e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
    599 research outputs found

    PENGEMBANGAN MODEL ALTERNATIF MENANGANI ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM BERBASIS MASYARAKAT DI KELURAHAN CIPINANG BESAR UTARA, JAKARTA TIMUR

    No full text
    Undang- undang No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak diberlakukan tahun 2014. Hal ini memberikan peluang besar dilakukannya diversi, sehingga peran serta masyarakat sangatlah penting dalam menangani anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Penelitian ini mengembangkan suatu model berbasis masyarakat di Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui action research. Ada tiga tahapan penelitian yaitu tahap look, think danact. Sifat penanganan yang dikembangkan ada dua antara lain pencegahan (preventive) dan pemulihan (rehabilitative). Hasil penelitian ini memperlihatkan ada empat program yang dikembangkan antara lain: 1) sosialisasi kepada masyarakat dan anak, 2) manajemen kasus dan pemberian bantuan sosial anak, 3) membangun kelompok dukungan keluarga, dan 4) membangun kelompok dukungan sebaya. Proses penanganan berbasis masyarakat (community  based) yaitu dilakukan dengan terencana, hal ini untuk memfasilitasi dan mengembangkan kapasitas individu, kelompok dan masyarakat guna merespon masalahmasalah yang ada. Pengembangan masyarakat sebagai strategi proses perubahan yang sistemik, terencana dan membebaskan kelompok yang puas dengan diri sendiri (pasrah), kehilangan atau mengalami deprivasi, penuh ketakutan serta kemiskinan, kedalam kondisi masyarakat yang teratur penuh kesadaran, memiliki keberdayaan, penuh percaya diri, adil dan manusiawi

    Pemberdayaan Melalui KUBE PKH :Studi Kasus di Nagari Linggo sari Baganti Air Haji Kabupaten Pesisir Provinsi Sumatera Barat

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan pemberdayaan sosial melalui KUBE PKH di Nagari Muaro Gadang Air Haji-Kecamatan Linggo Sari Baganti-Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sejalan dengan hal ini, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan focus group discussion (FGD). Informan dipilih secara purposif sesuai tujuan penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menjawab permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pemberdayaan melalui KUBE PKH di Nagari Muaro Gadang Air Haji-Kecamatan Linggo Sari Baganti-Kabupaten Pesisir Selatan berjalan dengan memadukan pendekatan top down dan bottom up yang secara operasional mempunyai kecenderungan sekunder.  Dari 5 KUBE PKH, 4 diantaranya berkembang dengan baik, dan 1 KUBE PKH gagal. Bagi KUBE PKH yang berkembang, dari 4 tahapan, proses pemberdayaan baru berjalan 3 tahapan, yaitu tahap inisiatif, pembentukan kelompok dan aksi kelompok. Sementara tahapan pengembangan belum berjalan. Namun proses pemberdayaan sudah berjalan pada arah pembangunan kelompok KUBE PKH sebagai media bantu diri (selp help group) bagi anggotanya. Sejalan dengan hal ini dibutuhkan proses pendampingan dalam rangka pengembangan KUBE PKH. Untuk itu kepada pihak penyelenggrara program, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Dinas Sosial dan Nakertrans Kabupaten Pesisir Selatan, dan tenaga pendamping PKH agar lebih mengarahkan pengembangan 4 KUBE PKH yang dinilai berhasil dengan cara  menjajagi kemungkinan koperasi simpan pinjam KUBE PKH menjadi lembaga yang berbadan hukum. Mengingat saat ini regulasi semua KUBE PKH di lokasi penelitian masih bersifat lisan perlu dituangkan secara tertulis. Pengembangan juga perlu mempertimbangkan perluasan anggota kelompok KUBE PKH, baik dengan menambah  anggota dari nagari yang sama, maupun dari luar nagari dengan terlebih dahulu mengkaji kesiapan internal KUBE PKH yang bersangkutan. Dengan demikian, masyarakat sekitar ikut serta menjalani proses pemberdayaan. Kata Kunci  : Pemberdayaan, Kelompok, Kelompok Usaha Bersama.Â

    Pemahaman Masyarakat Tentang Kekerasan Seksual Pada Anak di Kupang

    Get PDF
    Abstrak      Kekerasan seksual terhadap anak terlihat semakin marak kasusnya, karenanya diperlukan informasi sampai sejauh mana pemahaman masyarakat tentang kekerasan seksual dimaksud, khususnya yang dilakukan oleh orang-orang terdekat (incest), yang dampaknya membawa trauma serius dan berkepanjangan bagi korban anak yang mengalami kekerasan seksual ini.       Pemahaman ini diperoleh dari enam puluh informan yang merupakan warga terdekat domisilinya dengan anak korban kekerasan seksual, termasuk dekat dengan lembaga sosial yang menangani kasus kekerasan dimaksud.        Penggalian informasi terhadap pemahaman dimaksud, adalah informan yang berdomisili di kota Kupang sejumlah enam puluh orang yang ditetapkan secara purposif, dengan tujuan diperolehnya informasi dan data tentang pengetahuannya terhadap kekerasan seksual terhadap  anak, termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Hasil penelitian diketahui, cukup besar jumlahnya dari informan yang tidak mengetahui secara detail tentang masalah kekerasan seksual terhadap anak, apakah itu korbannya, pelakunya, dan instansi dan atau lembaga sosial yang menangani masalah ini. Untuk itu diusulkan dalam rekomendasi untuk dilakukan sosialisasi berkesinambungan terhadap masyarakat mengenai kekerasan seksual terhadap anak, dampak, implikasinya terhadap korban dan lembaga atau instansi pemerintah yang menangani kasus dimaksud. Kata Kunci : Pemahaman- kekerasan seksual anak-Kota Kupang   Abstrack      Children sexual abusement and harassment increasingly widespread, because of that we are need more information about how far people know about this case, especially abusement who is doing by relative or incest, which the effects get serious traumatical ang still continuously for the victim.      This concept we are get from sixty informants. They are all neighborhoods who are live nearby with the victim, and also near with social institution that is take care of this case.      This information, that social institution got from sixty informants, they are from Kupang City, which is got by purposive. With this information and data about the case the result tell us that these sixty informants aren’t know about children sexual abusement or harassment case, or who is the sucpect, or victim or social institution which is take care of this case. Therefore, social institution needs to socialize about children sexual abusement and harassment, about the impacts, or social institution which is take care this case. Keywords : Understanding-Children Abusement-Kupang Cit

    KEJAHATAN SEKSUAL YANG DILAKUKAN KAUM PEDOFILIA

    No full text
    Suatu gejala baru muncul dalam kehidupan masyarakat, terutama yang menimpa anak-anak yaitu gejala kejahatan/pelecehan Seksual oleh Pedofilia. Di kota-kota besar kaum pedofilia sudah gentayangan dan mengincar anak-anak usia di bawah 13 tahun baik itu anak laki-laki, maupun anak perempuan. Kasus pedofilia yang suka melakukan hubungan seksual dengan anak-anak ini semakin hari semakin banyak kasusnya.Sementara itu belum adanya Undang-undang Perlindungan Anak yang melindungi anak dari kekerasan fisik maupun seksual, kasus pelecehan seksual terhadap anak yang merupakan "delik aduan, belum adanya pendidikan seks bagi anak dan belum adanya ternpat khusus yang melayani terapi kejiwaan terhadap anak korban kejahatan/pelecehan seksual, merupakan suatu kendala tersendiri untuk mencegah, melindungi dan melayani anak - anak korban kejahatan/pelecehan seksual yang dilakukan oleh kaum pedofilia.Upaya komprehensif yang dilakukan Pemerintah terhadap kejahatan seksual oleh kaum pedofilia harus segera terwujud, agar anak-anak korban kejahatan tersebut dapat terlindungi dan a tau dapat ditekan kasusnya pada masa mendatang

    PROFIL KEHIDUPAN EKS-PENDERITA TUBERKULOSIS PARU - KASUS DI KOTA PALEMBANG

    No full text
    Penyakit Tuberkulosis Paru memiliki dua permasalahan utama, yaitu: masalah kese hatan dan masalah sosial. Masalah kesehatan meliputi yang bersal dari penyakit, penyebab penyakit dan obat - obatan. Sedangkan masalah sosial merupakan hambatan yang penting, karena dapat menyebabkan kegagalan pengobatan Tuberkulosis Paru. Masalah sosial ini antara lain meliputi pendidikan yang rendah, pengetahuan yang rendah, higiene yang buruk, pengaruh sosial budaya di masyarakat, kemiskinan, keterlambatan mendeteksi penyakit dan faktor dari pihak petugas.Dari basil penelitian dapat diketahui bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga eks penderita Tuberkulosis Paru di lokasi penelitian sangat memprihatinkan, sebab mereka merupakan permasalahan sosial yang seharusnya ditangani oleh Pemerintah Daerah Kota Palembang khususnya Dinas Sosial setempat. Dari hasil pengumpulan data diperoleh gambaran bahwa sebagian besar (70%) responden memiliki pendidikan di bawah SLTA; hanya ada 30% responden yang pernah duduk di bangku SLTA. Sedangkan jika dilihat dari peker jaan dan penghasilan mereka, hampir semua responden memiliki mata pencaharian di sek tor informal atau sebagai pekerja kasar dengan penghasilan per bulan masih di bawah Rp600,000. Jika penghasilan mereka dihubungkan dengan kebutuhan minimum dari ukuran Sajogyo, yaitu 360 kg akan tetapi kurang dari 480 kg per kapita per tahun, maka sebagian besar (75%) responden dapat dikatakan hidup masih di bawah garis kemiskinan. Jika penghasilan para keluarga responden dihubungkan dengan tanggungan keluarga yang jumlahnya mencapai 4-5 orang per keluarga dan penghasilan tersebut dibelikan beras yang harganya mencapai Rp3,000 per kg pada saat penelitian, maka sebagian besar 75% respon den tersebut tidak mungkin mendapatkan beras

    KASUS KELUARGA ANAK JALANAN

    No full text
    Krisis ekonomi yang berkepanjangan mempengaruhi berbagai segi kehidupan masyarakat baik di perkotaan maupun di perdesaan. Khusus di pedesaan sangat dirasakan, apalagi di desa sulit mencari kerja, hal ini mendorong orang migrasi ke kota untuk bekerja. Adanya migrasi dari desa ke kota membawa permasalahan baru di antaranya kepadatan penduduk di suatu lokasi, sehingga wilayah tersebut menjadi tidak teratur dan kumuh. Sebagai studi kasus, penulis mengungkap permasalahan keluarga anak jalanan ditinjau dari segi sosial dan ekonomi dan penyebab anak menjadi anak jalanan.Pengungkapan kasus menunjukkan bahwa keluarga anak jalanan telah melaksanakan fungsi sosialnya, namun dari sisi ekonomi tidak cukup menunjang untuk kebutuhan sehari hari, ditambah dengan kondisi lingkungan yang tidak mendukung, menjadikan anak tergugah/terdorong untuk mencari penghasilan tambahan yakni sebagai penyemir sepatu di tempat keramaian orang seperti terminal bus. Menjadi penyemir sepatu bagi anak tersebut pada prinsipnya hanya ingin membantu orang tuannya dalam memenuhi kebutuhan sehari hari keluarganya, tetapi ada juga anak menjadi penyemir sepatu karena, terpengaruh oleh faktor lingkungan diterminal bus, seperti diajak temannya sebagai penyemir sepatu dan penghasilan dari jasa tersebut, tidak untuk kebutuhan orang tuanya, melainkan jajan bersama temanny

    STRATEGI KETAHANAN HIDUP ISTRI NELAYAN MISKIN - Studi Kasus Di Desa Segara Jaya dan Samudera Jaya Kabupaten Bekasi

    No full text
    Dalam penelitian untuk mengetahui strategi ketahanan hidup istri nelayan miskin, peneliti mengambil dua kasus yang berbeda. Pertama istri nelayan miskin yang hanya mengambil "yang terbaik" dari dunia domestik (bekerja dalam rumah tangga tanpa upah). Sedangkan yang ke dua istri nelayan miskin yang tidak hanya bekerja dalam keluarga tanpa upah, tetapi juga mereka mengambil dunia publik (bekerja di luar rumah untuk mendapatkan upah), dalam strategi ketahanan hidupnya agar dapat survival. Pilihan istri nelayan miskin sebagai ibu rumah tangga berperan dalam kontek-kontek yang berada dalam ruang lingkup pekerjaan rumah tangga. Pilihan ini sebenarnya tidak ideal, karena mereka tidak dapat menyumbangkan nafkah bagi keluarga yang tidak dapat dipenuhi oleh suaminya. Untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarganya mereka hanya mampu memanfaatkan stratgi sosial dengan memanfaatkan solidaritas sosial dari tetangga dan pranata sosial yang ada di lingkungannya. Walaupun demikan tetap kita hargai sebagai pilihannya, mereka ini adalah istri nelayan miskin di desa segara Jaya. Sedangkan istri nelayan miskin di desa Samudera Jaya yang juga mengambil bekerja di luar rumah disamping juga bekerja di dalam rumah, mereka dapat memanfaatkan strategi sosial ekonomi. Pilihan mereka ternyata dapat mengatasi kebutuhan keluarganya dalam menutupi kekurangan nafkah yang diberikan oleh suaminya. Mereka terlihat lebih mampu mengatasi kebutuhan keluarganya, bahkan dapat keluar dari kemiskinan yang di sandangnya

    KONDISI SOSIAL PSIKOLOGIS DAN EKONOMI ABH PASCA MEMPEROLEH REHABILITASI SOSIAL DI PSMP ANTASENA, MAGELANG - JAWA TENGAH

    No full text
    Anak  yang  berkonfik  dengan  hukum  (ABH)  merupakan  permasalahan  kesejahteraan  sosial  yang menjadi perhatian Kementerian Sosial RI. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang bertujuan menggambarkan impelementasi dan dampak rehabilitasi sosial terhadap kondisi sosial, psikologis dan ekonomi ABH. Responden yaitu petugas panti, keluarga ABH dan ABH yang sudah selesai memperoleh rehabilitasi sosial. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi dokumentasi, wawancara dan FGD. Data dan informasi yang telah dikumpulkan dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan sikap dan perilaku, yang semula suka minum minuman keras, penyalahgunaan obat, nongkrong, mencuri, melawan orang tua dan kenakalan lainnya sudah tidak nampak.Perubahan sikap tersebut diwujudkan dalam bentuk perilaku yang santun, sopan, ramah, hubungan dengan keluarga dan lingkungan baik, bahkan teman-teman yang bandel pernah dibujuk untuk masuk panti agar mereka tidak nakal. Keberadaan eks penerima manfaat yang telah kembali dari panti sangat melegakan. para eks penerima manfaat tidak meresahkan masyarakat lagi, bahkan dapat dijadikan contoh bagi anakanak yang nakal, dan panti dapat dijadikan rujukan. Kemandirian eks penerima manfaat juga ditunjukkan dalam bentuk usaha yaitu jualan es, tambal ban, bengkel las dan membuka lapak sendiri yang semua kegiatan tersebut dapat membantu menopang hidupnya sendiri bahkan dapat membantu orang tua dan adikadiknya dalam memebuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Saran untuk optimalisasi program ke depan yaitu pengembangan kerjasama dalam bentuk sinergitas program dengan pihak-pihak terkait, terutama dengan dunia usaha dan pusat-pusat belajar masyarakat, baik dalam pengembangan keterampilan, perubahan sikap/perilaku dan penyaluran kerja, serta sosialisasi

    IMPLEMENTASI UNDANG UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK: DALAM PERSPEKTIF KEMENTERIAN SOSIAL

    Get PDF
    Diberlakukannya Undang Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) membutuhkan persiapan yang tidak sederhana. Kesiapan regulasi, lembaga maupun sumberdaya manuasia pelaksana undang-undang ini menjadi sangat penting dalam menyelesaikan masalah Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH). Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif. Informan yang dipilih sesuai dengan kriteria dengan pelaksanaan SPPA. Dengan demikian pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan pedoman umum, partisipasi observasi, diskusi kelompok terfokus dan studi kepustakaan/dokumentasi. Artikel ini bertujuan untuk melihat kesiapan-kesiapan tersebut, yaitu kesiapan regulasi, kelembagaan dan sumberdaya manusia. Penelitian ini dilaksanakan di empat wilayah tempat yang ada Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) dibawah Kementerian Sosial yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Mataram dan Sulawesi Selatan. Kesiapan regulasi pada tataran mikro, merupakan hal yang paling urgen untuk segera dipenuhi oleh Kementerian Sosial

    DEMENSIA PADA LANJUT USIA DAN INTERVENSI SOSIAL

    Get PDF
    ABSTRAKArtikel ini membincangkan mengenai persoalan dementia senilis, faktor penyebab dan akibatnya, gangguan psikologis dan intervensi yang sesuai untuk mengatasi masalah dementia yang dialami para lanjut usia. Demensia senilis merupakan jenis kemunduran ingatan yang terjadi pada orang yang berusia lanjut. Demensia diakibatkan karena gangguan neuro degenerative. Faktor utama yang menjadi penyebab adalah faktor usia, dimana usia yang semakin lanjut menyebabkan potensi untuk mengalami dementia semakin besar. Akibat dari dementia terjadi gangguan psikologis yang disebabkan karena terganggunya sistem fungsi daya ingatan yang semakin lama semakin berkurang terutamanya sistem ingatan jangka pendek (short term memory). Ada tiga jenis intervensi yang dapat dilakukan untuk membantu dementia yaitu intervensi lingkungan, intervensi keluarga dan intervensi psikologis. Kata kunci: Demensi, Lanjut Usia, Intervensi Sosial

    396

    full texts

    599

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Kementerian Sosial RI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇