e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
599 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN MENUJU EMANSIPASI : Telaah Kritis Terhadap Social Entrepreneurship dan Tawaran Untuk Pembebasan Kaum Marjinal
Essai ini berusaha memberikan gagasan tambahan terhadap konsep social entrepreneurship dalama konteks ekonomi-politik yang lebih luas di Indonesia. Essai ini beragumen bahwa narasi sosial entrepreneurship yang ada cenderung problematis dan antipolitik. Pertama, karena konsep social entrepreneurship dibaca sebatas dorongan untuk menciptakan komoditas yang bisa diperjualbelikan. Kedua, social entrepreneurship bisa dikatakan mempunyai corak liberalisme sosial dan cenderung melanggengkan . Ketiga, social entrepreneurship cenderung melihat kondisi marginal terbatas pada aspek teknis, dan mengabaikan aspek politis yang menyebabkan marginalisasi terjadi. Untuk itu, penulis menawarkan solusi berupa penambahan gagasan metapolitik kepada cangkang social entrepreneurship, agar supaya social entrepreneurship tidak hanya melakukan pemberdayaan semata namaun mampu mengemansipasi kaum marginal. Untuk memperkuat argumentasi penulis terkait solusi yang ditawarkan, penulis mengambil contoh kasus seorang pemuda di Magelang yang berhasil mengemansipasi petani cabai melalui aksi-aksi metapolitik
SEBARAN MASYARAKAT MISKIN DAN PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) BAGI RUMAH TANGGA SASARAN DI KECAMATAN PANCORAN MAS KOTA DEPOK - JAWA BARAT
Bantuan Langsung Tunai (BLT: Unconditional cash transfer) One of the poverty reduction program with controversial. Controversial because this program provides assistance in the form of cash which raised the com men sense that these programs make people lazy and this Program is carried out not on target. This study aims to map the distribution of the poor based on the BLT recipients database and processed using GIS software ArchView version 3.3. Besides, this study also identified the BLT program benefits to households in targeted (rumah tangga sasaran) in Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok. This descriptive research with quantitative approach.Results showed Kelurahan Pancoran Mas is a slum area with indicator is a urban village with the most program recipients BLT program and with ven) poor category have the most in this urban village.When viewed from the benefit program for households, BLT program benefits to meet basic needs for poorest but the poor and near-poor categon) of the BLT program is a right as a citizen to obtain compensation for fuel price hike.Therefore, the pooerty reduction policy should refer to the categorization of poverty: poorest, poor and near poor. For the poorest caiegorq, the social assistance programs such as the BLT program is necessan) but for the poor and near-poor caiegoru of the most appropriate program is a program of communiiu empower-ment
MASALAH, POTENSI, DAN SUMBER DAYA SOSIAL DAERAH TERTINGGAL (Studi Kasus Desa Buwunmas, Kecamatan Sekotong - Kabupaten Lombok Barat)
Remote area has been described as limited facilities in terms of both social and economy. The area has also less reached by development program. Because of thet then one among varies characters of remote area is the high numbers of poor people and less human resources. This research has tried to find varies infonus about remote areas. Moreover, it will recommend for government in order to overcome the problem of remote area. The research has been conducted in Buwunmas rural, district Sekotong, Lombok Barat. Tile research shows that main problem of the people is poverty, that impacts on the inadequate dweller, neglect, and problems of migrant worker family. Even though Buwunmas has enough natural resources but has not enjoyed by its people. The gold mining and the result has still for the capital owners. The impacts of programs that have ever done at this rural have also not brought their welfare. This case is related to inadequate study of local condition. Base on this finding, its recommended to conduct social deoelopnieu tprogram, infrastructure development, and alternatives developments program such. as social empowerment and tourism development
KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA PASCA PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (Studi Kasus Industri Tekstil di Kecamatan Dayeuhkolot-Kabupaten-Bandung-Jawa Barat)
This was a case studies research done by using qualitative approach. This research was done in Kabupaten Dayeuhkolot specifically targeting Desa Cangkuang Wetan, Desa Citeureup, and Desa Pasawahan. The problem faced by the families of those who got a Termination of Employment was that they cannot meet their minimum basic needs because the companies have not paid their severance. To overcome these problems, the-i; are forced to borrow some money from relatives, friends and neighbors. Potentials owned by the victims of the termination of employment is that most of them still in their productive age and have the skills that allow for them to find new jobs that match the skills they have. There are several environment potency than can be used to overcome the problems faced by the victims of termination of employment some of them are the availability of various types of companies that allow for them to apply for a job. In addition Kabupaten Dayeuhkolot residents who are predominantly Muslim is a potential source if it can be resusticated to carry out their responsibility to pay zakat and/alms managed through Rumah Zakat. It is very possible considering the kinship system in this area is very close and interwoven relationshipbetween citizens fairly intensively through existed social organizations or associations of local government. The local government is commited enough to solve this problem, of which, Office of Industry and the Department of Manpower and Transmigration has conducted skills training to victims of termination of employmentand trying to distribute them to work in companies thet exist in this area. Besides, there are thoughts of the District government to implement empowerment programs for the familes of those who got a termination of employment in Dayeuhkolot
PEMBENTUKAN PERILAKU PELACURAN BERLATAR TRADISI DI KABUPATEN PATI DAN JEPARA, JAWA TENGAH
Sewaktu seseorang berada dalam lingkungan sosial dan situasi sosial, yakni ketika terlibat dalam interaksi sosial maka selalu saja ada mekanisme mental yang mengevaluasi, membentuk pandangan, mewarnai perasaan, dan akan ikut menentukan kecenderungan perilaku seseorang terhadap manusia atau sesuatu yang sedang dihadapinya, bahkan terhadap dirinya sendiri. Pandangan atau perasaan seseorang terpengaruh oleh ingatan akan masa lalu, oleh apa yang diketahuinya dan kesannya terhadap apa yang sedang dihadapi saat ini.Tradisi dan pandangan sebagian masyarakat di kedua daerah tersebutlah yang pada akhirnyamembentuk perilaku pelacuran. Selain itu dipengaruhi pula oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat yang serba kekurangan serta keinginan meningkatkan taraf hidup melalui jalan pintas mengakibatkan banyaknya perempuan-perempuan di kedua daerah tersebut akhimya terjun sebagai pelacur.Akibat telah mengakarnya tradisi dan pandangan yang membenarkan adanya praktek pelacuran maka diperlukan kerja keras pemerintah baik pusat dan daerah serla tokoh-tokoh masyarakat setempat untuk merubah tradisi dan pandangan tersebut. Penanganan pelacuran hendaknya melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi daerah setempat, tidak lagi bisa disamaratakan untuk semua lokasi praktek pelacuran
MASALAH SOSIAL TENAGA KERJA WANITA INDONESIA DI SHELTER KBRI KUALA LUMPUR
T11lisan ini merupakan hasil penelitian studi kasus di Shelter KBRI Kuala Lumpur-Malaysia. Tujuannya 1.mtuk mendapatkan gambaran tentang masalah sosial TKW dan pelayanan sosial TKW di Shelter KBRI. Metode penelitian ini adalah deskriptif analisis. Informan terdiri dari: TKW-bermasalah, Petugas KBRI Kuala Lumpur, Agency, dan LSM peduli terhadap permasalahan TKW. Hasil penelitian ini memmjukkan, bahwa sumber permasalahan yang diliadapi TKw, baik karena faktor internal 111aupun ekstemal, antara lain: (a) nzinimnya pembekalan (keterampilan teknis); (b) kualitas keterampilmz da11 kemampumz berkomzmikasi TKW masilz dibmoah rata-rata tenaga kerja asal negara lain; dan (c) TKW rnengalami masalah besar dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja (culture sclwck). Dampak dari kondisi tersebut memzmculkan berbagai masalah, antara lain tindak kekerasan, eksploitasi, pemaksaan kultur majikan terhadap TKw, dan perasaan tertekan (tidak betalz).Beberapa reko111endasi diajukan lzasil penelitian ini antara lain: (1) pemerintah perlu meningkatkan koordinasi de,zgan berbagai unsur, baik antar instansi pemerintah maupzm dengan pihak swasta dalam pengiri111a11 TKV\T; (2) perlu pembekalan keterampilan khususnya kemampuan bahasa ,asing dan keterampilan teknis sebelum TKW dibermzgkatkan ke luar negeri.; (3) Departemen Sosial dapat melakukan fungsi preventif, rehabilitatif, dan developmental. Fungsi rehabilitatif terutama terhadap TKW-bermasalah yang ada di Shelter KBRI Kuala L1t111pur, dalam bentuk pelayanan sosial
KEKERASAN TERHADAP ISTRI DALAM PERSPEKTIF GENDER
Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran dan dinamika kekerasan terhadap perempuan dan keterkaitannya dengan konsepsi gender yang dimiliki oleh korban dan pelaku. Untuk memahami hal itu, penelitian dilakukan dengan studi kasus. Lokasi penelitian adalah Desa Cileungsi Kidul-Kabupaten Bogor.Informan penelitian adalah istri sebagai korban kekerasan dan suami sebagai pelaku. Untuk menjamin kredibilitas penelitian, peneliti melakukan triangulasi sumber dan metode dalam teknik pengumpulan data, untuk selanjutnya dilakukan analisis data secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan kekerasan terhadap istri muncul sebagai salah satu manifestasi bentuk ketidakadilan gender. Kategori gender tradisional (feminine dan maskulin) muncul sebagai akibat dari sistem dan struktur sosial yang diskriminatif Suami merasa kekerasan yang dilakukan adalah hal yang pantas dan wajar, dan menganggap hal iht sebagai bagian dari perilaku mengontrol istri, terutama ketika istri dianggap mencampuri urusan pribadi suami dan tidak melaksanakan kewajibannya sebagai istri dalam melayani suami. Demi bertahannya kekuasaan itu, pengendalian akan diikuti dengan usaha pelestarian kekuasaan itu, walaupun dengan cara kekerasan.Sehubungan dengan hal tersebut pencegahan perilaku kekerasan terhadap istri dapat dilakukan dengan membangun gerakan pengarusutamaan gender yang membawa perubahan tipologi (kategori) gender seseorang dari yang tradisonal (feminin dan maskulin murni) menjadi kategori modern, yaitu androgini. Demi terwujudnya visi dan misi pengarusutamaan gender menuju keadilan gender, program pengantsutamaan gender di Departemen Sosial yang dilakttkan nzelalui Pokja Pengarusutamaan Gender di Bidang Kesejahteraan Sosial, diharapkan memprioritaskan peningkatan ketrampilan berwawasan gender bagi warga binaan sosial
PENDEKATAN SPIRITUAL DALAM KONSELING PENGEMBANGAN HIKMAH IBADAH BAGI PEMULIHAN PECANDU NAPZA
This research is aimed at finding a formula of spiritual approach in the counseling of the development of the worship blessing for the rehabilitation of drugs addict provided by Balai Pemulihan Sosial Pamardi Putra Lembang (Drugs Addicts Social Rehabilitation Organization). It applied the qualitative method by using collaborative action research approach. The gained results are : (1) the change in physical, social, and mental-spiritual structures; (2) the change in personalitiJ with noble character which can give advantages to the addicts themselves, family environment, and social environment around them; (3) the development of mature personality which is balanced psychological or emotionally, socially, and mentally-spiritually ofdrugs addicts which can become an internal factor of personal strength and unihJ to reach the true happiness; and (4) can reach divine potential, so, the addicts can solve their life problems wisely, including the problems of relapses, with this potential
PENGGUNAAN PAR MENCAIRKAN DAMAI BEKU DI DAERAH PASCA KERUSUHAN (Studi Kasus di Ternate dan Poso)
Pelbagi strategi, metode dan tekhnik serta prosedure penelitian untuk pengembangan kehidupan masyarakat sudah ditempuh. Baik semenjak filosofi : rural rapid appraisal (RRA) hingga bergeser pada participatori rural appraisal (PRA), namun masih banyak kegagalannya. Semenjak itulah para inovator metodologi penelitian terus berkreasi. Akhimya membuahkan konsep dan telah diujicobakan temyata hasilnya cukup menggembirakan. Ketika kerusuhan menyulut kejiwaan sebahagian warga masyarakat (konflik) di beberapa wilayah di tanah air penanganannya dicoba juga dengan PPA dan PRA yang hasilnya menurut warga masyarakat sasaran banyak mengecewakan. Dari itulah Tim Peneliti mencoba dengan penggunaan PAR tersebut temyata setidaknya kurang mengecewakan jikapun tidak sampai dinyatakan sangat berhasil. Langkah-langkah yang ditempuh terbaca pada narasi berikut ini