e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
    599 research outputs found

    PARA PEKERJA PREKARIAT : Studi Kasus Para Pekerja Sepatu di D’arcadia Treasure, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran mengenai kondisi sosial pekerja pada industri sepatu. Pada kondisi prekariat (prekaritas) yang penuh ketidakpastian, mereka harus membuat keputusan untuk memilih tetap berada dalam industri tersebut atau keluar. Secara khusus akan dicermati strategi apa saja yang akan mereka lakukan untuk dapat terus bertahan dalam industri sepatu. Secara teoritis, penelitian ini berangkat dari pandangan Tsing (2015) tentang kondisi para pekerja yang penuh dengan ketidakpastian, namun dibalik semua itu ada berbagai hal yang dapat dijadikan sebagai pegangan hidup yang memungkinkan mereka bertahan. Penelitian dilakukan secara kualitatif di bengkel sepatu d’Arcadia Treasure, di kampung Sanding, desa Bojongnangka, kecamatan Gunung Putri, kabupaten Bogor dengan mengandalkan pengamatan terlibat, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pekerja sepatu tersebut memiliki cara bertahan dengan melakukan hubungan sosial berdasarkan kesamaan tempat belajar, kecocokan pertemanan, hubungan kekerabatan, asal daerah, dan generas

    ANALISIS GENDER TERHADAP STRATEGI KOPING DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (Gender Analysis Toward Coping Strategies and Family Well-Being)

    No full text
    In order to increase the gender roles in many aspects of family livelihood, and to increase the socioeconomic and cultural well-being of the family and community level, this study aims to: (1) Analyze the characteristics and family economic sufficiency, (2) Analyze the gender roles in decision making and implementation of coping strategies, and (3) Analyze factors affecting family well-being. The advantages of this study are for the development of family studies from gender analysis perspective and for the inputs of family counseling needs. The study was conducted at Hambaro Village, Sub-District of Nanggung, District of Bogor-West Java Province in April to August 2008, by using a cross sectional study design. The location of study was chosen purposively. The samples were 110 Janner families through systematically randomsampling method. The result showed that the average of the wife's education was low, with the length of education was 4.4 years. Almost half of the housewives were not working, and more than three-quarter of the husband were fanners. The average of monthly income per capita was Rp. 133.778,82, and the average of monthly expenditure per capita was Rp. 161.142,96. Roughly speaking, gender roles in decision making and implementation of the family (as the composite factors of management aspect, a cutting back expenses strategy, and a generating income strategi;) based on the gender partnership with the degree of intermediate level. Finally, it was found that family subjective well-being was influenced indirectly by the high husband's education level, the low family economic sufficient level, and the low partnership of gender roles in decision making of coping strategies

    Halaman Depan Vol 15 No 03 Sep - Des 2010

    No full text

    PERMASALAHAN PEKERJA MIGRAN DI DAERAH PERBATASAN: STUDI KASUS TENAGA KERJA WANITA DI KABUPATEN SAMBAS, KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Kasus TKW Indonesia yang mencuat baru-baru ini telah membuat keprihatinan pada berbagai pihak. Nasib mereka yang kurang beruntung disebabkan oleh rendahnya kualitas pendidikan dan keterampilan yang dimiliki hingga akhirnya mereka hanya tersalurkan bekerja pada sektor-sektor informal seperti menjadi PRT, dan buruh kasar. Di daerah perbatasan Kalimantan Barat, permasalahan tenaga kerja menjadi semakin kompleks.Memang para tenaga kerja ini mengalirkan nilai balikan ekonomi ke pedesaan, serta membawaperubahan sosial bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama bagi tenaga kerja yang sukses dalam pekerjaannya. Namun bagi tenaga kerja lainnya, yang tidak beruntung, tampaknya gambaran tentang kemulusan bekerja di luar negeri tidak sesuai dengan harapan dan iming-iming yang dijanjikan oleh agenagen tenaga kerja.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif wawancara mendalam, danpengamatan. Dari kajian kasus ini, tampaknya masalah yang dialami TKW di Kabupaten Sambas lebih banyak disebabkan karena prosedur pemberangkatan secara ilegal. Kebijakan pemerintah mendorong para calo tenaga kerja menempatkan TKW ke Sarawak tanpa disertai dengan persyaratan dan perlindungan yang memadai

    PEMANFAATAN POTENSI MASYARAKAT MELALUI PERAN SERTA MASYARAKAT DI DESA LANGENSARI, KECAMATAN LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG

    No full text
    Permasalahan kesejahteraan sosial selalu ada dalam kehidupan manusia, tidak terkecuali dalam suatu lingkungan masyarakat. Beragam potensi yang dimiliki oleh masyarakat desa yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pengembangan dan kemandirian desa mereka, antara lain adanya lembaga atau institusi sosial, serta nilai-nilai yang mendukung pembangunan seperti nilai kebersamaan, gotong royong dan kesetiakawanan. Apabila potensi tersebut tidak dapat dijaga maka akan memudar dan mungkin akan menghilang. Oleh karena itu dibutuhkan peran serta masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada. Sehingga masyarakat dapat mengatasi permasalahan kesejahteraan sosial yang ada di lingkunganmereka

    PEMETAAN SOSIAL DI KECAMATAN SEBANGAU KUALA, KABUPATEN PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

    No full text
    Sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah cukupberagam dan potensial dalam memenuhi berbagai kepentingan pembangunan dan kebutuhan masyarakat. Sungai, danau, rawa dan lahan terbuka luas baik untuk kepentingan pertanian, perikanan maupun perkebunan. Selain itu sumber daya hutan masih potensial sebagai sumber mata pencaharian. Kondisi tersebut pada sisi lain membutuhkan proses pemberdayaan masyarakat yang mensyaratkan adanya perubahan dalam masyarakat secara optimal dengan melibatkan partisipasi aktif secara luas di semua spektrum masyarakat tingkat lokal. Jangkauan pemberdayaan memerlukan proses dialog dan pendampingan yang terkadang dapat dibantu oleh pihak lain. Kabupaten Pulang Pisau merupakan kabupaten pemekaran yang baru terbentuk, oleh karena itu dalam penyusunan program pembangunan perlu memiliki data dasar berkaitan dengan permasalahan kesejahteraan sosial dan potensi kesejahteraan sosial yang ada di masyarakat sehingga diharapkan dapat dijadikan masukan bagi Pemda Kabupaten Pulang Pisau dalam perumusan kebijakan ke depan. Pemetaan sosial ini dilakukan di Kecamatan Sebangau Kuala

    PERMASALAHAN PENYANDANG HIV/AIDS

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Abdi Asih, Surabaya. Sumber data 2 orang ODHA, 3 orang pengurus yayasan dan 2 orang relawan pendamping. Pengumpulan data menggunakan teknik FGD, dan telaah dokumen. Data yang terkumpul di analisis secara deskriptif kualitatif Hasil penelitian menemukan bahwa permasalahan yang dihadapi ODHA dapat dikategorikan dalam permasalahan fisik, psikis, dan sosial ekonomi. Secara fisik, penyandang mudah terinfeksi berbagai penyakit.Permasalahan psikis, seperti tertekan, stress, dan tidak punya semangat hidup Iebih disebabkan karena gonjangan jiwa atas vonis bahwa dirinya mengidap virus HIV/AIDS. Semetitara permasalahan sosial yang dihadapi ODHA lebih karena adanya stigma negatif yang selama ini berkembang di masyarakat yang menyebabkan ODHA dikucilkan, bahkan diasingkan oleh masyarakat dan keluarganya. Akses pendidikan dan pekerjaan menjadi sangat terbatas bahkan dalam banyak kasus tertutup sama sekali.Pelayanan sosial yang dibutuhkan ODHA meliputi semua bentuk pelayanan sosial. Mereka membutuhkan pelayanan akses yang mencakup pelayanan informasi, rujukan, advokasi dan partisipasi. Juga dibutuhkan pelayanan yang bertujuan pertolongan dan rehabilitasi yang dikenal sebagai pelayanan terapi baik fisik, psikis maupun sosial. Untuk menunjang kehidupan ODHA, mereka juga memerlukan pelayanan yang bertujuan pengembangan seperti pemberikan bimbingan keterampilan

    Halaman Belakang Vol 12 No 3 2007

    No full text

    ANALISIS KEBUTUHAN PELAYANAN SOSIAL BAGI PEKERJA MIGRAN DI NEGARA TUJUAN Studi Kasus Pekerja Migran Bermasalah di Malaysia

    Get PDF
    Kebutuhan pelayanan sosial yang mendesak dilakukan di negara tujuan adalah pelayanan rehabilitatif dan preventif. Pelayanan rehabilitatif dilakukan bagi TKI yang sudah terlanjur menjadi korban dan sudah berada di shelter. Kondisi korban. cukup bervariasi,dapat dikategorikan menjadi korban "luka" (fisik dan atau sosial-psikologis) dalam degradasi: parah, ringan aiau sehat. Pelayanan rehabilitasi sosial-psikologik ditujukan uniuk emulihkan rasa harga diri korban sebagai manusia bermartabat, sedapat mungkin yang bersangkutan dapat pulang kembali ke tengah keluarganya dengan "kepala tegak". Seluruh sisiem pelayanan di shelter harus diupayakan sehingga korban merasa tidak sendirian, tunjukkan negaranya Indonesia (melalui aparat) mau peduli, menyayangi dirinya dan memahami masalahnya. Rehabilitasi psikososial juga dapat dilakukan dengan konsultasi indvidual dan kolektif Petugas harus mendengar secara khusus perasaan,rasa kecewa, rasa terhina, kecemasan korban dan memberinya bimbingan. Secara kolektif apat dilakukan dengan teknik game-trapeutic. Melalui semua media diupayakan sehingga korban berkata kepada dirinya sendiri: "kali ini saya belum berhasil, tetapi dunia belum kiamat, nanti ditanah air saya akan bekerja lebih keras, pada saatnya saya akan berhasil", Pelayanan preventif perlu dilakukan dalam bentuk pemantauan secara berkala ke tempai pekerja migran bekerja. Pemantauan bukan sekedar memonitor pekerja migran tetapi sekaligus memberi bimbingan bagi kedua belah pihak jika ada indikasi permasalahan. Pemantauan berkala juga berfungsi sebagai sarana dukungan moril bagi TKI. Selain kedua pelayanan tersebut, pelayanan lain yang dibutuhkan TKI adalan penyelamatan (rescue) bagi TKI yang diperlakukan buruk tetapi masin berada di tempai kerja; dan pelayanan perlindungan (protectif) melalui perbaikan MOU antar pemerintah Indonesia dengan Malaysia agar lebin pro TKI

    PERDAGANGAN PEREMPUAN DAN ANAK: KAJIAN FAKTOR PENYEBAB DAN ALTERNATIF PENCEGAHANNYA

    Get PDF
    Pengkajian ini bertujuan mengetahui : (1) faktor penyebab meningkatnya kasus perdagangan perempuan dan anak di Indonesia; (2) Peran Pemerintah dan LSM dalam upaya pencegahan dan penanggulangan tindak pidana perdagangan perempuan dan anak. Cara mencapai tujuan dilakukan studi dokunzentasi. Data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi dikategorisasi, dianalisis, dan diinterpretasi secara deskriptif Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab meningkatnya kasus perdagangan perempuan dan anak yaitu: kemiskinan, pendidikan rendah, kawin usia dini, ketidaktaatan terhadap ajaran agama, dan sebagian besar orangtua terlibat dalam praktik perdagangan perempuan dan anak. Peran pemerintah dalam pencegalum dan penanggulangan perdagangan perempuan dan anak, baru terbatas pada tingkat sosialisasi dan penyusunan infrastniktur kelembagaan yang terkait dengan trafficking, namun beberapa LSM telah merespons persoalan trafficking dengan berbagai aksi, baik da/am bentuk penanganan kasus maupun pencegalzan terjadinya trafficking. Solusi yang diajukan dalam pengkajian ini, adalah pencegahan perdagangan perempuan dan anak melalui pemberdayaan sosial keluarga, dimana keluarga yang ketahanan sosialnya lemah ditingkatkan agar dapat melaksanakan peran dan fungsi sebagaimana mestinya. Upaya peningkatan peran dan fungsi keluarga, dilakukan dengan intervensi pekerjaan sosial. Pekerja sosial sebagai pelaku perubahan diharapkan dapat nzemperbaiki kondisi keluarga, nzenyangkut beberapa aspek, yaitu : (a) pelaksanaan peran sesuai dengan kedudukan; (b) pemenuhan kebutuhan dasar; (c) terjalinnya hub1mgan akrab antara keluarga dengan lingkzmgannya; dan (d) tewujudnya keluarga yang harmonis

    396

    full texts

    599

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Kementerian Sosial RI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇