e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
599 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN JARINGAN PRANATA SOSIAL DALAM PENGUATAN KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT DI PROVINSI SUMATERA SELATAN
Pemberdayaan Jaringan Pranata Sosial merupakan suatu upaya penguatan kerjasama (net-working) antara pranata sosial secara fungsional dalam memperkuat ketahanan Sosial Masyarakat. Tujuan penelitian untuk menggali informasi tentang peran dan fungsi jaringan Pranata yang di bentuk Pusbangtansosmas tahun 2005 mampu sebagai: a. Sarana menumbuh-kembangkan komunikasi antara pranata sosial; b. Sarana membangun kesepahaman tentang berbagai hal terutama dalam penanganan permasalahanan sosial; c. Sarana untuk menumbuh-kembangkan komitment dan kepedulian; dan d. Sarana untuk mengimplementasikan kepedulian dan kebersamaan (kohesifitas sosial). Metode yang digunakan adalah semi eksperimen yaitu memberikan beberapa perlakuan terhadap pranata yang terpilih sebagai kelompok percobaan/perlakuan dengan persyaratan. Penentuan kelompok perlakuan secara purposive dengan dasar pranata sosial yang telah memiliki kerjasama dalam menangani permasalahan kesejahteraan sosial. Pelaksanaan ujicoba selama lima-tujuh bulan efektif. Hasil pre test menunjukkan bahwa di kelurahan Ilir DIV, Kota Palembang telah ada kerjasama (jaringan) antara pranata sosial dalam pelaksanaaan kegiatan. Bahkan sudah ada satu pranata sosial yang memiliki kekuatan politik yaitu Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kota (LPMK). Setelah mendapatkan penguatan (empowering) pranata sosial maka hasilnya adalah terbentuk suatu komunitas/forum kerjasama antara pranata sosial dengan nama Forum Pranata Sosial
IMPLEMENTASI DAN STRATEGI PROGRAM COMMUNITY DEVELOPMENT (CD) PERTAMINA DAERAH OPERASI HULU (DOH) SUMATERA BAGIAN SELATAN (SUMBAGSEL) SEBAGAI WUJUD COOPERATE SOCIAL RESPONSIBILITY PERUSAHAAN PERTAMBANGAN
Program CD yang dimaknai pengembangan kehidupan dan peningkaian taraf hidup masyarakat dalam suatu komuniti tertentu bukan semata persoalan moral yang berorientasi pada penghargaan harkat dan martabat manusia. Akan tetapi juga merupakan upaya penciptaan keamanan bagi perusahaan pertambangan dari ancaman masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi dan strategi program CD Periamina DOH Sumbagsel sebagai wujud CSR perusahaan pertambangan.Pertamina DOH Sumbagsel melaksanakan Program CD sebagai wujud corporate social responsibility  melalui 7 (tujuh) bidang yaitu ekononii (PUKK), pendidikan, peribadatan, sarana jalan, pemuda & olahraga, dan kesehatan. Bidang ekonomi (PUKK) mendapai perhatian khusus yakni bagian berdiri sendiri. Hal ini disebabkan PUKK nierupakan prioritas program CD Pertamina DOH Sumbagsel dan cenderung lebih memberdayakan masyarakat dibanding dengan program CD lain yang cenderung memberikan pelayanan sosial.Apabila dilihat dari 7 (Tujuh) bidang program CD Pertamina DOH Sumbagsel sudah memenuhi  syarat sebagai program CD yang bersifat multidimensional. Strategi program CD Pertamina DOH Sumbagsel adalan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan berdasarkan kemampuan perusahaan, pelaksanaan bekerjasama dengan lembaga pemerintah, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan partisipasi masyarakat.Idealnya kebutuhan kebutuhan masyarakat tidak hanya merupakan hasil dari identifikasi pihak Pertamina DOH Sumbagsel akan tetapi juga mempertimbangkan hasil identifikasi dari tiap stakeholder. Strategi hanya mendanai saja sudan sesuai dengan strategi bawah ke-atas (bottom up srategies).Â
PENGEMBANGAN PROGRAM KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILLS) UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR PESANTREN
The Improvement of Life Skills Program for Community Empowerment of Surrounding Islamic Boarding School. As the effect of economic crisis in 1998 and facing global economic crisis situation since 2008, Indonesia has to overcome various social problems such as unemployment, the increasing number of drop-out students, and the increasing rate of the poverty. This phenomenon drives the Department of National Education (DNE) to establish the Life Skills Program involving the society. But, there are different concepts and implementation about this program between World Health Organization (WHO) and DNE. The government policy give opportunity for the society to actively engage in education sector is responded by the community of Village of Sukosono, District of Kedung, Regency of Jepara by establishing Community Learning Center (CLC) "Al-Wathoniyah". This establishment is driven by the relatively low level of welfare and education in Sukosono community. CLC carries out the extramural education including Life Skills Program and cooperates with Islamic Boarding School "Mambaul Qur'an". The implementation of this program needs to be evaluated and given feedback through research and action program, by means of observation, interview, documentation study, and Focus Group Discussion (FGD) in order for the program to be implemented better in the future
DINAMIKA RUMAHTANGGA TENAGA KERJA WANITA DESA BANARAN JAWA TENGAH
Sejak migrasi bukan Iagi hanya didorong oleh Jaktor ekonomi, pengaruh yang didapatkan bagi diri perempuan telah mendorong mereka melakukan migrasi sejak remaja dan berusia muda. Kebebasan berekspresi dan otonomi sebagai individu yang dimiliki dapat benibah ketika para perempuan ini menjalin hubungan dengan laki-laki dalam sebuah perkawinan dan rumah tangga. Berbagai benturan dalam berumah tangga tidak dapat dielakkan, karena kultur patriarki yang masih melekat pada masyarakat Jawa mengenai peran perempuan sebagai istri dan ibu tidak terlaksana sebagaimana mestinya. Implikasinya tidak hanya pada tataran individu dan relasi dengan suami, tetapi juga pada tataran sosial, dimana dalam prosesreintegrasinya masyarakat mengenal nilai-nilai baru yang merupakan realitas dari migrasi yang membawa perubahan berarti bagi kesejahteraan. Realitas sikap perempuan migran dalam menghadapi persoalan dirinya dengan menjadi mbejat, melakukan pegat, dan minggat, merupakan pilihan lain selain bertahan menjadi seorang perempuan yang kuat melakoni perannya sebagai perempuan Jawa . Hal ini nmembawa perubahan penting dalam konstruksi nilai budaya Jawa dikalangan perempuan migran
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESISTENSI PSIKOLOGIS TERHADAP PERUBAHAN MATA PENCAHARIAN DI KALANGAN PENDULANG INTAN TRADISIONAL DI CEMPAKA, BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi resistensi psikologis terhadap perubahan mata pencahariaan di kalangan pendulang intan di Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Subjek penelitian ini berjumlah 31 orang dengan rentang usia antara 18-50 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari skala kepercayaan diri, persepsi, dan skala resistensi psikologis. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap resistensi psikologis (μ=2,9). Sedangkan persepsi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap terjadinya resistensi psikologis pendulang intan pada perubahan mata pencaharian mereka (μ= 59,6). Jadi, penelitian ini menyimpulkan bahwapersepsi adalah variabel paling signifikan yang mempengaruhi resistensi psikologis terhadap perubahan mata pencahariaan di kalangan pendulang intan tradisional. Kata kunci: Resistensi psikologis, kepercayaan diri, persepsi
KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA PASCA PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA
Kondisi Sosial - ekonomi Keluarga Pasca Pemutusan Hubungan Kerja di Industri Tekstilmerupakan penelitian kasus di Kabupaten Bandung - Jawa Barat dan Kabupaten Semarang- Propinsi Jawa Tengah yang bertujuan menggali informasi tentang karakteristik permasalahandan potensi keluarga akibat PHK serta potensi lingkungan untuk pemecahan masalahnya.Analisis terhadap data dan informasi yang terhimpun dapat dikemukakan: (1) Keluarga cukuparif dalam menyikapi permasalahan yang sedang bergejolak ekonomi keluarga. (2) Potensi(Industri yang ada dan kemasyarakatan) dan Sumber daya alam yang tersedia masingmemungkinkan untuk menampung dan membutuhkan tenaga. (3) Program anti kemiskinanyang secara khusus menunjuk pada keluarga Pasca PHK belum tampak jelas, tetapi merekadapat dijadikan sasaran Program yang ditujukan kepada keluarga miskin yang memangsudah cukup banyak; Ketiga aspek tersebut telah mendasari tersusunnya Konsep Model:Strategi Pemberdayaan Keluarga Pasca PHK. Kata-kata kunci: Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - strategi pengentasan Kemiskina
PENELITIAN EVALUASI DAMPAK KEBIJAKAN SOSIAL Kelompok Usaha Bersama bagi Keluarga Miskin Perkotaan Di Kota Denpasar
Kementerian Sosial untuk mengembangkan kebijakan sosial untuk pengentasan kemiskinan dalam bentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE). KUBE diimplementasikan di seluruh Indonesia, dan di antara di Kota Denpasar - Bali. Studi Evaluasi dilakukan dalam rangka memperoleh data dan informasi tentang pelaksanaan dan dampak KUBE di Kota Denpasar - Bali. Aspek yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah evaluasi input, proses dan output / produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan (metode campuran) antara metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif untuk menjelaskan aspek input dan proses, sedangkan metode kuantitatif untuk menjelaskan aspek output / produk. Dalam aspek output / produk yang digunakan pretest-posttest desain tanpa kelompok kontrol.Dampak KUBE ditentukan dengan membandingkan data awal dan akhir pada 30 responden (anggota KUBE). Sehubungan dengan itu, aspek instrumen penelitian untuk produk keluaran / dirancang dengan skala ordinal. Jawaban responen (skor) diakumulasikan dan dikategorikan, sehingga menghasilkan kategori tinggi, sedang dan rendah pada aspek sosio-ekonomi dan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUBE bukan faktor utama mengubah kondisi KUBE anggota. Namun, KUBE berpartisipasi mendorong peningkatan pada aspek ekonomi dan sosial-psikologis pada anggota KUBE. Kata kunci : keluarga miskin, kebijakan sosial, kelompok usaha bersama