Medika Alkhairaat - Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Not a member yet
95 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO GIZI KURANG PADA ANAK BALITA
Gizi kurang merupakan salah satu penyebab utama kematian bagi anak-anak secara global, di Indonesia saat ini telah terjadi di Sebagian besar kabupaten dan kota. Asupan gizi yang kurang dapat berakibat pada daya tahan tubuh yang buruk sehingga rentan terhadap penyakit dan infeksi. Kabupaten Bima menjadi salah satu kabupaten dari 5 kabupaten di Provinsi NTB dengan angka prevalensi tertinggi kejadian gizi kurang pada anak balita hingga 3 tahun terakhir. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Bajo Kabupaten Bima. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan rancangan case control study, Populasi adalah semua anak balita di wilayah kerja Puskesmas Bajo sebanyak 83 orang. Sampel penelitian sebanyak 74 orang yang dibedakan atas kasus dan kontrol dengan perbandingan 1 : 1 pada kepercayaan 95 persen sehingga didapatkan masing-masing 37 anak balita, Analisis data mengacu pada prinsip uji Chi-Square. Faktor asupan energi, protein dan pola asuh berisiko tinggi dengan hubungan yang signifikan dengan kejadian gizi kurang dengan nilai OR > 1 dan nilai P ≥ nilai α (0.05). Disimpulkan bawa, faktor asupan energi, asupan protein dan pola asuh yang kurang baik pada anak balita secara langsung dapat menimbulkan atau menyebabkan serta memicu kejadian gizi kurang pada anak balita
KORELASI PEMANFAATAN APLIKASI WHATSAPP SEBAGAI MEDIA KIE TENTANG KB TERHADAP MINAT KB PADA PUS DI BULUKUMBA
Survei pendahuluan Puskesmas Caile tahun 2020, terdapat 10.000 Pasangaan Usia Subur (PUS) di wilayah kerja Puskesmas Caile, 6.368 (63,7%) akseptor KB. Berdasarkan jumlah penerima aktif, data terendah dari 9 desa yaitu Desa Kalumeme dengan persentase (46,1%), sedangkan tertinggi adalah Desa Terang-Terang (90,1%). Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui frekuensi pemanfaatan aplikasi WhatsApp sebagai media KIE tentang KB, minat KB dan korelasi pemanfaatan aplikasi WhatsApp sebagai media KIE tentang KB terhadap minat KB. Jenis penelitian kuantitatif dengan purposive sampling dan pengumpulan data menggunakan koesioner (google form). Berdasarkan penelitian, dari 38 responden, 30 (78,94%) responden memanfaatkan aplikasi WhatsApp, sedangkan 8 (21%) responden tidak memanfaatkan aplikasi WhatsApp. 11 (28,94%) responden berminat, sedangkan 27 (71%) responden tidak berminat setelah mendapatkan KIE melalui WhatsApp. Setelah dilakukan uji korelasi antara pemanfaatan aplikasi WhatsApp dengan minat KB dilihat dari nilai (r=0,579), Angka tersebut menggambarkan bahwa 57,9% korelasi cukup, Sedangkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pemanfaatan aplikasi WhatsApp sebagai media KIE terhadap minat KB dengan nilai (p=0,001). Dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin meningkat peminat KB pada PUS, jika semakin banyak PUS yang memanfaatkan aplikasi WhatsApp sebagai media KIE tentang KB
The EFFECT OF GIVING SPINACH LEAF PUDDING (AMARANTHUS HYBRIDUS) PREVENTING CALCIUM DEFICIENCY AND IRON DEFICIENCY ANEMIA
Background: Growing rapidly during adolescence increases a person's need for nutrients. Anemia is more common among adolescent girls. The dietary needs during adolescence are also very high due to the peak bone mass (PBM) that lasts throughout this period. This study aimed to determine whether adolescent girls who consumed spinach (Amaranthus Hybridus) would have increased levels of hemoglobin and blood calcium. Methods: Pre- and post-testing was used in one group of quantitative research employing a time series experiment in a quasi-experimental design to assess the intervention's effects. January 2022 study was conducted. 30 young ladies from Surabaya took part in the study. A method of deliberate sampling was used to collect samples. Data collection was done from primary sources and examined using the statistical paired sample t-test. Result: After consuming spinach pudding, blood calcium and hemoglobin levels increased. Shapiro-Wilk Test was normal and significantly different (p<0.05) hemoglobin and calcium levels before and after consuming spinach pudding from paired sample test results.
Conclusion: Before and after receiving spinach pudding, there is a considerable difference in the blood hemoglobin and calcium levels
KAJIAN PEGETAHUAN IBU TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DI POSKESDES PANTAMA KAJANG BULUKUMBA
Imunisai adalah salah satu cara untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak terhadap berbagai penyakit, sehingga dengan imunisasi diharapkan bayi dan anak tetap tumbuh dalam keadaan sehat. Peranan imunisasi sangat penting bagi perkembangan bayi dan balita, untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi dan balita, mencegah bayi terjangkit dari penyakit yang berbahaya, meningkatkan presentase hidup, dan menyelamatkan generasi selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian pegetahuan ibu terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap di Poskesdes Pantama Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Populasi penelitian ini adalah 27 ibu yang memiliki bayi dengan usia 0–11 bulan yang datang ke Poskesdes Pantama Kajang Bulukumba yang dijadikan sebagai sampel penelitian ini dengan menggunakan teknik total randon sampling. Hasil penelitian menunjukkan 12 ibu (44,44%) mempunyai pengetahuan cukup dan yang terendah adalah 7 ibu (25,93%) yang berpengetahuan baik terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi di Poskesdes Pantama Kajang Kabupaten Bulukumba. Berdasarkan data dari penelitian disimpulkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang cukup tentang imunisasi dasar lengkap. Hal ini disebabkan karena faktor umur, pendidikan dan pekerjaan ibu yang menunjang tingkat pengetahuannya tentang imunisasi dasar lengkap
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN, PENDIDIKAN DAN SOSIO- EKONOMI BUMIL KEK DI PUSKESMAS TALISE, PUSKESMAS SINGGANI DAN PUSKESMAS KAWATUNA 2021
Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah keadaan dimana wanita mengalami kekurangan gizi yang berlangsung lama atau menahun. KEK ditandai dengan hasil pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm. Tiga faktor utama indeks kualitas hidup yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Faktor-faktor tersebut erat kaitannya dengan status gizi masyarakat yang dapat digambarkan terutama pada status gizi anak balita dan wanita hamil. Oleh karena itu tingkat pengetahuan, Pendidikan dan sosio-ekonomi dapat mempengaruhi terjadinya kejadian KEK. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan, Pendidikan Dan SosioEkonomi Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik Di Puskesmas Talise, Puskesmas Singgani Dan Puskesmas Kawatuna Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kategorik dengan pendekatan cross sectional dengan kriteria ibu hamil Kekurangan Energi Kronik di wilayah kerja Puskesmas Talise, Puskesmas Singgani, Puskesmas Kawatuna Palu. Tingkat pengetahuan didapatkan tingkat pengetahuan cukup terbanyak sebanyak 5 subjek (50%), tingkat pengetahuan kurang sebanyak 3 subjek (30%), dan dengan hasil paling sedikit yaitu tingkat pengetahuan baik dengan 2 subjek (20%), tingkat pendidikan didapatkan subjek dengan pendidikan terakhir terbanyak adalah tingkat SMA dengan 3 subjek (30%), tingkat perguruan tinggi 2 subjek (20%), tingkat SMP 2 subjek (20%), tingkat SD 2 subjek (20%), dan tidak tamat SD 1 subjek (10%), tingkat sosio-ekonomi didapatkan subjek dengan pendapatan tinggi diatas Upah Minimum Kota 2020 sebanyak 4 subjek (40%), dan subjek dengan pendapatan rendah dibawah Upah Minimum Kota sebanyak 6 subjek (60%). Tingkat pengetahuan ibu hamil yang menderita Kekurangan Energi Kronik di Puskesmas Talise, Puskesmas Singgani, dan Puskesmas Kawatuna didapatkan cukup, tingkat pendidikan di dapatkan SMA dan tingkat sosioekonomi di dapatkan di bawah UMK
GAGAL VENTRIKEL KANAN AKUT: PENEGAKAN DIAGNOSIS DAN MANAJEMEN TATALAKSANA
Gagal ventrikel kanan akut merupakan sindrom progresif dengan kongesti sistemik akibat gangguan pengisian ventrikel kanan dan/atau penurunan output aliran ventrikel kanan. Saat gagal ventrikel kanan akut berkembang, terjadi regurgitasi trikuspid yang semakin menurunkan curah jantung. Etiologi gagal ventrikel kanan yang paling umum di unit perawatan intensif adalah kegagalan ventrikel kiri, iskemia ventrikel kanan, emboli paru akut, hipertensi pulmonal, sepsis, cedera paru akut, dan tamponade jantung. Diagnosis gagal ventrikel kanan akut yang efektif secara optimal dilakukan dengan kombinasi teknik termasuk ekokardiografi, pencitraan dan kateterisasi yang juga dapat digunakan untuk memantau respons pengobatan. Penatalaksanaan gagal ventrikel kanan akut berfokus untuk menstabilkan hemodinamik, mengoptimalkan kondisi pembebanan, dan mengobati potensi penyebab reversibel. Penanganan aritmia yang cepat juga penting untuk menghindari lingkaran setan hipotensi, iskemia, dan aritmia lebih lanjut. Artikel ini meninjau mengenai etiologi, patofisiologi, penegakan diagnosis dan manajemen tatalaksana pada kasus gagal ventrikel kanan akut
GAMBARAN NYERI KEPALA PRIMER DAN INSOMNIA PADA SISWA-SISWI SMA AL-AZHAR MANDIRI PALU
Nyeri kepala dan gangguan tidur masih menjadi masalah yang sering dikeluhkan pada populasi remaja. tidak hanya remaja, dua keluhan ini juga banyak di jumpai pada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan penjelasan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang gambaran nyeri kepala primer dan insomnia pada remaja khususnya pada siswa-siswi SMA Al-Azhar Mandiri Palu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran nyeri kepala primer (migren / tension-type headache) dan insomnia pada siswa-siswi SMA Al-Azhar Mandiri Palu. Penelitian ini adalah Deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Probling sampling yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel 145 responden. Dapat disimpulkan Berdasarkan jenis kelamin yang mengalami nyeri kepala primer, yang terbanyak yaitu perempuan sebanyak 95 sampel, Berdasarkan umur yang mengalami nyeri kepala primer, yang terbanyak yaitu pada usia 16 Tahun sebanyak 33 sampel, Berdasarkan jenis kelamin yang mengalami insomnia, yang terbanyak yaitu perempuan sebanyak 72 sampel, dan untuk berdasarkan umur yang mengalami insomnia, yang terbanyak yaitu pada umur 16 tahun sebnyak 47 sampel. Berdasarkan sampel yang mengalami kedua gejala (nyeri kepala primer dan insomnia), yang mengalami kedua gejala sebanyak 103 sampel dan yang mengalami nyeri kepala primer dan tidak mengalami insomnia sebanyak 42 sampel
TEMUAN KOLELITIASIS PADA PENDERITA SIROSIS HEPATIS DI RSU ANUTAPURA PALU
Sirosis hati merupakan keadaan patologis yang menggambarkan stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung progresif. Batu empedu adalah temuan klinis yang umum pada populasi umum. Prevalensi batu empedu pada sirosis adalah dilaporkan sekitar 23% dengan kejadian tahunan 3,4%, sedangkan pada populasi umum ditemukan 10-30%. Batu empedu terjadi pada sepertiga pasien yang mengalami sirosis hati. Batu pigmen adalah jenis batu yang paling umum pada pasien ini, sedangkan batu kolesterol hanya mewakili sekitar 15% dari semua batu pada pasien sirosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui temuan kolelitiasis pada penderita sirosis hepatis di RSU Anutapura Palu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional, dengan menggunakan rekam medik pasien sebagai data penelitian. Pengambilan sampel dengan menggunakan Non- Probabilty Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu pada bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2021. Penderita sirosis yang terdiagnosis kolelitisias yang memenuhi kriteria penelitian di RSU Anutapura Palu sebanyak 33 orang. Kolelitiasis ditemukan pada 22 dari 33 orang (66,7%). Penderita sirosis hepatis yang disertai kolelitiasis kebanyakan ditemukan pada perempuan (59,1%). Penderita Sirosis Hepatis di RSU Anutapura Palu Sebagian besar disertai kolelitiasis. Adanya kolelitiaisis kemungkinan berkaitan dengan kadar bilirubin serum yang tinggi
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI SMAN 6 PALU
HIV merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi Human immunodeficiecy Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, menyebabkan penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh sehingga mudah untuk terinfeksi berbagai macam penyakit. Secara global menjadi penyebab kematian nomor dua pada remaja muda usia 10-19 tahun yang rentan terhadap ancaman risiko kesehatan seperti HIV/AIDS akibat perilaku yang mengarah pada hal-hal yang negatif (perilaku seksual bebas, pengguanaan obat terlarang melalui jarum suntik). Adanya penyuluhan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif untuk menghindari perilaku yang dapat meningkatkan angka kejadian HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS di SMAN 6 Palu. Desain penelitian ini adalah analitik eksperimental menggunakan rancangan ( pre experimental pretest–postest one groups) dengan teknik simple random sampling terhadap 95 siswa SMAN 6 Palu. Pengukuran tingkat pengetahuan dan sikap menggunakan instrumen kuesioner. Analisa data menggunakan SPSS 26 dengan uji Wilcoxon dan uji McNemar. Hasil penelitian saat pretest pada tingkat pengetahuan mengenai HIV/AIDS kategori baik terdapat 10 responden (10,5%), kategori cukup 46 responden (48,4%), kategori kurang 39 responden (41,1%) dan setelah dilakukan penyuluhan, pada postest terjadi peningkatan pengetahuan pada kategori baik sebanyak 78 responden (82,1%), kategori cukup 12 responden (12,6%), dan kategori kurang terdapat 5 responden (5,3%). Hasil pretest pada sikap mengenai HIV/AIDS, sikap positif sebanyak 24 responden (25,2%), sikap negatif sebanyak 71 responden (74,7%), setelah dilakukan penyuluhan, pada postest terjadi peubahan sikap positif sebanyak 67 responden (70,5%), sikap negatif sebanyak 28 responden (29,5%). Analisa uji Wilcoxon pada tingkat pengetahuan mengenai HIV/AIDS didapatkan signifikan p= (<α 0,05) dan pada perubahan sikap dengan uji McNemar didapatkan signifikan p = (<α 0,05). Penyuluhan tentang HIV/AIDS pada remaja di SMAN 6 Palu meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS terutama pada remaja yang mempunyai tingkat pengetahuan cukup atau kurang sebelum penyuluhan dan merubah sikap remaja tentang HIV/AIDS terutama dari sikap negatif menjadi positif
EVALUASI PASIEN PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMONJI PALU YANG DI RUJUK BALIK PADA TAHUN 2021
Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia persisten. Ini mungkin karena gangguan sekresi insulin, resistensi terhadap tindakan perifer insulin, atau keduanya. Program Rujuk Balik merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi beban anggaran negara di bidang kesehatan. Dengan PRB, biaya klaim penyakit di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) sebagai mitra BPJS dapat dikurangi, namun pasien tetap mendapat pengobatan atau keperawatan dalam jangka panjang yang dilaksanakan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dengan biaya pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau. Untuk mengetahui perkembangan dari penanganan rujuk balik pasien diabetes melitus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan Cross-Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu Consecutive Sampling. Untuk mengetahui kadar glukosa darah pasien DM tipe 2 sebelum dan sesudah berobat di puskesmas kamonji palu, data disajikan dengan program SPSS. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kamonji kota Palu pada bulan September sampai Desember 2021. Pasien DM tipe 2 yang memenuhi kriteria sampel sebanyak 83 orang. Pengumpulan data ini dilakukan dengan cara wawancara langsung, dan pengisian kuesioner pada pasien yang didiagnosis DM tipe 2. Hasil penelitian menunjukkan dari 83 pasien DM tipe 2 sebelum berobat didapatkan sebanyak 74 (89.2%) pasien yang kadar glukosa darahnya dalam kategori buruk dan 9 (10.8%) pasien dengan kategori kadar glukosa sedang. Sedangkan 83 pasien DM tipe 2 sesudah berobat didapatkan sebanyak 49 (59.0%) pasien yang kadar glukosa darahnya dalam kategori buruk dan 34 (41.0%) pasien dengan kategori kadar glukosa sedang