e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
599 research outputs found
Sort by
MODEL, PELUANG DAN TANTANGAN PEMBENTUKAN PUSAT LAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI KECAMATAN Studi Kasus di Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang Provinsi Banten
Penelitian ini merupakan upaya penjajagan pembentukan lenzbaga Pusat Kesejahteraan Sosial (PKS) di wilayah kecanzatan sebagai prasarana penunjang tenvujudnya pelayanan, seperti diharapkan Renstra Departemen Sosial 2004-2009. Penelitian dilakukan dengan nzetode action research, di satu lokasi yang ditetapkan secara purposive, yaitu Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembentukan lembaga PKS, yang pada penelitian ini disebut Pusat Layanan Sosial (PLS), di wilayalz kecamatan memiliki cukup peluang dan sekaligus menghadapi beberapa tantangan. Peluang pembentukan PKS atau PLS di wilayah kecamatan, pada kasus ini, 111uncul dari: a) Masalalt KS di wilayah setempat yang berakar pada masalah kemiskinan, yang cukup kompleks, luas dan beragam, sehingga diperlukan penanganan serius dan intensif; b) Pelayanan KS yang ada selanza ini belum cukup optimal menjawab permasalahan, seperti diharapkan Renstra Depsos 2004-2009, belum cukup menggali potensi setempat, belum menyentuh masalah dasar, cakupan masih sempit; c) Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang tentang Perangkat Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Peraturan Bupati Kabupaten Tangerang tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, memuat klausul yang memungkinkan pembentukan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) di bawah Dinas Sosial. Pembentukan PLS semakin mendapat momentum setelah disahkannya UU RI nomor 11/2009 tentang KS, PLS dapat diposisikan sebagai apa yang disebut "pusat kesejahteraan sosial" salah satu bentuk sarana dan prasarana penyelenggaraan KS seperti ditetapkan pada pasal 35. Tantangan pembentukan lembaga terse/mt, diperkirakan datang dari pihak-pihak yang khawatir dirugikan atau merasa tersaingi dan pilzak yang skeptic atau pesimis. Penolakan juga mzmgkin datang dari pihak yang berorientasi PAD dalam jangka pendek serta pilzak lain yang kurang menzahami hakekat pembangunan kesejahteraan sosial sebagai investasi sosial
KESIAP-SIAGAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN BENCANA ALAM - Kasus di Si Tellu Tali Urang Jehe
Familly Social Conditional Research in Disaster Management, constitutes a case research in Si Tellu Tali Urang Jehe district, Pakpak Bharat regency, with the purpose of research : Identified region which convert hazard level, vulnerability and capacity of citizen against hazard risk; acquired description about the alertness of socieh; in management of natural disaster, covers : Pre, Period and After natural disaster; identified the capacity rise need of society in management of natural disaster and this research has the quality of qualitative descriptive. The condition of Pakpak Bharat regency area generally and specially in Si Tellu Tali Urang Jehe district in hilly, so it is sensitive against landslide. Yet from the disaster happened there many times, the society has been able to predict what natural phenomenon will happen in their area,specially flood and landslide. The copacity of family in predicting the natural phenomenon was acquired from experience (Zearing procedd and understanding from the previous incident). Yet the result of understanding is less socialized to next generation. From the observation during thair stay in the area, the society has k11ow11 some points of sensitive location of disaster and the plascement of POSKO (Command Post) if disaster happens. Regional administration respond and his apparatuses of sector instancy in bullding the alertness of the society is high enough, though it is not supported by PORT AB yet. For that, the decree of Pakpak Bharat regent No. 16/2.006 on Februan; 9,2006 in order to be able to be made reference for arrangement of PORTAB
REFORMASI HUBUNGAN SINERGI MASYARAKAT DAN PEMERINTAH DALAM BIDANG PENDIDIKAN MENUJU KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Studi Kasus Hubungan Komite Sekolah Dengan Lembaga Sekolah SMU di Kota Pekanbaru, Riau
Terciptanya masyarakat Indonesia yang memiliki kualitas hidup yang baik dan harmonis masihsangat jauh dari kenyataan. Salah satu upaya adalah dengan membangun hubungan yang sinergi antara masyarakat sipil dan pemerintah. Kesinergian ini membutuhkan kepedulian dan sikap saling melengkapi antara masyarakat dengan pemerintah atau dalam suatu bentuk hubungan menunjukkan saling keterkaitan. Kombinasi dari dua elemen dasar Negara ini sangat kuat untuk pembangunan. Berbagai cara yang inovatif untuk menyatukan perbedaan, khususnya kebudayaan, antara masyarakat dengan masyarakat dan masyarakat dengan pemerintah perlu untuk dibentuk.Penelitian ini dapat dimulai dari mengeksplorasi sejauh mana hubungan pemerintah dan masyarakat pada bidang pendidikan. Pemerintah dalam permasalahan ini sebagai organisator dari pendidikan yang mengeluarkan kebijakan tentang transparansi sekolah-sekolah secara bersama-sama antara pihak sekolah dengan siswa yang diwakili oleh komite sekolah. Bagaimaanapun cara kreatif yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan khususnya oleh para reformis dipihak sekolah sehingga fasilitas pendidikan dapat terpenuhi sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan masyarakat, antara masyarakat dengan aparat pemerintah dan juga pelaksanaan pemerintahan yang baik
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS KESEHATAN ANAK JALANAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan anak jalanan dalam hubungannya dengan perilaku anak dan lingkungan tempat mereka biasa berada. Penelitian ini dilakukan di delapan rumah singgah di Jakarta Timur dengan sampel sebanyak 200 anak jalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan anak jalanan ini 64 persen berstatus buruk. Hasil analisis regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa variabel yang mempengaruhi status kesehatan anak jalanan adalah jenis kelamin, pola tidur, mobilitas tempat kerja, dan jumlah jam kerja. Anak jalanan perempuan 2,54 kali lebih cenderung berstatus kesehatan pada tingkat yang lebih buruk dibandingkan anak jalanan laki-laki, anak jalanan yang jumlah jam tidurnya kurang dari 6 atau lebih dari 8 jam sehari dan atau waktu tidurnya setelah pukul 23.00 WIB 2,98 kali lebih cenderung berstatus kesehatan pada tingkat yang lebih buruk dibandingkananak jalanan yang jumlah jam tidurnya 6-8 jam sehari dan waktu tidurnya sebelum pukul 23.00 WIB, anak jalanan yang melakukan pindah-pindah tempat kerja 3,93 kali lebih cenderung berstatus kesehatan pada tingkat yang lebih buruk dibandingkan dengan anak jalanan yang tidak melakukan pindah-pindah tempat kerja, anak jalanan yang memiliki jumlah jam kerja lebih dari 3 jam sehari 2,66 kali lebih cenderung berstatus kesehatan pada tingkat yang lebih buruk dibandingkan dengan anak jalanan yang jam kerjanya kurang dari atau sama dengan 3 jam sehari. Kata kunci: Kesehatan anak, anak jalanan, rumah singgah, regresi logistik ordinal
KONDISI, POTENSI DAN SUMBER DAYA SUKU ALUNE DI SERAM BAGIAN BARAT, MALUKU
Penelitian ini bertujuan untuk menggali data dan informasi yang berkaitan dengan potensi dan sumber daya Suku Alune. Berdasarkan hasil penelitian dapat dirumuskan rekomendasi dalam kerangka pemberdayaan sosial bagi mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan kondisi obyektif Suku Alune di Seram Bagian Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu studi dokumentasi, observasi, wawancara mendalam dan diskusi kelompok Data dan informasi, dikumpulkan dari tokoh adat/Upu, warga masyarakat dan aparat desa setempat. Data dan inforamsi yang sudah dihimpun dari lapangan dianalisis secara kualitatif. Analisis ini diawali dengan melalukan kategori data, interpretasi dan mendeskripsikan data serta penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan informasi bahwa kondisi kehidupan Suku Alune belum sejahtera. Mereka masih menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara kualitas. Mereka mengkonsumsi makanan sehari-hari yang bahan pokoknya dari singkong, talas dan sagu yang dimakan dengan sayur labu atau sarus daun singkong dan sambal. Fasilitas pendidikan yang tersedia di lokasi baru sekolah dasar. Sementara itu untuk pendidikan sekolah lanjutan pertama (SLP) dan untuk mendapatkankan fasilitas medis modern diperoleh di lain desa dengan waktu tempuh tiga jam. Di sisi lain, Suku Alune memiliki potensi dan sumberdaya alam, sumber daya manusia dan sumber daya sosial. Sumber daya tersebut belum digali dan dikembangkan secara optimal, sehingga belum memberikan manfaat yangbesar dalam meningkatkan kondisi kehidupan mereka. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan strategi yang difokuskan pada pengembangan potensi dan sumber daya yang ada, dalam upaya meningkatkan kondisi kehidupan Suku Alune menjadi lebih baik.Kata kunci: Potensi, sumber daya, suku Alune, modal sosial
PROFIL DAN PERANAN ORGANISASI LOKAL DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT
Agenda 21 yang merupakan komitmen dunia terhadap pembangunan yang berpusat padamanusia, mengembangkan sebuah konsep “berpikir global, bertindak lokalâ€. Konsep ini telahditindaklanjuti di dalam deklarasi IULA (International Union of Local Authorities) dan EU (European Union), dimana adanya keharusan bagi otoritas lokal di seluruh dunia memberikan prioritas untuk partisipasi bagi organisasi lokal. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa organisasi lokal sebagai wahana partisipasi masyarakat lokal, telah memberikan kontribusi yang nyata dan bermakna dalam pembangunan. Sehubungan dengan itu, organisasi lokal yang tumbuh dan berkembang di seluruh lapisan masyarakat Indonesia, perlu dipertimbangkan sebagai instrumen dan strategi dalam pembangunan masyarakat. Kata-kata kunci : Organisasi Lokal, Pengembangan/Pembangunan Masyarakat, Masyarakat Madan
KETIDAKSETARAAN GENDER DALAM PENDIDIKAN; Studi Pada Perempuan di Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang
Penelitian ini membahas tentang ketidaksetaraan dalam pendidikan di Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian eksplanatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksetaraan gender dalam pendidikan bagi perempuan di Majalaya - Karawang yang disebabkan oleh pengaruh akses, partisipasi, kontrol, manfaat serta nilai terhadap pendidikan. Faktor penting yang mendorong terciptanya ketidaksetaraan gender dalam pendidikan adalah nilai. Nilai yang ada membentuk stereotip negatif yang menyebabkan terjadinya marjinalisasi, subordinasi dan beban kerja pada perempuan di Kecamatan Majalaya. Kata kunci: Ketidaksetaraan gender, pendidikan, perempua
PEMETAAN PARTISIPATIF ANCAMAN, STRATEGI COPING DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PENGURANGAN RESIKO BENCANA BERBASIS MASYARAKAT DI KECAMATAN SALAM KABUPATEN MAGELANG
Pasca erupsi Gunungapi Merapi tanggal 26 Oktober 2010, bahaya lahar merupakan ancaman bencana di wilayah Kabupaten Magelang. Kecamatan Salam merupakan daerah rawan bahaya lahar dengan keberadaan empat sungai yang berhulu di Gunungapi Merapi, yaitu Kali Krasak, Kali Batang, Kali Putih dan Kali Blongkeng. Diantara keempat sungai tersebut, Kali Putih merupakan salah satu sungai dengan tingkat kerawanan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik ancaman, mengidentifikasi strategi koping dan kesiapsiagaan masyarakat dalam mengurangi risiko bencana. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode Participatory Geographic Information System (P-GIS) melalui pemetaan partisipatif dalam kegiatan FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan pengalaman masyarakat dalam menghadapi bencana lahar membentuk pemahaman yang baik untuk meningkatkan kapasitas berupa kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman banjir lahar pascaerupsi Merapi 2010. Melalui kegiatan pemetaan partisipatif ancaman dalam pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat dapat teridentifikasi daerah rawan lahar, kerentanan, kesiapsiagaan serta teridentifikasinya potensi dan sumber daya yang tersedia yang dapat digunakan masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana. Kata kunci : Pemetaan partisipatif, PRB berbasis masyarakat, strategi koping dan kesiapsiagaa