Ummat Repository
Not a member yet
5707 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI PROFIL PELAJAR PANCASILA TERKAIT NILAI KEMANDIRIAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN INTRAKULIKULER DI SDN 1 PAOK PAMPANG KECAMATAN SUKAMULIA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Di Indonesia, kurikulum telah mengalami sejumlah perubahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan saat ini sedang diperkenalkan kurikulum merdeka atau konsep merdeka belajar. Kurikulum merdeka diperkenalkan sebagai solusi untuk mengatasi kesulitan penerapan kurikulum sebelumnya mendorong pembelajaran lebih intraktif dan menumbuhkan karakter khususnya pada karakter kemandirian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui kendala implementasi penguatan profil pelajar pancasila dimensi nilai karakter mandiri dalam menumbuhkan budaya akademik siswa kelas IV. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas IV, guru kelas dan kepala sekolah SDN 1 Paok Pampang. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan implementasi penanaman nilai karakter mandiri di SDN 1 Paok Pampang, sebagai budaya akademik berjalan dengan baik dengan kegiatan diluar pembelajaran pembelajaran seperti: mengisi mading, lomba cerdas cermat; kegiatan didalam proses pembelajaran seperti: literasi baca, tanya jawab dan forum diskusi. Namun terdapat beberapa kendala seperti kurangnya perhatian dan arahan orang tua, kurangnya koordinasi guru dan orang tua siswa, serta pengaruh lingkungan sekitar seperti banyak teman bermain handphone yang mengakibatkan rasa mala
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETANOL, ETIL ASETAT, DAN N-HEKSANA DAUN SURUHAN (Peperomia pellucida L. Kunth) DENGAN METODE DPPH (1,1 DIPHENYL 2-PICRYL HIDRAZYL)
Herba Suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) merupakan tanaman gulma yang telah lama digunakan masyarakat untuk mengobati berbagai penyakit. Penelitian mengenai potensi senyawa aktif dalam Daun Suruhan diperlukan untuk mendukung pemanfaatannya sebagai obat tradisional. Penelitian bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan fraksi Etanol, Etil asetat, dan N-Heksan Daun Suruhan. Serbuk Daun Suruhan dimasaerasi menggunakan pelarut etanol, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan pelarut Etil asetat dan n-Heksan. Seluruh fraksi kemudian dipekatkan menggunakan Rotary Evaporator. Masing-masing fraksi diuji skrining fitokimia dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, kemudian dibandingkan dengan quercetin (kontrol positif). Fraksi Etanol, Etil Asetat dan N-Heksana yang diperoleh pada penelitian ini masing-masing sebanyak 37,6; 12,2; dan 30,6%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ketiga fraksi mengandung flavonoid, tetapi tidak mengandung saponin. Dari ketiga fraksi tersebut, hanya fraksi n-heksan mengandung alkaloid, sedangkan 2 fraksi lainnya mengandung tanin. Ketiga fraksi menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC_50 sebesar 17,40 (Etanol), 88,97 (Etil Asetat) dan 91,72 (N-Heksan). Aktivitas Antioksidan terbaik dihasilkan oleh fraksi Etanol dengan kategori kuat, namun masih lebih rendah bila dibandingkan dengan quercetin dengan nilai IC_50 sebesar 7,88
ANALISIS APLIKASI INSTALASI FERTIGASI TETES BAWAH PERMUKAAN PADA LAHAN MULSA DAN TANPA MULSA PADA TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica chinensis var. parachinensis.)
Media tanam yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman sangat penting untuk kualitas produksi tanaman. Pada penelitian ini media tanam yang digunakan ada dua yaitu media tanah tanpa mulsa dan media menggunakan mulsa. Tujuan dari penelitian ini melakukan perancangan aplikasi instalasi fertigasi tetes bawah permukaan, melakukan uji kinerja fertigasi tetes bawah permukaan dan mengetahui pertumbuhan tanaman sawi hijau dengan aplikasi instalasi fertigasi tetes bawah permukaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan parameter yang diamati hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa debit emitter, keseragaman tetes, respon tanaman dan brangkasan tanaman. Nilai debit emitter yang didapat sebesar 3,8 ml, nilai EU adalah 90,27% yang tergolong baik dan dapat diterapkan untuk menunjang pertumbuhan tanaman sawi hijau. Respon pertumbuhan tanaman sawi hijau baik terhadap sistem irigasi yang diberikan, hanya saja tanaman sawi hijau yang di tanam tanpa mulsa yang kurang baik dibandingkan pertumbuhan tanaman sawi hijau menggunakan media mulsa
IMPLEMENTASI PROGRAM ONE DAY ONE EGG SEBAGAI UPAYA PENURUNAN STUNTING DI DESA SEKOTONG TENGAH KECAMATAN SEKOTONG KABUPATEN LOMBOK BARAT
Stunting adalah masalah yang dihadapi oleh pemerintah saat ini, ini merupakan masalah penting yang harus di tanggulangi oleh pemerintah karena ini menyangkut masa depan bangsa. Dimana anak anak merupakan aset bangsa yang harus diperhatikan dan diindungi agar terhindar dari stunting, Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah malnutrisi pada ibu hamil dan kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan Implementsian Program One Day One Eeg sebagai Upaya Penurunan Stunting di Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Penulisan skripsi ini menggunakan metode kualitatif. Narasumber dari penelitian ini diantaranya kepala dinas P2KBP3A dan kepala desa sekotong tengah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi, teknik penentuan informasi menggunakan teknik sampling yang digunkan yaitu Nonprobability Sampling merupakan teknik pengambilan sample yang tidak memberikan peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sample. Teknik sample ini meliputi, sampling sistematis, kuota, aksidental, purposive, jenu h, snowball. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu (1), Iplementasi program one day one egg sebagai upaya penurunan stunting sudah dilaksanakan sesuai prosedur dan sesuai perintah dari pemerintah daerah melalui perintah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional juga mengeluarkan Peraturan Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024.(2) Proses penyaluran informasi belum efektif dan beberapa sumber daya sebagai penunjang masih belum ada sehingga penyaluran bertahap
Pengaruh Harga Dan Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Skincare Ms Glow
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang diangkat yaitu apakah harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Skincare Ms Glow, apakah Word Of Mouth berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Skincare Ms Glow dan variabel apa saja yang mempunyai pengaruh dominan terhadap pembelian keputusan untuk produk Skincare Ms Glow. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dengan non-probability teknik purposive sampling yaitu konsumen Ms Glow yang sudah pernah membeli, sudah pernah memakai dan yang memakai sampai saat ini yang tidak diketahui jumlahnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang disebarkan menggunakan google form kepada responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif, uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linier berganda, uji F, uji R, dan uji t.
Hasil analisis menunjukkan model regresi Y yang berarti harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Skincare Ms Glow dengan nilai sebesar 0,000. Artinya jika harga semakin terjangkau maka keputusan pembelian akan meningkat. Word Of Mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Skincare Ms Glow dengan nilai sebesar 0,000. Artinya jika promosi dari mulut ke mulut semakin baik maka keputusan pembelian akan semakin meningkat. Word Of Mouth mempunyai pengaruh yang dominan terhadap keputusan pembelian produk Skincare Ms Glow. Skincare Ms Glow Ms Glow hendaknya memperhatikan dalam menentukan harga, agar harga tetap terjangkau. Sehingga dapat mempertahankan konsumen untuk selalu menggunakan Ms Glow. Dan Ms Glow diharapkan sangat memperhatikan Word Of Mouth di masyarakat yang membicarakan mengenai manfaat dari penggunaan produk Ms Glow karena berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Skincare Ms Glow
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN ASMA DI PUSKESMAS BABAKAN TAHUN 2024
Asma merupakan penyakit inflamasi kronik pada saluran pernapasan yang menyebabkan terjadinya hiperaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan minum obat terhadap kualitas hidup pasien asma di Puskesmas Babakan Kota Mataram. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer dan instrument kuuesioner Medication Adherence Report Scale for Asma (MARS-A) dan Quality of Life Questionnaire u(AQLQ). Subjek pada penelitian ini sebanyak 35 responden. Hasil penelitian bedasarkan MARS-A menunjukkan pasien dengan kategori tingkat kepatuhan minum obat tidak sepenuhnya patuh sebanyak 26 orang (74,3%), dan kategori patuh sebanyak 9 orang (25,7%).Kualitas hidup pasien asma berdasarkan AQLQ dengan kualitas hidup sedang sebanyak 25 orang (71,4%), kualitas hidup baik 8 orang (22,9%), dan kualitas hidup buruk 2 orang (5,7%). Berdasarkan hasil uji korelasi rank spearmank dapat disimpulkan bahwa secara umum terdapat hubungan signifikan antara tingkat kepatuhan dengan kualitas hidup pasien asma dengan nilai p-value = 0,003 dengan besar kekuatan korelasi atau nilai r= 0,485 (cukup kuat)
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD) PADA BIDANG SOSIAL DAN BUDAYA DI BAPPEDA NTB
Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) adalah alat penting dalam pengelolaan data dan informasi keuangan serta pemerintahan daerah, yang dikelola oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2019. Melalui tiga menu layanan informasi, SIPD memfasilitasi efektivitas pengambilan keputusan dan pelaksanaan pembangunan daerah.Namun hal ini tidak terlaksana dengan baik lantaran berbagai permasalahan seperti teknologi, dan integrasi data , sumberdaya yang tidak memadai, oleh karena itu muncul permasalahan yang diakibatkan oleh persoalan tersebut ialah tidak terinputnya permasalahan sosial yang sebenarnya kedalam SIPD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Sistem Informasi pemerintahan daerah (SIPD) di Bappeda NTB pada bidang sosial dan budaya, serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan SIPD tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa Implementasi Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIPD) di Bappeda NTB belum terlaksana dengan optimal. Hal ini karena terdapat berbagai hambatan seperti partisipasi masyarakat yang rendah, kesulitan dalam integrasi data, dan alokasi anggaran belum maksimal. Adapun rekomenadasi yang peneliti berikan berdasarkan temuan penelitan adalah, perlu dilakukan peningkatan komunikasi internal, alokasi anggaran yang memadai, penguatan sumber daya manusia, dan penggunaan teknologi informasi untuk integrasi data. Selain itu, partisipasi masyarakat harus ditingkatkan melalui kampanye penyadaran dan advokasi kepada pemerintah daerah untuk dukungan anggaran
FORMULASI GULA DAN GELATIN PADA PERMEN JELI KULIT SEMANGKA
Kulit bagian dalam semangka sering terbuang percuma padahal masih memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh. Oleh karena itu, agar tidak terbuang sia-sia, kulit dalam semangka perlu diolah menjadi produk pangan, misalnya dijadikan permen jeli. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh formulasi gula dan gelatin terhadap sifat kimia dan organoleptik permen jeli kulit buah semangka serta menentukan formulasi gula dan gelatin yang tepat pada pembuatan permen jeli kulit semangka yang disukai panelis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan formulasi gula dan gelatin menggunakan 5 perlakuan: P1 = 80% gula + 20% gelatin; P2 = 70% gula + 25% gelatin; P3 = 60% gula + 30% gelatin; P4 = 50% gula + 35% gelatin; dan P5 = 40% gula + 40% gelatin. Data penelitian diolah menggunakan Analisis Keragaman ANOVA dan uji BNJ pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi penambahan gula dan gelatin pada pengolahan permen jeli kulit semangka berpengaruh secara nyata terhadap semua sifat kimia dan organoleptik yang diujikan. Dimana, semakin sedikit penambahan gula dan semakin tinggi penambahan gelatin menyebabkan kadar air, kadar abu, dan gula reduksi cenderung meningkat, sedangkan sifat organoleptiknya cenderung menurun (parameter tekstur dan rasa). Simpulannya, perlakuan terbaik berdasarkan kesukaan panelis adalah P3 (120 gr gula + 60 gr gelatin) dengan warna coklat, tekstur kenyal, aroma dan rasa agak disukai, serta dengan kadar air, kadar abu, dan gula reduksi berturut-turut sebesar 24,33%, 1,00%, dan 5,75%
KARAKTERISASI SIFAT KIMIA DAN SENSORIS SOSIS AYAM DENGAN PENAMBAHAN BLONDO
Sosis adalah produk makanan yang diperoleh dari campuran daging halus dan tepung atau pati dengan penambahan bumbu dan bahan tambahan makanan lain yang diizinkan, lalu dimasukkan ke dalam selubung sosis. (1) penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan blondo terhadap karakteristik sifat fisik, kimia dan sensoris sosis ayam. (2) metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu penambahan blondo. Perlakuan: P1 = Penambahan blondo 30%; P2 = Penambahan blondo 40%; P3 = Penambahan blondo 50%; P4 = Penambahan blondo 60%; P5 = Penambahan blondo 70%; data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analisis Keragaman ANOVA pada taraf nyata 5% dan dilakukan uji lanjut dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sosis ayam dengan penambahan blondo berpengaruh nyata terhadap sifat kimia (parameter kadar air, lemak dan kadar protein) namun tidak berpengaruh nyata pada parameter kadar abu. Adapun pada uji organoleptik, penambahan blondo berpengaruh nyata pada parameter warna, rasa dan aroma, namun tidak berpengaruh nyata pada parameter tekstur dan warna. Perlakuan terbaik yang paling disukai panelis adalah P1 (30% penambahan blondo) dengan kadar air 64,48%, kadar abu 2,20%, kadar lemak 3,63%, kadar protein 5,66%, dan skor warna 2,73% (kriteria krim keputihan), skor rasa 4,20% (kriteria suka), skor aroma 3,53% (agak suka), dan skor tekstur 3,40% (kriteria agak kenyal)
AKUNTABILITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM BIDANG PENDIDIKAN DASAR DI DINAS PENDIDIKAN KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT NUSA TENGGARA TIMUR
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting, hal ini sesuai dengan tujuan dari pendidikan yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang berimbas kepada peningkatan taraf hidup bangsa Indonesia. agar tidak tertinggal dengan bangsa lain pendidikan menjadi tumpuan harapan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk itu pendidikan wajib diberikan kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali masyarakat yang hidup dikota maupun daerah terpencil. adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah : 1) bagaimana langkah dinas pendidikan, kepemudaan dan olahraga dalam meningkatkan pelyanan pendidikan dasar di SD Pulau Rinca desa pasir panjang? 2) apa saja hambatan dinas pendidikan, kepemudaan dan olahraga dalam meningkatkan pelayanan pendidikan dasar di SD Pulau Rinca desa pasir panjang? adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui bagaimana langkah dinas pendidikan kepemudaan dan olahraga dalam meningkatkan pelayanan pendidikan dasar di SD Pulau Rinca desa pasir panjang.2) untuk mengetahui apa saja hambatan dinas pendidikan kepemudaan dan olaharaga dalam meningkatkan pelayanan pendidikan dasar di SD Pulau Rinca desa pasir panjang metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, teknik pengumpulan datanya adalah dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. teknik analisa data yaitu menggunakan reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan hasil penelitian menunjukan bahwa langkah pemerintah daerah dalam meningkatan pelayanan publik sejauh ini belum berjalan dengan efektif karena dilihat dari sarana prasarana, dana bantuan operasional sekolah (Bos) dan keejahtraan guru yang sampai saat ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah sekolah yang berada di desa pasir panjang sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk membantu memecahkan masalah pendidikan yang terjadi didesa pasir panjang