e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
    599 research outputs found

    PANTI SOSIAL BINA REMAJA NAIBONAT: Tantangan Pendidikan Masa Depan

    Get PDF
    Artikel ini membahas persoalan pelayanan dalam panti sosial bina remaja Naibonat di Kupang,khususnya terkait dengan pembinaan lanjut bagi eks binaannya. Sejalan dengan perkembangan waktu, PSBR Naibonat menjadi media alternatif bagi anak-anak dan remaja putus sekolah menuju dunia kerja. Seandainya program pelayanan ini dapat menghasilkan binaan yang siap kerja, apakah tidak mungkin PSBR menjadi harapan masa depan anak yang tidak terjangkau oleh pendidikan formal. Untuk itu sejauhmana kegiatan pembinaan lanjut dilaksanakan dan dipahami, sebagai kontrol output pelayanan panti, maka penelitian terhadap PSBR Naibonat Kupang dilakukan. Tentunya ini dilakukan sebagai masukan bagi lembaga dan sekaligus menjadi bagian penting dari keberhasilan program pelayanan panti terhadap binaannya.Kata Kunci: Pelayanan, pembinaan lanjut, eks binaa

    PENINGKATAN LAYANAN SOSIAL BAGI KELUARGA MISKIN TERHADAP PROGRAM PERLINDUNGAN SOSIAL MELALUI SISTIM LAYANAN DAN RUJUKAN TERPADU

    Get PDF
    Salah satu pergeseran paradigma pelayanan publik pada tataran global khususnya di negara berkembang adalah pelayanan sosial yang dulunya diberikan sekedar merespon kebutuhan keluarga miskin, kini diselenggarakan untuk memenuhi hak-hak sosial mereka. Sejalan dengan pergeseran paradigma tersebut, kini, pemerintah Indonesia menyelenggarakan perlindungan sosial kepada keluarga miskin. Kajian kualitatif dengan dukungan data sekunder ini mendiskusikan upaya peningkatan layanan sosial bagi keluarga miskin terhadap program perlindungan sosial melalui Sistim Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT). Hasil kajian menunjukkan, SLRT dapat menjadi alternatif peningkatan layanan sosial terhadap program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan bagi keluarga miskin. Akan tetapi, karena SLRT baru dikembangkan, maka aspek kebijakan dan penyediaan sumberdaya perlu mendapat perhatian sunngguh-sungguh oleh para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah masih.KATA KUNCI: keluarga miskin; sistim layanan dan rujukan terpadu

    AKTE KELAHIRAN SEBAGAI HAK IDENTITAS DIRI KEWARGANEGARAAN ANAK

    Get PDF
    Menurut Undang Undang No. 35 tahun 2014 ayat (1) Identitas diri setiap Anak harus diberikan sejak kelahirannya. Sedangkan ayat (2) Identitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam akta kelahiran. Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak, karena anak dari sisi perkembangan fisik dan psikis manusia merupakan pribadi yang lemah, belum dewasa dan masih membutuhkan perlindungan. Pemberian akte kelahiran merupakan kewajiban negara untuk memenuhinya. Anak dari sisi kehidupan berbangsa dan bernegara adalah masa depan bangsa dan generasi penerus cita-cita bangsa, sehingga Negara berkewajiban memenuhi hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi, perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi. Melalui studi pustaka, tulisan ini akan mengungkapkan tentang akte kelahiran menggunakan perspektif hak asasi manusia. Pemenuhan hak akte kelahiran sebagai identitas diri kewarganegaraan yang paling berperan adalah keluarga. Pemenuhan hak ini juga menjadi kewajiban negara untuk memberikan kepada anak. Apabila negara belum sepenuhnya melaksanakan kewajibannya maka harus dilakukan advokasi sosial dalam rangka memperjuangkan hak anak. Â

    KELUARGA SEBAGAI SUMBER DUKUNGAN SOSIAL BAGI KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA

    Get PDF
    Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan, bahwa korban penyalahgunaan napza tidak menjalani hukuman penjara, tetapi mereka wajib menjalani rehabilitasi medis maupun sosial.  Berkaitan dengan rehabilitasi sosial, keluarga merupakan  komponen sangat penting dan strategis, karena ikut menentukan proses pemulihan sosial, baik di lembaga rehabilitasi sosial atau ketika menjalani resosialisasi dan reintegrasi. Pada kenyataannya,  masih banyak keluarga yang tidak melaksanakan fungsi dan peranannya dengan baik, bahkan tidak menerima korban sebagai anggota keluarga. Situasi ini tentu  mempengaruhi proses pemulihan sosial bagi korban penyalahgunaan napza.  Berdasarkan alasan itu, maka artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan bagi keluarga, bahwa keluarga memiliki peranan sangat penting dan straegis dalam proses pemulihan sosial. Keluarga sebagai sumber informal diharapkan mampu melaksanaan peranan dalam bentuk pemberian dukungan sosial bagi korban penyalahgunaan napza. Informasi dalam artikel ini dihimpun dari data sekunder yang berkaitan dengan kondisi penyalahgunaan napza, keluarga sebagai sistem sumber, dan dukungan sosial. Pada artikel ini penulis menyampaikan strategi yang perlu ditempuh pemerintah, sehingga keluarga dapat memberikan dukungan sosial bagi korban penyalahgunaan napza.  Kata kunci: dukungan sosial keluarga, pemulihan sosial, penyalahgunaan napza.                                   Â

    GAMBARAN KEBAHAGlAAN PADA WARIA

    No full text
    This study aims to describe the picture of happines on male to female transvestites, therefore conducted the research with a qualitative approach. The research location is place where male to female transvestites are often peddle themselves in intersection road Cileungsi Bogor-West Java. The main informant on weight of each life satisfaction domain in life. Who's affective evaluation occurs when the male to female transvestites make judgements of life satisfaction based on their appreciation of the meaning of life importants to them. In this case emphasizes the subjective evaluation of positive emotions wich the cubject live in the past, present, and the future. The peak of happiness for male to female male to female transvestites research is determined  by purposive sampling (typical) based on the problem and research puprposes. The ensure the credibiliiu of the research, carried out the source and method triangulation in the prosess of data collection. Further desciptive data analysis conducted in accpordance with the objectives of qualitative research. The result, alihoughi the social burden of psychological, male to female transvestites capable of achieving happiness in his own way. The picture of happiness male to female transvestites in each individual (subjec-tive well being), and occurs happens when male to female transvestites make judgements based transvestites to come from the abiliii] to identifij and use the power (strength) owned in the daily lives. In line with the above research findings, researcher recommend (1) considering the various limitations in the process of this study, the researcher expected to involve an informant that further more with more varied characteristics, (2) for the happiness and social welfare male to female transvestites as fellow human beings, to Directorate of Sevices Social and Social Rehabilitation Ministnj Social Affairs, and other relevantr agencies, as toellas praktisioners engaged in the handling of male to female transvestites in the central and local levels so that more intensive provides empotoemenii for male to female transvestites to facilitate the evaluation process og cognitive and affective evaluations in his life

    MODEL PELATIHAN PENANGGULANGAN BENCANA DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT (Studi Di Daerah Rawan Longsor Kawasan Cadas Pangeran Kabupaten Sumedang Propinsi Jawa Barat)

    No full text
    This research aims to develop a training model of disaster management which is backgrounded by problems of disaster management in Indonesia. The problems are factually still slowgoingly patially an top-downly handed by the government. Recenly, the existing management is still emergency respond oriented and handled by inadequate human resources as well. As a matter of fact, the occurrences of disaster in Indonesia have to be aware of disaster preparedness anytime. Empowering theon; in disaster preparedness,study of adult (andragogy)and a theon; concerning training become the main references of this research. This research is conducted by using R & D method (Research &Development Method). Data collection technique was supported by circumstantial interviews, questioners, observation and documentation. Data analysis technique was applied for the Path Analysis. The research location of critical landslide areas is a long Cadas Pangeran main road, the country side of Ciherang District of South Sumedang as a group experimental and the country side of Cigendel, District of Pamulihan in Kabupaten Sumedmzg as a group control. In conclusion, disaster management training model trhough locality empowennent is factually effective to be implemented to improve society self-reliance in landslide natural disaster management. This models has significantly effected the improvement of knowledge, awareness and attitude of the society living around vulnerable landslide areas in the disaster management at before, at time and after the disaster has occurred. Critical factors wich influence the success of Non Formal Educaion to improve society self-reliance in landslide disaster management are; (1) Society competence in disaster management before disaster occurred pre disaster,(2) Society competence in disaster management at the time disaster occures and (3) Societty competence in disaster management after disaster has occurred. The proposed recommendations are as to the local govenzment and practitioners of disaster management , they are supposed to be able to implement the disaster management training model through locality empowerment by following phases which have been eximained to the people living in the vulnerable landslide areas

    Halaman Belakang Vol 15 No 02 Mei - Agust 2010

    No full text

    STUDI KASUS WANITA-WANITA PENAMBANG PASIR DI DESA LUMBUNG REJO, KECAMATAN TEMPEL - KABUPATEN SLEMAN

    No full text
    Menyempitnya kesempatan kerja dan kepemilikan tanah di perdesaan, mendorong masyarakatmenciptakan lapangan kerja baru. Para wanita yang tidak memiliki modal, pendidikan, serta keahlian menyebabkan mereka memilih pekerjaan pada sektor informal. Adapun pekerjaan yang mereka geluti adalah menambang pasir. Suatu pekerjaan yang semata-mata mengandalkan kekuatan fisik saja. Hal ini ditempuh untuk membantu suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Terutama dalam krisis ekonomi yang berkepanjangan yang menyebabkan biaya hidup semakin meningkat.Penelitian ini mengambil studi kasus yang bersifat deskriptif Subyek penelitian adalah wanita penambang pasir di Desa Lumbung Rejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman. Metode pengumpulan data adalah observasi dan wmvancara baik kepada subyek penelitian maupun tokoh-tokoh masyarakat.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya ikatan yang kuat diantara sesama wanita penambang. Hal ini ditunjukkan dengan memberi bantuan kepada penambang yang tidak dapat bekerja. Kuatnya ikatan tersebut karena penambang merasa senasib dan seperjuangan. Hubungan yang kuat juga ditunjukkan wanita penambang kepada pembeli material yang lebih sering disebut "orang mobil"

    KONDISI SOSIAL PEKERJA ANAK (Assesment Tentang Pekerja Anak di Pesisir Pantai Cumpat dan Nambangan, Bulak Banteng Kota Surabaya)

    Get PDF
    Kondisi sosial pekerja anak merupakan penelitian kasus di Pesisir Pantai Cumpat dan Nambangan, Bulak Banteng Kata Surabaya yang bertujuan untuk menggali informasi tentang permasalahan sosial pekerja anak. Hasil analisis deskriptif dari assesment yang dilakukan terungkap bahwa faktor ekonomi dan lingkungan sosial anak merupakan faktor yang berpengaruh besar terhadap anak sebagai pekerja. Dampak yang paling berpengaruh dari aktivitas anak tersebut adalah putus sekolah. Dalam kerangka mencegah semakin besamya populasi pekerja anak, maka diperlukan upaya pelayanan yang menyeluruh, simultan dari berbagai pihak yang mempunyai komitmen terhadap anak

    ORGANISASI SOSIAL LOKAL: PROFIL, PERAN DAN REKOMENDASI UNTUK PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL

    No full text
    Organisasi Sosial Lokal tumbuh dari berbagai latar belakang, dengan ikatan pemersatu utama adalah kesamaan: agama, asal daerah, profesi, ide/minat, dan hubungan kekerabatan. Peran OSL dalam pembangunan kesejahteraan sosial adalah menggalang potensi menjadi sumber kesejahteraan sosial untuk membantu orang atau keluarga anggota terutama dalam situasi sulit berkaitan dengan siklus kehidupan (kelahiran, pendidikan, kesehatan, perkawinan dan kematian).Sampai sejauh ini peran OSL masih sangat terbatas baik dari sisi kuantitas (materiil) maupun jangkauan. Hal tersebut dapat dipandang sebagai cermin keterbatasan (kemampuan ekonomi dan manajemen) anggotanya. Namun demikian OSL memiliki soliditastinggi sehingga tetap eksis. Sesuai sifat dan hakekatnya, OSL dipandang perlu segera diberdayakan lebih lanjut. Bagi Dep.Sosial/Dinas Sosial, OSL dapat dimanfaatkan sebagai mitra strategis, menjadikannya sebagai point of entry untuk melakukan pengembangan masyarakat (community development). Alternatif paling tepat adalah mengarahkan OSL untuk menyelenggarakan kegiatan simpan pinjam (credit union).Pilihan tersebut sekaligus dapat menjawab masalah, kebutuhan dan kendala riil yang dihadapi warga dalam meningkatkan kesejahteraannya, yaitu kemiskinan, lapangan kerja dan sumber modal serta kebiasaan buruk. Jika hal tersebut berhasil dilakukan secara luas, akan memberi kontribusi amat signifikan bagi pembangunan nasional. Pilihan tersebut sekaligus perwujudan visi: "kesejahteraan sosial untuk semua dan oleh semua"

    396

    full texts

    599

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Kementerian Sosial RI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇