Roma Jurnal STKIP PGRI Sumenep
Not a member yet
    313 research outputs found

    Pengaruh Latihan Rope Jump Dan Jump To Stairs Dengan Metode Interval Training Terhadap Power Tungkai Bola Voli Di Klub Mutiara Muda Jeketro

    No full text
    Abstrak: Novan Rio Kristiawan. “Pengaruh Latihan Rope Jump  Dan Jump To Stairs Dengan Metode Interval Training Terhadap Power Tungkai Bola Voli Di Klub Mutiara Muda Jeketro”. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Keolahragaan Universitas PGRI Semarang 2020. Latar belakang penelitian ini adalah pada saat observasi di klub mutiara muda jeketro banyak pemain yang kesulitan dalam melakukan smash karna tidak memiliki vertical jump yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model latihan rope jump  danjump to stairs dengan metode interval training agar dapat dijadikan alternatif dalam latihan untuk meningkatkan vertical jump. Desain penelitian ini adalah experiment dengan desain penelitian yang digunakan adalah “two groups pretest-posttest design”. Hasil dari data penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh latihan Rope Jump terhadap vertical jump atlet bola voli putra Mutiara Muda Jeketro usia 14-17 tahun dengan t hitung (-3,073) > t tabel (2,26216), dan nilai signifikansi p (0,013) < dari 0,05, dengan kenaikan presentase sebesar 5,16% atau 1,65 cm. 2.Ada pengaruh latihan Jump to Stairs terhadap vertical jump atlet bola voli putra Mutiara Muda Jeketro usia 14-17 tahun dengan t hitung (-3,674) > t tabel (2,26216), dan nilai p (0,005) < dari 0,05, hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar dari pada t tabel. Dengan peningkatan sebesar 1,98% atau 1,2 cm. Berdasarkan hasil analisis data, pengujian hasil penelitian, dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan, yaitu: Latihan Rope Jump lebih baik untuk meningkatkan verticaljump atlet bola voli Mutiara Muda Jeketro usia 14-17 tahun, dengan thitung(-3,073) > ttabel (2,26216), dan nilai p (0,013) < dari (0,05). Dengan selisih perbedaan5,16% atau 1,65 cm lebih baik rope jump dibandingkan dengan jump to stairs. Kata kunci:Rope jump, jump to stairs, kemampuan Vertical Jump, Interval Training

    Analisis Pertandingan Final Bulu Tangkis Tunggal Putri Pada Kejuaraan Yonex Thailand Open 2021

    Get PDF
    Prestasi di sektor tunggal putri Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, hal tersebut dikuatkan dengan  ditunjukkan ranking dunia BWF bahwa peringkat  terbaik putri Indonesia berada pada urutan nomor 33 atas nama Fitriani dan Ruselli Hartawan yang berada pada peringkat nomor 35. Hal ini menjadi sebuah permasalahan hal yang serius untuk dibenahi pada sektor tunggal putri yang tidak berada pada peringkat 10 di BWF. Tata cara riset ialah prosedur ataupun metode ilmiah buat memperoleh informasi dengan tujuan tertentu. Lewat riset deskriptif ini periset hendak menguraikan yang sesungguhnya terjalin menimpa kondisi saat ini ini yang lagi diteliti. Pada hasil penelitian ini bahwa seorang peringkat 1 dunia tunggal putri tidak menjamin bahwa dirinya akan selalu juara, di mana pada pertandingan final Toyota Thailand Open 2021 mempertemukan Final dari peringkat 1 dunia Tai Tzu Ying (China Taipe) dan peringkat 4 dunia Carolina Marin (Spanyol) data peringkat tersebut berdasarkan data di BWF. Dimana pada pertandingan tersebut dimenangkan oleh Carolina Marin dengan skor 21-19 dan 21-17 secara dua game langsung. Secara garis besar pada gambar di atas menunjukkan statistic Teknik permainan yang tidak jauh berbeda oleh kedua pemain, akan tetapi Carolina marin lebih unggul pada hal Efektivitas pertahanan dan serangan serta pada hal umum yang menggambarkan pada kondisi psikologi bertandin

    Peningkatan Keterampilan Membaca Intensif untuk Penemuan Fakta dengan Penggunaan Teknik OPQRST pada siswa kelas VII-B SMPN 5 Sumenep Tahun Pelajaran 2016/2017

    Get PDF
    Improved Intensive Reading Skills for Fact Discovery with The Use of OPQRST Techniques in Grade VII-B Students of SMPN 5 Sumenep Year 2016/2017." The purpose of this research is to research the intensive reading skills of grade VII-B students of SMPN 5 Sumenep and research the improvement of intensive reading skills after using OPQRST techniques in grade V III students of SMPN 5 Sumenep. The method used by the research is class action research consisting of cycle I and cycle II. Each cycle consists of a stage of planning, execution of actions, observations, and reflections. The techniques used in this study are OPQRST techniques (overview, preview, question, research, summarize, and test). This research was conducted in February to The Month of M aret 2017 at SMPN 5 Sumenep. The data collection techniques used are interviews, observations, documentation, questionnaires, and tests. The results of this study are pretest value data, namely 54.23, cycle I with a value of 63.65, and cycle II with a value of 80.96. The student\u27s response to this learning was very positive, seen from the improvements that occurred in the pretest, cycle I, and cycle II. The results prove that there is an increase in intensive reading skills for fact-finding with the use of OPQRST techniques in grade VII-B students of SMPN 5 Sumenep in the 2016/2017 school year.Peningkatan Keterampilan Membaca Intensif untuk Penemuan Fakta dengan Penggunaan Teknik OPQRST pada siswa kelas VII-B SMPN 5 Sumenep Tahun Pelajaran 2016/2017.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mendepenelitiankan kemampuan membaca intensif siswa kelas VII-B SMPN 5 Sumenep dan mendepenelitiankan peningkatan keterampilan membaca intensif setelah menggunakan teknik OPQRST pada siswa kelas V III SMPN 5 Sumenep. Metode yang digunakan penelitian yakni penelitian tindakan kelas yang terdiri dari siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik OPQRST (overview, preview, question, research, summarize, dan test). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan M aret 2017 di SMPN 5 Sumenep. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, angket, dan tes. Hasil penelitian ini berupa data nilai pretest, yaitu 54,23, siklus I dengan nilai 63,65, dan siklus II dengan nilai 80,96. Respon siswa terhadap pembelajaran ini sangat positif, terlihat dari peningkatan yang terjadi pada pretest, siklus I, dan siklus II. Hasil tersebut membuktikan bahwa terdapat peningkatan keterampilan membaca intensif untuk penemuan fakta dengan penggunaan teknik OPQRST pada siswa kelas VII-B SMPN 5 Sumenep tahun pelajaran 2016/2017. Peningkatan Keterampilan Membaca Intensif untuk Penemuan Fakta dengan Penggunaan Teknik OPQRST pada siswa kelas VII-B SMPN 5 Sumenep Tahun Pelajaran 2016/2017.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mendepenelitiankan kemampuan membaca intensif siswa kelas VII-B SMPN 5 Sumenep dan mendepenelitiankan peningkatan keterampilan membaca intensif setelah menggunakan teknik OPQRST pada siswa kelas V III SMPN 5 Sumenep. Metode yang digunakan penelitian yakni penelitian tindakan kelas yang terdiri dari siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik OPQRST (overview, preview, question, research, summarize, dan test). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan M aret 2017 di SMPN 5 Sumenep. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, angket, dan tes. Hasil penelitian ini berupa data nilai pretest, yaitu 54,23, siklus I dengan nilai 63,65, dan siklus II dengan nilai 80,96. Respon siswa terhadap pembelajaran ini sangat positif, terlihat dari peningkatan yang terjadi pada pretest, siklus I, dan siklus II. Hasil tersebut membuktikan bahwa terdapat peningkatan keterampilan membaca intensif untuk penemuan fakta dengan penggunaan teknik OPQRST pada siswa kelas VII-B SMPN 5 Sumenep tahun pelajaran 2016/2017

    BENTUK-BENTUK SINONIMI DAN ANTONIMI DALAM WACANA AUTOBIOGRAFI NARAPIDANA: KAJIAN ASPEK LEKSIKAL

    Get PDF
    This study aims to (1) identify synonymy and (2) antonym in prisoners\u27 autobiographies. This research method uses descriptive qualitative. The data of this study are words, phrases, clauses and sentences that show synonymical and antonymy lexical cohesion tools. The data source was in the form of inmates\u27 autobiographical texts in the Prison Class IA Surakarta. Data collection techniques with documentation, refer and note techniques. Data analysis techniques with the matching and agitating methods. The basic technique used in the padan method is the referential sorting technique. The basic technique used in the distribution method is the technique for direct elements (BUL) and advanced techniques in the form of dressing techniques. The results showed first, the use of synonyms in the form of words with more words than other types of synonyms. The use of word synonyms with words is 48%, followed by free morphemes with 16% bound morphemes, words with 12% phrases, words with 8% clauses, phrases with 8% phrases, and clauses with 8% clauses. Second, antonymy consists of absolute opposition 36%, polar opposition 33%, relationship 17%, hierarchy 7%, and compound 7%. Thus, absolute opposition is the most dominant type of antonym in prisoners\u27 autobiographies.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi bentuk sinonimi; (2) antonimi dalam autobiografi narapidana. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif; (3) implementasi hasil penelitian sebagai materi ajar di SMA. Data penelitian ini adalah kata, frasa, klausa dan kalimat yang menunjukkan piranti kohesi leksikal sinonimi dan antonimi. Sumber data berupa teks autobiografi narapidana di Rutan Kelas IA Surakarta. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, teknik simak dan catat. Teknik analisis data dengan metode padan dan agih. Teknik dasar yang digunakan dalam metode padan adalah teknik pilah referensial. Teknik dasar yang digunakan dalam metode agih adalah tehnik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan berupa teknik ganti. Hasil penelitian menunjukkan pertama, penggunaan sinonim bentuk kata dengan kata lebih doniman dibandingkan jenis sinonim lainnya. Penggunaan sinonim kata dengan kata yaitu sebesar 48%, selanjutnya diikuti morfem bebas dengan morfem terikat sebanyak 16%, kata dengan frasa 12%, kata dengan klausa 8%, frasa dengan frasa 8%, dan klausa dengan klausa 8%. Kedua, penggunaan antonimi terdiri atas oposisi mutlak 36%, oposisi kutub 33%, hubungan 17%, hierarki 7%, dan majemuk 7%. Dengan demikian, oposisi mutlak adalah jenis antonimi yang paling dominan dalam autobiografi narapidana

    PENGUATAN PEDULI LINGKUNGAN MELALUI MEDIA CERITA RAKYAT DI KECAMATAN NGAWI SEBAGAI PEMBELAJARAN TEKS FIKSI

    Get PDF
    Text learning provided by students at the Junior High School level (JHS) is in the form of fiction and non-fiction texts. This study focuses on fictional texts about folklore based on local wisdom for class VIII. The taking of local wisdom folklore is motivated by the element of caring for nature as a strengthening of character values ??to realize the goals of character education found in the National Education System. Thus, educators try to provide folklore media as a means of learning literary texts, especially fiction texts. Thus, this study aims to explain and describe (1) character building through folklore media; (2) Folklore media make use of local wisdom stories in Ngawi sub-district, Ngawi district, and (3) the application of environmental values ??in folklore in Ngawi sub-district, Ngawi district. The method used in this research is descriptive qualitative. The results showed that (1) folklore media can provide educational facilities as well as teaching character education in the form of environmental care values; (2) Folklore in Ngawi sub-district as a medium to motivate students to explain concern for the surrounding environment, and (3) an alternative learning media facility for creative and innovative fictional text materialPembelajaran teks yang diberikan oleh peserta didik pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) berwujud teks fiksi dan nonfiksi. Penelitian ini berfokus terhadap teks fiksi tentang cerita rakyat berbasis kearifan lokal untuk kelas VIII. Pengambilan cerita rakyat kearifan lokal dilatarbelakangi adanya unsur kepedulian alam sebagai penguatan nilai karakter untuk mewujudkan tujuan pendidikan karakter yang tedapat pada Sistem Pendidikan Nasional. Dengan demikian, para pendidik berusaha menyediakan media cerita rakyat sebagai sarana untuk pembelajaran teks sastra khususnya pada teks fiksi. Maka, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan (1) Pembentukan karakter melalui media cerita rakyat; (2) Media cerita rakyat memanfaatkan cerita kearifan lokal di kecamatan Ngawi, kabupaten Ngawi, dan (3) Penerapan nilai peduli lingkungan dalam cerita rakyat di kecamatan Ngawi, kabupaten Ngawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Media cerita rakyat dapat memberikan sarana edukasi sekaligus pengajaran pendidikan karakter berwujud nilai peduli lingkungan; (2) Cerita rakyat di kecamatan Ngawi sebagai media untuk memberikan motivasi kepada peserta didik menjelaskan tentang kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dan (3) Sarana media pembelajaran alternatif untuk materi teks fiksi yang kreatif dan inovatif

    Pengaruh Minat Belajar dan Emotional Quotient Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMA

    Get PDF
    Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu kecerdasan emosional dan minat belajar. Tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui ada atau tidak ada pengaruh emotional quotient terhadap hasil belajar matematika siswa (2) untuk mengetahui ada atau tidak ada pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa (3) untuk mengetahui ada atau tidak ada pengaruh emotional quotient dan minat belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI SMKN 1 Sumenep. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah emotional quotient dan minat belajar, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar matematika. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI OTKP 4 sebanyak 31 siswa. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dokumentasi. Hipotesis diuji menggunakan analisis regresi linier berganda. Penelitian ini menghasilkan 3 (tiga) kesimpulan berdasarkan tujuan penelitian. Kesimpulan pertama yaitu tidak ada pengaruh emotional quotient terhadap hasil belajar matematika siswa dengan perhitungan thitung = -0,268 < ttabel = = 2,045. Kesimpulan kedua yaitu tidak ada pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar matematika siswa berdasarkan perhitungan thitung = -0,308 < ttabel = 2,045. Dan kesimpulan ketiga yaitu tidak ada pengaruh emotional quotient dan minat belajar terhadap hasil belajar matematika siswa dengan perhitungan Fhitung = 0,061  < Ftabel = 3,340

    KONSELOR IDEAL DALAM BUDAYA NGERENG DHABU DI MADURA

    Get PDF
    The socio-cultural life of the Madurese community is full of the inheritance of the local wisdom of the people, at least we can see in the culture of Ngereng Dhabu. The value of Ngereng Dhabu in another approach can be said to be a form of devotion to figures such as a Kiai or people who are socially more respected in their environment. Hierarchically, it is like a Madurese philosophy of Bhuppa\u27-Bhabhu\u27-Ghuru-Rato, and the value of keihklashan in the cultural concept of Ngereng Dhabu is a construction of the collective life of the Madurese community whose historicity lasts relatively long. The Madurese hierarchically obey these figures, and the culture of Ngereng Dhaba is a form of ethical behavior in a community called local wisdom, as they reconstruct the conception of devotion and obedience in their social life. does not reflect the values ??of devotion and sincerity implied in the concept of Ngereng Dhabu Culture. Ideally, the character of a counselor must have a high sense of dedication and great sincerity in carrying out the service process, in order to help others in overcoming problems faced by the counselee.  Kehidupan sosial-budaya masyarakat Madura yang penuh dengan Warisan kearifan lokal masyarakatnya, setidak kita bisa melihat dalam budaya Ngereng Dhabu.NilaiNgereng Dhabu dalam pendekatan lain bisa dibilang sebuah bentuk Pengabdian terhadap figur-figur seperti seorang Kiai atau orang yang secara strata sosial lebih dihormati dilingkunganya yang secara hierarkhis, yakni seperti sebuah falsafah madura Bhuppa’-Bhabhu’-Ghuru-Rato, dan nilai keihklashan dalam Konsep budaya Ngereng Dhabu merupakan konstruksi kehidupan kolektif masyarakat Madura yang historisitasnya berlangsung relatif panjang. Orang Madura Secara hierarkhis mematuhi figur-figur tersebut, dan budaya Ngereng Dhabusebagai bentuk perilaku etik suatu masyakat yang disebut kearifan lokal, sebagaimana mereka merekonstruksi konsepsi pengabdian dan kepatuhan tersebut dalam kehidupan sosialnya.Hasil analisis atas fakta-fakta yang ada terungkap bahwaada konselor yang menunjukkan perilaku belum mencerminkan nilai-nilai pengabdian dan ketulusan yang tersirat dalam konsep Budaya Ngereng Dhabu. Idealnya karakter seorang konselor harus memiliki rasa pengabdian yang tinggi dan ketulusan yang besar dalam melaksanakan proses layanan, agar dapat  membantu sesama dalam mengatasi persoalan yang dihadapi konseli.   Kata Kunci: Konselor Ideal, Budaya Ngereng Dhab

    PENGUATAN NILAI PANCASILA MELALUI KEGIATAN MASA PENGABDIAN SANTRI (MPS) PUTRI DI MA NASY’ATUL MUTA’ALLIMIN GAPURA SUMENEP

    Get PDF
      The research was conducted the determine the strengthening of the value of Pancasila throught the activities of the devotion of female students and to find out how the implementation of the value of Pancasila through the activities of the service of students in the MA Nasy’atul Muta’allimin. The population in this study was 67 students and a sample of 20 students was taken. Data collection techniques carried out by observation, interview and documentation. By coming and directly researching the activities of the 22-day period of student devotion. By understanding the situation and the changes that accurred after the activities of the santri devotion period were carried out. The results showed that there was a strengthening of the value of Pancasila which was carried out in the activities of the devotion of the students. The strengthening of the first precepts is strengthened through the activities of istighasah, study akhlaqul libanat, rihlah and madrasah aswaja. The strengthening of the second principle is strengthened through the activities of the study akhlaqul libanat and madrasah aswaja. The strengthened of the third precepts was strengthened through handicraft activities, culinary practices, rihlah and madrasah aswaja. The strengthening of the fourth principle is carried out through handicraft activities, and culinary practices. The strengthening of the fifth precepts is strengthened through the activities of zero plastic movements, handicrafts and culinary practices.    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penguatan nilai Pancasila melalui kegiatan Masa Pengabdian Santri (MPS) putri dan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan nilai Pancasila melalui kegiatan Masa Pengabdian Santri (MPS) putri di MA Nasy’atul Muta’allimin Gapura Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep. Banyaknya populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 63 orang dan diambil sampel 20 orang siswa. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan datang dan langsung meneliti kegiatan Masa Pengabdian Santri (MPS) selama 22 hari. Dengan memahami keadaan dan perubahan-perubahan yang terjadi setelah kegiatan Masa Pengabdian Santri ini dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penguatan nilai pancasila yang dilakukan dalam kegiatan masa pengabdian santri. Penguatan sila pertama dikuatkan melalui kegiatan istghasah, pengajian akhlaqul libanat, rihlah dan madrasah aswaja. Penguatan sila kedua dikuatkan melalui kegiatan akhlaqul libanat, dan madrasah aswaja. Penguatan sila ketiga dikuatkan melalui kegiatan kerajinan tangan, praktek tata boga, rihlah dan madrasah aswaja. Penguatan sila keempat dikuatkan melalui kegiatan kerajinan tangan, dan praktek tata boga. Penguatan sila kelima dikuatkan melalui kegiatan gerakan nol plastik, kerajinan tangan dan praktek tata bog

    PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT PETANI DESA PAKONDANG KECAMATAN RUBARU KABUPATEN SUMENEP

    Get PDF
    The purpose of this study is to determine the role of the Village Government in Empowering Farming Community and to find out how the factors that encourage and hinder the village government in empowering the community in Pakondang Village, Rubaru District, Sumenep Regency. This study uses a qualitative approach that emphasizes the human element as a research instrument. Based on the results of the research that has been done, the authors can draw the conclusion that the role of the village government in empowering farming communities can be seen from several indicators, namely: The role of the village government in fostering. The development of the life of the village community is carried out by the village head using the concept of awareness and willingness of the community itself. The role of the village government in providing services and development to the community such as in the activities of the agricultural sector, the very large contribution in agriculture is farming activities. Based on the results of interviews in the field, it shows that the government plays a very important role in providing empowerment to the community, especially in the field of agriculture, as well as the village government has provided training for the farming community on the manufacture of manure from cow dung who brought in trainers from the agricultural service with the driving factor of power as a village head who is responsible for the welfare of his village and the community is very responsive to the farmers community\u27s creativity training on making their own fertilizer and the inhibiting factor is that many people still lack knowledge.Tujuan penelitian ini adalah dalam rangka mengetahui peranan Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat Pertani serta mengetahui bagaimana faktor-faktor yang mendorong dan menghambat pemerintah desa dalam memberdayakan  masyarakat di Desa Pakondang Kecamatan Rubaru  Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan   kualitatif   yang menekankan   unsur   manusia sebagai instrumen penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan,maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa peranan pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat pertani dapat dilihat dari beberapa indikator, yakni: Peranan pemerintah desa dalam pembinaan. Pembinaan kehidupan masyarakat desa dilakukan oleh kepala desa dengan menggunakan konsep kesadaran dan kemauan dari masyarakat sendiri. Peranan pemerintah desa dalam memberikan pelayanan dan pengembangan kepada masyarakat seperti dalam kegiatan disektor pertanian maka kontribusi yang sangat besar dalam bidang pertanian adalah aktivitas usaha tani. Berdasarkan hasil wawancara dilapangan menunjukkan bahwa pemerintah sangat berperan dalam memberikan pemberdayaan kepada masyarakat khususnya dibidang pertanian, seperti halnya pemerintah desa sudah memberikan pelatihan bagi masyrakat petani tentang pembuatan pupuk kandan dari kotoran sapi yang mendatangkan pelatih dari dinas pertanian dengan faktor pendorong adanya kekuasaan sebagi kepala desa yang betanggung jawab atas kesejahteraan desanya dan masyarakat sangat merespon diadakan pelatihan kretifitas masyarakat petani tentang membuat pupuk sendiri dan faktor penghambatnya yaitu masyarkat masih banyak yang kurang pengetahuanny

    PENGARUH DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP RASA PERCAYA DIRI SISWA KELAS VIII MTs DARUL ULUM BUMBUNGAN BLUTO

    Get PDF
    Teman sebaya memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan pribadinya. Pada dasarnya teman sebaya merupakan anak-anak yang tingkat kematangannya atau usianya kurang lebih sama antara satu dengan yang lainnya. Penilitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh dukungan teman sebaya terhadap rasa percaya diri siswa di MTs Darul Ulum Bumbungan Bluto.  Populasi dalam penelitian ini berjumlah 17 siswa terdiri dari kelas VIII dan yang menjadi subjek penelitian berjumlah 17 siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya berpengaruh secara signifikan terhadap rasa percaya diri siswa diperoleh nilai r = 0,721 besarnya signifikasi = 0,000 dengan ketentuan harus lebih kecil dari 0,05 hal ini menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Besar pengaruh yang dihasilkan adalah sebesar 72,1% dan sisanya 27,9%dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini

    267

    full texts

    313

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Roma Jurnal STKIP PGRI Sumenep
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇