya terhadap munculnya permasalahan perilaku tindak kriminal. Disamping itu perilaku seseorang dengan semua aspeknya merupakan proses belajar. Permasalahan yang kompleks dari anak membutuhkan pendekatan sistemik dalam penangananya sehingga anak, keluarga, teman sebaya, masyarakat dan aksesibilitas yang dianggap sebagai kelompok yang mempengaruhi juga harus mendapat perhatian. Melalui studi pustaka, tulisan ini akan mengungkap tentang penyimpangan perilaku anak dan pendekatan sistemik dalam menanganinya. Pada pendekatan sistemik ini akan mengungkapkan sistem yang berpengaruh terhadap anak antara lain sistem keluarga, sistem pertemanan, sistem kemasyarakatan dan sistem aksesibilitas. Tujuan tulisan ini akan memuat tentang bentuk penyimpangan perilaku pada anak, teori yang mendasari pendekatan sistemik, sistem yang terkait dengan penyimpangan perilaku anak dan model sistemik dalam penanganan penyimpangan perilaku anak. Akhir dari pendekatan sistemik ini diharapkan anak akan dapat berfungsi kembali sesuai dengan tugas perkembangnnya yang sesuai dengan norma yang berlaku. Permasalahan anak berperilaku menyimpang bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja tetapi menjadi tanggungjawab semua pihak

    KEKERASAN VERSUS DISIPLIN DALAM PENGASUHAN ANAK

    Get PDF
    Setiap orang tua memiliki harapan yang hampir sama terhadap anak-anaknya, yakni sebagai anak yangbaik dan berhasil dimasa dewasa nanti, yang dilampaui melalui proses pengasuhan. Tidak jarang orangtuaatau orang dewasa lain melakukan pemukulan, hardikan sebagai cara untuk mendisiplinkan anak agaranak jera tidak berperilaku buruk kembali. Sebagian orang tua atau orang dewasa lain percaya bahwa caratersebut berhasil sebagaimana mereka peroleh dari orangtua. Kontroversi pemahaman antara kekerasanatas nama disiplin dengan capaian perilaku kerap terjadi. Padahal pengasuhan disertai kekerasan tidak akanmengatasi perilaku buruk pada anak dan tidak akan menjamin anak disiplin saat dewasa nanti. Metodedisiplin positif menjadi alternatif para orang tua dan atau orang dewasa lain untuk mengelola tingkah lakuburuk pada anak tanpa harus menghukum anak. Dengan metode ini, Orang tua atau orang dewasa lain akanmemahami bagaimana cara menghadapi perilaku buruk anak, dengan memperhatikan perasaan dan pikirananak serta dan prinsip-prinsip perkembangan anak. Selain itu akan mendorong munculnya perilaku baikpada anak, seperti mengembangkan rasa percaya diri (self confidence), kedisiplinan diri, tanggung jawab,harga diri (self-esteem) yang sehat serta berbagai keterampilan hidup (life skills) misalnya keterampilandalam memecahkan masalah, yang kesemuanya akan berguna bagi masa depan anak.Kata Kunci: disiplin, kekerasan, pengasuhan

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ASISTENSI SOSIAL LANJUT USIA TELANTAR

    No full text
    Tulisan ini merupakan hasil kajian terhadap kebijakan Asistensi Sosial bagi Lanjut Usia Telantar (ASLUT). Kajian bertujuan: untuk mengetahui input, implementasi program ASLUT, faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi dan hasil yang dicapai. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik, wawancara mendalam (indept interview), diskusi kelompok terfokus, observasi dan studi dokumentasi. Sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh lansung dari lapangan melalui wawancara, dan observasi serta data sekunder yang diperoleh dari hasil SUSENAS, hasil penelitian dan dokumen-dokumen lainnya yang terkait dengan kebijakan program ASLUT. Model analisis kebijakan yang dilaksanakan adalah Model Retrospektif, yaitu kajian implementasi kebijakan ASLUT dengan pendekatan pendekatan evaluatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan ASLUT sudah dilaksanakan sesuai dengan pedoman yang tertera dalam Permensos Nomor 12 Tahun 2013 Tentang Program ASLUT, namun dalam implementasinya masih terdapat hambatan antara lain: 1). Data populasi lansia telantar; 2). Keterbatasan kuota lanjut usia telantar yang mendapatkan ASLUT; 3). Skema dan kriteria penargetan ASLUT; 4). Koordinasi peranan pusat, daerah, dan swasta dalam mendukung anggaran ASLUT. Walaupun demikian program ASLUT sangat dirasakan manfaatnya baik bagi lansia Telantar maupun keluargany

    396

    full texts

    599

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Kementerian Sosial RI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇