e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
599 research outputs found
Sort by
PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA MISKIN Pengalaman Plan Internasional di Kota Surabaya
Kemiskinan di Indonesia terns menerus mengalami kondisi yang memprihatinkan. Berbagai upaya pemerintah dilakukan dalam rangka memerangi kemiskinan. Mulai dari program yang bersifat charity sampai dengan issue pemberdayaan. Evaluasi partisipatif tentang program Pemberdayaan ekonomi di Kofa Surabaya ini merupakan penelitian deskriptif, dengan pendekatan partisipatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat serta adanya fasilitasi dari Plan International cukup memberikan dampak bagi peningkatan pendapatan keluarga, meskipun belum cukup signifikan. Proses perencanaan dilakukan secara partisipatif, serta pelaksanaannya mengacu pada program-program pemberdayaan RenstraPenanggulangan Kemiskinan Depsos RI tahun 2006-2010. Melalui program keterampilan (life skills), mendorong keluarga miskin untuk mengembangkan sumberdaya dan potensi ekonominya. Namun demikian perlu dikembangkan sistem pemasaran dan jaringan kerja untuk menghindari kegagalan program. Rekomendasi yang tidak kalah pentingnya adalah sistem pendampingan sosial masyarakat secara intens, serta menjamin sustainability program
TEKNIK PENJANGKAUAN DAN PENDAMPINGAN PEKERJA SOSIAL TERHADAP MANTAN ANDIK LAPAS MELALUI PEER EDUCATOR (PE) Studi Kasus di Rumah Pusat Pelibatan Masyarakat
Peer Educator adalah anak mantan Andik (anak didik) yang mempunyai pengaruh terhadap teman-temannya dan telah dilatih untuk melakukan pendampingan terhadap sesama mantan andik bersama pekerja sosial. PE sangat membantu pekerja sosial karena anak dapat lebih terbuka dalam menyampaikan informasi mengenai masalah dan kebutuhan sesama mereka. PE dipilih dari mereka yang mempunyai pengaruh terliadap teman lainnya, bertujuan untuk menghindari kecurigaan anak, menimbulkan kepercayaan terhadap anak lain dan mempengaruhi pola pikir temannya.PE dipilih berdasarkan atas pengaruh seseorang terhadap kelompoknya. Setelah mereka dilatih, secara reguler masing-masing PE melakukan pertemuan / local meeting dengan temannya bersama dengan pekerja sosial di wilayah dampingannya. Dalam pertemuan itu membahas permasalahan-permasalahan, issue-issue terbaru maupun harapan anak dampingan. Selain itu, sesama PE dan pekerja sosial melakukan pertemuan rutin secara reguler untuk sharing pengalaman di wilayah dampingan masing-masing
INTERAKSI SOSIAL KLIEN DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL Studi Pada PSTW Budi Dharma
Penelitian ini bertujuan untuk memahami interaksi sosial baik antar klien (lansia dalam PSTW Budi Dharma) maupun dengan keluarga, masyarakat dan petugas panti. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, teknik pengambilan sampel responden (klien sehat fisik, mental dan sosial) dengan cara acak. Pengumpulan data menggunakan: wawancara terstruktur, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dikategorisasi kedalam aspek-aspek penelitian yang telah ditentukan dan dipersentase, sehingga diperoleh informasi yang menjelaskan interaksi sosial. Hasil penelitian menampilkan berbagai interaksi yang dilakukan oleh klien panti pada saat-saat tertentu, antara lain interaksi antar sesama penghuni, interaksi dengan keluarga yang dilakukan pada saat berkunjung, serta interaksi dengan petugas panti dalam bentuk formal maupun informal. Penelitian ini menyimpulkan, setiap komunikasi yang terjalin dengan baik antar klien dan dengan lingkungannya, selain berdampak positif/kebaikan, juga berdampak negatif/konflik. Akhimya, penelitian ini menyarankan, pentingnya dilakukan pendampingan yang lebih intensif sehingga tidak terjadi konflik
ANAK YANG DILACURKAN; LATAR BELAKANG DAN PERMASAHANNYA Studi Kasus di Kota Surabaya
Exploitation sexual for children is the big issues about child protection. This paper described, the background this condition are poverty, less of education, deception, lifestyles, patriarchi culture and frustration. Exploitation sexual for children has many problems. Trafficking brings the bad effects for women and children, many things that bring them to the worst and unbeneficial condition, whether in social, psychological, or the children growth and their social interaction process. They are sensitive with victime from their pimp, customer, or their boyfriend. The other problem, they are very sensitive infected sexual infection, including HIV/AIDS. To protect the children, some institute care of children, maked the programsprevention, like supporting group, theater, media campaign (poster, stickers, leaf leat), and awareness about the risk from their sexual activiti;
PEMANFAATAN POTENSI DAN SUMBER KESEJAHTERAN SOSIAL
abstrak Ada 12 nomenklatur potensi dan sumber kesejahteraan sosial (PSKS) dan 4 jenis sumber daya manusia (SDM) kesejahteraan sosial. Beragamnya nomenklatur PSKS tersebut menimbulkan pertanyaan apakah PSKS tersebut diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai pengetahuan dan pemanfaatan. Penelitian dilakukan menggunakan data Survey Kesejahteraan Sosial Dasar tahun 2015 (SKSD 2015) yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial tahun 2015. Pemilihan lokasi disamakan dengan provinsi untuk SKSD 2015 mewakili 5 regional wilayah. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan dan pemanfaatan PSKS di masyarakat ternyata masih rendah. Hal ini disebabkan karena program Kementerian Sosial yang dikembangkan masih pada skala kecil, hanya ditujukan pada sasaran penerima manfaat tertentu (keluarga miskin dan rentan), program dan nomenklatur pendampingnya sering dirubah-rubah serta personal-personal merangkap untuk berbagai jenis PSKS. Hasil penelitian menyarankan agar mengklasifikasi ulang jenis PSKS yang ada pada penyelenggaraan kesejahteraan sosial sesuai dengan sumber daya manusia kesejahteraan sosial. Berbagai program penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang merekrut SDM kesos sebaiknya menggunakan nomenklatur tersebut dan tidak membuat nomenklatur baru. Kata Kunci: potensi dan sumber, sumber daya manusia, kesejahteraan sosial  abstract There are 12 nomenclature of the potencies and sources of social welfare (PSKS) and 4 types of human resources (SDM) social welfare. Those varies of PSKS nomenclature raises a question mark whether the PSKS is well known and utilized by the people of Indonesia. This study aims to obtain a description of knowledge and utilization. The study was conducted using the Social Welfare Survey 2015 (SKSD 2015) conducted by the Center for Social Welfare Research and Development. Site selection was equated with the province for SKSD 2015 representing 5 regional regions. The results shows that knowledge and utilization of PSKS in the community was still low. This is because the Ministry of Social programs developed on a small scale are only targeted to certain beneficiaries (poor and vulnerable families), the programs and nomenclature of the companions are often changed and the personal doubles for various types of PSKS. The results suggest that reclassification of types of PSKS exist in the implementation of social welfare in accordance with human resources of social welfare. Various social welfare programs that recruit human resources should use the nomenclature and not create a new nomenclature. Keywords: Potential and resources, human resources, social welfar
KEBUTUHAN PELAYANAN SOSIAL BAGI KORBAN BENCANA ALAM DI PROPINSI SUMATERA BARAT
Case studies in West Sumatra Province, aims to explore the information about the needs of social services for victims of natural disasters. Data and information were collected by interviews and obsen1ation. Results of descriptive analysis of data and information collected, revealed that the public has to know information about neighborhood conditions, which were categorized as natural disaster-prone areas, communities have a habit in the face of natural disasters ranging from the rescue, response emergency, until the recoven; period. However, every time a disaster is always high risk and long recovery. Given the Earthquake in West Sumatra is not an incidental event (rare), then the service is not enough Victims limited emergency services, recovery, empowerment and protection, but the social services necessary to improve communitty preparedness. Activities services to victims of natural disasters can be grouped into 3 periods, namely: shortterm; Medium Term; Long Term
PENGEMBANGAN PENELITIAN MASALAH KESEHATAN SOSIAL (Pendekatan Antropologi Kesehatan)
Kesehatan sebagai kebutuhan pokok, meliputi tubuh, jiwa, kenzasyarakatan, perasaan dan keagamaan. Guncangan dan ketidakseimbangan dalam penzenuhan kebutuhan masing-masing unsur dapat menyebabkan keabnormalan atau penyakit. Komponen ini ada pada setiap orang dan berbeda kondisinya pada setiap suku bangsa dan negara. Masyarakat dengan budaya yang jadi acuan hidup mereka selalu melakukan upaya penumbuhan, pencegahan, pengobatan dan penyembuhan, rehabilitasi hingga pelestarian kondisi kesehatan warganya yang disebut dengan pengobatan tradisional. Di pelapisan lain ada masyarakat ilmuan dan teknologi di bidang kesehatan yang juga menawarkan dan mempraktekan pengobatan lewat hasil temuanpenelitian yang menggunakan metode dan teknik pengalaman berkemajuan yang disebut dengan medis modem. Kedua pendekatan ini kini jadi kenyataan dalam menghadapi kesehatan dan penyakit dalam masyarakat. Dari itu tulisan ini mencoba mengajak pembaca menganalisa penelitian apa saja yang dibutuhkan untuk kesehatan masyarakat itu ke depan
STRATEGI PENINGKATAN EKONOMI WILAYAH PERBATASAN BERBASIS KELAUTAN DAN PERIKANAN (STUDI KASUS DI NANUSA, NATUNA DAN NUNUKAN)
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu, permasalahan dan strategi peningkatan ekonomi wilayah perbatasan berbasis sektor kelautan dan perikanan telah dilakukan di Natuna, Nunukan, dan Nanusa pada tahun 2012. Data yang digunakan dalam penelitian adalah bersifat kualitatif yang dikumpulkan dengan Focus Group Disscussion (FGD). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik LFA (Logical Framework Analisys) untuk memetakan permasalahan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, teknik SWOT (Strength-Weakness-Opportunity-Threat) untuk merumuskan strategi peningkatan ekonomi wilayah perbatasan, dan teknik QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) untuk menentukan pilihan strategi prioritas. Berdasarkan total nilai dari causatif dan effect dari analisis LFA disimpulkan 7 permasalahan utama dari 19 isu permasalahan dalam peningkatan ekonomi wilayah perbatasan, yaitu: (1) produktivitas perikanan tangkap dan budidaya yang rendah; (2) lemahnya peran kelembagaan ekonomi; (3) pasokan BBM tidak lancar dan mahal harganya; (4) maraknya illegal fishing; (5) ketergantungan perekonomian terhadap negara luar; (6) dukungan penyediaan input produksi berupa benih dan pakan yang kurang dan (7) kurangnya frekuensi angkutan laut. Berdasarkan analisis SWOT dan QSPM, dirumuskan strategi peningkatan ekonomi wilayah perbatasan yaitu, pertama: Untuk mendukung peningkatan produktifitas perikanan tangkap dan budidaya pemerintah setidaknya membangun 1 SPDN dan 1 BBI di masing-masing wilayah tersebut. Kedua: Pemberian bantuan modal untuk peningkatan usaha penangkapan minimal Rp 77 juta sampai dengan Rp 200 juta dan Rp 60 juta untuk usaha budidaya. Ketiga: Pemerintah minimal menyediakan 25 tenaga pendamping untuk mendukung peningkatan kapasitas kelembagaan koperasi dan kualitas nelayan, pembudidaya, dan pengolahan perikanan. Keempat: Pemerintah harus merealisasikan 180 hari pengawasan dimana selama ini jumlah hari pengawas baru terealisasi 100 hari per tahun. Kata kunci: Peningkatan ekonomi, wilayah perbatasan, strategi,nelayan