Roma Jurnal STKIP PGRI Sumenep
Not a member yet
    313 research outputs found

    SURVEY MINAT MASYARAKAT UNTUK OLAHRAGA REKREASI BERSEPEDA PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI DEMAK

    Get PDF
    Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang ada di Indonesia yang terdampak oleh virus covid 19. Oleh sebab itu pemerintah Jawa Tengah juga melakukan instruksi yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk mencegah persebaran dari virus covid 19. Pemerintah memberlakukan social distancing dan juga Work From Home. Namun yang terjadi masyarakat diwilayah Jawa Tengah justru mencari aktifitas diluar rumah dengan bersepeda. Hal tersebut juga dialami oleh masyarakat dilingkungan kabupaten Demak. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah bagaimana minat masyarakat untuk olahraga rekreasi bersepeda pada masa pandemi covid 19 di Demak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode survey yang dilakukan secara online dengan menyebar angket melalui google form.Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna sepeda diwilayah Demak dengan jumlah sampel 100 orang. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator yang paling dominan adalah indikator perhatian dengan perolehan skor persentase 78% masuk pada kategori tinggi. Untuk hasil keseluruhan dalam penelitian ini adalah 75 % masuk pada kategori tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk olahraga rekreasi pada masa pandemi covid 19 masuk dalam kategori tinggi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah minat masyarakat untuk olahraga rekreasi bersepeda pada masa pandemi covid 19 masuk dalam kategori tinggi dengan pensentase 75% dengan perolehan skor rata-rata 282. Masyarakat dengan kriteria sangat tinggi sebanyak 24 orang, kriteria tinggi sebanyak 73 orang, dan kriteria cukup sebanyak 3 orang. Masyarakat berpendapat bahwa bersepeda merupakan olahraga yang cocok yang dilakukan pada masa pandemi, pada masa pandemi kesehatan merupakan hal yang harus paling kita jaga karena tubuh rentan terkena virus. Dengan bersepeda kita masih bisa menjaga protokol kesehatan yang telah diterapkan dimasa pandemi ini.                                                                                             &nbsp

    Pengaruh Latihan Push Up Terhadap Hasil Passing Chest Pass Pada Ekstrakurikuler Bola Basket

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan push up terhadap hasil passing chest pass pada ekstrakurikuler bola basket. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa ekstrakurikuler bola basket di SMP Negeri 3 Sekayu. Sampel penelitian ini berjumlah 60 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen  penelitian yang digunakan adalah tes passing chest pass. Perlakuan pada penelitian ini berupa latihan push up diberikan selama 6 minggu dengan frekuensi latihan selama 3 kali dalam seminggu. Uji efektivitas menggunakan metode eksperimen dengan hasil “uji t” signifikan ? = 0,05 didapat thitung = (8,68) sedangkan ttabel (1,67), maka thitung > ttabel berate Ha dapat diterima. Sedangkan Ho ditolak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan latihan push up memiliki pengaruh terhadap peningkatan kemampuan passing chest pass. Implikasi hasil penelitian yakni latihan push up dapat digunakan sebagai salah jenis latihan untuk kemampuan passing chest pass

    Hubungan Antara Kekuatan Otot Tungkai Kekuatan Otot Lengan dan Keseimbangan Tubuh Terhadap Hasil Ketepatan Lemparan Pointing Jarak 6 Meter Pada Ukm Petanque Upgris

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahu hubungan antara kekuatan otot tungkai kekuatan otot lengan dan keseimbangan tubuh pada hasil ketepatan lemparan pointing jarak 6 meter dengan teknik posisi jongkok bagi para anggota UKM petanqu UPGRIS. lemparan pointing pada olahraga petanque yaitu suatu upaya seseorang atau tim dalam menghantarkan bola untuk mendekati target. Penelitia ini digunakan untuk mengembangkan olahraga petanque di Ukm petanque UPGRIS. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan jenis penelitiana kuantitatif dengan teknik korelasional dengan metode pearson Correlation. Metode yang digunakan untuk analisis korelasi menggunakan pearson product moment. Hasil penelitian menujukan Rhitung (0,840) > Rtabel (0,6319) dan nilai Sig. (0,005) < ? (0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan hasil ketepatan lemparan pointing. Dimana besarnya nilai Korelasi yaitu 0,805 termasuk dalam kategori korelasi kuat. Diperoleh nilai Rhitung (0,755) > Rtabel (0,6319) dan nilai Sig. (0,012) <  ? (0,05) berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan hasil ketepatan lemparan pointing. Dimana besarnya nilai Korelasi yaitu 0,755 termasuk dalam kategori korelasi kuat. Diperoleh nilai Rhitung (0,755) > Rtabel (0,635) dan nilai Sig. (0,049) <  ? (0,05) berarti terdapat hubungan yang signifikan antara keseimbangan tubuh dengan hasil ketepatan lemparan pointing. Dimana besarnya nilai Korelasi yaitu 0,635 termasuk dalam kategori korelasi kuat. Maka dapat disimpulkan bahwa kekuatan otot tungkai kekuatan otot lengan dan keseimbangan tubuh mempunyai hubungan yang signifikan yang kuat terhadap hasil ketepatan lemparan pointing jarak 6 meter olahraga petanque Kata kunci: kekuatan otot tungkai, kekuatan otot lengan, keseimbangan tubuh dan ketepatan lemparan pointing jarak 6 meter

    Effective EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF

    No full text
    Problem based learning is a learning model to demannd for the students in improving creative thinking, critical thinking and high order thinking. In problem based learning, the problem must be contextual. The research is qualitative. The methode is literatur review. The data were from references, textbook, and journals. The result showed that (1) the problem based learning was designed to improve creative thinking (2) by the problem, the students could observe the adult role in contextual. Then, the students could be independently and autonomous students.  Pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu model pembelajaran yang menuntut peserta didik untuk meningkatkankan kemampuan berpikir kreatif, kritis dan tingkat tinggi. Dalam pembelajaran berbasis masalah, masalah yang diangkat harus sesuai dengan kehidupan nyata. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode studi literatur, sehingga pengumpulan data dalam penelitian ini selain dari buku referensi digunakan juga buku teks dan jurnal. Hasil dari penelitian ini (1) pembelajaran berbasis masalah dirancang untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa; (2) belajar peran-peran orang dewasa dengan menghayati peran-peran itu melalui situasi-situasi nyata atau yang disimulasikan; dan menjadi mandiri, maupun siswa otonom

    Model Pengajaran Langsung Berbantuan Media Visual Berbasis Flash

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa pada saat diterapkan model pengajaran langsung berbantuan media visual berbasis flash. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan metode penelitian ini adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 5 siswa tunarungu  kelas IV SLB Asih Mulya Pamekasan.Teknik pengumpulan data menggunakan  tes, dokumentasi, dan observasi. Data yang telah terkumpul kemudian dihitung nilai  aktivitas dan persentase ketuntasan belajar klasikal siswa. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai aktivitas siswa sebesar 3,16 (kategori baik) dan secara klasikal diperoleh ketuntasan hasil belajar sebesar 60%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa model pengajaran langsung berbantuan media visual berbasis flash dapat diterapkan dengan baik bagi siswa tunarungu di SLB Asih Mulya Pamekasa

    PELAKSANAAN BIMBINGAN KARIER DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN KARIER PESERTA DIDIK DI SMKN 1 SUMENEP

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 SUMENEP kelas XII. Ada dua masalah yang diteliti, yaitu: pertama, mengenai proses layanan informasi karier yang dilakukan guru BK terhadap peserta didik, kedua peranan layanan informasi karir terhadap peningkatan kematangan karier peserta didik kelas. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses dan peranan guru BK terhadap kematangan pilihan karier siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif, yaitu suatu penelitian lapangan dengan tujuan mendeskripsikan (menggambarkan) fenomena-fenomena yang ditemukan di lapangan berupa kata-kata tertulis dari orang-orang yang telah ditentukan sebelumnya. Jenis laporan penelitian model ini berisi kutipan-kutipan data dalam bentuk narasi. Data dan informasi yang berbentuk narasi tersebut berasal dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu: Pertama, proses layanan informasi karier yang dilakukan guru BK terhadap peserta didik dilakukan secara berkelompok, dimulai dari penyiapan materi layanan informasi, yaitu materi yang berhubungan dengan profil 10 perguruan tinggi terkemuka, keunggulan dan kelebihan 10 perguruan tinggi satu dengan yang lain, tenaga pengajar dan prospek lulusan perguruan tinggi. Informasi seputar dunia industri kreatif seperti periklanan, film kreatif, layanan komputer dan percetakan. Kedua, peranan layanan informasi karier di SMKN 1 SUMENEP dapat meningkatkan kematangan pilihan karier siswa, yang semula tidak mengetahui sama sekali informasi kemudian mendapatkan informasi dari guru BK sehingga siswa memiliki kemantapan pilihan kariernya

    Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa MTs. dalam Memecahkan Soal Cerita Ditinjau Dari Perbedaan Jenis Kelamin

    No full text
    Komunikasi matematika adalah suatu kegiatan atau aktifitas dalam berbagai informasi baik ide, situasi, maupun relasi dalam bentuk simbol, data, grafik yang dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah utuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematika siswa laki – laki dan perempuan kelas VIII MTs Nurul Huda 1 Talang Saronggi dalam memecahkan soal cerita pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Nurul Huda 1 Talang Saronggi, sebanyak dua orang siswa yang mendapatkan nilai tertinggi pada saat penelitian tes, satu siswa laki – laki dan satu siswa perempuan diambil secara acak (random). Hasil penelitian menunjukkan, subjek laki – laki kurang mampu berkomunikasi matematika, dan subjek perempuan mampu berkomunikasi matematika. Sedangkan hasil wawancara siswa laki – laki hanya mampu memenuhi satu indikator kemampuan komunikasi dan hasil wawancara siswa perempuan mampu memenuhi semua indikator

    Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMA Dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dati Tipe Kepribadian

    No full text
    P Penalaran adalah cara untuk menarik suatu kesimpulan melalui proses pengumpulan fakta-fakta terkait permasalahan, melakukan analisis, menyusun konjektur-konjektur, membuat argumen, menyusun dan memvalidasi kesimpulan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematika siswa Ekstrovert pada kelas XI SMA Tahfidz Al-Amien Prenduan dalam memecahkan masalah matematika (2) Untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematika siswa Introvert pada kelas XI SMA Tahfidz Al-Amien Prenduan dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Tahfidz Al-Amien yang terdiri dari siswa dengan tipe kerpibadian ekstrovert dan siswa dengan tipe kerpibadian introvert diambil secara acak (random). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan angket kepribadian, tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan siswa ekstrovert mampu mengumpulkan informasi (fakta-fakta) terkait permasalahan, namun belum mampu melakukan analisis, menyusun konjektur dan argumen serta menyusun dan memvalidasi suatu kesimpulan. Sedangkan siswa introvert mampu mengumpulkan informasi (fakta-fakta) terkait permasalahan, mampu melakukan analisis, namun belum mampu menyusun konjektur dan argumen serta menyusun dan memvalidasi suatu kesimpulan

    DOMINASI DAN LEGITIMASI KEKERASAN SEKSUAL PEREMPUAN DALAM TRADISI RONJHENGAN DI MADURA

    Get PDF
    In Context of Gender, Patriarchal Cultural often was indicated to husband. Discourse of Gender more excessive discussed about it which have occurred publicly including: subordination, violence, sexual harassment for women. On the other hand, one side, the cultural too have followed to role in forming discourse of gender where role of women always is valued negative. In the case here, Ronjhengan is specially women less obtainable interest of well. Ronjhengan as cultural often put women side eliminated that women is always cornered in practice it specially about women body and other side, cultural as aspect of importing in life community Madura. in the research, cultural of Ronjhengan which is being Madura, will be studied through in perspective sort story from Ahmad Muhklish Amril further continue called Mushlish. the research analyses used theory of structuration-agent Pierre Boerdieu, continue namely Boerdieu. the context explain that (Habitus: Agen x Modal)+Ranah: Practect, Subtansi doxa as value which necessary construction or being practice of social gap for women to restore position harkat-martabat women in socity     Dalam Konteks Gender, Budaya Patriarkhi sering diindikasikan kepada suami. Wacana Gender semakin berlebihan membahas tentang hal-hal yang telah terjadi secara terbuka antara lain: subordinasi, kekerasan, pelecehan seksual terhadap perempuan. Di sisi lain, di satu sisi budaya juga ikut berperan dalam membentuk wacana gender dimana peran perempuan selalu dinilai negatif. Dalam kasus di sini, Ronjhengan adalah perempuan yang kurang diminati oleh masyarakat. Ronjhengan sebagai budaya sering mengesampingkan sisi perempuan yang mengeliminasi bahwa perempuan selalu terpojok dalam prakteknya khususnya tentang tubuh perempuan dan sisi lain, budaya sebagai aspek yang penting dalam kehidupan masyarakat Madura. Dalam penelitian tersebut, budaya Ronjhengan yang sedang Madura, akan dikaji melalui dalam berbagai perspektif cerita dari Ahmad Muhklish Amril selanjutnya disebut Mushlish. Analisis penelitian menggunakan teori agen-struktur Pierre Boerdieu, lanjut yaitu Boerdieu. Konteks tersebut menjelaskan bahwa (Habitus: Agen x Modal) + Ranah: Praktik, Subtansi doxa sebagai nilai yang perlu dibangun atau dijadikan praktik kesenjangan sosial bagi perempuan untuk mengembalikan posisi harkat-martabat perempuan dalam socit

    Efektivitas Pelatihan Berpikir Positif Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Pada Siswa Tunarungu SLB Negeri Saronggi

    Get PDF
    Keterbatasan kecakapan berbahasa mengakibatkan adanya kesulitan berkomunikasi bagi siswa-siswa tunarungu ini yang kemudian berimbas pada perasaan kurang percaya diri. Selain adanya kesulitan berkomunikasi, keterbatasan berbahasa, sikap masyarakat, dan kegagalannya dalam banyak hal menyebabkan emosi anak turarungu tidak stabil. Umumnya mereka selalu ragu-ragu dan segala perilakunya senantiasa disertai perasaan cemas. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dengan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan metode one group pre test – post test. Sembilan siswa tunarungu SMPLB Negeri Saronggi berusia antara 15-18 tahun yang memiliki kepercayaan diri yang  rendah yang sebelumnya diberikan pre-test dengan skala kepercyaaan diri, para siswa ini yang kemudian menjadi subyek penelitian. Kepada mereka diberikan intervensi berupa pelatihan berpikir positif untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka. Setelah diberikan pelatihan untuk meningkatkan kepercayaan diri, maka diberikan skala kepercayaan diri sebagai sebagai instrument post-test. Setelah dilakukan intervensi yang berupa pelatihan dan telah dilakukan pre-test dan post-test maka dilakukan analisis data dengan menggunakan uji T. Uji T dilakukan untuk melihat efektif tidaknya intervensi yang diberikan pada subjek penelitian. Hasil uji T menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor kepercayaan diri sebelum dilaksanakan pelatihan dan sesudah dilaksanakan pelatihan. Hal ini ditunjukkan dari harga t = -1,904 pada p= 0,000 (p<0,01), dan hasil tersebut juga menggambarkan adanya peningkatan skor mean kemandirian setelah pelatihan yaitu sebesar  31,5556 dari skor mean sebelum pelatihan 26,4444. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa pemberian pelatihan berfikir positif pada siswa tunarungu efektif dalam meningkatkan kepercayan diri.   Kata kunci: Siswa Tunarungu, Kepercayaan Diri, Pelatihan Berfikir Positif

    267

    full texts

    313

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Roma Jurnal STKIP PGRI Sumenep
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇