Ummat Repository
Not a member yet
5707 research outputs found
Sort by
PELAYANAN PUBLIK KANTOR CAMAT SEKARBELA MENUJU GOOD GOVERNANCE
Pelayanan publik merupakan salah satu fungsi utama pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Kualitas pelayanan publik yang baik mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Pelayanan publik yang efektif, efisien, dan responsif sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan kepercayaan terhadap pemerintah. Dalam konteks ini, prinsip-prinsip good governance menjadi panduan penting dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atau mengevaluasi kualitas pelayanan publik di Kantor Camat Sekarbela dalam upaya menuju good governance dan mengidentifikasi kendala serta upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan pelayanan tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip good governance. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan publik di Kantor Camat Sekarbela sudah berjalan dengan cukup baik, karena Transparansi dan Akuntabilitas tercermin dari profesionalisme dan responsivitas petugas dalam memberikan pelayanan yang diwujudkan melalui penyediaan informasi yang jelas, persyaratan dan prosedur pembuatan dokumen administrasi, Terutama dalam pelayanan administrasi, sosial, dan keamanan. Terdapat beberapa kendala yang menghambat pencapaian good governance, seperti kurangnya partisipasi masyarakat, keterbatasan akses informasi, dan pemahaman masyarakat terhadap teknologi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pelayanan publik yang lebih baik di Kantor Camat Sekarbela dalam mewujudkan good governance
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI UPT PUSKESMAS BUER
Anemia merupakan suatu kondisi dimana hemoglobin (Hb) dalam tubuh lebih rendah dari normal. Anemia selama kehamilan merupakan masalah kesehatan masyarakat utama, sehingga penting dilakukan pemantauan kadar hemoglobin dan faktor-faktor yang terkait untuk tindakan pencegahan dan pelayanan klinis.
Tujuan : Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di UPT Puskesmas Buer.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan pengambilan data menggunakan metode survei dengan kuesioner.
Hasil : Berdasarkan analisis bivariat yang dilakukan pada 60 orang ibu hamil didapatkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap anemia pada kehamilan adalah usia (p value 0,05), tingkat pendidikan (p value 0,02), jumlah tablet Fe yang dikonsumsi (p value 0,03), dan kepatuhan konsumsi Tablet Fe (p value 0,03), sementara itu pekerjaan, penghasilan, paritas, ANC, budaya, dan pengetahuan tidak berpengaruh terhadap kejadian anemia selama kehamilan. Analisis multivariat yang dilakukan menunjukkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di UPT Puskesmas Buer adalah faktor usia dengan OR (95% CI) = 11,02, tingkat pendidikan dengan OR (95% CI) = OR 1,0, jumlah tablet Fe yang dikonsumsi dengan OR (95% CI) = 5,48, serta faktor kepatuhan konsumsi tablet Fe selama kehamilan dengan OR (95% CI) = 5,48.
Kesimpulan : Faktor yang paling mempengaruhi terjadinya anemia pada kehamilan di Puskesmas Buer adalah faktor usia
PENGARUH DESAIN PRODUK, BRAND IMAGE, DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA BRAND UNIQLO DI KOTA MATARAM
Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk menganalisis apakah desain produk, brand image, dan kualitas produk, secara simultan berpengaruh secara simultan signifikan terhadap keputusan pembelian dan Untuk menganalisis manakah di antara desain produk, brand image, dan kualitas produk, yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian brand UNIQLO. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif kausal. Lokasi penelitian di Kota Mataram. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang bersumber dari kuesioner dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data menggunakan Sampling incidental. Jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dan uji dominan. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial dan secara bersama-sama desain produk, brand image, dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Desain produk merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian
Collective Action KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DALAM MEMAJUKAN PARIWISATA, GUNA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT (STUDI KASUS DI PANTAI IMPOS DUSUN Kr. ANYAR, MEDANA KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA)
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) adalah salah satu dari sekian banyak organisasi yang tumbuh di dalam sebuah masyarakat serta memiliki peran dan kontribusi yang sangat penting dalam pengembangan kepariwisataan di suatu daerah. Pantai impos, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabaupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, merupakan salah satu destinasi wisata berbasis Masyarakat yang kini dapat menarik minat waisatawan untuk berkunjung karena keindahan alam dan wisata kulinernya.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian deskriftif kualitatif. Data diartikan sebagai Kumpulan-Kumpulan bukti atau fakta pada lapangan yang dikumpulkan dan disajikan untuk tujuan tertentu. Data dapat berupa informasi dari Narasumber atau dokumen-dokumen lainnya. Dalam penelitian ini, Teknik penentuan informan yang digunakan oleh peneliti yaitu: “Purposive Sampling” Teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu.
Berdasarkan hasil dari proses observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti ke Narasumber, dan juga turut diperkuat oleh data sekunder berikut Analisa keselurahannya. Keanggotaan dalam kelompok sadar wisata (pokdarwis) di Pantai Impos terbukti sangat efektif dalam meningkatkan ekonomi masyarakat lokal, khususnya di Dusun Karang Anyar dan Desa Medana. Anggota pokdarwis tidak hanya berperan secara kelembagaan tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi dengan membuka lapak-lapak berjualan di pantai. Pengalaman anggota pokdarwis menunjukkan bahwa kerja sama dan gotong royong di antara mereka, yang berasal dari desa yang sama, berperan besar dalam mencapai tujuan bersama untuk memajukan perekonomian mereka.
Terdapat perbedaan yang signifikan dalam kondisi ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah pengembangan yang dilakukan oleh pokdarwis. Pengembangan objek wisata Pantai Impos telah memberikan dampak positif yang besar terhadap perekonomian masyarakat, terutama bagi pelaku usaha di sekitar objek wisata tersebut, dengan peningkatan pendapatan yang signifikan
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA MEMBAWA SENJATA TAJAM (Studi di Kepolisian Resor Lombok Tengah)
Rawannya keamanan di wilayah Lombok Tengah akibat tindak pidana penyalahgunaan senjata tajam menyebabkan masyarakat merasa tidak aman ketika sedang bepergian, sehingga menjadi persoalan serius yang harus diupayakan penegakan hukum oleh pihak Kepolisian Resor Lombok Tengah. Upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana membawa senjata tajam yang dilakukan aparat kepolisian antara lain dengan melalui jalur penal yakni lebih menekankan pada penindasan (Repressive) terhadap kejahatan yang telah diperbuat menggunakan hukum Pidana, upaya lainya adalah dengan melalui jalur non penal atau menggunakan kebijakan diluar penggunaan hukum pidana yaitu melakukan pencegahan (Preventive) sebelum tindak pidana itu dilakukan.
Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana membawa senjata tajam oleh Kepolisian Resor Lombok Tengah berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 serta bagaimana faktor-faktor penyebab timbulnya tindak pidana membawa senjata tajam di wilayah hukum Kepolisian Resor Lombok Tengah. Dalam penelitian yang dilakukan yakni dengan menggunakan metode penelitian Normatif dan juga Empiris serta menggunakan metode pendekatan perundang-undangan (Statute Approach) dan pendekatan kasus (Case Approuch). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan obsevasi, wawancara dan mengumpulkan bahan hukum lainya yang kemudian akan dijelaskan secara kualitatif dengan susunan kalimat. Dari hasil penelitian menyimpulkan jika upaya penegakan hukum yang telah dilakukan adalah dengan melalui jalur penal dan non penal. Faktor yang mempengaruhi seseorang untuk membawa senjata tajam adalah kebiasaan masyarakat, kurangnya kesadaran hukum, ingin melakukan tindakan kejahatan konflik ditengah masyarakat hingga melindungi diri
GAMBARAN TINGKAT KEPERCAYAAN TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DAN OBAT KIMIA SINTESIS PADA MASYARAKAT DESA JANGO, KECAMATAN JANAPRIA, KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Kesehatan merupakan hal yang sangat penting, jika kesehatan terganggu hal yang dapat dilakukan adalah dengan cara pengobatan, pemilihan pengobatan dapat dilakukan dengan cara memilih obat tradisional atau obat kimia sintesis. Kepercayaan Masyarakat terhadap obat tradisional dan obat kimia sintesis sangat menentukan pendapat masyarakat dalam pemilihan suatu obat dan keberhasilan suatu pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepercayaan terhadap penggunaan obat tradisional dan obat kimia sintesis pada masyarakat Desa Jango, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Cluster Random Sampling. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat yang berusia 17 tahun sampai dengan 55 tahun yang bertempat tinggal di Desa Jango, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah dengan jumlah 2.982 orang dan didapat sampel sebanyak 96 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional dengan kategori kepercayaan tinggi/baik 21 orang (21,8%), kategori kepercayaan cukup/cukup baik 68 orang (70,8%), kategori kepercayaan rendah/kurang baik 5 orang (5,2%) dan kategori tidak percaya /tidak baik 2 orang (2,1%). Tingkat kepercayaan terhadap penggunaan obat kimia sintesis kategori kepercaayaan tinggi/baik 8 orang (8,3%), kategori kepercayaan cukup/cukup baik 61 orang (63,5%), kategori kepercayaan rendah/kurang baik 25 orang (26,1%) dan kategori tidak percaya/tidak baik 2 orang (2,1%). Berdasarkan hasil penelitian masyarakat desa Jango, kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, memiliki tingkat kepercayaan dengan frekuensi berada pada level cukup baik terhadap penggunaan obat tradisional dan obat kimia sintesis dengan presentase masing-masing sebesar 71,3% dan 63,3%
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS GUNUNGSARI PERIODE TAHUN 2023
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosa berbentuk batang (bacillus) yang ditularkan melalui ludah dan dahak yang menyebar melalui udara. Sebagian besar bakteri ini menyerang paru-paru dengan pengobatan yang cukup lama. Tepat dosis dan tepat lama pengobatan merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil pengobatan Tuberkulosis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan Obat Anti Tuberkulosis pada pasien tuberkulosis paru yang berkaitan dengan tepat dosis, tepat lama pengobatan, dan hasil pengobatan di Puskesmas Gunungsari pada tahun 2023 berdasarkan Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional deskriptif yang bersifat retrospektif dimana populasi penelitian yang didapat sebanyak 26 pasien yang merupakan pasien yang terdiagnosa tuberkulosis paru BTA positif dengan penggunaan OAT KDT yang tertera pada Form Tb 01 dengan rasionalitas penggunaan OAT yaitu tepat dosis sebesar 88,46%, tepat lama pengobatan 92,30% dengan hasil pengobatan pasien yang terdiri dari pasien sembuh 80,76%, pasien dengan pengobatan lengkap 11,54% dan pasien meninggal sebanyak 7,70%
GAMBARAN RASIONALITAS TERAPI ANTIRETROVIRAL (ARV) PASIEN HIV DI RSUD KOTA MATARAM
Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem imunitas. Infeksi virus ini mampu menurunkan kemampuan imunitas manusia dalam melawan benda–benda asing di dalam tubuh yang pada tahap terminal infeksinya dapat menyebabkan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). HIV adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang yang terkena virus HIV dapat bisa terlihat sehat dan belum tentu membutuhkan pengobatan. Penelitian ini mengunakan menggunakan metode Deskriptif Observasional dengan pengambilan data secara retrospektif yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan mendeskripsikan tentang suatu keadaan melibatkan 76 sampel. Hasil penelitian di dapatkan karakteristik berdasarkan usia remaja (12-25 tahun) sebanyak 19 (25%), berdasarkn usia dewasa (26-45 tahun) sebanyak 44 (57,89%), berdasarkan usia lansia (46-65 tahun) sebanyak 13 (17,11%), berdasarkan karakteristik jenis kelamin pada laki- laki sebanyak 73,68% dan pada Perempuan sebanyak 26,32%). Dan sebanyak 76 sampel (100%) dalam terapi arv tepat indikasi. Berdasarkan tepat obat didapatkan 76 sampel (100%) dalam terapi arv tepat obat. Berdasarkan tepat dosis didpatkan 76 sampel (100%) dalam terapi arv tepat dosis
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTI BAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KOPASANDA ( Chromolaena odorata L. ) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus
Keanekaragaman hayati Indonesia, termasuk tanaman obat tradisional, menyimpan potensi besar dalam bidang kesehatan. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan adalah daun Kopasanda (Chromolaena odorata L.), yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan alkaloid yang berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini berfokus pada aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun Kopasanda terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus, yang sering menyebabkan infeksi luka.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak etanol daun Kopasanda serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap kedua bakteri tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimen di laboratorium, dengan metode ekstraksi daun menggunakan maserasi etanol 96%. Skrining fitokimia digunakan untuk mengidentifikasi senyawa aktif, sementara uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram pada berbagai konsentrasi ekstrak.Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak etanol daun Kopasanda mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan steroid, namun tidak terdeteksi adanya terpenoid. Uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak ini memiliki daya hambat yang kuat terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 10% hingga 100%, dengan zona hambat berkisar antara 12,5 mm hingga 20,5 mm. Sedangkan terhadap Pseudomonas aeruginosa, daya hambat hanya muncul pada konsentrasi 75% dan 100%, dengan kategori sedang (zona hambat 8-9,5 mm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Kopasanda lebih efektif menghambat bakteri Gram positif Staphylococcus aureus dibandingkan bakteri Gram negatif Pseudomonas aeruginosa, sehingga berpotensi menjadi agen antibakteri alami, terutama untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus
PENGELOLAAN PROGRAM KELOMPOK KERJA KEPALA SEKOLAH (K3S) DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN KINERJA KEPALA SEKOLAH DASAR ( SD ) SE- KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi lemahnya kompetensi dan kinerja Kepala sekolah di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. melaui pengelolaan program Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai efektivitas program K3S. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, pengawas, dan anggota K3S. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program K3S telah memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kompetensi manajerial dan profesional kepala sekolah. Beberapa aspek yang diperhatikan dalam program ini meliputi pelatihan kepemimpinan, pengembangan kurikulum, manajemen sekolah, dan kinerja. Program K3S juga berperan dalam memperkuat kerjasama antar kepala sekolah, memfasilitasi berbagi praktik terbaik, dan meningkatkan motivasi kerja melalui diskusi dan umpan balik yang konstruktif. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program K3S, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya sumber daya, dan variasi tingkat partisipasi di antara kepala sekolah. Untuk mengatasi masalah ini, Rekomendasinya Kepala Sekolah di K3S Kecamatan Kediri dalam peningkatan kompetensi sangat perlu diberikan pelatihan dan pendidikan. Pengelola di K3S Kecamatan Kediri perlu mengupayakan sumber dana dan sumber daya untuk mengadakan pendidikan, serta pelatihan-pelatihan pengembangan kompetensi Kepala Sekolah dalam memberikan pelayanan maksimal di sekolah