Ummat Repository
Not a member yet
    5707 research outputs found

    ANALISIS KINERJA PERANGKAT DESA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DI DESA TEMBALAE KECAMATAN PAJO KABUPATEN DOMPU NUSA TENGGARA BARAT

    No full text
    Kualitas kinerja merupakan ukuran dalam menentukan pencapaian tujuan suatu organisasi. Keberhasilan sebuah organisasi dalam meningkatkan kinerja sangat tergantung pada sumber daya manusia yang terlibat didalamnya. Terdapat beberapa faktor yang tentunya mempengaruhi terhadap kualitas kinerja para perangkat desa, khususnya di Desa Tembalae Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu, sehingga hal inilah yang menarik perhatian peneliti, untuk meneliti faktor apa saja yang mempengaruhi terhadap kinerja perangkat desa di Kabupaten Dompu. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja perangkat desa dalam penyelenggaraan pemerintahan di desa tembalae kecamatan pajo kabupaten dompu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja aparatur Desa Tembalae meliputi efisiensi tugas administratif, pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat. Meskipun ada kemajuan, tantangan seperti kurangnya keterampilan teknologi dan beban kerja berat masih dirasakan. Inovasi, kecepatan, keakuratan, dan kerja sama menjadi kunci peningkatan pelayanan. Kinerja dinilai memuaskan, sesuai Peraturan Desa Nomor 5 Tahun 2017, namun terkendala keterbatasan sumber daya manusia, keterampilan, dan pengetahuan. Rencana peningkatan kapasitas melalui pelatihan sudah ada, tetapi anggaran dan ketersediaan pelatihan yang memadai perlu segera diatasi untuk mendukung efektivitas pelayanan

    THE USE OF WORDWALL APP IN IMPROVING ENGLISH VOCABULARY SKILL AT THE SEVEN GRADE STUDENTS OF JUNIOR HIGH SCHOOL MTsS NURUL HAQ

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi Wordwall sebagai media pembelajaran interaktif bagi siswa kelas VII di MTsS Nurul Haq pada tahun ajaran 2024/2025. Dengan menggunakan metode pra-eksperimental pada satu kelompok, penelitian ini mengukur keterampilan kosakata siswa melalui pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 58,86 pada pre-test menjadi 79,77 pada post-test. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon (Z = -4,147; p < 0,05) mengonfirmasi bahwa Wordwall secara efektif meningkatkan penguasaan kosakata siswa melalui fitur interaktif seperti kuis, anagram, dan permainan mencocokkan. Dengan demikian, Wordwall terbukti menjadi alat edukatif yang efektif dan direkomendasikan untuk implementasi yang lebih luas guna mendukung pembelajaran bahasa Inggris

    THE IMPACT OF USING ELSA APPLICATION TO IMPROVE STUDENTS PRONUNCIATION PRACTICE: FIRST SEMESTER OF ENGLISH STUDY PROGRAM

    No full text
    Pengucapan sangat penting bagi siswa untuk berbicara dengan jelas dan akurat. Namun, mencapai pelafalan yang benar merupakan tantangan besar bagi banyak siswa, yang merasa sulit untuk mengucapkan kata-kata dengan benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak dari penggunaan aplikasi ELSA terhadap latihan pengucapan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan survei untuk mengumpulkan data, dari mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Mataram. Pengumpulan data primer untuk penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 62 responden. Kuesioner berisi item yang telah divalidasi dan reliabel, memastikan bahwa setiap item secara akurat mencerminkan dimensi yang diukurnya. partikel untuk objek yang benar. Uji validitas menunjukkan bahwa nilai r hitung untuk setiap item pertanyaan lebih besar dari r tabel dan uji reliabilitas menunjukkan bahwa nilai Cronbach's alpha adalah 0,954 untuk penggunaan aplikasi ELSA dan 0,976 untuk peningkatan praktik pengucapan. Temuan dari penelitian ini menguatkan konsistensi internal yang kuat dari instrumen penelitian. Temuan dari penelitian ini menguatkan konsistensi internal yang kuat dari instrumen penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan distribusi data dari kedua variabel, sehingga memfasilitasi pemahaman yang komprehensif tentang sikap responden terhadap aplikasi dan peningkatannya terhadap praktik pelafalan dengan menunjukkan skor rata-rata 124,60 pada penggunaan aplikasi ELSA yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden secara aktif menggunakan aplikasi ELSA. Sebaliknya, peningkatan praktik pelafalan menunjukkan skor rata-rata 79,55 yang menunjukkan adanya peningkatan substansial dalam praktik pelafalan

    PROSES PENETAPAN STATUS TERSANGKA PADA KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI

    No full text
    Tindak pidana korupsi dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Karena memiliki dampak luar biasa, maka penanganannya pun harus dengan cara-cara yang luar biasa. Pada sisi lain, kondisi saat ini mengenai penegakan hukum kita, sungguh membuat hati kita miris, banyak sekali kita saksikan melaui media telah terjadi kesalahan, seperti kesalahan dalam penetapan tersangka, korban salah tangkap, pejabat penegak hukum yang tertangkap korupsi dan lain-lain. Dengan fakta-fakta tersebut, maka profesionalisme penyidik dalam melakukan proses-proses hukum patut dipertanyakan. Maka pada penelitian ini akan dikaji mengenai Proses Penetapan Status Tersangka pada Kasus Tindak Pidana Korupsi (Studi di Pengadilan Negeri Praya). Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menganalisis : 1) Proses penetapan status tersangka; 2) Parameter dalam menetapkan status tersangka; dan 3) Objektifitas penyidik dalam menangani kasus ini. Metode penelitian menggunakan normatif empiris yang bersifat kualitatif untuk menemukan kebenaran koherensi yaitu kesesuaian antara aturan perundang-undangan / norma hukum (das sollen) dengan tindakan subjektif dari penegak hukum (das sein). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penetapan status tersangka melanggar hukum yaitu : a) tidak ada bukti permulaan; b) Penyidik memberikan SPDP yaitu 365 hari setelah sprindik. 2) Paremeter penetapan status tersangka sesuai Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi ternyata “tidak cukup bukti,” temuan adanya kerugian negara adalah karena kelalaian PPK dalam hal administrasi; 3)Mengenai objektifitas penyidik ditinjau dari Teori Keadilan Bermartabat yaitu : a) Ditinjau dari Filsafat Hukum (Philosophy of Law) dan Teori Hukum (Legal Thaeory), bahwa : (a) Penyebab longsornya jalan akses TWA Gunung Tunak pada tahun 2021 adalah bencana alam; (b) Bencana alam longsor berdampak kepada 4 (empat) paket pekerjaan, tetapi hanya 1 (satu) paket pekerjaan saja yang diangkat/diberitakan oleh media lebih dari 130 kali, bahkan dilaporkan kemudian ditangani oleh aparat penegak hukum. Dimanakah keadilan itu ?; b) Ditinjau dari Dogmatis Hukum (Jurisprudence), bahwa profesionalitas Ahli APH dalam hal menentukan adanya kerugian negara patut dipertanyakan, fakta lapangan membuktikan bahwa temuan adanya kerugian negara disebabkan kesalahan administrasi yaitu : volume yang dijadikan acuan adalah volume addendum–01, seharusnya volume final, hal ini bertentangan dengan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 Pasal 51 ayat (2) huruf c dan Buku Spesifikasi Umum Tahun 2010 Revisi 3; c) Ditinjau dari Hukum dan Praktek Hukum (Law and Legal Practice), objektifitas penyidik diuji melalui Lembaga Praperadilan. Hasilnya permohonan praperadilan kontraktor dikabulkan sehingga proses penetapan status tersangka dinyatakan tidak sah sedangkan permohonan praperadilan PPK ditolak

    PERENCANAAN JEMBATAN MENINTING B MENGGUNAKAN TIPE U GIRDER PRATEGANG BENTANG 60 METER

    No full text
    Jembatan Meninting B dirancang menggunakan struktur beton prategang jenis Bulb Tee Precast sebagai elemen utama penopang. Jembatan ini dibangun pada tahun 2023 dan mulai dioperasikan pada awal 2024, menjadi penghubung antara Kota Mataram dan kawasan wisata Senggigi di Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Jembatan ini memiliki panjang 60 meter dan lebar 11 meter, termasuk trotoar, serta didesain tanpa pilar. Dalam penelitian ini, struktur jembatan direncanakan ulang menggunakan penampang U girder prategang sebagai elemen bentang utama. Perancangan ulang dilakukan dengan panjang total jembatan 60 meter dan lebar 11 meter. Proses perencanaan dimulai dengan mengidentifikasi latar belakang, pemilihan tipe U girder dengan mutu beton K800 sama dengan ( 66,4 MPa ) dan dengan menggunakan tulangan utama berdiamter D16 fy = 420 dan tulangan geser D13 fy = 280, dengan menggunakan untaian kabel baja strands standar BBRT VY CONA CMI dengan diameter 15,24 mm. Adapun metode perencanaan yang mencakup analisis dan pembahasan standar yang digunakan meliputi SNI 1725:2016, SNI 2833-2016, dan Buku Lainnya, serta pengolahan data dilakukan menggunakan Microsoft Excel 2016 dan pemodelan digambar dengan AutoCAD 2016. Materi pembahasan mencakup analisis kehilangan gaya prategang, kontrol tegangan, dan kontrol lendutan. Hasil dari perancangan ulang Jembatan Meninting B dengan sistem U girder yang sudah di modifikasi menunjukkan spesifikasi sebagai berikut: tinggi U girder 270 cm, lebar atas 190 cm, lebar bawah 1 meter, ketebalan slab atas 70 mm Struktur ini menggunakan 12 tendon yang dibagi ke dalam 6 tendon pada sisi kiri dan 6 tendon pada sisi kanan penampang, dengan masing-masing tendon terdiri dari 19 strands. Total kehilangan gaya prategang tercatat sebesar 2.798,690 kN, dengan persentase kehilangan mencapai 0,709%, dengan kontrol tegangan maksimum ( fa =-13,931 kontrol OK) dan (fb =-8,251 kontrol OK), dan Kontrol Lendutan maksimumnya = 0,145 dengan kontrol sudah aman

    ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR MATA PELAJARAN IPAS DI SDN 38 MATARAM

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Mata Pelajaran IPAS di SDN 38 Mataram. Data pada Penelitian kualitatif ini diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran IPAS terbagi menjadi tiga yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi (penilaian). Perencanaan pembelajaran dengan mengembangkan capaian pembelajaran yang kemudian dikembangkan untuk menjadi modul ajar untuk dipakai sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran. Untuk pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, peserta didik terlihat aktif serta mengikuti pembelajaran dengan tertib. Evaluasi pembelajaran sudah berjalan dengan baik, guru melakukan penilaian dari dua bentuk asesmen, yang pertama dari asesmen formatif yang sudah dilaksanakan, kedua dari asesmen sumatif yang diadakan setiap akhir semester dan digunakan sebagai nilai akhir

    PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEJAHATAN CYBER TERKAIT DATA PRIBADI (Studi Di Polda NTB)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap korban kejahatan cyber terkait data pribadi menurut peraturan perundang-undang dan untuk mengetahui bagaimana implementasi undang-undang terkait perlindungan data pribadi yang terjadi di wilayah hukum Polda NTB sehingga penelitian ini mengkaji terkait “Bentuk Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kejahatan Cyber Terkait Data Pribadi ( Studi di Polda NTB).” Metode penelitian dalam penulisan ini adalah penelitian Normatif-Empiris, pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan sosiologis. Hasil dari penelitiannya adalah : a) bentuk perlindungan hukum terhadap korban kejahatan cyber terkait data pribadi menurut peraturan perundang-undangan di atur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 26 yang berbunyi “kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan, penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan.” Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Data Pribadi Pasal 65 yang berbunyi “ setiap orang dilarang secara melawan hukum memperoleh atau mengumpulkan data pribadi yang bukan miliknya dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain yang dapat mengakibatkan kerugian subjek data pribadi.” b) implementasi undang-undang terkait perlindungan data pribadi yang terjadi di wilayah hukum Polda NTB yaitu terkait kasus akses ilegal yang dilakukan oleh pelaku karena adanya kelalaian korban sehingga pelaku mempunyai kesempatan untuk mengetahui password, username, pin dan berhasil log-in ke akun BNI mobile banking milik korban

    ANALISIS METODE PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN IPAS

    No full text
    Peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa menjadi fokus penting dalam pembelajaran di sekolah dasar, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran Mind Mapping serta menganalisis pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang mengikuti pembelajaran dengan Metode Mind Mapping Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Metode Mind Mapping memungkinkan siswa untuk lebih mudah menghubungkan konsep-konsep yang dipelajari melalui visualisasi peta konsep. Aktivitas ini mendorong siswa untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan mengembangkan kreativitas dalam menyusun hubungan antar konsep

    MEMANFAATKAN MEDIA AUDIO VISUAL RUMAH ADAT PACAR UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SEJARAH LOKAL PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 2 KECAMATAN PACAR KABUPATEN MANGGARAI BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat media pembelajaran berbasis visualisasi yang akan meningkatkan pemahaman dan minat siswa terhadap sejarah lokal. Diharapkan bahwa penggunaan media audio-visual akan menghilangkan stereotip yang buruk tentang pembelajaran sejarah. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pembelajaran sejarah di SMAN 2 Kecamatan Pacar masih bergantung pada buku paket sebagai sumber utama, sehingga kurang melibatkan inovasi dan partisipasi siswa. Meskipun sekolah memiliki sarana yang memadai, pemanfaatan media pembelajaran, terutama sejarah lokal, masih terbatas. Guru menghadapi kendala dalam mengajarkan sejarah lokal akibat keterbatasan media, waktu, serta kurangnya pelatihan dalam mengembangkan metode pembelajaran. Upayayang di lakukan sebagai salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan media audiovisual, khususnya tentang rumah adat Pacar, guna meningkatkan interaktivitas dan motivasi siswa. Penggunaan media ini dapat memperkaya pemahaman serta apresiasi siswa terhadap budaya dan sejarah lokal. Namun, tantangan dalam implementasinya mencakup keterbatasan sarana pendukung, keterbatasan ekonomi guru dalam menyediakan media audiovisual, serta kurangnya inovasi dalam penggunaannya

    PERAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PELAJARAN IPA KELAS V DI SDIT AL-FAJAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pembelajaran berbasis proyek pada Pelajaran IPA serta untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan keterampilan berfikir kreatif dan untuk mengetahui hambatan guru dalam penerapan Pembelajaran berbasis proyek pada siswa. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif desktiptif dengan Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, waka kurikulum, guru mata Pelajaran IPA, guru-guru kelas V dan siswa/siswi di SDIT Al Fajar. Teknik analisis data yang digunakan yaitu data dianalisis dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (display data) dan penarikan Kesimpulan (counclusion drawin/verifying). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek adalah pendekatan pembelajaran Dimana siswa belajar dengan cara mengerjakan proyek yang nyata dan bermakna. Dalam model ini, siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi aktif terlibat dalam proses. Terbukti bahwa Peran pembelajaran berbasis proyek pada Pelajaran IPA kelas V dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa selain itu peran pembelajaran berbasis proyek dapat menjadi sarana yang efektif dalam mengembangkan siswa dalam berfikir kreatif dan aktif

    5,285

    full texts

    5,707

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ummat Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇