Innovatio: Journal for Religious Innovation Studies
Not a member yet
137 research outputs found
Sort by
IMPROVING THE RELIGIOUS BASE OF THE CONVERT COMMUNITY IN JAMBI PROVINCE
The Indonesian Mualaf Center Foundation (MCI) is a social institution operating in the social and religious sectors, with a growing number of converted converts. As of November 2022, there have been 113 Muslim converts in Jambi Province. It was MCI's fourth year in Jambi Province. The growth in the number of assisted converts to Islam positively responds to their presence in Jambi Province. This independent social institution has no affiliation with any party. Its existence is even needed, and it supports government programs for developing Muslim converts. Then, how this institution guides converts to Islam will be described in this article, which is the final report of the community service program. The mentoring method used is PAR (Participatory Action Research), focusing on three fundamental aspects of Islamic teachings: circumcision for men, assistance in reading and writing the Al-Qur'an for male and female converts to Islam and strengthening lessons in the practice of religious fiqh. The inhibiting factor in this activity comes from the converts, who still need to be consistent in their learning. Various programs have been prepared by the administrators and volunteers of the Indonesian Mualaf Center, but due to busy schedules and economic factors, only a few converts regularly attend and participate in the scheduled activities.
Abstrak: Yayasan Mualaf Center Indonesia (MCI) adalah lembaga social yang bergerak dibidang social dan keagamaan yang memiliki mualaf binaan yang terus mengalami penigkatan mencapai 113 binaan sampai November 2022 pada tahun tahun keempat MCI di Provinsi Jambi. Pertumbuhan jumlah mualaf binaan tersebut dapat dikatakan sebagai respon positif atas kehadiarannya di Provinsi Jambi. Lembaga sosial independent ini tidak memiliki afiliasi dengan pihak manapun. Keberadaannya bahkan dibutuhkan dan mendukung program pemerintah dalam pembinaan terhadap para mualaf. Lalu bagaimana lembaga ini melakukan pembinaan terhadap para mualaf diuraikan pada artikel ini yang merupakan laporan akhir dari program pengabdian kepada masyarakat. Metode pendampingan yang digunakan adalah PAR (Partisipation Action Research) dengan berfokus pada tiga aspek dasar ajaran Islam, yakni; berkhitan bagi laki-laki, pendampingan baca tulis al-Quran bagi mualaf laki-laki maupun perempuan, dan penguatan pelajaran praktek fiqh ibadah. Adapun faktor penghambat pada kegiatan ini adalah berasal dari pihak mualaf itu sendiri yang belum konsisten untuk belajar. Berbagai program telah disusun oleh para pengurus dan relawan Mualaf Center Indonesia, namun karena kesibukan dan faktor ekonomi sehingga hanya beberapa mualaf saja yang secara rutin hadir dan mengikuti kegiatan yang telah dijadwalkan.
Kata Kunci: Mualaf, Binaan Mualaf Center Indonesia (MCI) Regional Jambi.
 
THE CHARISMA OF KIAI IN POLITICS: THE STUDY OF THE KIAI’S BOOK “KIAI DI TENGAH PUSARAN POLITIK ANTARA PETAKA DAN KUASA” BY IBNU HAJAR'S WORKS
My research background is motivated by the existence of a charismatic figure (Kiai) who dared himself to enter politics. In the existing reality, Kiai is a figure known to the public as the nation's education generator, not as a politician who is commonly known as a liar who often campaigns for promises without proof. This study aims to formulate a definition of politics, politics according to an Islamic perspective, and the charisma of Kiai in politics. The results of this research describe the figure of a charismatic Kiai who dared himself to enter into politics, where the decision will give birth to a big challenge, so he is in a dilemma with two choices, namely disaster with his decision or gaining power. The Kiai-politician has two important roles, apart from being a generator of education; besides that, he is also a politician who can be seduced by wealth and power. This reality requires Kiai not to be proactive; it is enough for him to become a driving force behind the curtain, without taking part in politics. Thus, the Kiai will be safe from all kinds of slander and accusations that can corner him so that he will not lose his dignity and charisma, and society will always make him 'uswatun hasanah', which will be kept in their chest all the time.
Abstrak: Peneitian kami ini dilator belakangi dengan adanya sosok kharismatik (kiai) yang memberanikan dirinya untuk terjun ke dalam dunia pokitik. Dalam realita yang ada, kiai adalah sosok yang dikenal masyarakat sebagai generator pendidkan bangsa, bukan sebagai politikus yang jamak dikenal sebagai seorang pendusta yang kerap mengkapanyekan janji tanpa bukti. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan definisi politik, politik menurut perspektif Islam, dan kharisma kiai dalam dunia politik. Hasil penilitian ini menggambarkan tentang sosok kiai kharismatik yang memberanikan dirinya untuk terjun ke dalam dunia politik praktis, di mana keputusan tersebut akan melahirkan tantangan besar, sehingga ia dilema dengan dua pilihan, yakni petaka dengan keputusannya atau justru mengapai kuasa. Kiai-politikus memiliki dua perananan penting, selain sebagai generator pendidikan, di samping itu ia juga sebagai sosok politikus yang dapat tergoda oleh harta dan kekuasaan. Realita tersebut, menuntut kiai untuk tidak ikut pro-aktif, cukup ia menjadi mesin penggerak di balik tirai, tanpa ikut berenang dalam dunia politik. Dengan demikian kiai akan selamat dari segala macam fitnah dan tudingan yang dapat menyudutkan dirinya, sehingga ia tidak akan kehilangan marwah dan kharismanya dan masyarakat akan senantiasa menjadikannyha uswatun hasanah yang akan terpelihara di dada mereka sepanjang masa.
Kata kunci : kharisma, kiai, politik
EDUCATIONAL ACCOUNTABILITY OF THE AS SHIDDIIQI INTEGRATED ISLAMIC ELEMENTARY SCHOOL IN IMPLEMENTING TWELVE YEARS OF COMPULSORY EDUCATION POLICY IN JAMBI CITY
Basic education is the human right of every Indonesian human being as mandated by the 1945 Constitution, the research method is carried out by qualitative research, the educational accountability of the As Shidiiqi Integrated Islamic elementary school participates in the alleviation of the twelve year compulsory education policy, The educational accountability of the As Shidiiqi Islamic private elementary school in the implementation of the twelve-year compulsory education policy in the city of Jambi is carried out, among others, by completing and improving facilities and infrastructure, teaching and learning processes and evaluations that follow standards set by the government and JSIT, attitude and role of stakeholders in implementing accountability for completing twelve years of compulsory education, and several policies carried out by the school that support the implementation of accountability for completing the twelve year of compulsory education and accountability.
Pendidikan dasar merupakan hak asasi setiap manusia Indonesia sebagaimana yang diamanatkan oleh UUD 1945, metode penelitian yang dilakukan dengan penelitian kualitatif, akuntabilitas pendidikan sekolah dasar Islam Terpadu As Shidiiqi turut serta dalam pengentasan kebijakan wajib belajar dua belas tahun, Akuntabilitas pendidikan sekolah dasar swasta Islam Terpadu As Shidiiqi dalam pelaksanaan kebijakan wajib belajar dua belas tahun di kota Jambi dilakukan diantaranya dengan pelengkapan dan peningkatan sarana dan prasarana, proses belajar mangajar dan evaluasi yang mengikuti standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan JSIT, sikap dan peran serta stakeholder dalam pelaksanaan akuntabilitas manuntaskan wajib belajar dua belas tahun, dan beberapa kebijakan yang dilakukan pihak sekolah yang menunjang pelaksanaan akuntabilitas manuntaskan wajib belajar dua belas tahun dan akuntabilita
ANALYSIS OF THE INTERPRETATION OF PANCASILA VALUES IN THE INTERPRETATION OF THE HOLY VERSE LENYEUPANEUN BY MOH. E. HASIM
The values of Pancasila must be the guide for every Indonesian citizen. One step that can be taken to reveal this is to explore the treasures of Indonesian tafsir, namely Tafsir of the Holy Verse Lenyepaneun by Moh. E. Hasim which contains a lot of wisdom and good values. It's just that modern life has become increasingly faded and far from being implemented in accordance with the values of Pancasila. So that little by little it will be lost by the wave of globalization which brings an individual and liberal nature. Apart from that, some people say that Pancasila is not in accordance with Islam. Based on this, this research aims to examine and reveal the interpretation of Al-Qur'an verses related to Pancasila values. This research uses a conceptual thematic method with the dirāsat mā fī al-tafsīr and Dirāsat mā ḥaul al-tafsīr approaches. This research can be categorized into a type of qualitative research through literature study. The data collection technique used is the systematic Maudhû‘i model. To analyze the discussion, Abdullah Saeed's contextual interpretation analysis was used. From the problem formulation above, two important points were found (1) The relationship between the values of Pancasila and the Qur'an, namely: Hablum Mina Allâh, Hablum Min An-Nâs, ukhuwah, mudzâkarah and syûra and 'adl ma'annâs).
Abstrak: Nilai-nilai luhur butir-butir Pancasila harus menjadi pedoman setiap warga negara Indonesia. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengungkap hal tersebut adalah dengan menggali khazanah tafsir Nusantara yakni Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun karya Moh. E. Hasim yang banyak memuat kearifan dan nilai-nilai kebajikan. Hanya saja kehidupan modern menyebabkan semakin pudar dan jauh dari penerapan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Sehingga sedikit demi sedikit akan hilang oleh gelombang globalisasi yang membawa sifat individual dan liberal. Selain itu, sebagian masyarakat ada yang mengatakan bahwa Pancasila tidak sesuai dengan Islam. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengungkap penafsiran atas ayat-ayat al-Qur’an terkait nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode tematik konseptual dengan pendekatan dirāsat mā fī al-tafsīr dan Dirāsat mā ḥaul al-tafsīr. Penelitian ini dapat dikategorikan ke dalam jenis penelitian kualitatif melalui studi pustaka. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah sistematika model maudhû‘i. Untuk menganalisa pembahasan digunakan analisis tafsir kontekstual Abdullah Saeed. Dari rumusan masalah tersebut di atas ditemukan dua poin penting (1) Keterkaitan antara nilai-nilai Pancasila dengan al-Qur’an, yaitu: Hablum Mina Allâh, Hablum Min An-Nâs, ukhuwah, mudzâkarah dan syûra serta ‘adl ma’annâs).
Kata kunci: Nilai, Pancasila, Ayat Suci Lenyepaneun, Moh. E. Hasim, Tafsir Sund
THE EFFECT OF SELF-CONCEPT AND FAMILY SUPPORT ON STUDENT CAREER MATURITY
Career maturity includes things that cannot be separated in the development stage. students who do not have career maturity will cause obstacles in the development process. Low career maturity results in doubts in determining a career, including both in determining employment and education. Students with a healthy self-concept will have career maturity or career goals. Students who receive family support will have positive thoughts even in difficult situations until they reach career maturity. The family has an important role in providing support for family members, including in terms of increasing understanding of their careers. This study aims to analyze the relationship between self-concept and family support on students' career maturity. The type of research used is library research, collecting data using books, journals and research sources related to the relationship between self-concept and family support on student career maturity. In order for students to achieve career maturity, the counseling teacher or counselor has the role of providing counseling service assistance that suits the needs of students.
Abstrak: Kematangan karir termasuk hal yang tidak dapat dipisahkan dalam tahap perkembangan. siswa yang tidak memiliki kematangan karir akan menimbulkan hambatan dalam proses perkembangannya. Kematangan karir yang rendah mengakibatkan keraguan dalam menentukan karir, termasuk juga dalam menentukan pekerjaan maupun pendidikan. Siswa dengan konsep diri yang sehat akan memiliki kematangan karir atau tujuan karir. Siswa yang mendapat dukungan keluarga akan memiliki pikiran positif meskipun dalam situasi yang sulit hingga mencapai kematangan karir. Keluarga memiliki peran penting dalam memberikan dukungan bagi anggota keluarganya, termasuk dalam hal meningkatkan pemahaman terhadap karirnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsep diri dan dukungan keluarga terhadap kematangan karir mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, mengumpulkan data dengan menggunakan buku-buku, jurnal dan sumber-sumber penelitian yang berkaitan dengan hubungan konsep diri dan dukungan keluarga terhadap kematangan karir siswa. Agar siswa dapat mencapai kematangan karir, maka guru BK atau konselor berperan memberikan bantuan layanan konseling yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Kata kunci: Konsep Diri, Dukungan Keluarga, Kematangan Karir.
 
PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) INTEGRATED ISLAMIC FOR STUDENTS OF FTK UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
Pedagogical competence was a competency that must be possessed by educators to master material and principles in the learning process. In addition, teachers are required to be able to implement the curriculum in their learning. Teachers must also be able to create learning activities that can educate their students so that they are able to develop the potential of their students. The last competency that a teacher must have communication skills, namely communicating with students, assessing and evaluating their learning. These three types of pedagogical competencies must be mastered by an educator or prospective student educator of FTK UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi who had PCK Islamic integrated abilities ranging from good to very good. The value of the 8 indicators of student PCK Islamic integrated ranges from 71% to 100%.
Abstrak: Kompetensi pedagogik merupakan kompetensi yang harus dimiliki seorang pendidik untuk menguasai materi dan prinsip dalam proses pembelajaran. Selain itu, guru dituntut untuk mampu mengimplementasikan kurikulum dalam pembelajarannya. Guru juga harus mampu menciptakan kegiatan pembelajaran yang dapat mencerdaskan anak didiknya sehingga mampu mengembangkan potensi anak didiknya. Kompetensi terakhir yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah kemampuan komunikasi, yaitu berkomunikasi dengan siswa, menilai dan mengevaluasi pembelajarannya. Ketiga jenis kompetensi pedagogik tersebut harus dikuasai oleh seorang pendidik atau calon pendidik mahasiswa FTK UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang memiliki kemampuan PCK Islami terpadu mulai dari baik sampai sangat baik. Nilai dari 8 indikator PCK Islam siswa terpadu berkisar antara 71% sampai dengan 100%.
Kata kunci: PCK, Islamic integrated, FTK UIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi
 
MISUNDERSTANDING OF THE CONCEPT OF JIHAD IN ISLAM: CRITICISM OF THE JIHADIST CONCEPT OF JIHAD
This research is based on the fact that there are Islamic groups that hold the view that governments in Islamic countries are currently infidels and, therefore, must be fought with armed jihad, then replaced with a caliphate. This research presents the construction of jihadist group thinking related to jihad and then criticizes it. The method used in this research is critical analysis. The data obtained revealed the principles of jihadist thinking about jihad. Next, attack the principles of thought to reveal their weaknesses. This research found that the Jihadist group views the current government in Islamic countries, both the executive, legislative, and judiciary, as well as society in general, as an apostate or infidel government and society. Therefore, it must be faced and replaced with a caliphate through war jihad. This view has several weaknesses. First, viewing the current Islamic government and society as an apostate or infidel government and society is contrary to many verses of the Qur'an and authentic hadith, which emphasize that sinful actions do not cause someone to become an apostate or disbeliever. As long as they do not deny the obligation to apply Islamic teachings in their lives, they remain Muslims and cannot be called apostates. Second, the only way to apply Islamic teachings in life is not through war jihad. Still, other forms of jihad should be prioritized because they are more in line with the fundamental nature of Islamic preaching, which is full of compassion and friendliness. These forms of jihad include jihad with wealth and verbal. Third, the view that it is mandatory to fight against governments that do not implement Islamic law is a view that is contrary to the prohibition on rebelling against Muslim leaders even if they commit disobedience. The community should also straighten out the government if they find them committing immoral acts. Fourth, considering that it is mandatory to fight all infidels without exception is a wrong view and is contrary to the principle of retaliating when opposed. These are some of the weaknesses and misunderstandings of jihadist groups regarding jihad. This misunderstanding must be faced and straightened together, not just the government's obligation. The best model for trying to straighten out this misunderstanding is through dialogue.
Abstract: Penelitian ini dilatar belakangi fakta adanya kelompok Islam yang berpandangan bahwa pemerintahan di negara-negara Islam pada saat ini kafir dan karenya wajib dilawan dengan jihad bersenjata, kemudian diganti dengan khilafah. Penelitian ini bertujuan menampilkan konstruksi pemikiran kelompok Jihadis berkaitan dengan jihad, kemudian mengkritisnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kritis. Data yang diperoleh digunakan untuk mengungkap prinsip-prinsip pemikiran kelomok Jihadis tentang jihad. Selanjutnya mengkritis prinsip-prinsip pemikiran itu guna mengungkap sisi-sisi kelemahannya. Penelitian ini menemukan bahwa kelompok Jihadis memandang bahwa pemeritahan di negara-negara Islam pada saat ini, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif serta masyarakat pada umumunya merupukan pemerintahan dan masyarakat yang murtad atau kafir. Karena itu wajib dihadapi dan diganti dengan khilafah melalui jihad perang. Pandangan ini memiliki beberapa kelemahan, pertama, memandang pemerintahan dan masyarakat Islam pada saat ini sebagai pemerintahan dan masyarakat yang murtad atau kafir bertentangan dengan banyak ayat Alquran dan hadis sahih yang menegaskan kalau perbuatan dosa tidak menjadi sebab seseorang murtad atau kafir. Selama mereka tidak mengingkari wajibnya menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan maka mereka tetap muslim dan tidak dapat disebut sebagi orang-orang yang murtad. Kedua, untuk menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan tidak satu-satunya jalan hanya dengan jihad perang, tetapi ada jihad-jihad bentuk lain dan itu seharusnya lebih dikedepankan karena lebih sesuai dengan sifat dasar dakwah Islam yang penuh kasih-sayang dan keramah-tamahan. Bentuk-bentuk jihad itu, antara lain jihad dengan harta dan lisan. Ketiga, memandang wajib memerangi pemerintah yang tidak menerapkan syariat Islam merupakan pandangan yang bertentangan dengan larangan memberontak terhadap pemimpin muslim meski mereka melakukan kemaksiatan. Selain itu, adalah kewajiban masyarakat untuk meluruskan pemerintah apabila menemukan mereka melakukan perbuatan maksiat. Keempat, memandang wajib memerangi semua orang kafir tanpa terkecuali merupakan pandangan yang keliru dan bertentangan dengan prinsip agar membals di saat diperangi. Itulah beberapa kelemahan dan kesalahpahaman kelompok Jihadis berkaitan dengan jihad. Keslahpahaman ini tentu harus dihadapi dan diluruskan secara bersama-bersama dan bukan hanya kewajiban pemerintah. Model terbaik dalam upaya meluruskan kesalahpahaman ini adalah dengan dialog.
Kata Kunci: Kesalahpahaman, Jihad, meluruskan 
HIGHLIGHTING LEARNING COMMUNICATION IN THE INDUSTRIAL ERA 4.0 USING VCLASS MEDIA IN NURDIN HAMZAH UNIVERSITY COMMUNICATION SCIENCE STUDY PROGRAM
The current era of education is influenced by the industrial revolution 4.0, in which the cyber system is a type of learning environment that uses digital technologies. The learning process takes place by utilizing communication technology that can carry out all work activities through applications that can help them online. One of the applications used is a virtual class (Vclass), with virtual class lecturers and students can carry out learning activities anywhere. Through these applications, lecturers can deliver learning materials in various forms, such as videos, PowerPoint presentation documents (PPT), scientific journal links, electronic books (ebooks), etc. However, implementing online learning still has several obstacles because lecturers cannot meet face-to-face to monitor the learning process, so the expected results are not as desired. The purpose of this study is to describe how learning communication in the industrial era 4.0 describes the obstacles and barriers to online learning. This research uses a qualitative approach with descriptive methods, data collection using observation, interviews, and documentation techniques. The number of samples is ten people. The results of the analysis show that learning communication efforts are carried out using virtual class (Vclass) media, namely: Social presence, Cognitive load, Visualization, and interaction type. At the same time, the obstacles and barriers are that the learners cannot manage time appropriately to complete learning tasks and the limitations of using learning materials independently to understand lecture material.
Abstrak: Era pendidikan saat ini dipengaruhi oleh revolusi industri 4.0 yang bercirikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran yang dikenal dengan sistem siber (cyber system), proses pembelajaran berlangsung dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang dapat melakukan semua aktivitas pekerjaan melalui aplikasi yang dapat membantu mereka secara online, salah satu aplikasi yang digunakan adalah virtual class (Vclass), dengan virtual class dosen dan mahasiswa dapat melakukan aktivitas belajar dimana saja, lewat aplikasi tersebut dosen dapat menyampaikan materi pembelajaran dalam berbagai bentuk seperti video, dokumen presentasi power poin (PPT), link jurnal ilmiah, electronic book (ebook) dan lain sebagainya. Namun pelaksanaan pembelajaran secara online tersebut masih memiliki beberapa kendala karena dosen tidak bisa bertatap muka secara langsung untuk memonitoring proses pembelajaran sehingga hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan keinginan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana komunikasi pembelajaran di era industri 4.0, mendeskripsikan kendala dan hambatan pembelajaran online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jumlah sampel 10 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa upaya komunikasi pembelajaran dilakukan menggunakan media virtual class (Vclass) yaitu: Sosial presence, Cognitive load, Visualisasi, tipe interaksi. Sedangkan kendala dan hambatan adalah para pembelajar tidak mempu mengelola waktu secara tepat untu menyelesaikan tugas pembelajaran dan keterbatasan menggunakan materi pembelajaran secara mandiri untuk memahami materi perkuliahan.Keywords: Komunikasi Pembelajaran, Media V Class, Era Industri 4.
MARKETING MIX LOCAL DISTRO CLOTHING PRODUCTS SCRAMBLE WITH FOREIGN CLOTHING CONVERSE SHOPS IN JAMBI CITY: COMPARATIVE STUDY
This research is on the marketing mix of local clothing products for outerwear products. This type of research uses qualitative data analysis methods. This research obtained information about the marketing mix to increase clothing sales. This research aims to discover the marketing strategy used by local clothing products, Distro Scramble, to overcome competition from Converse outerwear stores and the obstacles and solutions for Distro Scramble in marketing clothing products. The study results show that 1) the product strategy sold is suitable quality clothing according to consumer needs. 2) The strategies price clothes according to production prices are not high and not low. 3) The location of the Distro Scramble is strategically close to the Siginjai Museum. 4) Promotion strategies are creating good relations with consumers and implementing discounts on major holidays. Obstacles in marketing clothing faced by scramble distribution, namely competition between foreign and domestic clothing products, the breaking of materials from factories is a problem that causes limited supply of apparel, and the effects of COVID-19 have impacted. People are more interested in choosing foreign clothing products because they think they are more attractive with well-known brands, quality materials, and unique innovations that have their pride, such as being more elegant when wearing foreign clothes.
Abstrak: Penelitian ini mengenai bauran pemasaran produk pakaian lokal terhadap produk pakaian luar. Jenis penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif untuk memperoleh informasi mengenai bauran pemasaran dalam meningkatkan penjualan pakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang digunakan produk pakaian lokal ‘Distro Scramble’ mengatasi persaingan dengan toko-toko pakaian luar seperti ‘Converse’ serta kendala dan solusi ‘Distro Scramble’ dalam memasarkan produk pakaian mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) strategi penjualan produk yang dijual ialah kualitas pakaian yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. 2) Strategi tersebut menentukan harga pakaian sesuai dengan harga produksi, tidak tinggi dan tidak rendah. 3) Lokasi ‘Distro Scramble’ ini strategis dekat dengan Museum Siginjai. 4) Strategi promosinya dengan menjalin hubungan baik dengan konsumen dan menerapkan diskon pada hari-hari besar. Adapun kendala dalam pemasaran pakaian yang dihadapi yaitu persaingan antara produk pakaian luar dan dalam negeri, terbatasnya bahan dari pabrik menyebabkan terbatasnya pasokan pakaian jadi, serta dampak ‘Virus Corona-19’. Masyarakat lebih tertarik memilih produk pakaian luar negeri karena dianggap lebih menarik dengan merek yang sudah terkenal, bahan berkualitas, dan inovasi unik yang menjadi kebanggaan tersendiri, seperti lebih terlihat lebih anggun saat mengenakan pakaian luar negeri.
Kata Kunci: bauran pemasaran, produk pakaian, distro loka
THE EDUCATION OF ASWAJA CHARACTER-BASED MULTIDISCIPLINARY
The term 'aswaja' is familiar; in Indonesia, Nahdatul Ulama (NU) organizations follow the ideology of 'aswaja'. Still, many people claim to understand 'aswaja', but it is only a formality, while the values of the characters of 'aswaja’ do not appear in their personalities. This study aims to describe the application of education of ‘aswaja’ characters based multidisciplinary. This study applies qualitative using a case study approach. The results of the study indicate that, an educator before delivering the material to students, should have applied it first in his own life and daily life. Based on this concept, it is true that it would be easier for educators to convey knowledge to students because it is relevant with the human nature. Besides that, the researcher adds an understanding that educators and students should have mutual respect and sincerity in doing so that there is a physical and spiritual relationship.
Abstrak: Istilah aswaja sudah tidak asing didengar yang mana diindonesia terdapat organisasi NU yang mengikuti faham aswaja, namun banyak orang-orang yang mengaku faham aswaja namun hanya sekedar formalitas sedangkan nilai-nilai karakter aswaja sama sekali tidak nampak dalam pribadi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendidikan karakter aswaja berbasis multidisipliner. Penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu, seharusnya sebagai seorang pendidik sebelum materi disampaikan pada peserta didik diharapkan pendidik telah mengamalkan atau menerapkannya terlebih dahulu dalam pribadinya sendiri, maupun kehidupannya sehari-hari. Berdasarkan konsep ini akan lebih memudahkan pendidik dalam menyampaikan pengetahuan pada peserta didik, sebab hal ini seirama dengan watak manusia. Disamping itu peneliti menambahkan pemahaman, bahwa seharusnya antara pendidik dan peserta didik dalam mengajarkan dan menuntut ilmu harus memiliki sikap saling menghormati dan ikhlas dalam menjalankannya, agar terjadi sebuah hubungan bukan hanya jasmani namun juga rohani.
Kata kunci: pendidikan karakter, aswaja, multidisipline