e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
    599 research outputs found

    Hal Depan Sosiokonsepsia Vol.17 No.01 Januari April 2012

    No full text

    KEMISKINAN PERKOTAAN: STRATEGI PEMULUNG DI KOTA AMBON

    Get PDF
    AbstractScavengers are part of the urban poor communities that their daily activities in the informal sector by collecting used goods sold for revenue. Scavengers do not require the formal requirements and easy job to do, but full of challenges and risks. Work life scavenger is a challenge that must be done because of poverty conditions and anticipate the household income. In the administration of the city of Ambon has 5 districts namely Ambon Bay Baguala districts, Sirimau, Nusaniwe, Ambon Bay, and South Leitimur. UPTD IPST data from the Office of Ambon in 2016, the number totaled 230 Scavenger scattered in districts Sirimau, Nusaniwe, and South Leitimur. This research was conducted in four districts namely: Sirimau, Nusaniwe, Baguala, and South Leitimur, as scavengers scattered in the districts. Tthe aim of this study was to describe the causes of poverty in poor communities scavengers, identify factors ignorance about household financial management of poor scavengers community, and formulate urban poverty reduction strategies are effective. The method used is quantitative descriptive, WITh data collection techniques; observation, interviews, and questionnaires. Data were analyzed using descriptive methods. The results achieved by the characteristics of the pemulungt sample (scavengers), WITh low income, standard of uninhabitable housing, low health status, education and knowledge is inadequate and results in the inability to manage household finances well. This resulted in them (scavengers) barely have a plan for the future of the family, including the children's education.Keywords: Scavengers, poverty, Ambon. AbstrakPemulung  merupakan bagian dari   komunitas miskin  perkotaan yang aktivitas  kesehariannya  pada sektor  informal dengan melakukan  pengumpulan barang  bekas untuk  dijual demi memperoleh pendapatan.  Pemulung tidak  memerlukan  persyaratan  formal  dan pekerjaannya mudah untuk dilakukan, namun  penuh  tantangan dan  resiko. Pekerjaan  pemulung  merupakan  tantangan  hidup  yang  mesti  dilakukan  karena  kondisi kemiskinan dan mengantisipasi pendapatan rumahtangga. Secara administrasi  Kota Ambon  memiliki 5 kecamatan yakni Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Sirimau, Nusaniwe, Teluk Ambon, dan Leitimur Selatan. Dari data Kantor UPTD IPST Ambon tahun 2016, jumlah Pemulung   yang memiliki kartu yang  tersebar  berjumlah  230 pada kecamatan Sirimau, Nusaniwe,  dan Leitimur Selatan.  Penelitian ini dilakukan  pada 4 kecamatan yakni: Sirimau, Nusaniwe,  Baguala, dan Leitimur Selatan,  karena  pemulung  tersebar  pada  kecamatan tersebut.  Tujuan  dari  penelitian ini adalah untuk menggambarkan  faktor  penyebab  kemiskinan  menurut  komunitas miskin pemulung, mengetahui  faktor  ketidaktahuan tentang  manajemen keuangan  rumah tangga komunitas  miskin pemulung, dan  merumuskan  strategi  pengentasan  kemiskinan  perkotaan yang efektif. Metode  yang digunakan adalah  deskriptif kuantitatif,  dengan teknik  pengumpulan  data; observasi, wawancara, dan angket.  Data dianalisis dengan menggunakan  metode  deskriptif.  Hasil yang dicapai berdasarkan  karakteristik pemulung (pemulung), dengan tingkat pendapatan yang rendah, standart rumah tidak layak huni, derajat  kesehatan rendah, pendidikan dan pengetahuan yang minim sehingga mengakibatkan ketidakmampuan dalam mengelola keuangan  rumah tangga dengan  baik. Hal ini mengakibatkan mereka (pemulung) nyaris tidak memiliki perencanaan untuk masa depan keluarga termasuk pendidikan anak-anak.Kata Kunci: Pemulung, kemiskinan, Ambon

    PENANGANAN FAKIR MISKIN DITINJAU DARI KONSEP-KONSEP PEKERJAAN SOSIAL

    Get PDF
    This paper aims to mendiskripsikan the poor (FM)  handling in the perspective of social work.  The perspective of the social work in the handling of the poor is described using the concepts of social work major.  The concepts referred to are: self-help, human rights, social justice, needs, the source of fulfillment, person – in – the situation, social functioning and planned changed.  Refer to the concepts, then the poor handling in the perspective of social work are as follows: the poor is seen as a subject who has dignity and self-respect are the same as other humans.  FM understood in relation to its social environment, where he resides.  FM is seen as a person who has the potential inherent in himself and in relation to the environment.  Therefore, the handling capacity in addition to FM, also with self pen enhancement the capacity of the source systems and the fight for social justice in the community.  Activities handling FM needs to be done programmatically and systematically involving various stakeholders, and conducted gradually from: Engagement, Assessment, planning, implementation, evaluation and Termination.     Keywords: poor, perspective, social work.Â

    DEPRESI : SUATU TINJAUAN PSIKOLOGIS

    Get PDF
    Depresi bisa terjadi akibat banyaknya permasalahan dan perubahan sosial dan kultur sebagai laju pertumbuhan global, terutama kemajuan teknologi yang semakin meningkat. Tak dipungkiri dengan kemajuan teknologi secara global ini, membawa dampak positif dan negatif. Tentunya dampak negatif yang kita harus hindari karena akan membawa pada ketidakstabilan kehidupan jika seseorang tidak memiliki ketahanan diri yang akan menimbulkan depresi bagi seseorang yang mengalaminya. Depresi merupakan gangguan emosional yang ditandai dengan perasaan tertekan, perasaan bersalah, kesedihan, kehilangan minat, dan menarik diri dari orang lain yang dapat berpengaruh pada hubungan interpersonal. Seseorang yang mengalami depresi pada umumnya menunjukkan gejala fisik, psikis dan gejala sosial yang khas, seperti murung, sedih, sensitif, gelisah, mudah marah atau kesal, kurang bergairah, kurang percaya diri, hilang konsentrasi, bahkan bisa kehilangan daya tahan tubuh pada seseorang yang mengalaminya. Untuk itu kajian ini disusun  guna membantu agar : (1) lebih mudah dipahami apa itu depresi, serta dapat memperluas wawasan mengenai gangguan psikologis, khusunya depresi, (2) dapat digunakan sebagai dasar pengetahuan untuk berpartisipasi dalam memberikan informasi bagi masyarakat. (3) sebagai upaya menuju kepada kesehatan fisik dan mental, karena depresi dapat memicu  munculnya penyakit fisik serta dapat memicu ke arah penyalahgunaan obat maupun zat adiktif, dan munculnya keinginan bunuh diri. Kata kunci: Depresi, permasalahan, perubahan sosial, gangguan psikologi

    Halaman Belakang Volume 7, No.2 Juni 2002

    No full text

    PERAN DINAS SOSIAL DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KOTA SUKABUMI

    No full text
    Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan sosial yang ada Kota Sukabumi yang menjadi sasaran program dinas sosial. Program penanggulangan kemiskinan telah dilaksanakan, namun demikian belum ada data yang dapat menjelaskan sejauh mana efektivitas program tersebut. Berkaitan dengan permasalahan penelitian, maka penelitian dilaksanakan dengan tujuan mengetahui peran dinas sosial Sukabumi dalam penanggulangan kemiskinan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dan informasi dikumpulkan melalui hasil wawancara terstruktur, studi dokumentasi terhadap hasil penelitian terdahulu, laporan-laporan dan literatur yang relevan, dan observasi. Sebagai informan, yaitu petugas dinas sosial dan instansi sektoral terkait. Hasil penelitian membuktikan, bahwa peran dinas sosial Sukabumi dalam penanggulangan kemiskinan belum mencapai tujuan secara optimal. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya jumlah dan kualitas sumber daya manusia, anggaran yang belum mendukung, koordinasi masih lemah, sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pelaksanaan program masih terbatas. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada dinas sosial untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas program dengan instansi terkait di daerah, meningkatkan intensitas konsultasi dengan instansi sosial provinsi dan pusat

    KEMANDIRIAN EKS PENERIMA MANFAAT PANTI SOSIAL BINA DAKSA

    Get PDF
    Program rehabilitasi sosial melalui Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memenuhi hak-hak penyandang disabilitas. Tulisan ini adalah bagian dari hasil penelitian yang berjudul “Efektivitas Pelayanan Panti Sosial Bina Daksaâ€, bertujuan untuk mengetahui kemandirian eks penerima manfaat PSBD. Kemandirian adalah salah satu tujuan dari PSBD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi yaitu kuantitatif dan dibantu dengan kualitatif. Respondennya dan informannya adalah petugas panti dan eks penerima manfaat yaitu penyandang disabilitas tubuh yang pernah mendapat pelayanan dan rehabilitasi pada PSBD. Hasil penelitian menunjukkan kemandirian penyandang disabilitas tubuh eks penerima manfaat pada PSBD cukup baik. Kemandirian penyandang disabilitas tubuh sangat dipengaruhi oleh: 1) Kondisi kedisabilitasan yang disandangnya; 2) Dukungan keluarga dan lingkungan sosialnya; 3) Proses rehabilitasi yang diterimanya di PSBD, 4) Majikan atau atasannya di tempat kerja; 5) Teman sesama disabilitas (peergroup) dan 6) Lingkungan pekerjaannya dan aksesibitas yang terdapat di lingkungannya. Sehubungan dengan hasil penelitian ini, direkomendasikan: 1) Agar keluarga penyandang disabilitas perlu diintervensi,  2) PSBD melaksanakan asesmen yang terukur, sehingga apa yang diberikan tepat sasaran; 3) Perusahaan dan lingkungan tempat tinggal diharapkan dapat menyediakan kesempatan dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas

    MODEL PERLINDUNGAN SOSIAL ANAK DI RUMAH PERLINDUNGAN SOSIAL ANAK BUNGA RAMPAI KEPULAUAN RIAU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model perlindungan sosial bagi anak-anak korban kekerasan yang dilakukan oleh Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bunga Rampai Kepulauan Riau. Lokasi penelitian di RPSA Bunga Rampai Batam, Kepulauan Riau. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (In-n depht interview), observasi dan studi dokumentasi terhadap data sekunder yang terkait dengan topik penelitian. Informan terdiri dari pengurus, orangtua anak korban kekerasan, stake holder, dan tokoh masyarakat. Penentuan informan dilakukan berdasarkan kriteria yang ditetapkan dengan tujuan penelitian. Informan pengurus ditentukan sejumlah 15 orang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan grafik-grafik ke dalam aspek penelitian yang telah ditentukan dan dipersentase, sehingga diperoleh informasi yang menjelaskan perlindungan sosial yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model perlindungan sosial  di RPSA Bunga Rampai Kepri dalam menjalankan fungsinya sudah sesuai dengan standart operasional prosedur sebuah RPSA, yakni adanya struktur organisasi, sarana dan prasarana, administrasi, pembiayaan, dan pengembangan jaringan

    PEKERJAAN SOSIAL SEBAGAI SUATU PROFESI

    No full text
    Dinegara-negara yang sudah maju, profesi Pekerjaan Sosial telah diakui keberadaannyadan sangat dirasakan manfaatnya dalam pemecahan masalah-masalah sosial. Bahkan dalamprakteknya tidak hanya terbatas pada lingkup tertentu tetapi sudah membuka praktek ditempat-tempat umum ataupun di rumah-rumah layaknya praktek seorang dokter.Di Indonesia meskipun pekerjaan sosial telah mempunyai atribut yang lengkap sebagaisuatu profesi, namun kewenangannya belum diakui oleh masyarakat, bahkan tidak sedikitmasyarakat yang beranggapan bahwa semua orang dapat menjadi Pekerja Sosial. Hal ini sebagai akibat dari Pekerjaan Sosial belum dapat menunjukkan identitasnya sebagai suatu profesi, selain belum dapat menampakkan perbedaan hasil yang nyata ditengah-tengah masyarakat, mana masalah yang ditangani secara profesional oleh Pekerja Sosial dan manayang tidak ditangani secara profesional. Dengan kondisi yang demikian maka tidak sedikit orang yang meragukan Pekerjaan Sosial sebagai suatu profesi.Untuk menjawab keraguan tersebut, maka ada 4 hal yang harus dipenuhi oleh suatu profesi:• Suatu profesi harus bebas dari kesulitan-kesulitan yang dapat membatasi kemampuannya untuk melaksanakan kegiatan melayani kliennya dengan baik.• Suatu profesional memerlukan kerangka pengetahuan umum maupun kerangka pengetahuan khusus yang dapat dipergunakan untuk melayani kliennya.• Suatu profesional merupakan sebagian dari pada monopoli.• Profesional juga didasarkan kepada pembayaran

    KUALITAS HIDUP LANJUT USIA DI DAERAH RAWAN BENCANA (Studi kasus di Desa Sukamanah Kecamatan Pangalengan)

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk memperoleh data mengenai profil lanjut usia, untuk memperoleh penjelasan empirik mengenai kualitas hidup lanjut usia di wilayah Desa,  Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Dan untuk mengkaji aspek kebijakan dan program perlindungan lanjut usia terutama menyangkut kualitas hidup lanjut usia di daerah rawan bencana. Jumlah sampel dalam penelitian ini 50 orang lansia yan terdiri dari 18% laki-laki dan 82% perempuan. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik two stage cluster random sampling yaitu teknik penarikan sampel yang dilakukan dengan cara memilih kluster secara dua peringkat. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah wawancara berstruktur, yaitu pengumpulan data dengan mengajukan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan tim peneliti yaitu berdasarkan World Health Organization of Life Instrument – Bref (WHOQO-BREF). Data yang diperoleh diolah dengan program SPSS 19. Hasil penelitian mendapati tidak ada perbedaan kualitas hidup lansia berdasarkan jenis kelamin dan tahap pendidikan. Demikian pula ada 44% responden memiliki persepsi tentang kualitas hidup pada tahap biasa saja dan memandang kualitas hidup dengan baik sebanyak 34%. Selain itu ternyata program pelayanan sosial bagi lansia di desa sukamanah belum merupakan prioritas walaupun dari segi populasi lansia cukup besar. Rekomendasi yang diberikan perlu segera turun tangan pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun program pelayanan sosial bagi lansia didaerah bencana. Selain itu perlu kajian lanjutan untuk mengetahui kontribusi pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Kata kunci: Lanjut Usia, kualitas hidup, daerah bencan

    396

    full texts

    599

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Kementerian Sosial RI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇