Ummat Repository
Not a member yet
5707 research outputs found
Sort by
ANALISA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN KEHAMILAN REMAJA PADA USIA 14-19 TAHUN DI WILAYAH KECAMATAN MALUK
Negara-negara berpenghasilan tinggi, menengah, dan rendah. Tahun 2022, data dari bulan januari sampai dengan bulan november tercatat kehamilan dibawah usia 19 tahun sebanyak 22 remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor yang berhubungan kehamilan remaja pada usia 14-19 tahun di Wilayah Kecamatan Maluk. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang berusia 14-19 tahun yang ada di Wilayah Kecamatan Maluk. Sampel yang digunakan sejumlah 81 remaja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional random sampling dengan menggunakan data primer dengan 6 variabel meliputi tingkat pengetahuan remaja, putus sekolah, pendidikan terakhir, adat perkawinan usia muda, status ekonomi keluarga, dan pendidikan orang tua. Analisa data yang digunakan adalah chi-square. Hasil : Terdapat hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang kehamilan remaja dengan p-value 0,000, terdapat hubungan putus sekolah dengan kehamilan remaja dengan p-value 0,005. Terdapat hubungan status ekonomi keluarga dengan kehamilan remaja dengan p-value 0,000. Terdapat hubungan adat budaya pernikahan usia muda dengan kehamilan remaja dengan p-value 0,025. Terdapat hubungan pendidikan terakhir remaja dengan kehamilan remaja dengan p-value 0,002. Serta terdapat hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan kehamilan remaja dengan p-value 0,002. Kesimpulan : Banyak faktor yang berhubungan dengan kehamilan remaja. Diharapkan kepada orang tua, petugas kesehatan, serta peran serta masyarakat dapat lebih memberikan pengarahan kepada remaja tentang dampak yang timbul akibat kehamilan pada usia remaja
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI KELURAHAN SAMPIR KECAMATAN TALIWANG TAHUN 2022
Latar Belakang : Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting. Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024. Saat ini presentase stunting di Kabupaten Sumbawa Barat khusus sampir tahun 2020 24,81%.stunting 2021 16,84%. Dan stunting pada tahun 2022 yakni 7,72. Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Pola Asuh Ibu Terhadap Kejadian Stunting Di Kelurahan Sampir Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2022. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Instrument penelitian yang digunakan ialah kuisioner . Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa adahubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian stunting di Wilayah Kelurahan Sampir Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat dengan hasil chi square didapatkan bahwa nilai p value = 0.000 dan α = 0.05 dimana p < α. Kesimpulan : Diharapkan kepada masyarakat khususnya ibu dapat lebih aktif dalam mencari informasi tentang stunting pada anak dan meningkatkan pola asuh yang seharusnya diberikan kepada anak sehingga tidak ada lagi anak yang mengalami stunting
PENGARUH STATUS GIZI TERHADAP PERKEMBANGAN BALITA USIA 12-59 BULAN DI DESA TUANANGA WILAYAH KERJA PUSKESMAS POTO TANO
Latar Belakang : Masalah gangguan gizi pada bayi dan anak usia di bawah lima tahun (balita) merupakan masalah yang perlu ditanggulangi dengan serius. Berdasarkan data yang di peroleh pada Puskesmas Poto Tano pada tahun 2022 sebanyak 228 Balita, balita dengan gizi buruk 0 balita, gizi kurang 10 balita, gizi baik 118 balita yang dihitung dari berat badan menurut umur (BB/U) dan dari balita gizi kurang tersebut terdapat 3 anak yang perkembangan nya terlambat, perkembangan meragukan 25 anak dan 203 anak yang perkembangannya normal Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh status gizi terhadap perkembangan balita usia 12-59 bulan di desa Tuananga wilayah kerja Puskesmas Poto Tano. Metode : Desain penelitian deskriptif analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah balita usia 12-59 bulan di Puskesmas Poto Tano sebanyak 228. Jumlah sampel 70 dengan tekhnik sampling purposive sampling. Hasil : Status gizi balita di Desa Tuananga Wilayah Kerja Puskesmas Poto Tano paling banyak pada kategori normal sebanyak 50 (71.4%) dan Perkembangan balita paling banyak pada kategori sesuai sebanyak 59 (84.3%). Status gizi berpengaruh terhadap perkembangan balita di Desa Tuananga Wilayah Kerja Puskesmas Poto Tano dengan nilai p-value 0.000. Kesimpulan : Dapat melaksanakan skrining dini untuk memantau status gizi dan perkembangan balita di Desa Tuananga
MEKANISME PENERAPAN PIDANA MATI DALAM KUHP DAN KUHP BARU (UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUN PIDANA)
Tujuan Penelitian adalah Untuk Mengetahui Mekanisme Penerapan Hukuman Mati Dalam KUHP Dan KUHP Baru Nomor 1 Tahun 2023 dan Untuk Mengetahui Perbedaan Mekanisme Penerapan Hukuman Mati Dalam KUHP Dan KUHP Baru Nomor 1 Tahun 2023 Adapaun metode yang di gunakan yaitu metode normatif dengan pendekatan udang-undang dan pendekatan komparatif dari tujuan dan metide yang di gunakan diatas mendapatkan hasil pelaksanaan hukuman mati dicantumkan dalam pasal 11 KUHP menentukan : Algojo melaksanakan hukuman mati dengan memanfaatkan tiang gantungan, khususnya dengan memasang tali di leher terpidana dan selanjutnya melepaskan penyangga di bawah kaki mereka. Penerapan hukuman mati diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, khususnya Pasal 100 Ayat 1 KUHP. Berdasarkan ketentuan tersebut, hakim berwenang menjatuhkan pidana mati, namun dengan masa percobaan 10 tahun. Keputusan ini diambil berdasarkan beberapa faktor, termasuk ekspresi penyesalan terdakwa dan potensi pertumbuhan pribadinya, serta tingkat keterlibatannya dalam kejahatan tersebut. Pada KUHP lama, Dimasukkannya hukuman mati dalam Pasal 10 menandakan klasifikasinya sebagai salah satu bentuk hukuman utama. Menurut hukum positif Indonesia, hukuman mati atau hukuman mati dianggap sebagai bentuk hukuman yang paling berat. Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru), hukuman mati dikategorikan sebagai delik tersendiri sehingga memberikan alternatif hukuman. Pengguna sedang membahas Pasal 67 KUHP baru tentang hukuman mati. Mereka menyebutkan bahwa hal tersebut dianggap sebagai kejahatan khusus dan secara konsisten disajikan sebagai potensi hukuman
PENGEMBANGAN MODUL AJAR PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS I SD
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah pengembangan modul ajar pada mata pelajaran bahasa indonesia untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas 1 SD merupakan suatu sarana untuk memudahkan siswa belajar secara mandiri dan dapat membantu siswa dalam memahami pembelajarannya, lebih khusus pada siswa SD kelas I pada materi mengenal huruf vokal dan konsonan. Subjek uji coba pada penelitian ini dari 2 subjek, (1) subjek uji coba terbatas dilakukan pada siswa kelas II SDN 24 Cakranegara yang berjumlah 7 orang, (2) subjek uji coba lapangan dilakukan pada siswa kelas I SDN 24 Cakranegara yang berjumlah 20 orang. Penelitian ini bertujuan untuk “Mengembangkan Modul Ajar Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas I SD” yang memenuhi kriteriavalid, praktis dan efektif. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode pengembangan (R&D) dengan model penelitian 4D adalah tahap pendefinisian (Difine), tahap perancangan (Design), tahap pengmbangan (Develop), tahap penyebaran (Disseminate). Hasil penilaian adalah penilaian dari 3 validator ahli dan 3 dari validator praktisi pendidikan maka memperoleh presentasi 81,7% dikategorikan sangat valid, penilaian dari hasil angket respon siswa uji coba terbatas maka memperoleh nilai 93,0% dikategorikan praktis, penilaian dari hasil angket respon siswa uji coba lapangan maka memperoleh nilai 81,25% dikategorikan praktis, dan penilaian dari hasil tes ketuntasan minat belajar siswa maka memperoleh presentasi 90% dalam kategori sangat efektif
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA MATA AIR TAMPURO SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI DESA PIONG KECAMATAN SANGGAR KABUPATEN BIMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Pengembangan Wisata Mata Air Tampuro Sebaagai Daya Tarik Wisata Di Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data-data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa dalam mengembangkan wisata Mata Air Tampuro Sebagai Daya Tarik Wisata terdapat lima (5) komponen pengembangan wisata yaitu, (1). Obyek dan Daya Tarik Wisata. (2). Aksesibilitas. (3). Amenitas. (4). Fasilitas Umum. (5). Kelembangaan. Berdasarkan lima (5) komponenen pengembangan wisata tersebut maka ditarik kesimpulan bahwa Strategi Pengembangan Wisata Mata Air Tampuro Sebagai Daya Tarik Wisata ialah sebagai berikut : (1). Meningkatkan Sarana dan Prasarana Wisata, yaitu dengan Investasi Infrastruktur, Fasilitas Akomodasi, dan Fasilitas Publik/Umum. (2). Mengoptimalkan Promosi Wisata, yaitu dengan Pemasaran Media Online dan Konten Menarik
PERAN PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH ( PPAT ) DALAM MEMBUAT AKTA JUAL BELI TANAH (Studi PPAT Abdullah di Kabupaten Lombok Barat)
Akta Jual Beli merupakan suatu akta otentik yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) mengenai perbuatan hukum peralihan hak atas tanah akibat jual beli. Tujuan peneliti melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan dan tugas Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam pembuatan akta jual beli tanah. Untuk mengetahui kendala Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam membuat akta jual beli tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan Empiris. Spesifikasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) mempunyai peranan penting dalam memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Sebab, hukum dalam kehidupan bermasyarakat memerlukan alat bukti yang secara jelas menentukan hak dan kewajiban seseorang sebagai subjek hukum dalam masyarakat. Tata Cara Pelaksanaan Akta Jual Beli oleh PPAT: Ada penjual dan pembeli, ada barang yang akan diperdagangkan, klien datang ke PPAT dan menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan (KTP, KK, PBB, NPWP, Obyek Sertifikat, apabila sudah lunas, lampirkan bukti pembayaran), Pemeriksaan berkas dari klien, Penandatanganan, proses penandatanganan AJB dilakukan di kantor PPAT oleh penjual dan pembeli serta dua orang saksi. PPAT dalam membuat Akta Jual Beli Tanah terdapat beberapa kendala yaitu pajak, ketidaklengkapan dokumen para pihak, dan pemahaman yang kurang dari pihak yang terlibat
ANALISA TINGKAT PELAYANAN SIMPANG EMPAT PAGESANGAN KOTA MATARAM
Meningkatnya jumlah penduduk di Kota Mataram menyebakan peningkatan jumah kendaraan pribadi. Pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi yang meningkat dapat menyebabkan kemacetan, antrian serta tundaan pada simpang terutama pada jam sibuk. Simpang Empat Pagesangan adalah simpang dengan empat lengan yang dilengkapi dengan sinyal lampu lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dan tingkat pelayanan dari Simpang Empat Pagesangan Kota Mataram dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Survei pengambilan data dilakukan pada jam pagi pukul 06.30-08.30 WITA, siang pukul 12.00-14.00 WITA, sore pukul 16.00-17.00 WITA, survey pengambilan data dilakukan pada tanggal 23,25 dan 27 November 2023.
Berdasarkan hasil analisa menggunakan metode MKJI 1997 kinerja Simpang Empat Pagesangan di dapat derajat kejenuhan pada pendekat: Utara, Barat, selatan dan Timur sebesar 0,68, 0,33, 0,56 dan 0,41. Panjang antrian pada pendekat: Utara, Barat, Selatan dan Timur sebesar 120,8 m, 40 m, 112,5 m, dan 48 m. Jumlah kendaraan terhenti pada pendekat: Utara, Barat, Selatan dan Timur sebesar: 513 smp/jam, 120 smp/jm, 462 smp/jam dan 148 smp/jam. Tundaan pada pendekat: Utara, Barat, Selatan dan Timur sebesar 50,66 det/smp, 51,54 det/smp, 43,80 det/ smp dan 50,65 det/smp. Dari hasil analisa di dapat tingkat pelayanan Simpang Empat Pagesangan pada pendekat Utara dan Selatan adalah C (Kondisi arus stabil tetapi pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan), pada pendekat Barat dan Timur B (Kondisi arus stabil pengemudi memiliki kebebasan yang cukup dalam memilih kecepatan)
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED NOTE TAKING TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK SISWA KELAS IV SDN 3 AMPENAN TAHUN PELAJARAN 2023/2024
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan dari penerapan model pembelajaran Guided Note Taking terhadap kemampuan menyimak siswa kelas IV SDN 3 Ampenan. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif jenis eksperimen kuasi, sampel yang digunakan sebanyak 59 siswa terdiri dari kelas IV A sebanyak 31 siswa sebegai kelas eksperimen dan IV B sebanyak 28 siswa sebagai kelas kontrol, sedangkan tehnik pengumpulan data yaitu observasi, soal tes (pilihan ganda, essay) dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis menggunakan uji independent sample t-test pada program IMB SPSS versi 25 for windows. Hasil penelitian dengan menggunakan teknik uji independent sample t-test pada taraf signifikasi 5%, di peroleh nilai thitung > ttabel (9.451 > 2,00247). dan nilai signifikansi yang diperoleh sig (2-tailed) < 0,05 (0,000 < 0,05). Maka hipotesis nol (H0) pada penelitian ini ditolak dan hipotesis altenatif (Ha) diterima. Jadi sebagaimana kaidah dalam pengambilan keputusan dalam uji independent sample test dapat simpulkan bahwa terdapat/ada pengaruh model pembelajaran Guided Note Taking terhadap kemampauan menyimak siswa kelas IV SDN 3 ampenan
ANALISIS PRODUKSI DAN KUALITAS PRODUK DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK UMKM PERMEN SUSU SAPI KHAS SUMBAWA
UMKM permen susu sapi khas Sumbawa dilatarbelakangi dari adaya inovasi susu oleh tim PKK Desa Penyaring pada tahun 1987, UMKM ini sekarang sudah menjadi industry rumah tangga yang berdasarkan kriteria ketenaga kerjaan 2-5 orang anggota keluarga, yang berlokasi di Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa. adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) untuk mengetahui faktor produksi apa saja yang diterapkan dalam meningkatkan daya saing UMKM permen susu sapi khas Sumbawa. 2) untuk mengetahui kualitas produk yang diterapkan dalam meningkatkan daya saing UMKM permen susu sapi khas Sumbawa. metode penelitiannya menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. karena penelitian ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian berdasarkan fakta-fakta di lapangan sebagaimana adanya, berkaitan dengan Analisis Produksi dan Kualitas Produk dalam Meningkatkan Daya Saing Produk UMKM Permen Susu Sapi Khas Sumbawa. Teknik pengambilan data yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kesimpulan hasil penelitian menerangkan bahwa: 1) faktor Produksi yang diterapkan dalam meningkatkan daya saing Permen Susu Sapi Khas Sumbawa merupakan hal pertama yang sangat penting dalam meningkatkan daya saing, karena disinilah produk Permen Susu dalam pemilihan bahan baku yang digunakan harus bagus karena dapat menujang produksi yang baik. dimulai dari pemilihan susu segar yang datang dari peternak tidak tercampur dengan air.Dengan sekali produksi 10-32 Liter menghasilkan 4-13kg 2) Kualitas produk yang diterapkan dalam meningkatkan daya saing Permen Susu Sapi khas Sumbawa karena disinilah produk Permen Susu dapat menarik minat konsumen untuk membeli dan dapat menetapkan harga yang pantas dan sesuai. UMKM Permen Susu telah menerapkan Kualitas Produksi yang berstandar baik itu dari segi rasa yang khas, kemasan, label, dan ketahanan produk tersebut