e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
599 research outputs found
Sort by
HIV/AIDS DI KALANGAN PEKERJA SEKS PEREMPUAN Studi Kasus di Lokalisasi Kota Surabaya
This paper based on the field research focusing at the study on women for sexual purposed. The research answer two research questions, how about the pattern of work the women for sexual purposed and how about the prevalence of spread the HIV/AIDS among of the women for sexual exploitation? This research conducted in Surabaya city, with ethnographic research approached. The result of this research indicated the women has the high risk with their activities, belong infection by the HIV / AIDS. Some sex workers, including child sex workers, ranging exposed to different types of diseases STDs (Sexually Transmitted Infections), even some of them had been infected with HIV/ AIDS. What a risk on their own bodies, they never think about it. When the women for sexual purposed was trapped in a world of prostitution, they have difficulty to get out. Crush of debt, consumer demands, including dependence on alcohol and the habit to use pills koplo every day, add a row of the reasons that make the women for sexual purposed to get out of prostitution world full of risks. The strategic for fighting back the women prostitution with HIV/AIDS needs the preventive program by campaign the HIV/AIDS and build the awareness from community, rehabilitative program by build the shelter and routine examination to sex worker and integrative programs to encourage the regulation to prevent the transmission of HIV/AIDS
PARTICIPATORY ACTION RESEARCH: PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT UNTUK MENJADIKAN LINGKUNGAN YANG BEBAS NARKOBA (Studi Kasus di Kompleks Permata, Jakarta Barat)
Repressive and the eradication of drug abuse that had been conducted by law enforcement authorities in Kompleks Permata ineffective because it does not have the support of local community. Collectively in community even against and denied the presence of law enforcement who want to take actions against the perpetrators of sellers and drug dealers in their area. Learning from the experience of handling similar cases in other countries, the government realized that to make changes to the region and free from drug abuse in Kompleks Permata's communittJ requires more than merely repressive approach and repressive measures. Awareness of local community to participated in making these changes. In order to support increased community awareness, the approach used ParticipatonJ Action Research (PAR) that a role and be useful to support increased research on the environmental sensitivity of the public who live with the drug
PENYUSUNAN KONSELING SFBT UNTUK MENGATASI STRESS KERJA TERHADAP PERAWAT GERONTIK DI PANTI X
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran stress kerja perawat gerontik di Panti X (beserta responnya) yang akan digunakan dalam menyusun modul konseling berbasis pendekatan Solution Focused Brief Therapy (SFBT). Penelitian deskriptif ini menggunakan metode kualitatif (wawancara mendalam) dan sebuah kuesioner hanya untuk membantu melengkapi gambaran kualitatifnya. Kuesioner tersebut untuk mengukur tingkat stress kerja terhadap 3 partisipan. Kuesioner diperoleh dari penelitian Jusnimar (2012) yang hanya dimodifikasi sedikit tanpa mengubah validitas serta reliabilitasnya untuk melengkapi hasil penelitian ini. Teori stress kerja yang digunakan dalam penelitian ini terutama mengacu pada teori Lazarus. Hasil penelitian ini ialah 1 partisipan mengalami stress berkadar berat, 1 partisipan mengalami stress berkadar sedang, dan 1 partisipan mengalami stress berkadar ringan. Untuk menangani stress kerja yang dialami, ketiga partisipan ini kerapkali menggunakan cara-cara yang dominan mengarah kepada emotion focused coping daripada problem focused coping. Ketiga partisipan belum memperoleh solusi terarah untuk mengatasi permasalahannya. Modul konseling berbasis SFBT dalam penelitian ini ditujukan bagi para perawat di Panti X, terutama para partisipan, untuk mengatasi stress kerja yang dialami secara lebih memadai.  Kata kunci: Stress Kerja, Perawat Gerontik, Solution Focused Brief Therapy Abstract This study aims to get a work stress description of geriatric nurses at X Institution (with its responses) that will be used in preparing a module-based counseling approach of Solution Focused Brief Therapy (SFBT). This descriptive study uses qualitative method (in-depth interviews) and a questionnaire only to help complete the qualitative description. That questionnaire for measuring level of work stress on three participants. The questionnaire which obtained from Jusnimar’s research (2012) was modified slightly without change its validity and its reliability as a result complement. Theory of work stress that be used in this study mainly refers to Lazarus’ theory. The results are 1 participant experiences severe stress level, 1 participant experiences moderate stress level, and 1 participant experiences mild stress level. To cope with the work stress which experienced by them, these three participants often use ways that lead to emotion focused coping dominantly than problem focused coping. All three participants do not have targeted solutions to resolve their own problems. A module-based counseling approach of SFBT in this study is addressed for nurses in an X Institution, especially the participants, to overcome the work stress that experienced more adequately. Key words: Work Stress, Geriatric Nurse, Solution Focused Brief TherapyÂ
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) MEWUJUDKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Studi atas Program PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company TBK Cimareme Padalarang Kabupaten Bandung
Pembangunan sosial masih dipandang sebagai pelengkap dari pembangunan ekonomi. Keberlanjutan pembangunan sosial sangat terkait dengan peran pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Untuk itu, pembangunan sosial harus dimulai oleh dunia usaha, salah satunya melalui tanggung jawab dunia usaha yang dikenal dengan istilah Corporate Social Responsibility (CSR). Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat sebagai perwujudan Corporate Social Responsibility (CSR) di PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. Hasil dari penelitian menunjukkan, bahwa aktivitasCSR PT Ultrajaya, mampu membantu kelompok rentan di komunitas, melalui program air bersih dan beasiswa bagi keluarga miskin. Meskipun demikian, masih perlu kerjasama yang kuat antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam mewujudkan sustainability dari program yang telah dilaksanakan
IMPLEMENTASI PENDEKATAN PENGORGANISASIAN MASYARAKAT FEMINIS ISLAMIS DALAM MEMERANGI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI INDONESIA Sebuah Kajian Kualitatif
Pendekatan pengorganisasian masyarakat, pada dunia Barat, telah menjadi salah satu cara dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan (violence against women). Kombinasi antara pendekatan yang berdasarkan teori feminis dan pengorganisasian masyarakat ini telah menjadi salah satu cara yang dikenal dalam mengatasi beberapa masalah sosial, lebih khusus, pendekatan ini terbukti pula menjadi salah satu cara yang paling efektif dalam memerangi isu-isu gender, khususnya kekerasan terhadap perempuan. Dalam pekerjaan sosial, masyarakat adalah salah satu elemen terpenting dalam agenda perubahan, masyarakatadalah objek sekaligus subjek akan suatu perubahan; masyarakat adalah sumber kekuatan terpenting yang harus tetap diperhatikan. Dalam lapangan pekerjaan sosial, masyarakat disebut juga dengan level mezo atau level tengah yang berada di antara level mikro (individu) atau yang bersifat klinis dan makro yang lebih bersifat kebijakan. Dengan kata lain pendekatan terhadap masyarakat adalah jembatan yang begitu penting dalam sebuah perubahan mikro dan makro dalam pendekatan yang lebih luas dan komprehensif
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PUSDIKLAT PEGAWAI DEPARTEMEN SOSIAL RI
Penelitian yang dilaksanakan di Pusdiklat Pegawai Departemen Sosial ini meliputi (1) seberapa jauh aspek kepemimpinan berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai, (2) seberapa jauh motivasi kerja pegawai berpengaruh terhadap prestasi kerjanya. Populasi penelitian ini berjumlah 70 orang, dengan acak sederhana diambil sebanyak 60 orang pegawai untuk dijadikan responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan (1) Motivasi bekerja pegawai pusdiklat belum optimal dalam mendorong pegawai lain untuk bekerja lebih baik, (2) Prestasi kerja di Pudiklat belum maksimal, karena konsistensi dan perilaku bekerja yang belum sesuai, (3) Prinsip dalam kepemimpinan yang terdiri dari keberhasilan dalam sebuah proses, pengetahuan, kemampuan dalam bertindak, kemampuan dalam memandu dan mendorong seluruh pegawai pusdiklat untuk meningkatkan motivasi pegawai, (4) Karakteristik pegawai yang homogen, mempengaruhi motivasi pegawai, (5) Budaya kerja yaitu nilai, kepercayaan serta merit system membawa efek dalam meningkatkan motivasi kerja, (6) Motivasi pegawai Pusdiklat kurang kuat, sehingga berpengaruh terhadap prestasi kerja. Dari hasil penelitian tersebut, disarankan (1) Mengembangkan motivasi intrisnik dan ekstrinsik kepemimpinana dan budaya kerja yang efektif, (2) Budaya kerja, khususnya pada peningkatan sikap, kepercayaan, dan merit sistem
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN FAKIR MISKIN MELALUI SURAT KUASA PENGGUNAAN ANGGARAN Kajian Kesiapan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara
Kajian ini bertujuan memahami implementasi Program Pemberdayaan Fakir Miskin (P2FM) melalui Surat Kuasa Penggunaan Anggaran (SKPA). Jenis kajian deskriptif-kualitatif, dengan teknik pengumpulan data w«wancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informan: aparat Pemda setempat "Satuan Kerja/Satker" P2FM kabupaten, Konsultan Pendamping Pusat yang berkedudukan di kabupatenjkota (KPPKK), dan akademisi dari Perguruan Tinggi setempat. Kajian dilakukan di Kabupaten Bengkulu Utara. Pertimbangannya adalah merupakan salah satu daerah pilot project diimplementasikannya P2FM dari 44 kota/kabupaten di Indonesia (2006). Hasil kajian menunjukkan:(a) hingga saat dilakukan kajian (Pekan ke-empat Oktober 2006), kegiatan P2FM (yang dilakukan oleh Satker kabupaten) masih pada tahap persiapan, yakni (baru) penjajagan lokasi dan pemetaan kebutuhan, serta sosialisasi. Yang dikhawatirkan adalah tidak terselesaikannya rangkaian kegiatan secara baik, yang berujung pada pengembalian dana ke kas negara, sementara masyarakat (fakir miskin) sangat memerlukannya, mengingat waktu sudah di penghujung tahun anggaran (Nop 2006); (b) terbatasnya SOM Satker Kabupaten secara kualitas dan kuantitas. Berdasarkan hasil kajian itu, disarankan agar para pelaku P2FM di daerah (dalam kurun waktu yang masih tersisa (Nop & Des 2006): melakukan percepatan kegiatan program; melakukan dan menjaga hubungan harmonis dengan instansi teknis terkait dan instansi sosial provinsi, yang dalam struktur P2FM tidak terlihat secara jelas peran dan fungsinya; mengusulkan biaya operasional daerah melalui APBD untuk keberlangsungan P2FM. Untuk pelaku P2FM di pusat: konsisten pada waktu dan kegiatan program yang telah dirancangnya; melakukan moneva secara profesional, dan tidak sekedar tour ke daerah, serta pentingnya kajian sebelum implementasi program
KESIAPAN DAERAH DALAM PEMBERDAYAAN FAKIR MISKIN Studi Kasus Kabupaten Halmahera dan Kota Manado
Studi Kesiapan Daerah Dalam Pemberdayaan Fakir miskin di Kabupaten Halmahera Baral danManado bersifat deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk memperoleh gambaran tentang berbagai hal yang terkait dengan upaya pemberdayaan fakir miskin di daerah. Pendekatan penelitian ini kualitatif, dimana data lapangan lebih mengandalkan pandangan dan persepsi informan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan Instansi Sosial Propinsi dan KotajK.abupaten, dan Unsur Pemda Terkait. Guna melengkapi informasi, dilakukan pula studi dokumentasi terutama yang terkait dengan pelaksanaan program pemberdayaan kemiskinan. Berdasarkan hasil kajian menunjukkan bahwa kesediaan dan kemampuan daerah masih kurang memadai yang disebabkan masih kurangnya pemahaman pemerintah daerah terhadap pentingnya pembangunan bidang kesejahteraan sosial dan kesiapan sumber daya yang masih kurang memadai. Keterlibatan berbagai instansi terkait dan tokoh masyarakat telah memberikan pengaruh positip dalam persiapan pelaksanaan program pemberdayaan fakir miskin. Berdasarkan hal tersebut diajukan sejumlah rekomendasi dalam rangka penyempurnaan program