e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
599 research outputs found
Sort by
KEMANDIRIAN REMAJA PASCA-MENERIMA PELAYANAN DI PUSAT PELAYANAN SOSIAL BINA REMAJA MAKKARESO, MAROS, SULAWESI SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemandirian remaja eks-klien Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja. Penelitian ini dilakukan di Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja (PPPSBR) Makkareso Maros, Sulawesi Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, FGD dan studi dokumentasi terhadap data sekunder yang terkait dengan topik penelitian. Informan terdiri dari eks-klien, orangtua eks-klien, pekerja sosial dan pihak yang terlibat dalam proses pelayanan sosial, rekan kerja atau majikan eks-klien. Penentuan informan dilakukan berdasarkan kriteria yang ditetapkan dengan tujuanpenelitian ini. Informan eks-klien yang dipilih secara purposive dengan ketentuan mereka telah keluar dari PPSBR antara 1 sampai 3 tahun sebanyak 30 orang. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan melakukan kategorisasi ke dalam aspek-aspek penelitian yang telah ditentukan dan dipersentase sehingga diperoleh informasi yang menjelaskan kemandirian eks-klien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian eks-klien semakin mandiri baik secara sosial, emosional, intelektual dan ekonomi. Indikasinya terlihat dari sebagian eks-klien mampu melanjutkan sekolahnya dengan biaya sendiri, kemampuan membangun relasi sosial, memperoleh pekerjaan, dan kematangan emosional denganmelibatkan diri dalam pemecahan masalah keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa berkat dukungan sosial dari keluarga dan masyarakat, pelayanan sosial yang diberikan PPSBR mampu menggali potensi kliennya yang berasal dari remaja putus sekolah menuju kemandirian.Kata kunci: Kemandirian, remaja, penerima pelayanan, Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja
MASYARAKAT DESA TERTINGGAL: Kebutuhan, Permasalahan, Aset, dan Konsep Model Pemberdayaannya (Studi di Desa Jambu, Engkangin, Sendangmulyo & Mlatirejo
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan, sumberdaya, permasalahan, dan program pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah. Jenis dan pendekatan penelitian deskriptif-kualitatif. Lokasi penelitian Ds. Jambu & Ds. Engkangin-Kalbar serta Desa Sendangmulyo & Ds. Mlatirejo- Jateng. Informan ditentukan secara purposive: perwakilan masyarakat, pemuka masyarakat (formal, informal), dan aparat instansi sosial kabupaten dan provinsi. Teknik pengumpulan data: panduan wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan diskusi kelompok. Data lapangan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian di Ds. Jambu dan Ds. Engkangin, dari sisi pemenuhan kebutuhan pokok dapat dikatakan terbatas karena terbatasnya asset. Sementara di Ds. Sendangmulyo dan Mlatirejo, kebutuhan pokok relatif terpenuhi karena tersedianya asset. Dari pemanfaatan sumberdaya (alam) di Ds. Jambu & Ds. Engkangin masih merupakan potensi. Dari sisi program pemberdayaan, di Ds. Jambu & Ds. Engkangin, belum dilaksanakan secara berkelanjutan. Program tersebut masih bersifat charitatif. Atas realitas itu disarankan: Kementerian Sosial dapat melakukan program pemberdayaan sekurangnya: Pemberdayaan Fakir Miskin dan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, disertai pendampingan dan pengendalian yang proporsional; Instansi terkait, dimungkinkan melakukan: Penyediaan air bersih, prasarana kesehatan, pendidikan, prasarana jalan, budidaya karet dan ikan air tawar (Ds. Jambu & Ds. Engkangin) serta penyuluhan prilaku sehat; Bantuan stimulan ternak (sapi) dan pemanfaatan kotorannya sebagi kompos melalui teknologi tepat guna serta pengelolaan buah pisang (Ds. Sendangmulyo & Mlatirejo). Sementara itu, model pemberdayaan perlu dilakukan secara partisipatif, melalui: asesmen, perencanaan program, formulasi rencana aksi, pelaksanaan, evaluasi, dan terminasi. Kata-kata kunci: Pemberdayaan sosial, identifikasi kebutuhan, permasalahan dan sumber daya
PEREMPUAN DALAM JARINGAN PERDAGANGAN ANAK YANG DILACURKAN DI KOTA SURABAYA
Perdagangan anak perempuan untuk tujuan pelacuran, merupakan praktek yang tidak berpihak pada anak-anak. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan teknik wawancara mendalam bersama anak-anak perempuan korban perdagangan anak perempuan, germo, teman, serta kerabat yang diharapkan mampu mengungkap jaringan dalam perdagangan anak perempuan. Berbagai Stigma sosial, resiko penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS), bahkan HIV/AIDS sangat rentan atas anak-anak yang dilacurkan. Beberapa peraturan perlindungan anak digulirkan, namun belum mampu menekan kuatnya politik dominasi dalam perdagangan anak perempuan yang dilacurkan serta melanggengkan praktek pelacuran anak. Temuan lapangan menunjukkan bahwa aktor atau pelaku perdagangan anak, ternyata seringkali juga dilakukan oleh orang dekat bahkan oleh kerabatnya sendiri termasuk oleh perempuan itu sendiri. Praktek perdagangan yang dilakukan oleh sesama perempuan, seringkali tersembunyi dengan berbagaidalih tanpa terlihat ada paksaan, yang justru menjadikan mereka korban. Kata Kunci: Perempuan, anak yang dilacurkan, dominasi tersembuny
KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT SEBAGAI GARDA PENGGERAK PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL; Studi Kasus di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan
Pembangunan kesejahteraan sosialselama ini selalu melibatkan instansi terkait termasuk komponen masyarakat di level grassroot. Salah satu komponen masyarakat yang ikut dalam mewarnainya di level grassroot adalah Kelompok Kerja Ketahanan Sosial (Pokja Tansosmas) Sriwijaya sebagai “garda penggerak pembangunan kesejahteraan sosial†di Desa Tanjung Pasir di Kabupaten Ogan Ilir. Pokja Tansosmas Sriwijaya telah membuktikan kiprahnya di Desa Tanjung Pasir dalam meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan hidup. Salah satu bentuk perlindungan sosial yang telah diwujudkan yaitu membangun rumah layak huni bagi keluarga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa secara umum keberadaan pokja tansosmas tersebuttelah dirasakan manfaatnya, terutama dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan sosial yang ada di lingkungannya; dapat menggali potensi dan sumber kesejahteraan sosial yang digunakan dalam penanganan permasalahan sosial yang ada; dan dapat meningkatkan ketahanan sosial masyarakat dalam menggerakkan pembangunan kesejahteraan sosial di lingkungan desa tersebut. Kata Kunci : Kelompok Ketahanan Sosial, Garda Penggerak, Pembangunan Kesejahteraan Sosial
PERUBAHAN SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN PERKOTAAN “Pemberdayaan Melalui KUBE di Kelurahan Sayangsayang Kota Mataramâ€
Salah satu manfaat besar dalam pemberdayaan masyarakat miskin perkotaan adalah memungkinkan melakukan perubahan sosial dengan memanfaatkan potensi sosial yang kondusif di masyarakat. Studi ini bertujuan memahami gambaran perubahan sosial dalam KUBE, khususnya dan umumnya masyarakat di desa Sayang sayang, kecamatan Sandubaya kota Mataram. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pendekatan yang didasarkan atas pertimbangan data yang diperoleh sangat peka, tidak dikuantifikasi karena terkait dengan masalah nilai-nilai dan kultur. Perubahan tersebut diawali dengan cara menanamkan sistem sosial, dengan menumbuhkan rasa saling percaya, kebersamaan,gotong royong dan kesetiakawanan sosial, yang menyertai sistem pembangunan desa partisipatif dengan menggunakan pendekatan pembelajaran sosial. Dari analisis penelitian didapatkan gambaran bahwa perubahan sosial yang terjadi di dalam anggota kelompok KUBE ini, terlihat dari kebiasaan anggota kelompok dalam melaksanakan kegiatan usaha bersama juga dalam kehidupan bermasyarakat, saling memberikan rasa kebersamaan, kepercayaan, saling menghargai pendapat satu sama lainnya, bergotong royong dengan satu tujuan, serta bermusyawarah dalam mengatasi berbagai masalah yang terjadi dalam kelompok, hal ini dilakukan untuk mengefektifkan keberhasilan program KUBE. Kata kunci :pemberdayaan masyarakat, perubahan sosial, KUB
PERLINDUNGAN SOSIAL KOMPREHENSIF DI INDONESIA
Perlindungan sosial komprehensif belum terlalu lama dikenal sehingga menjadi kajian tentang konsep dan kebijakan perlindungan sosial komprehensif di Indonesia. Konsep perlindungan sosial komprehensif diadopsi dari berbagai konsep perlindungan sosial yaitu kumpulan upaya publik untuk menghadapi kerentanan dan kemiskinan dan tidak dapat bekerja sendiri sehingga perlu harus dilengkapi dengan strategi lain seperti pemberdayaan dan penciptaan lapangan kerja. Kebijakan perlindungan sosial komprehensif sudah tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan pada Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Sosial RI 2015-2019, meskipun ada beberapa hal yang diatur  pada RPJMN 2015-2019 tidak diuraikan pada Renstra Kemensos 2015-2019. Namun sangat disayangkan hingga saat ini belum ada peraturan khusus yang mengatur perlindungan sosial komprehensif. Pada level kebijakan perlindungan sosial di Indonesia sudah mengarah pada perlindungan sosial komprehensif dengan menata asistensi sosial berbasis keluarga dan siklus hidup, perluasaan cakupan sistem jaminan sosial nasional, pemenuhan hak dasar penyandang disablilitas, lansia dan kelompok masyakarakat marginal dan penguatan kelembagaan sosial. Namun pada tataran implementasinya program-program perlindungan sosial tersebut belum mengarah pada perlindungan sosial komprehensif.  Kata Kunci: Perlindungan sosial, Komprehensif, Kemiskinan, Kerentana
POTRET REMAJA TERLANTAR: STUDI KASUS PADA PANTI SOSIAL BINA REMAJA (PSBR)
Study of neglected adolescence profile shows the description of related aspects which as main cause of the neglect then served in PSBR. The study was conducted in PSBR that managed by the Ministnj of Social Affairs and Provincial Office. Both of those samples were decided purposively. Based on those criteria, the sample chosen were PSBR in West Sumaiera, Riau, East Java and South Sulawesi. In each province selected 2 PSBR which managed by provincial offices, except Riau that only 1 PSBR that managed by the Ministry of Social Affairs. The study is descriptive-quantitative. The respondent includes ex client, management and staff of PSBR. The research found that the main cause of neglect are: 1) the fragile of harmony in the family, 2) weakness of control and social support, 3) less of knowledge and skill, and 4) impact of poverty
PERLINDUNGAN ANAK DI NUSA TENGGARA BARAT
Isu tentang perlindungan anak semakin memprihatinkan, sejalan dengan meningkatnya kasus tindak kekerasan, eksploitasi dan perdagangan anak. Khusus di NTB isu itu dikaitkan dengan jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) anak seperti, anak telantar, anak jalanan, balita telantar dan balita status gizi buruk yang saat ini jumlahnya cukup tingggi. Pemerintah provinsi dan kabupatenjkota serta masyarakat telah berupaya menangani permasalahan tersebut. Namun demikian, dari hasil penelitian menunjukkan upaya tadi belum optimal disebabkan belum sinerginya segenap sumber daya yang ada pada berbagai sektor
DINAMIKA JARINGAN PRANATA SOSIAL DALAM KETAHANAN SOSIAL PADA KELOMPOK PEDAGANG BERSKALA KECIL (Kasus Di Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut Palangka Raya)
Kajian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang pentingnya jaringan pranata sosial komunitas lokal, sebuah kajian mengenai kelompok pedagang berskala kecil di Kelurahan Pahandut. Dalam kajian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan metode pengumpulan data observasi, indepth interview, dan focus group discussions (FGD).Hasil kajian menunjukkan: pertama komunitas memandang pentingnya keberadaan jaringan antar pranata sebagai wadah untuk mempersatukan kemampuan dalam menangani persoalan yang muncul di wilayahnya, khususnya para pedagang berskala kecil. Kedua, pedagang berskala kecil menunjukkan kemandiriannya, hal ini dilihat dari kemampuannya untuk survive yang diperlihatkan dari modal usaha dan pendapatan yang relatif kecil, juga menunjukkan kemampuannya untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan tetap bertahan dalam waktu yang relatif cukup lama. Pengalaman ini menunjukkan indikasi kuat bahwa keluarga kurang mampu/keluarga miskin tidak memerlukan belas kasihan. Mereka memerlukan akses untuk dapat memanfaatkan kesempatan yang tersedia