Sistem Jurnal UNU Purwokerto (SJU)
Not a member yet
318 research outputs found
Sort by
PRAKTIK AKAD PRODUK KUR BSI MENURUT HUKUM ISLAM
People's Business Credit (KUR) is a bank product that meets the needs of the community in the business sector, especially for micro, small, and medium enterprises (MSMEs). The purpose of MSMEs accessing KUR products is to develop their businesses. In practice, MSMEs involve third parties to meet their business development needs. Therefore, MSMEs utilize BSI's KUR product services. In the transaction between MSMEs and BSI, a Murabaḥah contract is used. In its implementation, BSI acts as a second party that purchases goods needed by MSMEs. In reality, MSMEs make purchases independently. In practice, this appears as if MSMEs are taking out a loan from BSI. This can be seen, as if MSMEs had funds, it would not be possible for them to involve BSI as a second party. Considering transaction practices like this, it is interesting to examine the extent to which these transactions comply with muamalah law. The methodology used was a descriptive method with a normative empirical approach, where empirical facts regarding KUR practices at BSI were analyzed using norms existing in Islamic economic law. In this study, it was found that BSI KUR uses the bay' Murabahah contract. The bay' Murabahah contract is used as a transaction between the bank and the customer to meet the customer's needs. To avoid usurious transactions in the form of debt, the bay' Murabahah contract is used
TATA KELOLA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DI DESA TUMIYANG KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS
Village development is one of the key efforts to realize community welfare at the local level. It must be carried out collectively and participatively. One of the new approaches expected to drive development and the village economy is the establishment of community-based economic institutions known as Village Owned Enterprises (Badan Usaha Milik Desa or BUMDes), which serve as a flagship program to enhance the economic independence of villages. This study aims to analyze and describe in depth the governance of the Village Owned Enterprise (BUMDes) in Tumiyang Village, Kebasen District, Banyumas Regency. The research employs a qualitative method with a case study approach. To strengthen the data, purposive sampling was used along with in-depth data and source analysis. The findings focus on the management and organizational governance of BUMDes, particularly examining aspects of planning, organizing, and directing in carrying out the functions and responsibilities of BUMDes management
Penggunaan Media Kartu Bergambar Untuk Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Usia 3-4 Tahun Di RA Rumah Kreatif Wadas Kelir Purwokerto
This study aims to describe the use of picture cards in improving the cognitive development of 3-4 year old children at the Wadas Kelir Creative House Kindergarten (RA Rumah Kreatif Wadas Kelir Purwokerto). The study used a qualitative approach with a field research type through a case study design. The research subjects were 12 children from the playgroup, the class teacher, and the head of the RA as the main informant. Data collection techniques were carried out through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was carried out using the Miles & Huberman interactive model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that picture cards provided a strong visual stimulus, making it easier for children to recognize symbols, group objects, and understand simple concepts. Children showed higher enthusiasm when learning activities were combined with picture card games. These findings reinforce that concrete visual media are very effective in developing early childhood cognition
Kepribadian Guru Dalam Novel “Guru Aini” Dan Relevansinya Terhadap Kompetensi Kepribadian Guru
This study aims to identify the teacher character's personality in the novel and examine its relevance to the standards of teacher personality competencies as stated in Permendiknas No. 16 of 2007. The research employs a qualitative approach, grounded in a literature study, utilizing content analysis techniques to examine narratives that portray the character of the teacher in the novel. The results of the study show that the teacher character in the novel Guru Aini has a steady, mature, wise, and authoritative personality, and is an example, which directly reflects the dimensions of the teacher's personality competence. This research emphasizes that literary works can be a reflective medium in forming an understanding of professional teacher figures and the importance of personality development in the world of education
Upaya Guru dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter
This study aims to analyze teachers' efforts in instilling character values in students at SD Paya Pelekung, Nagan Raya Regency. The approach used is qualitative with the type of field study through observational data collection techniques, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model which included data reduction, data presentation, and conclusion drawn, and tested for validity through triangulation of sources and techniques. The results of the study showed that teachers applied four main strategies, namely story-based learning and moral reflection, role models and habituation, social practice activities such as visits to orphanages and gardening activities, and strengthening through parental appreciation and involvement in child character development. These findings indicate that instilling character values will be more effective if it is carried out in an integrated, sustainable manner, and involves collaboration between schools, families, and the social environment
Peningkatan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek Di TK Islam Bina Muslim PGRI
Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan kemampuan memecahkan masalah persoalan dengan nalar. Menurut Bloom kemampuan berpikir tingkat tinggi meliputi keterampilan menganalisis (analysing), mengevaluasi (evaluating), dan mencipta (creating). Sedangkan pembelajaran berbasi proyek merupakan suatu pendekatan pengajaran yang dikembangkan berdasarkan prinsip contructivis, problem solving, inquiri riset, integrated studies dan refleksinya yang menekankan pada aspek kajian teoritis dan aplikasinya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan kualitas kemampuan berpikir tingkat tinggi anak usia dini melalui pembelajaran berbasis proyek di TK Islam Bina Muslim PGRI. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas menggunakan model Kemmis & Taggart dan dilaksanakan sebanyak dua siklus. Subjek pada penelitian ini adalah 15 peserta didik kelas B. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan instrument berupa lembar observasi, catatan lapangan dan pedoman wawancara.Tehnik analisis data terdiri dari kuantitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan rumus persentase. Peningkatan hasil pratindakan sampai pada penelitian siklus II menunjukkan bahwa dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui pembelajaran berbasis proyek sebagai berikut: 1) Anak mampu bekerja sama 2) Anak mampu menambahkan benda/aksesoris bangunan. 3) Anak mampu menyampaikan gagasan. 4) Anak mampu membuat bentuk bangunan diperoleh rata-rata hasil belajar sebelum menggunakan pembelajaran berbasis proyek hasil pratindakan diperoleh rata-rata persentase sebesar 26,66% dengan tingkat keberhasilan tindakan belum berhasil, pada siklus I diperoleh rata-rata persentase sebesar 54,99% dengan tingkat keberhasilan tindakan berhasil, dan pada siklus II diperoleh rata-rata sebesar 100% dengan tingkat keberhasilan tindakan tercapai. Hasil ini sesuai yang diharapkan dari indikator keberhasilan yang ditetapkan peneliti sebesar 100%, dan membuktikan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan tingkat keefektivitasan anak dalam berpikir tingkat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi anak usia dini di TK Islam Bina Muslim PGRI dapat berpengaruh dan meningkat keefektivitasannya dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TERNAK KAMBING DI KTT TERUS JAYA MELALUI PERBAIKAN TATALAKSANA REPRODUKSI MENGGUNAKAN KALENDER REPRODUKSI
Perbaikan tatalaksana dapat dilakukan dengan pengelolaan reproduksi, pakan dan pemeliharaan yang baik. Pengelolaan reproduksi dapat diwujudkan antara lain dengan perkawinan tepat waktu yang merupakan langkah awal untuk mendapatkan keturunan (cempe). Penetapan perkawinan tepat waktu dapat dilakukan dengan menerapkan teknologi kalender reproduksi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak kambing, khususnya berkaitan dengan teknologi reproduksi dan pemuliaan, dan meningkatkan produktivitas ternak kambing dengan memperpendek selang beranak dan meningkatkan laju reproduksi induk kambing.di kelompok peternak Terus Jaya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: (1) Transfer Pengetahuan (Pendidikan kepada Peternak) dan (2) Demplot paket teknologi Kalender Reproduksi. Peningkatan pengetahuan dapat dilakukan melalui alih teknologi sehingga ada perubahan pola pikir dalam beternak. Cara paling sederhana untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peternak, adalah dengan melakukan test tertulis setelah ceramah dan diskusi dilakukan pada khalayak sasaran. Hasil test yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman di tingkat peternak. Pre test yang diberikan diperoleh rata-rata nilai sebesar 37,7 dan meningkat pada hasil nilai post test menjadi 68,8. Peningkatan nilai tersebut berkisar 82,49%. Beberapa hal yang dilakukan dalam kegiatan PkM ini adalah : (1) Peternak diberikan bimbingan untuk membatasi waktu cempe tinggal bersama dengan induknya, (2) Peternak diberikan gambaran tentang inefisiensi yang terjadi jika perkawinan setelah melahirkan dilakukan terlambat. (3) Peternak diajak untuk lebih memperhatikan pemberian pakan ternak kambingnya. Kesimpulan kegiatan ini adalah memberikan wawasan baru bagi peternak terkait efisiensi pemeliharaan melalui pengelolaan reproduksi
PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL BERBASIS BUDAYA KOMUNITAS DI UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA (UNU) PURWOKERTO
Kekerasan seksual ibarat fenomena gunung es yang nampak ke permukaan hanyalan sebagian kecil dari keseluruhan kasus yang terjadi. Kekerasan seksual marak terjadi dikarenakan budaya patriarki yang sudah melembaga dimana perempuan didudukan pada posisi yang lemah dibandingkan laki-laki, selain itu ketimpangan relasi kuasa/ gender mengakibatkan pelaku menyalahgunakan sumber daya, ekonomi atau status sosialnya untuk mengendalikan korban. Perguruan Tinggi sebagai tempat menimba ilmu juga tidak luput dari kekerasan seksual oleh karenanya perlu melakukan langkah preventif guna mencegah terjadinya kekerasan seksual, salah satunya melalui penguatan budaya komunitas. Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bermitra dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto secara bersama-sama berusaha memecahkan permasalahan mitra dengan 4 (empat) metode pelaksanaan yaitu transfer pengetahuan dan teknologi, berbasis kelompok, komperhensif dan berbasis pada potensi kearifan lokal. PKM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuandan kesadaran mitra akan pentingnya pencegahan kekerasan seksual berbasis penguatan budaya komunitas untuk menciptakan kampus yang inklusif, bebas kekerasan seksual. Adapun hasil yang dicapai dari kegiatan PKM yaitu civitas akademmik UNU Purwokerto telah memiliki pengetahuan awal yang baik tentang isu kekerasan seksual akan tetapi perlu ditingkatkan terkait penguatan budaya komunitas, peranan SATGAS PPKS dan pengetahuan dasar mengenai psikologi korban agar kekerasan seksual dapat dicegah sedini mungkin
Media Digital (Antara Dukungan Dan Gangguan Terhadap Pembelajaran)
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran. Media digital menawarkan berbagai solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, di sisi lain, pemanfaatan media digital juga menimbulkan tantangan dan gangguan. Artikel ini bertujuan untuk mengekspolarsi pemanfaatan media digital dalam pembelajaran, menimbang antara manfaat dan gangguan yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa media digital dapat menjadi solusi efektif jika digunakan secara bijaksana, namun juga berpotensi menjadi gangguan jika tidak dikelola dengan baik. Artikel ini menyimpulkan perlunya pendekatan yang seimbang dan strategi yang tepat untuk memaksimalkan manfaat media digital sambil meminimalkan dampak negatifnya. Penelitian ini mengusulkan lima komponen penting yang perlu diperhatikan dalam memaksimalkan manfaat media digital serta meminimalkan dampak negatif media digital pada proses pembelajaran yaitu Sistem pembelajaran yang difasilitasi, Pelatihan Keterampilan digital, Kesesuaikan penggunaan media digital dengan tingkat pertumbuhan dan pekembangan siswa, Kolaborasi berbagai pihak dan Praktik sukses dari model sekolah waldorf
PENGARUH BEBERAPA METODE SKARIFIKASI TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI BENIH PALA (Myristica fragrans Houtt.): THE EFFECT OF SEVERAL SCARIFICATION METHODS ON BREAKING DORMANCY OF NUTMEG (Myristica fragrans Houtt.) SEEDS
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode skarifikasi terhadap viabilitas benih pala dan mengetahui metode skarifikasi yang paling bak dalam pematahan dormansi benih pala. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non Faktorial dengan lima perlakuan yaitu: P0 (kontrol), P1 (penggosokan benih menggunakan ampelas), P2 (pelubangan benih), P3 (perendaman dengan larutan KNO3 2%) dan P4 (perendaman dengan larutan giberelin/GA3 50 ppm), setiap perlakuan diualng sebanyak lima kali ulangan, sehingga didapatkan 25 unit percobaan. Variabel pengamatan meliputi daya kecambah, waktu perkecambahan, indeks kecepatan perkecambahan dan kecepatan tumbuh benih. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan ANOVA, jika hasil berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan skarifikasi yang diuji mampu mematahkan dormansi pada benih pala. Metode skarifikasi yang paling baik dalam mempercepat pmatahan dormansi benih pala adalah dengan perencaman menggunakan KNO3 2%