Roma Jurnal STKIP PGRI Sumenep
Not a member yet
    313 research outputs found

    ANALISIS PENERAPAN PEMBELAJARAN DARING PADA MATA PELAJARAN PENJASORKES SMP SE-KECAMATAN SRUMBUNG KABUPATEN MAGELANG PADA MASA PANDEMI COVID-19: :

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran daring mata pelajaran penjasorkes SMP Se-Kecamatan Srumbung Kabupaten magelang pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan wawancara . Sampel dalam penelitian ini adalah siswa sebanyak 270 responden, orang tua siswa 270 responden, dan guru penjasorkes sebanyak 7 responden. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan probability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penerapan pembelajaran daring pada mata pelajaran penjasorkes SMP Se-Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang yaitu dari tingkat pencapaian siswa sebesar 66%, dari tingkat pencapaian orang tua sebesar 63% dan dari tingkat pencapaian guru penjasorkes sebesar 61%. Jumlah total dari tingkat pencapaian siswa, orang tua dan guru sebesar 63% Simpulan penelitian ini adalah persentase penerapan pembelajaran daring pada mata pelajaran penjasorkes SMP Sse-kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang pada masa pandemi covid-19 yaitu pencapaian siswa 66% masuk dalam kategori baik, pencapaian orang tua 63% masuk dalam kategori cukup dan pencapaian guru 61% masuk dalam kategori cukup. Jumlah pencapaian total dari siswa, orang tua dan guru sebesar 63%. Artinya penerapan pembelajaran daring penjasorkes sudah diterapkan secara cukup baik

    APLIKASI LET’S READ SEBAGAI MEDIA MEMBACA NYARING UNTUK ANAK USIA DINI

    Get PDF
    Reading aloud is necessary for early childhood. Reading aloud can help developing language, growing literacy from an early age, increasing intellectual competence, controlling emotions, and bringing parents closer to their children. As technology growing fast, there are many reading materials that can be used in reading aloud. One of the media that can be used in reading aloud is the Let\u27s Read application. Let\u27s Read is a free of charge application in the form of digital books that can be accessed online and offline. This study uses descriptive qualitative method. This study aims to explain the use of the Let\u27s Read application in reading aloud, reading materials that can be used in the Let\u27s Read application to read aloud, and the advantages and disadvantages of the Let\u27s Read application. The results of this study indicate that the Let\u27s Read application can be used on parents\u27 gadgets, such as smart phones or laptops. Reading materials that can be used in reading aloud can be adjusted into the difficulty level of reading material or children\u27s interest in pictures / illustrations. The advantages of this application are that it can be accessed for free, presented in several languages ??(multilingual), attractive appearance in terms of illustrations and the use of font face or font size (can be enlarged or reduced) as well as the content of story that is easy to comprehend. On the other hand, the disadvantage of this application is on  illustrations/ images presented in two dimensions.Membaca nyaring perlu dilakukan untuk anak usia dini. Membaca nyaring dapat membantu perkembangan bahasa anak, menanamkan literasi sejak dini, meningkatkan daya intelektual, mengatur emosi, dan mendekatkan orang tua dengan anak-anak. Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini telah banyak bahan bacaan yang dapat digunakan pada aktivitas membaca nyaring. Salah satu media yang dapat digunakan dalam aktivitas membaca nyaring adalah aplikasi Let’s Read. Let’s Read merupakan sebuah aplikasi berupa buku digital yang dapat diakses secara daring maupun luring tanpa biaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Penelitian ini bertujuan menjelaskan penggunaan aplikasi Let’s Read dalam membaca nyaring, bahan bacaan yang dapat digunakan dalam aplikasi Let’s Read untuk membaca nyaring, serta kelebihan dan kekurangan aplikasi Let’s Read. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Let’s Read dapat digunakan pada gawai milik orang tua misal ponsel pintar atau laptop. Bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan membaca nyaring dapat disesuaikan dengan tingkat kesulitan bahan bacaan atau minat anak terhadap gambar/ilustrasi. Kelebihan aplikasi ini dapat diakses secara gratis, disajikan dalam beberapa bahasa (multibahasa), tampilan menarik dari segi ilustrasi dan penggunaan jenis maupun ukuran font (dapat diperbesar maupun diperkecil) serta isi cerita yang mudah dipahami. Di sisi lain, kekurangan aplikasi ini ilustrasi/gambar yang disajikan dalam bentuk dua dimensi. &nbsp

    Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Dengan Metode Demonstrasi Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Materi Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat peraga dengan metode demonstrasi terhadap pemahaman konsep persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan one grup pretest-posttest design yang sampel yaitu kelas VII A yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dengan instrumen tes pemahaman konsep matematis dan teknik non tes dengan instrumen angket respon terhadap alat peraga dengan metode demonstrasi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa n-gain score berada pada kategori sedang yaitu 0,6206, sedangkan hasil uji hipotesis diperoleh lebih dari yang berarti bahwa ditolak dan diterima. Hasil respon siswa terhadap alat peraga dengan metode demonstrasi menyatakan respon positif sebesar 77,65%. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan alat peraga dengan metode demonstrasi terhadap pemahaman konsep matematis siswa materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel di kelas VII SMP Negeri 3 Merauke

    Proses Pertumbuhan Pemahaman Menurut Teori Pirie-Kieren pada Konsep Deret Aritmetika Siswa SMA

    Get PDF
    Teori Pirie-Kieren memandang pemahaman sebagai sebuah proses pertumbuhan yang utuh, dinamis, berlapis tetapi tidak linear dan tidak pernah berakhir. Proses pertumbuhannya melalui gerakan bolak-balik dalam 8 lapisan, yaitu Primitive Knowing (PK), Image Making (IM), Image Having (IH), Property Noticing (PN), Formalising (F), Observing (O), Structuring (S), dan Inventising (I). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pertumbuhan pemahaman menurut teori Pirie-Kieren mengenai konsep deret aritmetika siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa berkemampuan matematika tinggi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tugas pemahaman konsep dan wawancara berbasis tugas. Berdasarkan data hasil penelitian, maka kesimpulan penelitian yaitu proses pertumbuhan pemahaman subjek sampai pada lapisan Formalising

    Analisis Kesalahan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan di SMP Al Ittihad Camplong. Untuk menentukan subjek penelitian, peneliti menggunakan teknik purposive sampling yaitu peneliti menentukan sampel dengan cara mengambil dua subjek penelitian yang memiliki nilai terendah dari nilai PAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kesalahan yang dilakukan oleh subjek penelitian dari siswa SMP Al Ittihad dalam menyelesaikan soal cerita Sistem Persamaan Linier Dua Variabel dan Faktor penyebabnya sebagai berikut: (a) Jenis kesalahan yang meliputi: kesalahan konsep, kesalahan prinsip, dan kesalahan operasi; (b) Faktor penyebab siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita Sistem Persamaan Linier Dua Variabel yang terdapat dalam penelitian ini meliputi: Kurangnya kemampuan kognitif tentang materi yang meliputi: Kurang dalam memahami makna soal, kurang memahami tentang konsep yang terkait dengan soal, dan langkah-langkah metode eliminasi-substitusi yang digunakan dalam menyelesaikan soal cerita kurang tepat; lupa, disebabkan karena lemahnya daya ingat siswa dalam mengingat langkah-langkah metode eliminasi-substitusi serta kurang teliti dan terburu-buru dalam menghitung

    AGRARIAN ADVOCATION SYSTEM (MODEL UPAYA RESOLUSI KONFLIK AGRARIA PADA MASYARAKAT DI DESA WARU BARAT)

    Get PDF
    Land conflicts have always been an arena for classical discourse and have always been attractive, especially in the midst of the weak awareness and structure of the State and society which are still low and not well managed. The community\u27s ignorance of the procedures for land registration services actually triggers the potential for increased land conflicts or disputes among the people involved in the conflict. The purpose of this research is to find out 1) what is the role of the village head in ensuring legal certainty over land ownership rights in the community in West Waru village, 2) what is the form of community participation in ensuring legal certainty over the land of residents in West Waru Village, 3) -factors influencing community participation to guarantee and protect legal rights for land voters. This descriptive research is expected to produce descriptive data in the form of written words, oral people or even certain behaviors and symptoms through observation techniques, in-depth interviews, and documentation. Meanwhile, to test the validity of the data the researcher used the source triangulation technique by comparing the data from the interview results with the contents of the document. The results of this study show that first, the roles of the village head can be carried out through a) The role of legislation, namely the preparation of various statutory instruments for legal certainty. b) The role of administrative services, especially those concerning the aspect of land registration, so that it can be implemented with simple procedures and low cost. Second, the success of implementing village community autonomy cannot be separated from the active participation of community members both from the policy formulation and policy application stages. Among the factors that affect the level of community participation in the village of West Waru are internal factors and external factors, internal factors include 1) Consciousness or Willingness, 2) Educational Factors, 3) Income or Income Factors. External factors which include 1) Government Leadership, 2) Equipment / FacilitiesKonflik tanah senantiasi menjadi arena diskursus klasik bahkan selalu menarik terutama ditengah lemahnya kesadaran dan struktur Negara dan masyarakat yang masih rendah dan tidak terkelola dengan baik. Ketidaktahuan masyarakat terhadap prosedur pelayanan pendaftaran tanah justru memicu potensi meningkatnya konflik atau sengketa lahan pada masyarakat yang terlibat dalam konflik tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) bagaimana peran kepala desa dalam menjamin kepastian hokum atas hak milik tanah pada masyarakat di desa waru barat, 2) bagaimana bentuk partitipasi masyarakat dalam menjamin kepastian hokum atas tanah warga di desa waru barat, 3) untuk mengetahui factor-faktor berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat untuk menjamin dan melindungi hak-hak hokum bagi pemilih tanah. Penelitian deskriptif ini diharapkan dapat menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis, lisan orang atau bahkan prilaku serta gejala tertentu melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sementara untuk menguji validitas datanya peneliti menggunakan teknik trianggulasi sumber dengan cara membandingkan ulang data hasil wawancara dengan isi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan pertama beberapa peran kades dapat dilakukan melalui a) Peran legislasi, yaitu penyusunan berbagai perangkat peraturan perundang-undangan untuk kepastian hukumnya. b) Peran pelayanan administratif, khususnya yang menyangkut segi pendaftaran tanah, sehingga dapat dilaksanakan dengan prosedur yang sederhana dan biaya ringan. Kedua, keberhasilan penyelenggaraan otonomi masyarakat desa tidak terlepas dari partisipasi aktif anggota masyarakat baik dari tahap formulasi kebijakan maupun aplikasi kebijakan tersebut. Diantara faktor yang berpengaruh terhadap tingkat partisipasi masyarakat di desa waru barat adalah factor internal maupun factor eksternal, factor internal meliputi 1) Faktor Kesadaran atau Kemauan, 2)Faktor Pendidikan, 3) Faktor Penghasilan atau Pendapatan. Faktor Ekstern yang meliputi 1) Kepemimpinan Pemerintahan, 2) Peralatan / Fasilita

    PERAN RELAWAN DEMOKRASI DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH MILENIAL PADA PEMILU 2019 DI KABUPATEN SUMENEP

    Get PDF
    This study aims to determine the role of internet-based democracy volunteers to increase the participation of millennial society in the 2019. This research uses a qualitative approach that reveals findings and describes comprehensively about the data obtained in the field. The method used by researchers is online interviews and using valid data from trusted sources. The results of this study indicate that internet-based democratic volunteers are quite effective in efforts to increase election participation in 2019. This can be seen from KPU data collection where there is an increase in participation in 2019 when compared to 2014, this is because democratic volunteers are considered successful because they are able to increase 2019 election participation in Sumenep district. Researchers also revealed the systematic and work agenda of democratic volunteers. Internet-based democracy volunteers play a large role in efforts to increase public participation in elections, internet-based democracy volunteers as working partners of the KPU are tasked with disseminating information on various social media about the importance of elections, providing education on voting procedures, distinguishing types of ballots, anti-hoax and anti-campaign campaigns. abstentions. The researcher also found that the election results were accumulated and were not classified based on the age of the voters, although the data before the election separated and categorized the data, but after the election the election organizer only counted the number of voters in general.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan relawan demokrasi basis internet dalam meningkatkan partisipasi masyarakat milenial dalam pemilu 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mengungkapkan temuan dan mendeskripsikan secara komprehensif mengenai data yang diperoleh di lapangan. Metode yang digunakan peneliti adalah wawancara online serta menggunakan data valid dari sumber terpercaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relawan demokrasi basis internet cukup efektif dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilu pada tahun 2019. Hal ini dapat dilihat dari pendataan KPU dimana ada kenaikan partisipasi pada tahun 2019 apabila dibandingkan dengan tahun 2014, hal ini dikarenakan relawan demokrasi dianggap berhasil karena mampu meningkatkan partisipasi pemilu 2019 di kabupaten Sumenep. Peneliti juga mengungkapkan sistematika dan agenda kerja dari relawan demokrasi. Relawan demokrasi basis internet berperan besar dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu, relawan demokrasi basis internet sebagai mitra kerja dari KPU bertugas melakukan sosialisasi di berbagai media sosial tentang pentingnya pemilu, memberikan edukasi tata cara memilih, membedakan jenis surat suara, kampanye anti hoax dan anti golput. Peneliti juga menemukan fakta bahwa hasil pemilu diakumulasi dan tidak digolongkan berdasar usia pemilih, meskipun pendataan sebelum pemilu memisahkan dan mengkategorikan data tersebut namun setelah pemilu penyelenggara pemilu hanya menghitung jumlah kehadiran pemilih secara umum

    EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN INTRAPERSONAL DALAM BIDANG SOSIAL SISWA KELAS VII DENGAN GURU DI SMPN 1 SARONGGI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana proses pelaksanaan bimbingan kelompok serta pengaruhnya terhadap peserta didik atau siswa. Subjek yang diteliti yaitu siswa kelas VII A, VII B dan VII C. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen yang berusaha menelaah dan mengetahui antara variabel satu dengan variabel lain. Data yang diperoleh dilapangan diolah dengan menggunakan bantuan SPSS versi 25.0 for windows. Metode dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan instrumen angket, hal tersebut dilakukan untuk memperoleh data terkait subjek yang menjadi pokok penelitian. Sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 59 orang siswa dengan menggunakan teknik probability sampling yaitu random. Pembahasan dalam penelitian secara garis besar menjelaskan mengenai alur pernyataan bahwa indikator-indikator dari kemampuan intrapersonal yang memang perlu ditingkatkan selain aspek kognisi yaitu bahwa konseling kelompok sangat efektif dalam meningkatkan hal tersebut. Kesimpulan penelitian ini yaitu konseling kelompok sangat efektif dan berpengaruh untuk meningkatkan kemampuan intrapersonal siswa kelas VII A, B, dan C, yang terkategori dalam beberapa indikator sebagai berikut: Kata Kunci: Bimbingan Kelompok, Kemampuan Intrapersonal, Sosia

    Pembinaan Cabang Olahraga Pencak Silat PPLPD (Pembinaan Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah) Di Kabupaten Musi Banyuasin

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan pembinaan prestasi cabang olahraga pencak silat PPLPD di Kabupten Musi Banyuasin mengenai Organisasi, Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasaran, Program Latihan, Pendanaan, dan Prestasi Atlet yang merupakan faktor utama penyelenggaraan pembinaan prestasi yang berada di PPLPD Kabupaten Musi Banyuasin. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Metode yang digunakan dengan model Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Pengurus, Pelatih, Atlet, Orang Tua dan Masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik Triangulasi Data. Analisis data dengan Pengumpulan Data, Reduksi Data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan Data. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pembinaan cabang olahraga pencak silat PPLPD Musi Banyuasin berjalan dengan baik. Melalui proses prekrutan atlet serta memberikan jadwal latihan atlet untuk menunjang proses pencapaian prestasi atlet PPLPD Kabupaten Musi Banyuasin. Program latihan dirancang oleh pelatih mulai dari tahapan persiapan (umum-khusus), tahapan Pra-kompetisi, dan tahapan Transisi. Susunan organisasi telah terstruktur dibawah naungan DISPOPAR Kabupaten Musi Banyuasin, Sarana dan prasaran yang ada di PPLPD pencak silat Musi Banyuasin sudah baik. Untuk meningkatkan kualitas saranan dan prasarana PPLPD Musi Banyuasin sebaiknya ditambahkan Fitnes Center untuk meningkatkan program latihan beban (weigh training)

    TOKOH PROBLEMATIK DALAM NOVEL ORANG-ORANG BIASA SEBAGAI PUSAT STRUKTUR KARYA SASTRA PERSPEKTIF STRUKTURALISME GENETIK

    Get PDF
    Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tokoh problematik yang menjadi pusat struktur karya sastra dalam novel Orang-Orang Biasa. Data dalam penelitian ini berupa data tokoh problematik yang berbentuk kutipan dialog, kalimat, dan paragraf dalam novel sebagai pusat struktur. Sumber datanya adalah novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi untuk menemukan dan menentukan data yang relevan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis model interaktif yang meliputi tiga komponen, yaitu: (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pusat struktur novel tersebut dibangun oleh tokoh Debut Awaludin, Inspektur Abdul Rojali, Dinah, Salud, dan Bastardin. Hubungan antartokoh Debut Awaludin dengan tokoh lain menunjukkan keterjalinan antara peristiwa satu dengan peristiwa lain yang meliputi penindasan terhadap Salud, perjuangan hak pendidikan anak Dinah, kepercayaan terhadap sahabat-sahabatnya (kelompok perampok), pembalasan terbaik, dan moralitas kaum marginal.Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tokoh problematik yang menjadi pusat struktur karya sastra dalam novel Orang-Orang Biasa. Data dalam penelitian ini berupa data tokoh problematik yang berbentuk kutipan dialog, kalimat, dan paragraf dalam novel sebagai pusat struktur. Sumber datanya adalah novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi untuk menemukan dan menentukan data yang relevan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis model interaktif yang meliputi tiga komponen, yaitu: (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pusat struktur novel tersebut dibangun oleh tokoh Debut Awaludin, Inspektur Abdul Rojali, Dinah, Salud, dan Bastardin. Hubungan antartokoh Debut Awaludin dengan tokoh lain menunjukkan keterjalinan antara peristiwa satu dengan peristiwa lain yang meliputi penindasan terhadap Salud, perjuangan hak pendidikan anak Dinah, kepercayaan terhadap sahabat-sahabatnya (kelompok perampok), pembalasan terbaik, dan moralitas kaum marginal

    267

    full texts

    313

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Roma Jurnal STKIP PGRI Sumenep
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇