Ummat Repository
Not a member yet
5707 research outputs found
Sort by
ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA SISWA KELAS V DI SEKOLAH DASAR
Penggunaan gadget tidak hanya di kalangan orang dewasa saja, melainkan pada para remaja hingga anak-anak. Profil pelajar Pancasila merupakan bentuk imlementasi konsep Kurikulum Merdeka yang diterapkan untuk mendukung mutu pendidikan di Indonesia terkait dalam penanaman karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gadget terhadap karakter profil pelajar pancasila, dampak positif dan negatif dari penggunaan gadget terhadap karakter profil pelajar pancasila, dan upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif penggunaan gadget terhadap karakter profil pelajar pancasila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini di lakukan di SDN 1 Serange dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu Kepala Sekolah, Guru kelas 5 dan 3 siswa kelas 5 Hasil penelitian ini yaitu Penggunakan gadget untuk mengakses aplikasi yang mendukung pembelajaran agama, seperti aplikasi doa harian atau Al-Qur'an digital. Hal ini membantu mereka memahami nilai-nilai agama secara lebih menarik. Adapun dampak positif penggunaan gadget sebagai berikut: Peserta didik mengakses informasi keagamaan, Peserta didik mengakses informasi tentang adat dan budaya Sumbawa, Peserta didik lebih mudah dalam mengerjakan tugas kelompok. Upaya yang dapat meminimalkan dampak negatif dari penggunaan gaget terhadap karakter profil pelajar pancasila yaitu: Sekolah dapat mengadakan seminar atau workshop, Mengajarkan siswa tentang etika digital, dan orang tua bisa bekerja sama untuk menetapkan batasan waktu penggunaan gadget di luar jam belajar
PENGARUH METODE KERJA KELOMPOK PADA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP KREATIVITAS SISWA KELAS IV SDN 15 NTOBO KOTA BIMA TAHUN AJARAN 2024/2025
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Metode Kerja Kelompok Pada Pembelajaran Seni Budaya Dan Prakarya Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Kreativitas Siswa Kelas IV SDN 15 Ntobo Kota Bima Tahun Ajaran 2024/2025. Pendekatan yang digunakan daalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan tipe nonequevalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 15 Ntobo Kota Bima dan siswa kelas IV SDN 72 Ntobo Kota Bima berjumlah 48 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa. Sampel yang dipilih yakni 15 siswa kelas IV SDN 15 Ntobo Kota sebagai kelas eksperimen dan 15 siswa kelas IV SDN 15 Ntobo Kota Bima sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, angket dan dokumentasi. Hasil rata-rata yang ditunjukkan oleh kelas eksperimen pada pre-test sebesar 70,42 dan setelah dilakukan pos-test meningkat menjadi 89,79 untuk kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata dari pre-test sebesar 63,85 dan pos-test mengalami peningkatan menjadi 65,1. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Hasil pengujian hipotesis menggunakan perangkat lunak SPSS 30.0 for Windows dengan teknik Independent Sample T-Test pada taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa nilai thitung t_{hitung} lebih besar atau sama dengan ttabel t_{tabel} (3,780 ≥ 2,048), serta nilai signifikansi lebih kecil atau sama dengan 0,05 (0,002 ≤ 0,05). Maka Ha diterima dan Ho ditolak
KATEGORI FATIS DALAM BAHASA SASAK DI DESA SENGKERANG KECAMATAN PRAYA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Penelitian ini berjudul "Kategori Fatis dalam Bahasa Sasak di Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah". Bahasa memiliki peran sentral dalam menjaga tradisi, budaya, dan identitas suatu masyarakat, termasuk bahasa Sasak yang digunakan oleh masyarakat Desa Sengkerang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kategori fatis dalam dialek menu-meni yang khas di Desa Sengkerang, yang berfungsi untuk memelihara komunikasi interpersonal serta mencerminkan nilai-nilai budaya lokal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap 11 responden dari berbagai kelompok usia dan latar belakang sosial. Hasil penelitian mengidentifikasi berbagai bentuk kategori fatis seperti “menu,” “meni,” “dong,” dan “silaq,” yang digunakan untuk memulai percakapan, menegaskan makna, menyampaikan ekspresi, serta mengonfirmasi informasi. Fungsi kategori fatis ini mencakup penghalusan perintah, penekanan bantahan, pengungkapan ekspresi keheranan, serta penciptaan suasana nyaman dalam komunikasi sosial.
Selain itu, makna kategori fatis dalam komunitas ini meliputi penguatan hubungan sosial, pelestarian tradisi, dan penyampaian emosi. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang dinamika komunikasi dalam komunitas lokal serta kontribusi kategori fatis terhadap pelestarian budaya Sasak. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan menjadi referensi untuk pengembangan studi linguistik terkait bahasa daerah di Indonesia
AN ANALYSIS OF GOOGLE FORM AS AN ASSESSMENT TOOL IN EDUCATION
Revolutionary changes in the transmission and experience of learning have been introduced by the swift advancement of technology, which has drastically altered the educational landscape. Technology has become a crucial component of modern educational systems, from the early deployment of personal computers in classrooms to the extensive usage of online learning environments. Google Forms is a free online tool that lets users make and distribute forms for a variety of uses. Important questions concerning Google Forms' usefulness and simplicity of use in an educational setting are brought up by using it as an assessment tool. The use of this technology by educators and students is growing, but its advantages and disadvantages must be carefully considered. The aim of this study is to examine the effectiveness of Google Forms as a learning assessment tool, specifically for English language learners. This research uses a mixed methodology that blends qualitative and quantitative techniques data were gathered via questionnaires, recordings, interviews, and observation. According to research findings, Google Forms has a number of benefits, including simplicity of use, automated data collecting and analysis, and the capacity to deliver immediate feedback. More efficiency and fairness in the evaluation process are also facilitated by features like automatic grading and question randomization. Constraints including reliance on a steady internet connection and feature limits for particular inquiry kinds are also noted in this study. Based on the study's overall findings, Google Forms is a useful and efficient assessment tool that may be enhanced with better technical infrastructure and teacher training. For educators and academics looking to incorporate technology into the educational evaluation process, this study offers insightful information
ANALISIS KETERLAKSANAAN PENGUATAN KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SDN 6 MASBAGIK UTARA
Pelaksanaan penguatan karakter masih ditemukan beberapa kendala siswa Pada pelaksanaan penguatan ini masih ada siswa yang belum siap untuk menyesuaikan diri Pada kegiatan, masih ditemukan siswa yang belum sepenuhnya mencerminkan nilai Pancasila, karena siswa memiliki karakter yang berbeda beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan memaparkan keterlaksanaan penguatan karakter profil pelajar Pancasila pada implementasi kurikulum merdeka di SDN 6 Masbagik Utara, dan untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat keterlaksanaan penguatan karakter profil pelajar Pancasila pada implementasi kurikulum merdeka di SDN 6 Masbagik Utara. Metode penelitian yang di gunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini Menunjukan bahwa SDN 6 Masbagik Utara telah melaksanakan program penguatan karakter profil pelajar Pancasila pada perserta didik walaupun belum sempurna, di mulai dengan pembiasaan yang terjadwal seperti kegiatan imtaq yang di lakukan di hari jumaat, kegiatan upacara yang di lakukan setiap hari senin. Guru juga melakukan evalusi setiap satu bulan sekali. Faktor pendukung keterlaksanaan penguatan karakter profil pelajar Pancasila yaitu: guru/pendidik, dukungan dari kepala sekolah, fasilitas sekolah, siswa. Adapun faktor penghambat yaitu: Perbedaan karakter peserta didik, disiplin masuk, waktu, karena alokasi Lokasi waktu untuk melaksanakan kegiatan penguatan ini terbatas
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V SDN 27 MATARAM
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya motivasi belajar siswa pada mata pelejaran IPA. Siswa menganggap pelajaran IPA tidak menyenangkan dan membosankan, karena mata pelajaran IPA selalu berkaitan dengan teori tanpa praktik. Jadi, upaya untuk mengatasi kurangnya motivasi belajar siswa yaitu dengan menggunakan model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assesment, and Satisfaction) berbantuan media audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran ARIAS berbantuan media audio visual terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas V SDN 27 Mataram tahun ajaran 2024/2025.
Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dan pendekatan kuantitatif dengan non equifalent control group design. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas V A dan V B di SDN 27 Mataram, dengan jumlah 38 orang dengan teknik simple random sampling. Jumlah siswa yang masuk di kelas eksperimen sebanyak 19 orang sedangkan siswa kelas kontrol sebanyak 19 orang. Untuk mengumpulkan data menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil perhitungan hipotesis dengan bantuan program SPSS 25.0 for windows dengan menggunakan teknik Independent Sample T-Test pada taraf signifikansi 5%, di poroleh nilai t_hitung≥ t_tabel (2,999 ≥ 2,042). Maka Ho ditolak dan Ha terima. Hal ini menunjukkan, bahwa hipotesa (Ha) yang berbunyi bahwa ada pengaruh penerapan model ARIAS berbantuan media audio visual terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas V SDN 27 Mataram Tahun Pelajaran 2024/2025, dinyatakan diterima
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEMBALAKAN LIAR (ILLEGAL LOGGING) DI KECEMATAN WOJA KABUPATEN DOMPU (STUDI KASUS BALAI KPH TOFO PAJO SORO MANDI)
Illegal logging merupakan perbuatan menebang kayu yang sifatnya melanggar hukum, dimana perbuatan ini merupakan perbuatan kejahatan karena dampak yang ditimbulkan sangat luas mencakup aspek ekonomi, sosial budaya dan lingkungan hidup. Kejahatan ini merupakan ancaman yang potensial bagi ketertiban sosial dan dapat menimbulkan ketegangan serta konflik-konflik dalam berbagai dimensi. Sehingga kajahatan kehutanan secara factual menyimpang dari norma yang mendasari kehidupan dan keteraturan sosial.
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui, menguraikan, menjelaskan dan menganalisa Tinjauan Yuridis Terhadap Pembalakan Liar (Illegal logging) Di Kecematan Woja Kabupaten Dompu. Berdasarkan fenomena yang terjadi, pokok permasalahan yang akan penulis teliti yaitu Bagaimana upaya pencegahan, dan Faktor faktor pendukung dan penghambat pencegahan illegal logging illegal logging Di Kecematan Woja Kabupaten Dompu? Penelitian ini menggunakan penelitian empiris dengan pendekatan sosiologis yuridis, yaitu pendekatan yang dilakukan berdasarkan meneliti data primer, dan data sekunder yaitu data yang diperoleh peneliti yang berhubungan dengan tema penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Upaya pencegahan illegal logging Di Kecematan Woja Kabupaten Dompu Pada Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Toffo Pajo Soromandi dengan wilayah kerja seluas 69.032,25 Hektar yakni dengan upaya sebagai berikut; (a) Pre-Emtif merupakan upaya-upaya awal yang dilakukan oleh petugas pengamanan hutan untuk mencegah adanya niat pelaku untuk melakukan tindak pidana kehutanan berupa kebakaran hutan dan lahan. Usaha-usaha yang dilakukan dalam penanggulan kejahatan secara pre-emtif menanamkan nilai-nilai/norma-norma yang baik sehingga norma-norma tersebut terinternalisai dalam diri seseorang. Upaya preventif merupakan tindak lanjut dari upaya pre-emtif yang masih dalam tataran pencegahan sebelum terjadinya kejahatan. Dalam upaya preventif ditekankan adalah menghilangkan kesempatan pelaku untuk melakukan kegiatan perusakan hutan seperti melakukan kegiatan patrol rutin, memberikan arahan kepada masyarakat yang ada di sekitar kawasan hutan untuk tidak melakukan kegiatan dalam kawasan hutan secara tidak sah, dan Upaya Represif merupakan Upaya yang dilakukan pada saat telah terjadi tindak pidana/kejahatan yang tindakan berupa penegakan hukum, dengan menjatuhkan hukuman. Selanjutnya Faktor pendukung pencegahan illelagal logging oleh Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Toffo Pajo Soromandi yaitu adanya Kesungguhan para petugas Balai KPH dalam melakukan pencegahan illelagal logging di wilayah kecamatan Woja, dukungan sebagian Kelompok Tani Kemitraan, dan dukungan TNI DAN POLRI. Sedangkan factor penghambat pencegahan illelagal logging oleh Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Toffo Pajo Soromandi diantanya; (a) Anggaran Pengamanan Hutan yang minim, (b) Adanya Perlawanan Masyarakat terhadap petugas, (c) Sarana dan prasarana kurang memadai, dan (d) Adanya upaya Politisasi Kawasan Hutan
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI BANGUN RUANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi bangun ruang dan faktor- faktor yang mempengaruhi siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi bangun ruang kelas V di SDN 1 Banyumulek.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskripsi.Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN 1 Banyumulek kecematan kadiri kabupaten Lombok barat, semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 pada tanggal 10 Desember sampai 13 Desember 2024. Instrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, tes soal dan dokumentasi.Penelitian ini menggunakan Teknik analisis data model Miles and Huberman. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah diperoleh kesulitan yang sering dialami siswa adalah kurang memahami soal, kurang menguasai materi matematika khususnya pada materi bangun ruang, salah meletakkan rumus, kesalahan dalam menghitung serta salah dalam menulis jawaba
VARIASI LEKSIKON BAHASA BIMA DALAM INTERAKSI MASYARAKAT SOROMANDI DAN WAWO
Bahasa mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, salah satu peran bahasa bagi manusia yaitu digunakan untuk berkomunikasi antar sesama dan menjalin hubungan sosial. Bahasa, masyarakat dan budaya saling berhubungan erat dan tidak dapat dipisahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk variasi leksikon bahasa Bima dalam interaksi sosial masyarakat Soromandi dan Wawo. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode simak dan metode cakap. Dari hasil penelitian dengan skripsi yang berjudul Variasi Leksikon Bahasa Bima dalam Interaksi Masyarakat Soromandi dan Wawo ini dapat di simpulkan bahwa variasi leksikon bahasa Bima dalam tuturan masyarakat Soromandi terdapat 24, yaitu; terdapat 5 kata benda, 9 kata kerja, 6 kata sifat, dan 4 kata ganti, sedangkan variasi leksikon bahasa Bima dalam tuturan masyarakat Wawo terdapat 28leksikon terdiri dari 6 kata benda, 10 kata kerja, 6 kata sifat, 4 kata ganti, dan 2 kata keterangan. Dari 200 kosa kata swades yang digunakan di dua desa titik pengamatan, kata yang diteliti tersebut di deskripsikan untuk membatasi daerah-daerah yang menggunakan kata yang sama dari daerah yang menggunakan kata yang berbeda. Dampak penelitian ini terhadap pendidikan yaitu supaya mengetahui banyaknya variasi bahasa yang ada di Bima, dan dapat menjadi inspirasi untuk mendorong terjadinya penelitian lanjut
EVALUASI PELAYANAN PUBLIK DI PT ANGKUTAN SUNGAI DANAU DAN PENYEBERANGAN (ASDP) INDONESIA FERRY (PERSERO) PELABUHAN CABANG SAPE KABUPATEN BIMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan publik di PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Pelabuhan Cabang Sape, Kabupaten Bima. Penelitian ini mengidentifikasi kualitas pelayanan yang disediakan oleh PT ASDP, kendala yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pelayanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Melalui wawancara dan analisis data, ditemukan bahwa meskipun ASDP telah berupaya meningkatkan fasilitas dan sistem pelayanan, masih terdapat kendala seperti keterbatasan tenaga kerja, kurangnya penerangan di beberapa area, serta perlunya peningkatan koordinasi dalam pengaturan lalu lintas kendaraan dan penumpang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi ASDP dalam meningkatkan kualitas layanan demi kenyamanan dan keamanan pengguna jasa