e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
599 research outputs found
Sort by
KONDISI PSIKOSOSIAL ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM PASCA REHABILITASI SOSIAL DI PANTI SOSIAL MARSUDI PUTRA ANTASENA, MAGELANG
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan profil anak yang berkonflik dengan hukum yang menjadi klien di PSMP Antasena, Magelang. Selain itu penelitian ini untuk mengevaluasi kondisi psikososial anak nakal dan anak yang berkonflik dengan hukum pasca rehabilitasi sosial, Penelitian ini menggunakan metode penelitian evaluatif dengan pendekatan kualitatif. Sebanyak 10 orang bekas klien dijadikan informan dan diplih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan pada umumnya klien berusia remaja, mengikuti program belajar kerja dan sebagian besar menjalani program rehabilitasi reguler dan mendapatkan bantuan UEP pasca rehabilitasi. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan terjadi perubahan psikososial anak nakal dan anak yang berkonflik dengan hukum mengalami perubahan ke arah positif berbanding dengan kondisi sebelum rehabilitasi. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikanagar rehabilitasi sosial yang dijalankan sama bagi semua klien baik program reguler maupun day care, pembinaan lanjut harus didasarkan pada model yang sistematik dan terukur untuk melihat kemajuan dan perkembangan psikososial eks-klien, serta perlunya dilakukan penelitian lanjutan dengan mengelaborasi variabel-variabel psikososial. Kata kunci: Anak berkonflik dengan hukum, psikososial, rehabilitasi sosial, pembinaan lanjut
KONTRIBUSI ORGANISASI SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL (STUDI KASUS ORGANISASI SOSIAL DI KOTA PALEMBANG-SUMATERA SELATAN)
Penelitian mengenai Kontribusi Organisasi Sosial dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial ini bersifat studi kasus yang dilaksanakan di kota Palembang dengan mengambil 30 Orsos sebagai sasaran penelitian. Orsos di kota Palembang pada umumnya masih dalam kategori tumbuh dan berkembang dan semuanya sudah berbadan hukum. Semua Orsos memiliki struktur organisasi dan uraian tugas dari masing-masing pengelola Orsos. SDM pengelola Orsos pada umumnya berpendidikan Sekolah Menengah Atas dan telah mengikuti pelatihan manajemen Orsos.Sarana dan prasarana Orsos dinilai cukup baik berkat adanya fasilitas yang diberikan oleh pemerintah. Berkat adanya bantuan dari pemerintah, dunia usaha, dan donator dari masyarakat, Orsos dapat memberikan pelayanan terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang ada dilingkungannya. Kontribusi Orsos dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya mencegah dan menanggulangi meningkatnya jumlah PMKS. Komitmen pemerintah terhadap program akselerasi kontribusi Orsos masih perlu ditingkatkan, hal mana pemerintah daerah memberi bantuan dana untuk Orsos melalui dana dekonsentrasi dan APBD dinilai masih sangat minim.Fasilitas yang diberikan pemerintah belum terskema, dalam arti pemerintah baru memberi bantuan, tapi belum sampai bagaimana memasarkan hasil/produk dari penerima pelayanan.Disamping itu pendampingan, monitoring, evaluasi, dan koordinasi dengan instansi terkait dipandang masih kurang. Agar kinerja Orsos dalam pembangunan kesejahteraan sosial semakin meningkat, maka disarankan halhal sebagai berikut: (1) perlu ditingkatkan koordinasi antar instansi terkait; (2) perlu adanya pendampingan, monitoring, dan evaluasi dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan dari aparat pemerintah; (3) program poemberdayaan harus didasarkan atas kebutuhan penerima pelayanan, dalam arti bersifat “buttom-up†dan bukan “top-downâ€; dan (4) pemberdayaan Orsos menyangkut kapasitas dan kompetensi sebagai mitra kerja pemerintah perlu dilakukan secara terencana dan berkesinambungan. Kata-kata kunci: Kontribusi, Organisasi Sosial, dan Pembangunan Kesejahteraan Sosial
KAJIAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA PADA PANTI SOSIAL PEMERINTAH DI KOTA BEKASI JAWA BARAT Sebuah Upaya Menuju Pelayanan Prima
AbstrakPelayanan prima terhadap penerima manfaat dalam panti merupakan keharusan dalam rangka memenuhi perlindungan sosial bagi penerima manfaat dimaksud. Salah satu upaya mencapai pelayanan prima adalah terpenuhinya sumber daya manusia baik dalam jumlah maupun kompetensinya, sesuai standar professional dan aturan yang ditetapkan dalam perundangan. Kajian kualitatif ini mengambil sampel pada tiga panti pemerintah yang berada di Kota Bekasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa jumlah dan kompetensi sumber daya manusia yang ada masih belum memenuhi standar yang ditetapkan, yang mengakibatkan pelayanan yang ada belum terlaksana secara prima. Jumlah tenaga yang ada belum sebanding dengan jumlah yang dilayani. Hal itu menjadi lebih parah ketika dilihat variasi jenis pelayanan yang dilaksanakan oleh panti. Oleh karena itu disarankan untuk peningkatan jumlah dan kemampuan tenaga yang ada dalam rangka menuju pelayanan prima. Peningkatan jumlah tenaga dapat dilaksanakan melalui rekruitmen baru baik yang kategori Aparatur Sipil Negara, maupun yang sifatnya kontrak kerja. Sedangkan untuk peningkatan kapasitas, dilakukan dengan pelatihan teknis maupun manajemen.Kata Kunci: Sumber Daya Manusia; Panti Sosial; Pelayanan Prima. AbstractPerfect services for client in shelters home is necessary to be conducted as part of social security manifestation. One among varies efforts is sufficient human resources both in terms of total numbers and their competencies, that refers to formal standard. This qualitative research takes samples in three Government’s shelter homes in Bekasi Municipality. The result shows that total numbers of human resources and their competences were not sufficient enough to gain perfect services. Its regarded that getting worse when be seen from varies models that conducted in these shelters. Hence, its recommended to enhance those number and also their competences to gain perfect services. In terms of population could be done by recruit new staff both Civil State Aparatus and out-sourcing, while in terms of competency maight be by involving staff to varies of training both technical and manajemen skill. Keywords: Human Resources; Shelter Homes; Perfect Services
STATUS DAN PERAN WANITA TANI ETNIK PAPUA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN RUMAH TANGGA DI DISTRIK SENTANI KABUPATEN JAYAPURA PROVINSI PAPUA
Status wanita tani etnik Papua dalam pengambilan keputusan rumah tangga sebagian besar tidak saja sebagai istri, ibu rumah tangga tetapi juga sebagai mitra suami bahkan sebagai kepala rumah tangga serta mempunyai kedudukan dalam masyarakat (tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, tokoh organisasi). Adapun peran wanita tani etnik Papua dalam pengambilan keputusan rumah tangga sebagian besar adalah tidak saja peran domestik (reproduktif), dan produktif, tetapi juga peran sosial (mempunyai kedudukan dalam masyarakat).Faktor internal umur berhubungan nyata dengan status dan peran wanita tani etnik Papua dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Sementara pendidikan formal berhubungan dengan status wanita tani etnik Papua dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Faktor eksternal keterlibatan dalam kelompok berhubungan nyata dengan status dan peran wanita tani etnik Papua dalam pengambilan keputusan rumah tangga.Wanita tani etnik Papua dalam kehidupan sosial kemasyarakatan masih kurang mengambil bagian atau melibatkan diri dalam kegiatan – kegiatan adat oleh karena itu diperlukan pengakuan (penghargaan) terhadap status dan peran wanita tani etnik Papua dalam pengambilan keputusan rumah tangga baik andil atau karyanya dalam bidang apa pun, termasuk secara adat (musyawarah maupun struktur). Pengakuan (penghargaan) tersebut terutama melalui bidang pendidikan baik pendidikan formal maupun non formal, bagi wanita atau perempuan sendiri maupun pihak laki – laki sebagai mitra perempuan dalam kehidupan. Penyuluhan – penyuluhan mengenai wanita atau perempuan sebagai mitra pria/laki-laki harus lebih intensif ditingkatkan lagi, sehingga tercapai kesadaran bersama bahwa wanita atau perempuan dan laki – laki adalah sama (tidak dibedakan perannya) dalam semua segi kehidupan sosial kemasyarakatan sekalipun dalam kegiatan – kegiatan adat baik musyarawah maupun secara struktur
PERAN KAPITAL SOSIAL DALAM PENGUATAN KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT (Studi Kasus di Sulawesi Tengah)
Kapital sosial dan ketahanan sosial masyarakat adalah dua konsep dan realitas yang tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan masyarakat. Kapital sosial wujud dalam keperangkatan, kepranataan dan nilai-nilai sosial di masayakat, yang merupakan sumber daya bagi pembangunan masyarakat.Hasil penelitian di Sulawesi Tengah ini menunjukkan, bahwa kapital sosial telah berperan dalam penguatan ketahanan sosial masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sosial dasar, mengatasi masalah sosial dan memperkuat hubungan-hubungan sosial. Namun demikian peran kapital sosial tersebut masih sangat terbatas, baik jangkauan maupun skala kegiatannya. Hal ini disebabkan karena mereka belum membangun jejaring kerja secara sinergis dalam kelembagaan satu dengan lainnya.Melihat prospek kapital sosial dalam penguatan ketahanan sosial masyarakat, maka diperlukaninteruensi dari Dinas Sosial, sehingga ke depan kapital sosial dapat melaksanakan perannya lebih bermakna dalam proses pembangunan masyarakat
STRATEGI MEMBANGUN MODEL PELAYANAN SOSIAL BERBASIS MASYARAKAT MELALUI WAHANA KESEJAHTERAAN SOSIAL BERBASIS MASYARAKAT (WKSBM) DI YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan mencermati tumbuhnya sarana partisipasi masyarakat berupa model pelayanan sosial berbasiskan masyarakat melalui WKSBM sebagai salah satu program pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam rangka untuk mengatasi meningkatnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di tingkat lokal wilayah.Model pelayanan sosial ini merupakan refleksi program Departemen Sosial RI, dalam mengakses pemberdayaan penduduk lokal dengan meletakkan kembali elemen modal sosial, kearifan lokal, sistem jaringan keperangkatan pelayanan sosial dengan mendorong pengarusutamaan manajemen jaringan berbasis komunitas lokal. Strateginya adalah dengan cara menghimpun potensi daya dan dana masyarakat untuk, oleh, dan dari masyarakatnya sendiri. Kemudian disalurkan melalui santunan kepada PMKS seperti keluarga miskin, anak yatim, jompo, pinjaman modal usaha produktif, sumbangan kematian, dan lain-lain.Strategi ini juga merupakan investasi sosial yang bertujuan membangun model pelayanan sosial berbasis masyarakat yang telah digulirkan pelaksanaannya melalui WKSBM-WKSBM di beberapa lokasi di Yogyakarta, diantaranya sudah menunjukkan hasilnya yang patut mendapat perhatian untuk dikaji lebih lanjut agar dapat dikembangkan pada daerah lain. Untuk mengetahui sejauhmana hasil yang telah dicapai dengan ini kami laksanakan penelitian dari salah satu WKSBM yakni 'Warga Rukun" Kelurahan Surosutan Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta