Jurnal AL-AZHAR INDONESIA
Not a member yet
1082 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Kemandirian Anak Menggunakan Metode Pembelajaran STEAM Berbasis Loose Parts
Ditemukan beberapa permasalahan di lapangan diantaranya: 1) kurangnya rasa percaya diri, 2) kurangnya tanggung jawab, anak cenderung sering menyatakan tidak mampu atau tidak mau mengerjakan tugas, dan 3) tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemandirian anak usia dini melalui penerapan metode pembelajarain STEAM berbasis loose parts. Jenis penelitian yang dipakai yaitu penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi berupa foto anak yang sedang menyusun loose parts dan observasi anak saat membuat mosaik dan kolase dari loose parts dengan bahan alam. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran STEAM berbasis loose parts dengan menggunakan bahan alam dapat meningkatkan kemandirian anak. Penggunaan metode tersebut terbukti efektif, terlihat dari peningkatan jumlah anak pada saat pra siklus belum ditemukan anak yang mencapai kategori BSB, kemudian meningkat sebanyak 5 dari 11 anak pada siklus I dan bertambah lagi menjadi 9 anak pada siklus II. Maka kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa metode pembelajaran STEAM berbasis loose parts dapat meningkatkan kemandirian anak usia dini. Guru perlu merancang kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan loose parts secara kreatif, sementara lembaga PAUD dan orang tua didorong untuk menyediakan fasilitas dan dukungan yang memungkinkan anak bereksplorasi secara mandiri. Selain itu, diharapkan agar metode pembelajaran STEAM berbasis loose parts dengan bahan alam diintegrasikan secara terencana dan berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran di PAUD untuk mendorong kemandirian ana
Perlawanan Perempuan Amungme terhadap Kapitalisme Ekstraktif di Mimika Papua Tengah (2023)
Penelitian ini menganalisis perlawanan perempuan Amungme terhadap kapitalisme ekstraktif di Papua melalui pendekatan Ekonomi Politik Internasional (EPI). Dengan metode kualitatif yang meliputi wawancara mendalam dan observasi partisipatif, studi ini mengkaji bagaimana industri ekstraktif global beririsan dengan dinamika gender lokal dan perlawanan masyarakat adat. Temuan penelitian mengungkap bahwa perlawanan perempuan Amungme terhadap operasi pertambangan tidak hanya merupakan strategi bertahan hidup secara ekonomi, tetapi juga tantangan politik terhadap modal transnasional. Resistensi mereka diwujudkan melalui inisiatif perlindungan tanah, pelestarian budaya, dan jejaring advokasi yang mengganggu struktur kekuatan EPI konvensional. Studi ini berkontribusi pada kajian kritis EPI dengan menempatkan agensi perempuan adat sebagai pusat dalam konflik sumber dayaKata kunci: Kapitalisme ekstraktif, perempuan Amungme, Ekonomi Politik Internasional (EPI), perlawanan masyarakat adat, konflik sumber daya
Integrasi Pendidikan Lingkungan dan Kearifan Lokal dalam Era Society 5.0 untuk Menumbuhkan Kesadaran Global dan Cinta Budaya pada Siswa Sekolah Dasar
This article explores the integration of environmental education and local wisdom into elementary school learning to foster global awareness and cultural appreciation from an early age, particularly within the context of digital advancement in the Society 5.0 era. The study employs a qualitative analytical method with a conceptual approach, based on scientific articles published over the past ten years (2015-2025). Data analysis was conducted through data selection, thematic categorization, and descriptive-qualitative interpretation to examine the relationship between theory and real educational practices in the context of elementary education in Society 5.0. The findings indicate that environmental education and local wisdom play a significant role in shaping students' character at the primary level, especially amid rapid technological development. These values can be effectively integrated through thematic-contextual learning approaches aligned with students’ developmental stages and curriculum content. Teachers hold a strategic role in designing and implementing meaningful learning, serving as facilitators, character builders, and instructional innovators. The article concludes that integrating environmental and cultural values into elementary school learning is a relevant strategy to cultivate global consciousness and cultural identity from an early age.Keywords - Environmental Education, Local Wisdom, Elementary School, Society 5.0, Global and Cultural Awareness
Analisis Pengelolaan Sampah di Kawasan Wisata Ancol untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan
Effective waste management is a key prerequisite for achieving sustainable tourism. Sustainable tourism provides important benefits such as environmental conservation, improved community well-being, and economic contributions to destinations. This study aims to analyze the existing waste management system in the Ancol tourism area, identify the challenges faced, and formulate recommendations for its optimization. The analysis focuses on the waste management system at the Integrated Waste Processing Facility (TPST) Ancol, Jakarta, with reference to national regulations (Law No. 18/2008, Jakarta Governor Regulations No. 102/2021 and No. 142/2019) and the Global Sustainable Tourism Council (GSTC) standards. A descriptive qualitative approach was applied through observations, interviews, and document analysis. The results show that TPST Ancol has implemented four-stream waste segregation and circular economy-based processing, such as composting for parks and sorting recyclable waste for waste banks. However, challenges remain in terms of limited visitor participation in source segregation, constraints in human resources, and inadequate technological infrastructure. The Soft Systems Methodology (SSM) analysis highlights the importance of visitor education, infrastructure improvement, and multi-stakeholder collaboration to strengthen the triple bottom line (people, planet, profit). This study recommends optimizing monitoring systems, enforcing stricter environmental policies, and integrating educational programs to position Ancol as a world-class sustainable tourism destination.Keywords - Ancol, Soft Systems Methodology, Sustainability, Tourism, Waste.
Peningkatan Keterampilan Anak Binaan Melalui Pelatihan Pembuatan Pempek Sayur Frozen Kemas Vakum di LPKA Kelas II Jakarta
AbstrakPempek sayur frozen merupakan salah satu produk inovasi pangan, menambahkan irisan sayuran dan ekstrak sari sayuran dalam adonan pempek. Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta telah membudidayakan sayur pakcoy hidroponik dengan hasil yang berlimpah. Namun, pemanfaatan sayur ini tidak optimal karena keterbatasan pengetahuan dalam mengolah menjadi produk dengan masa simpan yang panjang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak binaan di LPKA Kelas II Jakarta tentang pembuatan pempek sayur kemas vakum. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 minggu dengan kedatangan sebanyak 3 kali dan diikuti oleh 10 anak binaan. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari (1) Sosialisasi; (2) Pelatihan dan praktik pembuatan pempek sayur frozen kemas vakum; (3) Pelatihan label kemasan pangan olahan, (4) Monitoring dan evaluasi; serta (5) Keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan anak binaan mengalami peningkatan dari hasil pre- dan post-test sebesar 26,3%. Selain itu, anak binaan juga diketahui mampu mempraktekan kembali pembuatan pempek sayur yang telah dijelaskan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak binaan di LPKA Kelas II Jakarta.Kata kunci: Anak Binaan, Label Kemasan, Kemasan Vakum, Pempek Sayur
A Study on the Implementation of Capital Punishment within Indonesia's Criminal Justice System through the Lens of Human Rights
The death penalty remains a contentious issue, sparking debate both nationally and internationally. It represents the harshest form of punishment within the criminal justice system. This sanction is deemed necessary by some due to its strong deterrent effect on individuals committing grave offenses. This research aims to examine how the death penalty is implemented within Indonesia's legal framework. The study employs a normative juridical method, relying on primary sources such as legal texts, academic literature, and relevant regulations. The analysis is conducted descriptively. Currently, the death penalty is no longer regarded as the primary form of punishment but rather as a special and alternative measure. The findings indicate that judges consider multiple considerations when deciding on capital punishment, including legal principles, existing laws, regulatory frameworks, and religious factors. The death penalty is applicable for the most severe crimes as stipulated by law. Indonesian law treats foreign nationals and citizens equally in this regard. In judicial decisions, judges evaluate both juridical evidence—such as testimonies from witnesses and experts, defendant statements, and other proofs—and non-legal factors that may either mitigate or intensify the defendant’s sentence. Keyword: Death Penalty, Human Rights, Sanction
Strategi Penanaman Nilai Berbagi Dan Jujur Sejak Usia Dini
Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam pembentukan kepribadian anak sejak usia dini. Nilai berbagi dan jujur merupakan dua komponen utama karakter prososial yang perlu ditanamkan secara sistematis sejak masa prasekolah. Studi ini bertujuan untuk mengkaji strategi yang relevan dalam pembelajaran nilai berbagi dan jujur sejak usia dini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah hasil-hasil penelitian bereputasi dari jurnal nasional dan internasional. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari artikel-artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal bereputasi, terutama yang terindeks Scopus, Google Scholar, dan DOAJ, serta buku-buku acuan pendidikan anak usia dini. Artikel yang dikaji adalah publikasi yang terbit antara tahun 2018 - 2025, dengan fokus pada topik pengembangan karakter anak, nilai berbagi, kejujuran, serta strategi pembelajaran yang relevan. Data dianalisis dengan cara membandingkan temuan antar studi, mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan, serta menyoroti kontribusi masing-masing studi terhadap pemahaman nilai berbagi dan jujur di usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi seperti storytelling, role-playing, pretend play, serta penggunaan media visual dan kegiatan berbasis proyek terbukti efektif dalam menanamkan nilai berbagi dan jujur pada anak usia dini. Efektivitas strategi tersebut meningkat bila disertai pendekatan yang menyenangkan, konsisten, dan kontekstual sesuai dengan pengalaman hidup anak. Kesimpulannya, strategi penanaman nilai berbagi dan jujur sejak usia dini yang efektif dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai perkembangan anak, seperti storytelling, role-play, pretend play, serta integrasi dalam kegiatan bermain sehari-har
Kegagalan Priming Berita Climate Change Terhadap Mahasiswa di Kota Depok
Berita climate change dari media massa online seharusnya menyadarkan pembacanya untuk was-was terhadap ancaman yang terjadi dan terbukti di beberapa wilayah Indonesia fenomena ekstrim seperti suhu panas yang tinggi, kekeringan, hujan disertai angin putting beliung yang sebelumnya jarang pernah terjadi. Namun, keadaan tersebut belum memberikan pengetahuan ataupun pemahaman kepada masyarakat khususnya mahasiswa di kota Depok walaupun priming berita Koran Tempo mengenai perubahan tersebut beberapa kali dihadirkan sepamjamg 2023.Penelitian dilakukan melalui metode kualitatif eksploratif dengan responden mahasiswa sehingga menumbuhkan pemahaman terhadap keperdulian lingkungan, dan melakukan tindakan. Penelitian menunjukkan priming berita belum berhasil membangkitkan kembali pengetahuannya mengenai perubahan iklim karena belum menginterpretasikan secara menyeluruh dampak perubahan tersebut karena kelalain manusia. Bagi responden berita harus informasi yang ingin diketahui, menarik, sedang happening, viral, dan word of mouth. Priming media perubahan iklim dianggap kurang menarik Media massa digital untuk menjadi teman baca mahasiswa perlu memperhatikan kebiasaan mereka dalam menikmati atau mengkonsumsi berita. Banyaknya media digital yang memudahkan mereka mendapatkan berita, mereka ternyata tidak memiliki media fanatic terhadap satu atau dua media massa online. Bagi mereka, asal beritanya sesuai dengan kebutuhannya dan sedang ramai dibicarakan maka menjadi prioritas dibaca dan dipahami. Sebaiknya, berita climate change dikemas sesuai cara mereka menikmati keseharian gaya hidup mereka. Kata kunci:
Pemanfaatan Asmaul Husna Sebagai Media Pengembangan Kemampuan Numerasi Anak Usia Dini
Anak usia dini adalah anak usia 0-6 tahun. Pada masa ini menempati tahapan penting yang biasa disebut sebagai "masa keemasan" karena pertumbuhan yang cepat di sejumlah tahap perkembangan. Kemampuan numerasi didasarkan pada kemampuan berhitung, yang meliputi pengelompokan, pemahaman urutan, dan pemahaman angka. Namun, mungkin sulit untuk mengajarkan numerasi kepada anak-anak kecil karena pendekatan pengajaran tradisional cenderung membuat ide-ide abstrak seperti angka menjadi kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untu mengeksplorasi kegunaan Asmaul Husna (99 Nama Allah) sebagai alat pengajaran untuk pengembangan numerasi anak usia dini diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di RA Anak Shaleh di Kabupaten Pasuruan pada bulan Oktober 2024. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 20 anak yang berusia antara 5 dan 6 tahun. Dokumentasi, wawancara, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Setelah data terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik tematik untuk menemukan pola-pola utama dalam data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan Asmaul Husna memberikan manfaat yang signifikan dalam perkembangan numerasi anak usia dini. Anak-anak tampak bersemangat dan aktif selama proses pembelajaran. Mereka mampu menyebutkan urutan Asmaul Husna dan mengaitkannya dengan konsep angka, meningkatkan pemahaman mereka tentang urutan angka, dan mempercepat pemahaman konsep perbandingan angka seperti lebih besar atau lebih kecil. Selain itu, hafalan Asmaul Husna juga meningkatkan konsentrasi dan daya ingat anak, serta memudahkan mereka dalam memahami pola angka dan menerapkannya dalam operasi hitung dasar
Policy, Power, and Peace: Analyzing the Intersection of Defense Strategies and International Relations
The evolving dynamics of international relations demand defense strategies that balance national security objectives with the broader goals of global stability and peacebuilding. This research explores the intersection of policy, power, and peace, focusing on how defense strategies integrate emerging technologies, align with international norms, and foster collaboration among states. Utilizing a qualitative approach, secondary data was analyzed, including policy documents, case studies, and academic literature, to examine the interplay between defense policies and international relations. Key findings reveal that aligning defense strategies with international frameworks fosters trust and cooperation, while integrating artificial intelligence and cyber capabilities reshapes global power dynamics by enhancing operational efficiency and geopolitical influence. Additionally, smaller states and regional actors play pivotal roles in peacebuilding, offering innovative approaches through diplomacy, inclusivity, and regional collaboration. The research concludes that sustainable defense strategies require a balance of military strength, ethical governance, and multilateral efforts to address contemporary global challenges. This study contributes to understanding the complexities of defense strategies within international relations, offering insights for policymakers aiming to achieve security and stability in a rapidly changing world.Keywords: defense strategies, emerging technologies, international relations, multilateral cooperation, peacebuildin