e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
    599 research outputs found

    STAKEHOLDERS DALAM PENANGANAN GELANDANGAN PSIKOTIK DI DAERAH

    Get PDF
    Permasalahan sosial yang semakin mengkhawatirkan dan memerlukan perhatian, khsusnya di kota-kota besar tampak terlihat dengan semakin meningkatnya jumlalz orang gila (psikotik) yang hidup menggelandang. Fenomena sosial tersebut dapat dijumpai di sepanjang jalan, trotoar, dekat lampu merah, jembatan, perempatan jalan, di pasar, pusat pertokoan dan sebagainya, yang tentunya keberadaan mereka akan mengganggu ketertiban, kebersihan lingkungan kota. Oleh karena itu penanganan pada gelandangan psikotik memerlukan keterlibatan berbagai instansi /lembaga sosial baik pemerintah maupun swasta yang peduli dengan permasalahan tersebut, karena gelandangan psikotik membutuhkan penanganan yang mulltisektor atau multidisiplin ilmu karena sifatnya yang memerlukan pelayanan secara medis psikiatrik, sosial, budaya

    KORELASI PELATIHAN VOKASIONAL DENGAN KOMPETENSI PENYANDANG DISABILITAS ALUMNI BALAI BESAR REHABILITASI VOKASIONAL BINA DAKSA (BBRVBD), CIBINONG

    Get PDF
    Kompetensi perlu dikuasai oleh penyandang disabilitas agar mereka dapat bekerja dan bersaing dengan yang bukan penyandang disbailitas pada pasar kerja terbuka. Pelatihan vokasional yang diselenggarakan oleh BBRVBD Cibinong merupakan salah satu upaya untuk memfasilitasi penyandang diabilitas dalam mengembangkan kompetensinya. Sebuah sensus telah dilakukan pada bulan Juni-Desember 2012 terhadap 42 lulusan BBRVBD Cibinong jurusan penjahitan tahun 2006-2012 dan hasilnya dapat disimpulkan sebagai berikut: kompetensi penyandang disabilitas lulusan pelatihan berada dalam kategori tinggi; lama menyandang disabilitas dan pendidikan non formal penyandang disabilitas peserta pelatihan, kemampuan instruktur dalam memotivasi peserta, kurikulum pelatihan, dan kualitas penyelenggara pelatihan. Korelasi Pelatihan Vokasional dengan Kompetensi Penyandang Disabilitas Alumni Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa, Cibinong. Santi Utami Dewi, Siti Amanah, dan Eva Rahmi Kasim mempunyai korelasi signifikan terhadap kompetensi penyandang disabilitas lulusan pelatihan. Keefektifan pelatihan dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan kemampuan instruktur dalam memotivasi peserta, memperkuat kurikulum pelatihan, dan meningkatkan kualitas lembaga penyelenggara pelatihan.Kata kunci: Pelatihan vokasional, rehabilitasi vokasional, penyandang disabilitas, disabilitas, kompetensimenjahit.Â

    MODEL PELAYANAN LANJUT USIA BERBASIS KEKERABATAN; Studi pada Suku Bugis di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan (MODEL OF SERVICES FOR ELDERLY BY COMMUNITY BASE; study in Bugis Tribe, Minicipal Barru, South Sulawesi)

    Get PDF
    Model Pelayanan Lanjut Usia berbasiskan Sistem Kekerabatan merupakan alternatif model pelayanan bagi Lanjut Usia. Model pelayanan ini bersandarkan pada pendekatan Change from below. Pelayanan dilakukan dengan mengoptimalkan sistem kekerabatan berdasar pengetahuan lokal, budaya lokal, sumber lokal, keterampilan yang mereka miliki dengan mengedepankan system kerja yang bersifat kekeluargaan. Hasil uji coba model ini telah mampu memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam berbagai pelayanan kesejahteraan. Analisis dilakukan secara deskriptif, pada Suku Bugis di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Kata kunci: lanjut usia, pelayanan sosial, sistem kekerabata

    KAJIAN SINTESIS HASIL PENELITIAN SELEKTIF TENTANG DIMENSI SOSIOPSIKOLOGIS ANAK JALANAN

    Get PDF
    Kajian kepustakaan ini menyajikan tinjauan dan sintesis dari sejumlah penelitian terpilih tentang konsep-konsep sosio-psikologis yang relevan dengan permasalahan anak jalanan. Dua puluh satu artikel dan hasil penelitian memenuhi kriteria dan hasil sintesisnya tersaji dalam artikel ini. Tema-tema yang terungkap meliputi well-being dan modal psikologis antara lain spiritualitas, resiliensi, dan aspirasi; persepsi diri dan persepsi serta respon publik terhadap anak jalanan; motif-motif yang mendorong anak kejalanan; karakteristik kepribadian anka jalanan; dan psikopatologi serta modifikasi prilaku bagi gangguan psikologis anak jalanan. Sebagian besar artikel dalam kajian ini berkaitan dengan kondisi psikologis positif anak jalanan yang sangat penting dalam merumuskan intervensi psikososial yang tepat. Kata kunci: Anak jalanan, Sosio-psikologis, Masalah-masalah sosial

    PENGARUH DUKUNGAN EKONOMI KELUARGA DAN KOMPETENSI KELUARGA TERHADAP PEMENUHAN HAK PENYANDANG DISABILITAS BERAT

    Get PDF
    abstrak Artikel ini merupakan hasil penelitian mengenai pengaruh dukungan keluarga dan kompetensi keluarga terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan ekonomi keluarga dan kompetensi keluarga terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas berat. Penelitian menggunakan metode penelitian korelasi dengan desain ex post facto. Lokasi penelitian dipilih berdasarkan lokasi berdasarkan 1) lokasi uji coba pemberdayaan keluarga penyandang disabilitas berat yang dilakukan oleh Direktorat Rehabilitasi Sosial Orang dengan Kecacatan tahun 2015 2) lokasi kegiatan ASPDB yang telah dilaksanakan sejak  tahun 2006, dimana pada tahun 2016 akan dilakukan pemutusan kegiatan (exit strategy). Sampel penelitian dipilih secara purposive sehingga keseluruhan 133 orang dijadikan responden dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi keluarga lebih besar pengaruhnya dibandingkan dukungan ekonomi keluarga dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas berat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperlukan adanya berbagai upaya nyata dari berbagai kementerian/instansi terkait agar kesetaraan taraf hidup penyandang disabilitas berat dengan warga negara Indonesia lainnya dapat terwujud, terpadu dan berkesinambungan yang pada akhirnya dapat menciptakan kesejahteraan sosial. Kata kunci: Keluarga, ekonomi, kompetensi dan pemenuhan hak abstract This article is as result of research on the influence of family support and family competence on the fulfillment of the rights of people with severe disability. This study aims to analyze the relationship between family economic support and family competence on the fulfillment of the rights of people with severe disability. The research used correlation research method with ex post facto design. The location of the study was chosen based on 1) location of empowerment of families with severe disability conducted by Directorate of Social Rehabilitation of People with Disability in 2015 2) location of ASPDB activity that has been implemented since 2006, where in 2016 will be executed (exit strategy ). The sample of research was chosen purposively so that all 133 respondents were chosen in this research. The results of the study indicate that family competence is greater than the economic support of the family in the fulfillment of the rights of people with severe disability. Based on the result of the research, it is necessary to have real efforts from various related ministries / agencies so that the equality of living with severe disability with other Indonesian citizens can be realized, integrated and sustainable which ultimately can create social welfare. Keywords: Family, economy, competency and fulfillment rightsÂ

    GOTONG ROYONG SEBAGAI MODAL SOSIAL DALAM PENANGANAN KEMISKINAN

    Get PDF
    Gotong royong merupakan nilai budaya masyarakat yang dimanfaatkan sebagai mekanisme dalam mengatasi berbagai permasalahan di tingkat lokal. Tulisan ini disusun berdasarkan isu memudarnya nilai gotong royong di masyarakat akibat dari terjadinya perubahan sosial. Informasi dikumpulkan dari berbagai kepustakaan dan hasil penelitian program RUTILAHU. Penulis tertarik dan mengarahkan perhatian untuk menulis nilai gotong royong sebagai modal sosial dikaitkan dengan penanganan kemiskinan. Berdasarkan hasil kajian kepustakaan dan penelitian menunjukkan, bahwa gotong royong yang cukup efektif dalam penanganan kemiskinan, khususnya terkait dengan program RUTILAHU. Masih terlembaganya nilai gotong royong, sehingga program RUTILAHU dapat diimpelentasikan dengan baik, dalam arti sesuai dengan rencana dan target yang dicapai. Masyarakat di sekitar lokasi program secara suka rela hadir menyumbangkan tenaga, bahan-bahan bangunan yang diperlukan dan bahan makanan, serta membantu secara bersama-sama mengerjakan rumah sampai selesai. Mereka tidak mendapatkan pengembalian dalam bentuk apapun atas tenaga, bahan bangunan, dan bahan makanan yang telah diberikan. Rumah yang dibangun dengan gotong royong tersebut tidak hanya dirasakan oleh penerima program, tetapi masyarakat sekitar juga merasa senang karena telah berhasil membangun rumah bagi tetangganya. Berdasarkan hasil studi ini, disimpulkan bahwa nilai-nilai budaya gotong royong merupakan modal sosial yang dimanfaatkan masyarakat sebagai mekanisme penanganan kemiskinan. Kata kunci : kemiskinan, gotong royong, modal sosial

    KRISIS PARUH BAYA DAN PENANGANANNYA

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan untuk menginformasikan tentang terjadinya krisis pada masa paruh baya dan solusi menghadapi permasalahan krisis, agar tidak menimbulkan permasalah pada masa lanjut usia. Meski masih ada perdebatan tentang adanya krisis paruh baya atau disebut sebagai “puber kedua†namun memasuki usia paruh baya menjadi usia krisis. Mereka akan dihadapkan dengan berbagai perubahan baik fisik, fisiologis, sosial dan psikologis, yang menuntut penyesuaian. Masa paruh baya merupakan masa transisi menuju masa usia lanjut, mereka sudah tidak muda namun belum tua.   Reaksi terhadap masa transisi berbeda-beda antara pria dan wanita dan bersifat individual, tergantung tingkat sosial ekonomi serta kematangan pribadi. Selain itu kondisi emosi, kepribadian dan stress mempengaruhi reaksi terhadap krisis. Stres masa paruh baya berupa stress pekerjaan, penghasilan, burnout (kelelahan), emptynes (kesendirian). Agar masa transisi tidak menimbulkan masalah, maka seorang paruh baya perlu menyesuiakan diri secara sehat, merubah gaya hidup, menerima perubahan dan mampu mengelola stress. Kata kunci; paruh baya, transisi, penyesuaian diri, stress

    Halaman Depan Vol 11 No 03 2016

    No full text

    PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN MELALUI PROGRAM SCORE DALAM MENCEGAH PENYEBARAN HIV/AIDS

    Get PDF
    Beberapa anak jalanan dapat ditemukan di Jakarta Timur, khususnya di Jatinegara, Prumpung, dan Pulogadung. Anak-anak jalanan ini beresiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS karena dekat dengan narkoba (khususnya jarum suntik) dan Pekerja Seksual Komersial. Salah satu jalan untuk mencegahnya adalah melalui program SCORE (Soccer For Chlidren On the Road Empowerment) yaitu program pemberdayaan Anjal dalam mencegah penularan HIV/AIDS melalui konsep sepak bola. Program ini digagas oleh Yayasan Rumah Kita (eRka). Pekerja sosial yayasan eRka, menjangkau anak-anak jalanan melalui program pelatihan HIV/AIDS, selain itu juga mengembangkan rumah Score, pendampingan, pembentukan dan pelatihan untuk peer educatur, klinik soccer, pelatihan keterampilan dan sistem rujukan serta malam renungan HIV/ AIDS sebagai bagian dari refleksi pencegahan HIV/AIDS

    KONFLIK SOSIAL DI KAMPUNG NELAYAN : Studi Kasus Di Pantai Utara Kota Cirebon, Jawa Barat

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini mengangkat dari sudut pandang pelaku untuk memahami peristiwa konflik dan dimensiya serta resolusinya yang lebih efektif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan teknik studi kasus. Informan penelitian adalah pelaku konflik, baik dari kalangan nelayan dan masyarakat. Teknik pengumpulan data meliputi observasi nonpartisipasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini, mendeskripsikan tentamg  peristiwa konflik meliputi pemicu konflik, penyebab konflik, dampak konflik, serta resolusi konfik. Pemicu konflik antar kelompok tersebut memiliki kesamaan yaitu dipicu oleh perbuatan yang sepele seperti suara knalpot motor, rasa cemburu, dan gesekan antar perahu. Begitupun dengan penyebab konfliknya yaitu  perlakuan yang tidak adil dan persaingan sumber daya ekonomi. Dampak konflik meliputi adanya korban luka dan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerusakan bangunan, maupun terjadinya perpecahan antar anggota masyarakat dan ketidakpercayaan terhadap pemerintah setempat. Resolusi konflik yang dilakukan melalui pendekatan keamanan, negosiasi dan mediasi. Rekomendasi hasil Penelitian adalah peningkatan kapasitas aparat pemerintahan, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat dalam resolusi konflik serta  pemberdayaan nelayan dan institusi nelayan. Kata Kunci    : Konflik Sosial,  Nelayan, Resolusi Konflik AbstractThis research would like to highlight from the perspective of suspects to understand its event, dimensions, and effective resolution. This research is descriptive type and case study technique. The informants of this research are suspects to conflict from fisherman and community. The result of research describes the event of conflict such as conflict trigger, causes, impact, and its resolution. The conflicts among fisherman and non-fisherman was triggered by trivial causes such a sound of motor exhaust, jealousy, and small crashes of boat. The same happens with conflict causes such as unfair treatment and competition of economic resource. The effects of conflict are casualties, environmental and building damage, disunity of society and distrust to local government. Resolution of conflict was executed through security approach, negotiation, and mediation. The recommendations of this research are increase the capacity of local government, local security, and public figure within conflict resolution along with empowering of fisherman and their institution. Key words : Social Conflict, Fisherman, Conflict Resolution.Â

    396

    full texts

    599

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Kementerian Sosial RI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇