Ummat Repository
Not a member yet
5707 research outputs found
Sort by
STRATEGI KOMISI PEMILIHAN UMUM DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN POLITIK BAGI KELOMPOK DISABILITAS PADA PEMILU 2024 (Studi di KPU Kota Mataram)
Disabilitas merupakan isu yang seharusnya “familiar” bagi masyarakat umum karena merupakan bagian kondisi dari manusia dan memiliki prevalansi yang tinggi. Faktanya hampir semua individu perna mengalami disabilitas pada sala satu fase kehidupannya. Bagi orang yang mencapai usia yang panjang, kemungkinan besar akan mengalami kesulitan terkait keberfungsian fisik dan sosialnya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, Penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata-kata lisan maupun tertulis, dan tingkah laku yang dapat diamati dari orang-orang yang diteliti dengan penjelasan secara terperinci tentang permasalahan yang berhubungan dengan teori dan data yang ada, sehingga mendapat suatu kesimpulan. Dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram. Hasil penelitian ini adalah sosialisasi politik merupakan proses penyosialisasian yang memiliki tujuan yang lebih spesifik untuk membentuk suatu nilai dengan maksud untuk menuntun bagaimana kita sebagai anggota masyarakat untuk berpartisipasi didalam system politik. Strategi sosialisasi apapun yang dilakukan pada setiap momentum pemilu atau pemilihan pada akhirnya tidak terlepas dari tujuan akhir, yakni warga masyarakat mau hadir ke TPS pada pemilihan. Pemenuhan dan perlindungan hak politik bagi para penyandang disabilitas di Indonesia hingga saat ini masih menjadi permasalahan yang sangat serius, dimana seringkali terdapat adanya diskriminasi dalam implementasi pemenuhan hak politik bagi penyandang disabilitas. Aksesibilitas adalah kemudahan yang disediakan bagi penyandang cacat guna mewujudkan kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan. Faktor Lingkungan dapat diartikan sebagai berbagai peristiwa, situasi dan kondisi di luar individu yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi tumbuh kembang anak atau perkembangan individu
PERAN GURU PKn DALAM MEMBINA PERILAKU KEDISIPLINAN SISWA DI SEKOLAH MELALUI PENDEKATAN KETELADANAN GURU KELAS 8 SMPN 1 SOROMANDI
Hasil prasurvei pada tanggal 3 Oktober 2023, kenyataan yang terjadi di Sekolah SMPN 1 Soromandi di Kabupaten Bima banyak siswa yang melanggar tata tertib yang berlaku di sekolah SMPN 1 Soromandi sekalipun disipliner sudah di terapkan. Siswa yang kurang disiplin di lingkungan sekolah, misalnya melakukan perilaku yang bertentangan dengan peraturan sekolah yang telah diterapkan. Pelanggaran ini termasuk terlambat, bolos jam pelajaran, tidak menyelesaikan tugastepat waktu, dan dandanan serta seragam yang tidak tepat dan lengkap. Penelitian ini mengunakan penelitian analisis kualitatif deskriptif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk deskriptif dari hasil wawancara antara peneliti dan informan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan Reduksi data, Penyajian data, Penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini (1) SMPN 1 soromandi kabupaten bima peran guru Pkn dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dilakukan dengan memberikan motivasi dalam mendidik, membimbing,membina dan sekaligus menasehati siswa dalam berperilaku bertutur kata dan juga bersikap yang baik dan sopan dalam perkembangan siswa di kehidupannya. (2) Presepsi diri guru PKn dan upaya dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di sekolah, seperti meingktkan kinerja guru sehingga siswa menjadi pribadi yang lebih baik, merapkan aturan yang sudah ada, memberikan masukan dan pengertian dengan baik agar siswa mengerti disiplin siswa sangat dibutuhkan di masa depan, menampilkan perilaku teladan di hadapan siswa dengan berusaha datang sekolah tepat waktu, berpakaian rapi dan lain-lain. (3) Bentuk pembinaan kedisiplinan di SMPN 1 soromandi yaitu dengan pemberian keteladanan, pemberian motivasi/nasehat, pemberian sanksi/hukuman. Meskipun
cara-cara tersebut sudah di terapkan oleh sekolah tetapi masih saja ada beberpa siswa yang tetap berperilaku tidak disiplin dalam hal terlambat datang kesekolah, tidak mengumpulkan tugas tepat waktu, tidak memakai atribut sekolah lengkap bahkan tidak membawa alat tulis
IMPLEMENTASI P5 DALAM PEMBEJALARAN PKN UNTUK MEMBANGUN KEPRIBADIAN SISWA DI SMA NEGERI 2 WERA
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah cara guru SMA Negeri 2 Wera membentuk pribadi siswa berdasarkan nilai P5 dan mengetahui apakah terdapat hambatan guru SMA Negeri 2 Wera dalam membentuk kepribadian siswa berdasarkan nilai P5.
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang artinya peneliti menganalisis dan menggambarkan secara mendetail tentang keadaan yang ada dilapangan, lokasi penelitian ini dilakukan di SMA Negri 2 Wera, Desa Nunggi, Kec. Wera, Kabupaten Bima. Dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sehingga yang menjadi subyek atau informannya adalah kepala sekolah, wakasek kesiswaan, guru PKN, dan siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan secara langsung di lokasi penelitian mengenai implementasi P5 dalam pembelajaran PKN untuk membangun kepribadian siswa di SMA Negeeri 2 Wera. Analisis data dalam penelitian adalah peneliti menganalisis terkait pra-kerja lapangan, atau analisis yang dilakukan secara bersamaan selama kerja lapangan, dan analisis pasca-kerja lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pertama yakni, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, diwujudkan melalui kegiatan membaca do’a, membaca Al-Qur’an dan IQRA serta pelaksanaan ibadah shalat dzuhur berjamaah. Kedua, berkebhinekaan global yang diwujudkan dengan cara mengadakan seminar kebangsaan tentang keragaman budaya bangsa. Ketiga, gotong royong yang diwujudkan dengan cara memberikan tugas kelompok yang dilaksanakan siswa baik dalam proses pembelajaran maupun diluar pembelajaran. Keempat, mandiri yang diwujudkan melalui pemberian tugas individu dan mengarahkan siswa untuk mempresentasikan didepan, sehingga siswa dapat melakukannya secara mandiri/individu. Kelima, bernalar kritis yang diwujudkan dengan diberikanan kebebasan penuh pada siswa untuk mengkritik guru maupun sesama siswa pada saat presentasi tugas di dalam kelas. Dan yang keenam, Kreatif yang diwujudkan dengan cara mengadakan suatu projek pembuatan peta dari serbuk kayu. Adapun hambatan guru dalam menerapkan nilai P5 pada siswa yaitu tenaga pengajar yang kurang optimal dalam menerapkan kurikulum baru, kurangnya semangat dan minat belajar siswa, kurangnya motivasi dari lingkungan orang tua/keluarga, kurangnya sarana dan prasarana sebagai penunjang dalam penerapan nilai P5
RANCANGAN SHORT-TERM SCHEDULING PADA BLOK MANGROVE PT. INDRABAKTI MUSTIKA SITE LAMERURU, KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Nikel menjadi salah satu komoditas tambang yang sedang gencar-gencarnya diproduksi dalam industri pertambangan di Indonesia. Saat ini, permintaan akan nikel di pasar sangat tinggi. Meningkatnya kebutuhan nikel mendorong salah satu
perusahaan yakni PT. Indrabakti Mustika (IBM) yang merupakan perusahaan yang bergerak di sektor industri pertambangan nikel laterit berpeluang dan turut berkontribusi dalam meningkatkan kebutuhan nikel dengan melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi bijih nikel laterit. Saat ini PT. IBM telah melakukan aktivitas penambangan yang terbagi dalam beberapa blok, salah satu blok yang akan dilakukan penambangan yaitu pada blok Mangrove yang bertujuan untuk memenuhi produksi berdasarkan target apabila pada blok lain sudah tidak
memenuhi kriteria berdasarkan cut off grade yang diminta oleh pasar. Target produksi yang akan dilakukan pada blok Mangrove sebesar 125.000 WMT ore perbulannya. Maka dari itu, dalam memaksimalkan produksi ore sesuai kriteria CoG Ni 1,2 % diperlukannya perancangan short term scheduling pada blok mangrove. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat rancangan sequence penambangan
berdasarkan target produksi dan membuat short-term scheduling berdasarkan rancangan sequence pada blok mangrove PT. IBM. Dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Rancangan sequence penambangan dirancang berdasarkan target produksi pada blok mangrove menghasilkan 8 sequence penambangan dengan rincian sequence pertama diperoleh ore sebanyak
135.166 WMT. Berikutnya pada sequence kedua diperoleh ore sebanyak 119.530 WMT. Kemudian pada sequence ketiga diperoleh ore sebanyak 113.467 WMT. Pada sequence keempat diperoleh ore sebanyak 131.017 WMT. Pada sequence kelima diperoleh ore sebanyak 161.622 WMT. Pada sequence keenam diperoleh ore sebanyak 143.429 WMT. Kemudian pada sequence ketujuh diperoleh ore sebanyak 146.034 WMT. Dan yang terakhir pada sequence kedelapan diperoleh ore sebanyak 119,217 WMT. Short term scheduling menghasilkan jumlah overall overburden sebesar 1.584.589 BCM dan overall ore sebesar 1.069.481 WMT sehingga didapatkan nilai dari stripping ratio yaitu 1 : 1,48 dan kadar rata-rata Ni untuk ore adalah 1,47%
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA TERHADAP PEMBANGUNAN DESA TAMBE KECAMATAN BOLO KABUPATEN BIMA
Efektifitas pengalokasian dana desa dapat dilihat melalui pencapaian target atau tujuan yang telah dicanangkan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Pengelolaan Dana Desa Terhadap Pembangunan Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta data pendukung berupa foto hasil penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas pengelolaan dana desa di Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima telah berjalan sesuai dengan indikator dan kriteria efektifitas pengelolaan dana desa serta telah terlaksana dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat dan Program RKPDes Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima
ANALISA VARIASI SUHU RENDAMAN CAMPURAN ASPAL BETON MENGGUNAKAN GRADASI FAA DAN BBA UNTUK PERKERASAN RUNWAY
Landasan pacu (runway) adalah sebuah jalur yang digunakan pesawat terbang untuk mendarat (landing) atau lepas landas (take off). Kerusakan yang terjadi pada perkerasan runway bandara salah satunya deformasi, yang menyebabkan lapis permukaan (surface) terjadi pengelupasan dan retak. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya deformasi pada runways, salah satunya adalah cuaca di Indonesia yang panas dan sering terjadi hujan. Oleh karena itu, pemilihan agregat sebagai bahan pengisi dan aspal sebagai pengikat serta gradasi agregat tak kalah pentingnya sehingga lapisan aspal beton memiliki tingkat fleksibelitas yang tinggi sehingga penempatan langsung di atas lapisan membuat lapisan ini tidak rentan terhadap kerusakan akibat temperatur yang tinggi dan memiliki nilai stabilitas Marshall yang terkontrol.Pada penelitian ini dilakukan pengujian Marshall dengan menggunakan Kadar Aspal Optimum (KAO) yaitu gradasi tertutup Federal Aviation Administration (FAA) sebesar 5,13% dan gradasi terbuka Béton Bitumineux Aéronautiques (BBA) sebesar 6,10% dengan syarat spesifikasi dan karakteristik yang sesuai untuk perkerasan runway bandara, kemudian dilakukan pengujian dengan memvariasikan suhu rendaman dengan suhu 40°C, 45°C, 50°C, 55°C, 60°C selama 30 menit. Sehingga dapat mengetahui karakteristik marshall dan varasi suhu yang efektif dalam proses perendaman pada campuran aspal beton.Berdasarkan hasil pengujian diperoleh hasil analisa karakteristik campuran dengan variasi suhu rendaman dimana pada suhu 40°C nilai karakteristik marshall memenuhi spesifikasi adapun pada suhu ini terdapat nilai tertinggi dari variasi suhu lainnya yaitu pada gradasi FAA dengan karakteristik campuran stabilitas, marshall qoutient, VIM dan VMA dengan nilai 2429,63 kg/mm, 699,83 kg/mm, 4,75 %, 4,75 % dan 19,85 % dan terendah pada nilai flow 3,48 mm dan 76,07%, sedangkan pada gradasi BBA yaitu pada stabilitas, marshall qoutient, VIM dan VMA dengan nilai 2153,21 kg/mm, 600,36 kg/mm 3,77 % dan 19,75% dan terendah pada flow dan VFB dengan nilai 3,67 mm dan 80,93%. Sedangkan nilai yang tidak memenuhi spesifikasi Federal Aviation Administration (FAA) dan Ditjen Perhubungan Udara adalah hanya pada gradasi FAA pada suhu 60°C dengan nilai flow 4,1 mm
COLLABORATIVE GOVERNANCE PT. AMMAN MINERAL NUSA TENGGARA (AMNT) DAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PROGRAM PERCEPATAN PENANGANAN STUNTING (Studi Desa Maluk Kabupaten Sumbawa Barat)
Collaborative Governance sebagai serangkaian pengaturan dimana satu atau lembaga publik melibatkan secara langsung stakeholder non-state di dalam proses pembuatan kebijakan yang bersifat formal, berorientasi consensus dan deliberative yang bertujuan untuk membuat atau mengimplementasikan kebijakan publik atau mengatur program atau aset. Dengan adanya kolaborasi antara lini pemerintah, swasta hingga masyarakat, khususnya dalam menangani isu global di bidang kesehatan terkait stunting tentu dapat membangun kepercayaan sekaligus memaksimalkan kebijakan untuk kepentingan bersama demi masa depan bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses kolaborasi terkait stunting yang dilakukan oleh aktor governance sekaligus untuk menganalisis faktor penghambat dalam menjalankan collaborative governance di Desa Maluk. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didapatkan dari teknik pengumpulan data yaitu mulai dari proses wawancara, observasi dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik perposive samping. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu: 1) Pihak PT AMNT (Yayasan Care Peduli), 2) Pihak Pemerintah (DP2KBP3A), 3) Perangkat Desa Maluk, 4) Masyarakat Desa Maluk.
Dari hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan kolaborasi yang dilakukan dalam mengatasi stunting di Desa Maluk yang terjalin antara ketiga aktor tersebut yaitu Pemerintah Daerah KSB, PT AMNT dan juga masyarakat sejauh ini sudah berjalan dengan baik dan bekerlanjutan, hal ini dapat dilihat dari pembagian peran yang dilakukan sudah dilaksanakan sesuai tugas dan kewajibannya dan dilihat juga dari berbagai kegiatan yang sudah dilaksanakan. Dan ada dua kendala
yang ada didalam kolaborasi tersebut yaitu yang pertama adalah kurangnya kesadaran SDM (Sumber Daya Manusia) sebagai penggerak TPPS di Desa Maluk dan yang kedua adalah kesadaran masyarakat Desa Maluk terkait pembagian peran keluarga
AN ANALYSIS OF CODE MIXING AT TANAH CITA-CITA FILM
Selalu menarik untuk dikaji campur kode dalam film salah satunya adalah film Tanah Cita-Cita yang tempat pengambilan filmya didaerah Bima. Film tersebut mengandung perpaduan bahasa Bima dan Bahasa Indonesia yang memiliki nilai yang sangat berharga. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan apa saja jenis-jenis campur kode yang terdapat dalam film Tanah Cita-Cita. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode simak,dokumentasi berupa catatan. Analisisnya menggunakan metode padan yang dikombinasikan dengan pendekatan hubung banding menyamakan. teknik yang digunakan adalah teknik catat untuk memperoleh data lisan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah ditemukan 48 campur kode kedalam yang mencakup kata 21 data seperti, santabe, iyota, londoe, iyo. Kemudian frasa 17 data seperti, dana mbojo, dou mbojo, mboto kangampu. Selanjutnya klausa 4 data seperti, lembo ade. Selanjutnya adapun faktor yang menjadi penyebab terjadinya campur kode dalam film Tanah Cita-Cita meliputi: faktor kebahasaan, faktor kebiasaan dan faktor sikap penutur. jenis campur kode di dalam film Tanah Cita-Cita termasuk inner code mixing
ANALISIS PENERAPAN NILAI KARAKTER TOLERANSI PADA SEKOLAH INKLUSI DI SDN 1 KERU
Analisis Penerapan Nilai Karakter Toleransi pada Sekolah Inklusi di SDN 1 Keru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan nilai karakter toleransi di lingkungan sekolah inklusi di SDN 1 Keru. Fokusnya adalah menganalisis bagaimana nilai karakter toleransi diterapkan pada sekolah inklusi serta menilai dampaknya terhadap perkembangan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan partisipan yang terdiri dari guru, peserta didik, dan kepala sekolah di SDN 1 Keru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan mengelompokkan temuan berdasarkan tema yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai karakter toleransi di SDN 1 Keru berperan penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusi. Guru-guru secara aktif mengintegrasikan nilai-nilai toleransi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, seperti menghargai perbedaan, saling menghormati, dan membina kolaborasi antara siswa dengan anak berkebutuhan khusus dan tanpa kebutuhan khusus. Penerapan nilai karakter toleransi juga memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa di sekolah inklusi. Guru mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang arti pentingnya toleransi dan mampu menjalin hubungan yang positif dengan teman sebaya yang memiliki kebutuhan khusus. Staf sekolah juga terlibat aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan siswa berkebutuhan khusus. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam memperdalam pemahaman tentang penerapan nilai karakter toleransi dalam konteks sekolah inklusi. Temuan ini dapat menjadi landasan bagi sekolah inklusi lainnya untuk mengadopsi dan meningkatkan penerapan nilai karakter toleransi, sehingga mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan mendukung perkembangan positif bagi semua siswa
SISTEM CONTROLER PENGATUR SUHU PADA GREEN HOUSE MENGGUNAKAN ARDUINO ATMEGA 328P
Penggunaan green house dalam budidaya tanaman merupakan salah satu cara untuk memberikan lingkungan yang lebih mendekati kondisi optimum bagi pertumbuhan tanaman. Sehingga green house dikembangkan pertama kali dan umum digunakan di kawasan yang beriklim subtropika. Penggunaan green house terutama ditujukan untuk melindungi tanaman dari suhu udara yang terlalu rendah pada musim dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kinerja perancangan alat prototype sistem pemgomtrol suhu otomatis. Metode yang digunakan ialah metode Exsperimental dengan melakukan percobaan di Lapanggan. Ketika data yang diterima di arduino kurang dari setpoint suhu yang sudah ditentukan yaitu kurang dari 30C maka arduino akan memerintahkan relay untuk mematikan excaust fan. Arduino uno Atmega 328 P merupakan bagian paling penting dalam perancangan alat ini, berfungsi sebagai unit pengolahan data sehingga mendapat informasi. Informasi tersebut selanjutnya dikirim ke relay guna memerintahkan relay untuk mrnghubungkan dan memutus tegangan. Sensor DHT 11 membaca suhu yang berada pada ruangan, dan nilai tersebut dikirim ke mikrokontroler guna memerintahkan relay untuk menghidupkan dan mematikan excaust fan. Hasil pengujian di atas dapat terlihat bahwa penurunan suhu yang ada di ruangan green house pada jam 12:30 hingga jam 13:30 memiliki penurunan suhu sebesar 2C, pada jam 13:30 hingga jam 14:30 memiliki penurunan suhu sebesar 8C, pada jam 14:30 hingga jam 15:30 memiliki penurunan suhu sebesar 4C, dan pada jam 15:30 hingga jam 16:30 memiliki penurunan suhu sebesar 6C. jadi bisa kita lihat bahwa satu excaust fan dapat menurunkan suhu pada ruangan green house yang sudah di atur ≤30C membutuhkan waktu sekitar 5 ja