e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
    599 research outputs found

    REHABILITASI SOSIAL BERBASIS MASYARAKAT BAGI KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA

    Full text link
    Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai angka prevalensi penyalahgunaan Napza cukup tinggi yakni mencapai 2,8% dari jumlah penduduk rentan. Dalam penanggulangan Korban Napza, masyarakat merupakan unsur penting dalam upaya rehabilitasi sosial bagi korban narkotika dan semakin dibutuhkan ketika kapasitas lembaga pemerintah sudah tidak dapat menampung korban Narkotika yang semakin banyak. Naskah ini merupakan penelitian tentang penyelenggaraan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat di Yogyakarta. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi RBM di wilayah tersebut. Data dihimpun dengan teknik (a) wawancara mendalam, (b) studi dokumentasi, (c) observasi dan (d) diskusi kelompok terarah (FGD). Hasil studi kasus menunjukkan bahwa RBM telah terbentuk sampai di tingkat desa, bahkan beberapa RBM telah dijadikan program Desa. Kegiatan RBM lebih terkonsentrasi pada komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat. Dari segi jumlah, RBM merupakan suatu kekuatan besar dalam pencegahan penyalahgunaan Napza yang perlu diperhitungkan dalam penentuan program. Optimalisasi peran RBM diperlukan peningkatan kapasitas pengurus dan anggota RBM. Peningkatan kapasitas dimaksud dapat difasilitasi dengan lembaga pendidikan dan pelatihan yang ada pada instansi sektoral, atau lebih khusus di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial.Kata kunci: rehabilitasi sosial, basis masyarakat, korban napza.Yogyakarta has noted that has had high prevalence of drug abuser which reach in 2.8% of the vulnerable population. In terms of overcoming those drugs abuse, community has seen as an important element. Its seen as a strategic way when the capacity of government institutions is very limited. This paper is a case study of the implementation of Community-Based Rehabilitation in Yogyakarta. The purpose of research is to describing the condition of RBM in the region. Data compiled by the technique (a) in-depth interviews, (b) documentary study, (c) observation and (d) focus group discussions (FGD). The results of case studies indicate that CBR had build up at the village level, and even some of CBR has been used as a Village program. CBR activities are more concentrated on communication, information and education to the community. In terms of numbers, RBM is a major force in the prevention of drug abuse that needs to be taken into account in determining the program. Optimizing the role of CBR are necessary to increase the capacity of management and members of RBM. Capacity building may be facilitated by education and training institutions that exist, or more specifically at the Center for Education and Training of the Ministry of Social Welfare. Keywords: social rehabilitation, community base, drug abuse

    PERAN TARUNA SIAGA BENCANA DALAM MITIGASI BENCANA DI KABUPATEN SERANG DAN SUKABUMI

    Full text link
    Penelitian mengenai peran Taruna Siaga Bencana (Tagana) pada mitigasi bencana belum banyak dilakukan. Pada umumnya mengkaji peran Tagana pada tahap kesiapsiagaan dan tanggap bencana. Penelitian ini mengkaji bagaimana peran Tagana dalam mitigasi bencana di Kabupaten Serang dan Sukabumi, bagaimana koordinasi antara Tagana dan pemerintah daerah pada kegiatan penanggulangan bencana di Kabupaten Serang dan Sukabumi dan manfaat partisipasi Tagana dalam mendukung ketahanan daerah di Kabupaten Serang dan Sukabumi. Metode wawancara dilakukan terhadap 9 narasumber yang terdiri dari Kementerian Sosial sebagai lembaga pembina pusat, Dinas Sosial, (Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Anggota Tagana Kabupaten dan masyarakat. Studi dokumentasi dilakukan dengan melihat artikel, laporan kegiatan dan dokumentasi terkait mitigasi yang sudah dilakukan. Temuan lapangan memberikan kesimpulan pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten secara kesinambungan bekerjasama dengan Tagana untuk kegiatan mitigasi bencana dan koordinasi yang dilakukan antar lintas instansi sering dilakukan pada tiga tahapan penanggulangan bencana serta dapat disimpulkan masyarakat memahami tentang kegiatan mitigasi bencana serta turut serta pada setiap kegiatan mitigasi sehingga masyarakat siap jika menghadapi bencana.Kata Kunci: tagana; mitigasi, bencanaStudy of Tagana in disaster mitigation are mostly examines about Tagana role in preparedness and disaster response. This study examines the role of Tagana in disaster mitigation in Serang regency and Sukabumi regency,in terms of their coordinative activities and their participate on regional resilience. Data has collected through Interview Method that covers 9 informants consisted of Ministry of Social Affairs, District Social Services, Regional Disaster Management Agency (BPBD), a Tagana district member and the community. The source of secondary data are from articles, reports of activities and documentation related to the mitigation. The research found that the local government through the District Social Services and BPBD have cooperated with Tagana for disaster mitigation activities. The coordination among those agencies was conducted in three phases of disaster management. Beyond that, the research found that the people have also contributed in any mitigation activities. Keywords: tagana; mitigation; disaster

    PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM PERSPEKTIF INDEKS KEPUASAN PUBLIK DI RIAU

    Full text link
    Program Corporate Social Reponsibility (CSR) merupakan salah satu kebutuhan dan di Indonesia merupakan suatu kewajiban dan ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Dimana pada pasal 74 menjelaskan bahwa tanggung jawab sosial merupakan suatu kegiatan yang diwajibkan dan dilaksanakan berdasarkan pada kepatutan dan kewajaran sesuai dengan peraturan pemerintahan. Pelaksanaan tanggung jawab sosial dikenal dengan istilah CSR oleh perusahaan merupakan suatu bentuk komitmen perusahaan untuk membangun kualitas kehidupan yang lebih baik bersama stakeholders terkait, terutama masyarakat disekitar perusahaan tersebut berada. Karena peran CSR ternyata saat ini semakin penting bagi masyarakat di sekitar perusahaan dalam upaya menyeimbangkan pembangunan, baik ekonomi, sosial dan lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan secara komprehensif mengenai implementasi dan prioritas program CSR di PT. Pertamina (Persero) RU II Dumai dan PT. Cevron Pasific Indonesia (CPI) di Tapung, Minas dan Rumbai Provinsi Riau. Metode penelitian dilakukan dengan metode campuran (mixed methods) yaitu mengkombinasikan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket, in-dept interview dan observasi terhadap multistakeholders. Hasil penelitian yang ditemukan implementasi program CSR oleh PT. Pertamina (Persero) RU II Dumai dan PT. Cevron Pasific Indonesia (CPI) di Provinsi Riau masih berjalan dengan kurang baik. Sedangkan prioritas program CSR yang dibutuhkan berdasarkan indeks kepuasan publik di PT. Pertamina (Persero) RU II Dumai dan PT. Cevron Pasific Indonesia (CPI) di Tapung, Minas dan Rumbai Provinsi Riau adalah program yang berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat.Kata Kunci: pemberdayaan, program Corporate Social Reponsibility, indeks kepuasan publik. Corporate Social Reponsibility program (CSR) is seen as an urgent thing on social development. Its supported by regulation that stated in Act No. 40 year 2007 about Limited Company. In the article number 74 stated that social responsibility is one among activities that should be conducted by the companies. The companies should have committed for surround people quality of life, in terms of social and economic perspective. The sample of this research covers the implementation of the priority programmes and corporate social responsibility (CSR) PT. Pertamina (Persero) RU II Dumai and PT. Cevron Pacific Indonesia (CPI) at Tapung, Minas and Rumbai Riau Province. Data has been collected by questionnaire, in-depth interview and observation. Results of the study found implementation of programs of corporate social responsibility by PT. Pertamina (Persero) RU II Dumai and PT Cevron Pacific Indonesia (CPI) in Riau Province is still inadequate. The CSR program of the sample have been emphasized on social-economy empowerment. Keywords: empowerment, Corporate Social Reponsibility program, public satisfaction index

    PENGEMBANGAN KETERAMPILAN SOSIAL DAN KEWIRAUSAHAAN PADA ORGANISASI PEMUDA KEAGAMAAN DI DEPOK

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji kelompok pemuda dalam organisasi Muhammadiyah sebagai Faith Based Organization (FBO) menjadi agen perubah dalam pengembangan masyarakat lokal di Kelurahan Cinangka, Depok, Jawa Barat. Penelitian ini membahas tentang proses intervensi kelompok pemuda dengan mempergunakan strategi penelitian aksi (participatory action research). Tahapan penelitian aksi terdiri dari tiga tahap, yaitu mengidentifikasi kebutuhan dan potensi (look), merancang program intervensi (think), dan mengimplementasikan program intervensi (act). Berdasarkan identifikasi masalah dan kebutuhan pada tahap look, penelitian ini menemukan potensi masyarakat dalam upaya menyelesaian permasalahan lingkungan. Selain pemuda yang tergabung dalam FBO, ada juga kelompok ibu yang terlibat. Tahap look memperlihatkan bahwa potensi pemuda dari FBO dapat maksimal apabila mendapatkan dukungan dari elemen lain, terutama orang tua di dalam komunitas sasaran. Kemudian melalui proses perencanaan kegiatan dalam tahap think bersama komunitas sasaran, terdapat beberapa kegiatan yang diimplementasikan dalam penelitian ini, yaitu pengembangan keterampilan sosial dan kewirausahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi kelompok pemuda dalam pengembangan komunitas melalui pengembangan keterampilan kewirausahaan, tidak dapat menanggalkan urgensi keterampilan sosial guna memperkuat peran pemuda dari FBO di komunitas.Kata Kunci: pengembangan masyarakat, intervensi kelompok pemuda, pengelolaan lingkungan, Faith Based Organization, keterampilan mikro.This study examines the youth groups in the Muhammadiyah organization as an Faith Based Organization (FBO) as agents of change in community development at Cinangka Village, Depok, West Java. By using a Participatory Action Research, this study discusses the process of youth group intervention in three stages, which covers needs and potencies assessment (look), action plan (think) and implementation (act). Based on ‘look’ phase, this study found people’s potential at their community which are youth in FBO and groups women. In this phase has identified that youth’s potencies in FBO could be maximized if supported by parents. In the next stage through planning process, there were some activities that are implemented in this study which are development of social skills and entrepreneurship. This study has found that youth group intervention should also recognize social skills on strengthen the role of youth in FBO. Keywords: community development, youth groups intervention, environmental management, Faith Based Organization, micro skills

    PREVALENSI KEKERASAN TERHADAP ANAK LAKI-LAKI DAN ANAK PEREMPUAN DI INDONESIA

    Full text link
    Salah satu tujuan dari survey kekerasan terhadap anak adalah untuk mendapatkan prevalensi kekerasan terhadap anak. Dengan metode yang kuat dan pemilihan responden yang memadai, ditujukan untuk mendapatkan pengalaman kekerasan terhadap anak sebelum umur 18 tahun dan pengalaman setahun yang lalu. Alasan mendapatkan prevalensi, karena selama ini kebijakan dan program Perlindungan anak  berdasarkan pada laporan kasus, yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara metodologi. Hasilnya menunjukkan bahwa anak laki-laki memiliki kerentanan menjadi korban kekerasan, daripada perempuan, baik pengalaman kekerasan overlap yakni kekerasan baik fisik/emosi/seksual maupun kekerasan fisik itu sendiri. Hal tersebut dapat diperbandingkan dengan hasil kajian terkait lainnya yang dilaksanakan di Indonesia maupun survey sejenis yang dilakukan di Tanzania. Pelaku tindak kekerasan anak adalah orang terdekat dengan anak. Untuk mengoptimalkan hasil prevalensi kekerasan terhadap anak, maka dapat merekomendasikan data prevelensi ini sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) tahun 2015-2019, sehingga dapat menjadi dasar untuk melakukan penelitian lanjutan terkait kekerasan terhadap anak secara lebih mendalam. Kata kunci: Kekerasan, anak, prevalensi. AbstractOne of the purposes of the survey of violence against children is to get the prevalence of violence against children. With a powerful method and an adequate selection of respondents, intended to gain experience of violence against children before the age of 18 years and the experience of a year ago. Reasons gain prevalence, because during this time the child protection policies and programs based on case reports, the less can be justified by the methodology. The results showed that the boy has a vulnerability to violence, rather than women, both the experience of abuse overlap the violence both in physical / emotional / sexual or physical violence itself. It can be compared with the results of other relevant studies conducted in Indonesia as well as a similar survey conducted in Tanzania. Perpetrators, children are those closest to the child. To optimize the results of the prevalence of violence against children, it can recommend this prevalence of data as part of the Medium Term Development Plan (RPJMN) from 2015 to 2019, so it can be the basis for conducting advanced research related to violence against children in more depth. Keywords: Violence, children, the prevalence

    SEMANGAT KERJA DAN KONTRIBUSI BURUH GENDONG PEREMPUAN DALAM MENSEJAHTERAKAN KELUARGA

    Full text link
    abstrakPenelitian tentang Semangat Kerja dan Kontribusi Buruh Gendong Perempuan dalam Mensejahterakan Keluarga bertujuan untuk mengetahui semangat bekerja buruh gendong, tingkat pengasilannya, peranannya dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Lokasi penelitian di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Jenis penelitian deskriptif kualitatif, Jumlah responden 10 orang burung gendong wanita, Pengumpulan data menggunakan panduan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data secara deskriptif kualitatif. Kesimpulannya; Semangat kerja buruh gendong sangat tinggi, bekerja mulai jam:04.00 hingga jam;16.00 WIB. Di pasar mereka bekerja keras, tekun, ulet, sabar, jujur dan memberikan pelayanan yang baik kepada pengguna jasa. Mereka bekerja di pasar maupun di rumah untuk keluarga. Penghasilannya setiap hari berkisar Rp. 30.000,- hingga Rp. 100.000,- untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga (sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, sosial, agama). Rekomendasi kepada Kementerian Sosial RI diharapkan dapat memberikan perlindungan sosial (KIS, KIP, PKH, Raskin, UEP) bagi  buruh gendong sebagai pekerja informal dan termasuk keluarga miskin guna mengatasi masalah sosial

    KEPUASAN KLIEN TERHADAP PELAYANAN SOSIAL DI LEMBAGA REHABILITASI SOSIAL KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA

    Full text link
    Implementasi program rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan NAPZA di lembaga rehabilitasi sosial atau Institusi Penerima Wajiba Lapor (IPWL), perlu didukung dengan informasi mengenai kepuasan klien. Sampai saat ini, sepengetahuan penulis, informasi mengenai kepuasan klien terhadap pelayanan sosial di IPWL masih sangat terbatas. Padahal, informasi mengenai kepusan klien ini sangat penting dalam proses rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan NAPZA. Artikel ini bertujuan untuk mendeskrisikan konsep, pandangan dan pemikiran mengenai kepuasan klien terhadap pelayanan sosial. Informasi mengenai kepuasan klien ini akan bermanfaat bagi IPWL dan para pemangku kepentingan dalam proses rehabilitasi sosial. Penulisan artikel ini sebagai  hasil analisis data sekuder dari berbagai literatur. Adapun metode dalam penulisan artikel ini adalah  deskripftif - interpretatif. Penulis berupaya mengadaptasi dan menginterpretasikan  konsep, pandangan dan pemikiran ke dalam konteks rehabilitasi sosial.  Hasil interpretasi, bahwa kepuasan klien dipengaruhi oleh produk, pelayanan, kemudahan, harga, emosional dan situasi. Pada akhirnya, kepusan klien  berpengaruh terhdap loyalitas dan motivasi klien untuk mengikuti program di IPWL. Keterlibatan secara aktif klien di IPWL akan mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial dalam keluarga dan masyarakat.Kata kunci : penyalahgunaan NAPZA, kepuasan klien, rehabilitasi sosial

    PEMBERDAYAAN KEARIFAN LOKAL MEMACU KESETARAAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL

    Full text link
    Manusia yang masih hidup dan yang telah mati di planet bumi merupakan satu kesatuan energi penentu equilibrium dan carrying capacity planet ini mempertahankan eksistensinya beradaptasi dalam rotasi kosmos. Komunitas manusia yang menempati berbagai wilayah kulit bumi, seirama kemudahan dan tantangan yang dihadapinya mewujudkan pandangan mendasar “world view†sebagai acuan nilai dan norma serta keorganisasian dalam pranata warganya memenuhi kebutuhan hidup di lini zona masingmasing.Takaran inilah esensi kearifan lokal. Lintasan sejarah memperlihatkan mereka telah mampumenjabarkan rumus kehidupan mulai dari tiada, melayani kelahiran, menggeluti keseharian, ritus-seremoni kematian serta visionis persiapan memasuki kehidupan abadi. Secara fenomenal komunitas yang mengalami percepatan pemahaman mengakses lingkungan untuk perubahan sebagian menggapai kemajuan peradaban spektakuler. Ketika mereka berpeluang memimpin, di samping ada yang mengabaikan manusia padakomunitas adat terpencil ada juga diantaranya yang mencoba menanam jasa membuat program pemacu perubahan sesuai alur pikir cerdas berkebudayaan kompleks. Disayangkan upaya tadi banyak gagal. Kini di sadari itu akibat pembangunan yang ditawarkan tidak dimulai dari jejaring akar budaya KAT itu sendiri yaitu kearifan lokal. Memberdayakan KAT bagian dari ekuilibrium alam dan sosial. Mottonya “Senang menggagas sendiri meminggirkan keakraban. Berpikir kreatif sambil meniti pemahaman orang lain mewujudkan monumental tempat bersama menatap ketinggian.†Bagaimana implementasinya ke depan, dapat terjembatani lewat tulisan ini

    MENCEGAH MENJADI ANAK JALANAN DAN MENGEMBALIKANNYA KEPADA KELUARGA MELALUI MODEL COMMUNITY BASED

    Full text link
    Anak-anak di Kampung Pedongkelan mempunyai resiko tinggi untuk menjadi anak jalanan. Hal ini disebabkan ketidakmampuan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan, sehingga mendorong anak untuk bekerja sebagi pengamen, penjual koran, atau pedagang asongan. Secara umum, anak-anak masih tinggal bersama keluarga. Karena mereka mempunyai resiko tinggi untuk menjadi anak jalanan, maka pendekatan yang harus dilakukan adalah melalui pendekatan komunitas. Program yang dilaksanakan adalah melalui program income generating dan mendorong komunitas untuk turut serta mendorong potensi keluarga.Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan sosial, melindungi anak-anak sesuai dengan haknya

    POLA MENONTON TELEVISI PADA ANAK (Stndi Kasns di SDN Johar Barn 1 Jakarta Pnsat dan SD Islam Al Azhar, Kebayoran Barn, Jakarta Selatan)

    Full text link
    Televisi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak. Namun interaksi anak dengan televisi telah menimbulkan berbagai dampak negatif pada anak. Dampak tersebut muncul karena tidak adanya peraturan yang jelas dan tegas mengenai pertelevisian, terutama yang berkaitan dengan anak, dan kurang dimilikinya sikap kritis anak dan keluarga dalam mengkonsumsi media. Akibatnya tentu tidak baik bagi anak, karena ia akan kehilangan waktu untuk bermain dengan teman-teman. Selain itu juga, anak akan meniru dan mengikuti apa yang dilihatnya dari televisi, walaupun ia tidak memahaminya. Atas dasar itulah penulis mengangkat masalah ini untuk dijadikan perhatian bagi perkembangan anak, khususnyabagi perkembangan sosial anak. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola menonton televisi terhadap perilaku sosial anak. Metode yang digunakan adalah deskripif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa survey dan observasi

    396

    full texts

    599

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Kementerian Sosial RI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇