Jurnal SADE (Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil)
Not a member yet
    50 research outputs found

    Penerapan Prinsip Arsitektur Berkelanjutan pada Renovasi Bangunan Rumah Tinggal

    Get PDF
    Dikarenakan kontribusi efek rumah kaca terhadap pemanasan global, para arsitek kini mulai memahami pentingnya merancang bangunan berkelanjutan. Arsitektur berkelanjutan adalah arsitektur yang sadar terhadap lingkungan sekitar. Bangunan yang berkelanjutan harus mengedepankan lingkungan sebagai perhatian utama dan penggunaan energi, namun tetap memikirkan kenyamanan pengguna ruang. Rumusan masalah perancangan ini adalah bagaimana merancang bangunan yang berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip arsitektur berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kenyamanan pengguna ruang. Metode pengumpulan data bersifat observasi pada bangunan eksisting dan eksploratif yang didapatkan dari studi dokumen yang berkaitan dengan arsitektur berkelanjutan. Pada perancangan ini penerapan arsitektur berkelanjutan dilakukan pada optimalisasi penggunaan material sisa bongkaran, mengoptimalkan health and comfort (pencahayaan alami, kenyamanan visual dan termal), menggunakan sumber energi dari alam (panel surya) dan penyediaan pemilahan sampahDue to the greenhouse effect's contribution to global warming, architects are now beginning to understand the significance of designing sustainable buildings. Sustainable architecture is architecture that is aware of the surrounding environment. Sustainable buildings must prioritize the environment as a primary concern and energy use, but still think about the comfort of space users. The formulation of this design problem is how to design a sustainable building based on the principles of sustainable architecture while still paying attention to the comfort of space users. The data collection method is observational on existing buildings and exploratory, obtained from studying documents related to sustainable architecture. In this design, the application of sustainable architecture is carried out by optimizing the use of demolition materials, optimizing health and comfort (natural lighting, visual, and thermal comfort), using natural energy sources (solar panels), and providing waste sorting

    Implementation of Tropical Architectural Design Approach in The Watershed Area, Jangkuk’s Rusunawa, Mataram

    Get PDF
    Kepadatan penduduk di Kota Mataram yang terus mengalami peningkatan sebesar 1,69 % - 1.94% (Badan Pusat Statistik, 2023) menjadi salah satu pemicu dari timbulnya permukiman kumuh. Luas kekumuhan yang perlu segera di atasi dan di akomodasi pada tapak perancangan di Kelurahan Banjar, Kawasan DAS Jangkuk yakni sebesar 0,51 Ha dengan jumlah total hunian sebanyak 110 unit. Dalam perancangan yang dilakukan, Rusunawa dianggap menjadi solusi yang paling rasional dalam upaya menata permukiman masyarakat untuk menjadi lebih baik. Adapun, pendekatan desain yang digunakan untuk memaksimalkan perancangan yang dilakukan pada perancangan Rusunawa tersebut yakni dengan menggunakan pendekatan arsitektur tropis. Pendekatan tersebut dianggap sesuai karena mampu memberikan respon terhadap permasalahan yang sering terjadi di wilayah dengan iklim tropis, seperti intensitas matahari, kelembaban yang tinggi, curah hujan, pergerakan angin dan lainnya. Karakter yang akan ditekankan pada perancangan Rusunawa sesuai dengan pendekatan tersebut yaitu perihal orientasi bangunan, isolasi atau pelindung, ventilasi silang, ruang terbuka hijau dan vegetasi, serta material bangunan.Population density in Mataram City which continues to increase by 1.69% - 1.94% (Central Statistics Agency, 2023) is one of the triggers for the emergence of slums. The area of ​​slums that needs to be immediately addressed and accommodated in the design site in Banjar Village, Jangkuk Watershed Area is 0.51 Ha with a total number of 110 residential units. In the design carried out, Rusunawa is considered to be the most rational solution in an effort to organize community settlements to be better. Meanwhile, the design approach used to maximize the design carried out in the design of the Rusunawa is by using a tropical architectural approach. This approach is considered appropriate because it is able to provide a response to problems that often occur in areas with a tropical climate, such as sun intensity, high humidity, rainfall, wind movement and others. Meanwhile, the characters that will be emphasized in the design of Rusunawa in accordance with this approach are regarding building orientation, isolation or protection, cross ventilation, green open space and vegetation, and building materials

    Implementasi Bentuk Wakul Dengan Pendekatan Analogi Pada Perancangan Fasilitas Pertunjukan Tari Boran

    Get PDF
    Various traditional arts are truly national cultural assets, one of which is Lamongan Regency, one of which is Boranan culture in Lamongan Regency. In 2023, the Boran dance won a MURI record. The dance performance was attended by 1,569 students and 4,540 portions of Boran rice were based on the philosophy of the anniversary year. Lamongan, namely in 1,569 AD, which is currently 454 years old. Apart from that, the Boran dance was also able to win awards at the provincial and national levels. The art of boran dance cannot be separated from the culinary boran rice, culinary rice boran is a typical food of Lamongan Regency which has been around for a long time in Lamongan Regency. Then what is the solution so that Boranan culture becomes more widely known and can become a tourist destination in Lamongan district by creating or designing facilities that are able to facilitate and present Boranan culture. This research uses descriptive methodology which is carried out by collecting data. Design of Boranan cultural facilities, using the concept of local wisdom with a direct analogy approach to elevate local culture, especially Boranan culture, in an architectural form that is able to represent Boranan culture and is able to make Boranan culture a tourist destination in Lamongan district.Berbagai kesenian tradisional yang sesungguhnya menjadi aset kekayaan kebudayaan nasional salah satunya Kabupaten Lamongan, salah satunya budaya Boranan di Kabupaten Lamongan, pada tahun 2023 Tari Boran yang berhasil meraih rekor MURI pagelaran tari yang diikuti 1.569 pelajar dan 4.540 porsi Nasi Boran didasarkan pada filosofi tahun hari jadi Lamongan yakni di tahun 1.569 M, yang saat ini tepat berusia ke 454. Selain itu Tari Boran juga mampu meraih penghargaan di tingkat provinsi maupun nasional. Kesenian Tari Boran tidak lepas dari kuliner Nasi Boran, kuliner Nasi Boran merupakan makanan khas Kabupaten Lamongan yang sudah ada sejak lama di Kabupaten Lamongan. Kemudian bagaimana solusi agar budaya Boranan agar lebih dikenal lebih luas lagi dan mampu menjadi destinasi wisata di Kabupaten Lamongan. Dengan menciptakanatau merancang fasilitas yang mampu memfasilitasi dan mampu mempresentasikan budaya Boranan. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif yang dilakukan dengan mengumpulkan data. Perancangan fasilitas budaya Boranan, menggunakan konsep feminisme and culture dengan pendekatan analogi langsung untuk mengangkat budaya lokal khususnya budaya Boranan dalam bentuk arsitektural yang mampu merepresentasikan budaya Boranan dan mampu menjadikan budaya Boranan sebagai destinasi wisata di Kabupaten Lamongan

    Penerapan Pendekatan Arsitektur Memorabilia Dalam Perancangan Museum Emporium Sedayulawas, Kabupaten Lamongan

    Get PDF
    Indonesia has many islands in every region, both provinces/cities and districts. It is not surprising that each region in Indonesia has its own historical value in the formation of that region. Especially in Lamongan district, specifically in Sedayulawas, which has historical value during the emporium era which was one of the trade centers on the Indonesian spice route. so that there are relics in the form of objects, artifacts or stories that must be looked after in order to be preserved. This is used as a form of commemorating the existence of a very important historical heritage. The design of the Sedayulawa Emporium Museum is expected to be a place to care for, protect and collect historical objects and stories. The design of this museum will use a memorabilia architecture approach which in this case is able to create a museum environment by combining historical aspects so that it will form a sense of plan which is the embodiment of the impression of space and its function from a relationship of ontology and representation. This research uses a qualitative description method with data analysis using primary and secondary data. The results of this research will apply the form of buildings in the form of memorabilia taken from star anise flowers as one of the bases for designing a museum that is related to the historical values ​​that existed during the emporium period in Sedayulawas, Lamongan Regency. This star anise flower will later undergo a change in shape or transformation to be used as a museum building for the Sedayulawas emporium in Lamongan district. Kata kunci: History, Memorabilia, Emporium, Sedayulawas, Lawang FlowersIndonesia mempunyai banyak pulau di setiap wilayah, baik Provinsi/Kota maupun Kabupaten. Tak heran jika setiap daerah di Indonesia mempunyai nilai sejarah tersendiri dalam terbentuknya daerah tersebut. Khusunya di Kabupaten Lamongan tepatnya di Sedayulawas yang mempunyai nilai sejarah pada masa emporium yang merupakan salah satu pusat perdagangan jalur rempah – rempah Indonesia. sehingga terdapat peninggalan berupa benda, artefak atau cerita yang harus dijaga untuk dapat dilestarikan hal ini digunakan sebagai bentuk untuk memperingati adanya warisan sejarah yang sangat penting. Perancangan museum emporium Sedayulawas ini diharapkan dapat menjadi tempat merawat, melindungi dan mengoleksi benda – benda dan cerita bersejarah. Perancangan museum ini nantinya akan menggunakan pendekatan arsitektur memorabilia yang dimana dalam hal ini mampu menciptakan lingkungan museum dengan memadukan aspek sejarah sehingga akan membentuk suatu sense of place yang merupakan perwujudan kesan ruang dan fungsinya dari suatu hubungan ontology dan representasi. Penelitian ini akan menggunakan metode secara deskripsi kualitatif dan juga  analisis data menggunakan data primer maupun skunder. Untuk hasil penelitian ini akan menerapkan bentuk bangunan memorabilia yang diambil dari bunga lawang sebagai salah satu dasar dalam bentuk perancangan museum yang memiliki keterkaitan dengan nilai sejarah yang ada di masa emporium pada Sedayulawas Kabupaten Lamongan. Bunga lawang ini nantinya akan mengalami perubahan bentuk atau transformasi bentuk yang akan digunakan sebagai bangunan museum emporium Sedayulawas di Kabupaten Lamongan

    Tropical Architectural Approach in Designing Flats in the Slum Area of ​​Kampung Karanganyar Yogyakarta

    Get PDF
    Pendekatan arsitektur tropis merupakan pendekatan desain yang paling relevan dalam merancang bangunan di iklim tropis. Hal tersebut berkaitan dengan prinsip-prinsip arsitektur tropis yang berupaya untuk mampu beradaptasi dan merespon kondisi cuaca dan iklim. Dengan begitu, ruangan pada bangunan akan kebih nyaman dan sehat karena dirancang sesuai dengan konteks dan kondisi iklim sekitarnya. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk merumuskan solusi terkait permukiman kumuh padat penduduk di perkotaan dengan merancang rumah susun yang ideal untuk masyarakat menggunakan pendekatan arsitektur tropis. Metode yang digunakan dalam penyusunan tulisan ini yaitu melakukan pemetaan potensi dan masalah serta melakukan studi literatur dan kajian terkait prinsip arsitektur tropis. Dengan menerapkan prinsip – prinsip arsitektur tropis, rumah susun diharapkan akan menjadi tempat hunian yang nyaman dan sehat untuk masyarakat sekaligus menyelesaikan masalah permukiman kumuh di perkotaan.The tropical architectural approach is the most relevant design approach in designing buildings in tropical climates. This is related to the principles of tropical architecture that strive to be able to adapt and respond to weather and climate conditions. That way, the rooms in the building will be more comfortable and healthy because they are designed according to the context and conditions of the surrounding climate. The purpose of this paper is to formulate solutions related to densely populated slums in urban areas by designing ideal flats for the community using a tropical architectural approach. The method used in compiling this paper is to map potential and problems and conduct literature studies and studies related to the principles of tropical architecture. By applying the principles of tropical architecture, flats are expected to become comfortable and healthy places to live for the community while solving the problem of slums in urban areas

    Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik di Taman Sangkareang Kota Mataram

    Get PDF
    Ruang terbuka publik merupakan elemen penting dalam perancangan kota yang mewadahi ruang gerak dan aktifitas masyarakat kota. Penataan ruang terbuka publik perlu menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan menjadi ruang yang ramah untuk beragam aktivitas dan interaksi sosial. Taman Sangkareang menjadi sentral ruang publik bagi masyarakat Kota Mataram dan mewadahi beragam aktifitas masyarakat. Aktifitas yang terjadi berulang pada ruang publik membentuk pola perilaku spasial dalam pemanfaatan ruang publik. Pemanfaatan ruang publik yang tidak sesuai setting fisik dapat mengganggu kenyamanan dalam beraktifitas sehingga perlu adanya evaluasi maupun penyesuaian antara pola pemanfaatan ruang dengan setting fisik ruang publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola perilaku keruangan (spasial) pengunjung Taman Sangkareang berdasarkan perilaku pemanfaatan ruang pada setiap setting fisik sehingga dapat dijadikan acuan dalam penataan ruang publik kedepannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pemetaan perilaku. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola pemanfaatan ruang di Taman Sangkareang cenderung menyesuaikan dengan setting fisik, dapat meluas pada kondisi tertentu yang dipengaruhi waktu dan kegiatan yang berlangsung, serta beberapa kegiatan terbentuk tidak sesuai fungsi dan setting ruang. Selain itu, ditemukan juga beberapa atribut yang muncul akibat adanya interaksi manusia dengan lingkungan pada ruang publik.Public open space is an important element in urban design that accommodates the movement space and activities of the city community. The arrangement of public open spaces needs to adapt to the needs of the community and become a friendly space for various activities and social interactions. Sangkareang Park is the center of public space for the people of Mataram City and accommodates a variety of community activities. Activities that occur repeatedly in public spaces form spatial behavior patterns in the use of public spaces. The use of public space that is not in accordance with the physical setting can interfere with the comfort of activities so that there needs to be an evaluation and adjustment between the pattern of space utilization and the physical setting of public space. The purpose of this study is to identify spatial behavior patterns of visitors to Sangkareang Park based on the behavior of space utilization in each physical setting so that it can be used as a reference in the arrangement of public space in the future. This study uses qualitative descriptive methods and behavior mapping techniques. The results of the study show that the pattern of space utilization in Sangkareang Park tends to adjust to the physical setting, can expand to certain conditions that are influenced by the time and activities that take place, and some activities are formed not according to the function and spatial setting. In addition, several attributes were also found that emerged due to human interaction with the environment in public spaces

    Potensi Jalan dan Taman Bermain Sebagai Ruang Bermain Anak-anak

    Get PDF
    It’s crucial for children’s growth to socialize and play among their peers. To accommodate children’s need to play, some housing developers, including Perumahan Graha Padma, provide playground. However, in Taman Oleander cluster, children barely use the playground as they prefer to play on the street in front of their house instead. It is important to understand the cause of the phenomenon in order to solve the root of the problem. To conduct the research, the data is collected through observation and interview with children who are playing on the street. Then the collected data will be analyzed to interpret the quality of the street and the playground as a place for children’s activities. The playground in Taman Oleander cluster is too far from the houses and too narrow for children to play. On top of that, parents don’t feel safe letting their children to play at their blind spot area. This research can be used as a reference, so in the future when developers creating more playgrounds, children will use them.Kegiatan bermain bersama dengan teman sebaya krusial bagi tumbuh kembang anak. Beberapa pengembang area perumahan, seperti Perumahan Graha Padma, menyediakan taman bermain bagi anak-anak di tiap klaster. Hanya saja, di salah satu klaster, yaitu klaster Taman Oleander, anak-anak tidak pernah memanfaatkan fasilitas taman bermain dan memiliki kecenderungan untuk bermain di jalan. Penting untuk diketahui alasan anak-anak lebih memilih untuk bermain di jalan agar kelak ditemukan solusi agar anak-anak tidak lagi bermain di jalan, melainkan bermain di taman bermain. Proses pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan lapangan dan wawancara anak-anak yang menjadi sasaran diadakannya taman bermain. Data yang diperoleh kemudian akan digunakan untuk memaknai kualitas yang dimiliki oleh jalan dan taman bermain sebagai ruang beraktivitas bagi anak-anak. Taman bermain yang berada di sudut klaster dirasa terlalu jauh dan sempit untuk dijadikan titik kumpul. Orang tua merasa bahwa anak bermain di taman bermain tidak lebih aman dibandingkan bermain di jalan karena tidak dapat diawasi dari dalam rumah. Penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi para pengembang kawasan hunian agar dapat menciptakan ruang beraktivitas bagi anak-anak yang mengundang anak-anak untuk bermain

    SADE Vol.3 No.1 April 2024 | Bagian Depan

    No full text

    Identifikasi Karakteristik Penghuni dan Unit Hunian Pada Rusunawa Bulusidokare di Kabupaten Sidoarjo

    Get PDF
    Population growth is increasing every year, which can lead to an increase in demand for housing needs. Therefore, efficiency in the utilization and use of land in urban areas can be done vertical housing development, as an option to solve the problem of housing needs on limited land, easily accessible to people in Sidoarjo Regency who have lower middle income (MBR). In collecting data in this research on the object of Rusunawa Bulusidokare, namely the observation method (observation) and the review method (survey), namely by interview. To obtain data related to residential units, using the observation method. As for the review method (object survey) carried out by means of face-to-face interviews, in order to obtain data related to the characteristics of rusunawa residents when using residential units based on occupant behavior. The characteristics of the residential unit in the Bulusidokare Simple Rental Flat (Rusunawa) Sidoarjo Regency are residential units by utilizing space based on an understanding of the needs of each occupant of one residential unit of the flat.Pertumbuhan populasi penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya, dapat menimbulkan peningkatan terhadap permintaan kebutuhan tempat tinggal. Oleh karena itu, efisiensi yang dilakukan dalam pemanfaan dan penggunaan lahan di perkotaan dapat dilakukan pembangunan perumahan vertikal, sebagai pilihan untuk menyeselesaikan permasalahan kebutuhan rumah tinggal di lahan yang terbatas, mudah dijangkau oleh masyarakat di Kabupaten Sidoarjo yang memiliki penghasilan menengah ke bawah (MBR). Dalam mengumpulkan data dalam penelitian pada objek Rusunawa Bulusidokare ini yaitu dengan metode pengamatan (observasi) serta metode peninjauan (survey) yaitu dengan wawancara. Untuk mendapatkan data berkaitan dengan unit hunian, menggunakan metode pengamatan (observasi). Sedangkan untuk metode peninjauan (survey objek) yang dilakukan yaitu dengan cara wawancara tatap muka, guna untuk mendapatkan data terkait dengan karakteristik penghuni rusunawa saat penggunaan unit hunian berdasarkan perilaku penghuni. Karakteristik satuan unit hunian pada Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bulusidokare Kabupaten Sidoarjo yaitu unit hunian dengan memanfaatkan ruang berdasarkan pemahaman kebutuhan bagi setiap penghuni satu unit hunian rusunawa

    Kajian Konsep Arsitektur Modern pada Bangunan Surabaya Kriya Gallery Merr

    Get PDF
    UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) have an important role in regional and national economic growth. Every year the number of UMKM always increases in each region, one of which is Surabaya City. With the large number of UMKM, facilities are needed that can develop this, one of the Surabaya City Government's strategies to develop UMKM products in Surabaya City is by providing facilities to UMKM players in the form of a forum to market their products and also coaching to develop the products of UMKM players.UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) memiliki peranan yang penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Setiap tahunnya jumlah UMKM selalu mengalami kenaikan di setiap daerah, salah satunya yaitu Kota Surabaya. Dengan banyaknya jumlah UMKM tersebut maka diperlukan fasilitas yang dapat mengembangkan hal tersebut, salah satu strategi Pemerintah Kota Surabaya untuk pengembangan produk-produk UMKM Kota Surabaya yaitu dengan memberikan fasilitas kepada para pelaku UMKM berupa wadah untuk memasarkan produk-produk mereka dan juga pembinaan untuk pengembangan produk para pelaku UMKM

    39

    full texts

    50

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal SADE (Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇