Jurnal Sociopolitico
Not a member yet
100 research outputs found
Sort by
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEPALA DESA SEBAGAI PENGERAK POLITIK DI DESA TEHANG
Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui persepsi masyarakat desa Tehang terhadap peran kepala desa sebagai penggerak politik. 2) Untuk mengetahui peranan kepala desa sebagai penggerak politik terhadap tingkat partisipasi politik masyarakat Tehang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar dan bukan merupakan data yang berbentuk angka-angka. Sehingga penelitian ini akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran dalam pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui observasi, wawancara, cacatan lapangan dan dokumentasi.
Hasil penelitian: a) Kepala desa merupakan pimpinan elit lokal dan pimpinan masyarakat yang mempunyai pengaruh bagi masyarakat. Kedudukan kepala desa sulit terpisahkan dari politik, untuk mempertahankan kekuasaan dan kestabilan politik yang dijalankan diperlukan adanya dukungan dari masyarakat desa. Keterlibatan kepala desa sebagai penggerak politik masyarakat untuk memilih salah satu partai atau kandidat tertentu dengan memberikan berbagai janji pembangunan infrastruktur di Desa Tehang yang selama ini sangat didambakan masyarakat. Berbagai proyek pembangunan desa yang dijalankan kepala desa telah memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat, karena masyarakat dapat menikmati secara langsung pembangunan desa. b) Selain persepsi positif, ada juga persepsi negatif yang muncul di masayarakat Desa Tehang. Keterlibatan kepala desa sebagai penggerak politik masih dipandang sebagai hal yang negatif yang selalu mendapat sorotan dan perhatian di kalangan masyarakat, karena hal tersebut dinilai sesuatu hal yang tidak etis. keterlibatan kepala desa sebagai penggerak politik masyarakat dipandang tidak memberikan contoh yang baik bagi berlangsungnya demokrasi
NORMALISASI STIGMA KEPOLISIAN NEGERI IMPIAN
Membangun citra dan reputasi positif di lembaga Kepolisian Republik Indonesia itu merupakan suatu keharusan dimana bagi Polri pada saat ini citra positif merupakan tujuan utama untuk memperoleh kepercayaan publik (public trust). Bersinggung dengan soal image dan reputasi Kepolisian Negeri Impian, sudah seharusnya lembaga ini harus serius menangani permasalahan tentang pencitraan, untuk mencapainya diperlukan usaha untuk memperbaiki citra Kepolisian Negeri Impian yang selama ini dianggap kurang profesional melalui Pengelolaan kesan dengan teknik normalisasi stigma.
Penulisan penelitian ini bertujuan:(1) mengkaji dan menganalisa Pengelolaan kesan dengan teknik normalisasi stigma,(2) mendeskripsikan Normalisasi stigma guna meningkatkan Citra di kepolisian Negeri Impian, dan (3) Mengelaborasi segala temuan dalam penelitian untuk merekomendasikan saran membangun opini baik yang dapat diterapkan dalam membangun Citra Kepolisian Negeri Impian. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teori yang digunakan adalah Pengelolaan kesan dengan teknik Normalisasi stigma dalam prespektif Erving Goffman. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Penentuan subyek adalah personel polisi yang melaksanakan program polisi promoter sebanyak 17 orang dan masa tugasnnya diatas tujuh tahun. Metode analisis data dilakukan dengan prosedur mentranskrip, bracketing, menginventarisir pertanyaan penting, cluster of meaning dan deskripsi esensi.
Temuan penelitian ini menghasilkan teknik pengelolaan kesan dengan teknik Normalisasi stigma bagi personel polisi yaitu: (a) dilakukan pemecatan pada anggota yang melakukan kesalahan yang berat, (b) pembinaan keagamaan terhadap personel Polri yang bermasalah dengan tingkat pelanggaran Ringan, (c) Memutasikan/memindah tugaskan personel Polri yang bermasalah dengan tingkat pelanggaran sedang, (d) Pimpinan harus bertindak tegas, (e) Pemimpin harus bisa menjadi suritauladan yang baik, (f) Memberikan penghargaan bagi personel yang berprestasi dan memberikan hukuman yang sesuai bagi personel yang bermasalah, (g) Memproses personel Polri yang bermasalah dengan berdasarkan asas keadilan dan Hak asasi manusia, (f) Melakukan revolusi mental dengan pembinaan keagamaan terhadap personel Polri yang bermasalah, (g) Bila pelanggaran ringan bisa diberikan hukuman fisik seperti lari 6 putaran, pushup 50 kali dan lain-lain, (h) Meningkatkan kesejahteraan personel Polri, (i) Memberi hukuman sesuai dengan tingkat pelanggarannya, (j) Menurunkan pangkat setingkat lebih rendah, dan (k) Melakukan revolusi mental dimulai dari level pimpinan.
Kesimpulan hasil analisis penelitian adalah: Dalam normalisasi stigma harus dilakukan pemecatan dan penurunkan pangkat bagi personel polisi sesuai dengan tingkat pelanggarannya
PERAN KEPALA DESA SEBAGAI OPINION LEADER DI DESA BUKIT HARAPAN
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mendeskripsikan peranan Kepala Desa dalam membangun citra kerja yang baik terhadap warga pada masyarakat di Desa Harapan Kabupaten Kotawaringin Timur. (2) Untuk mendeskripsikan peranan Kepala Desa dalam meningkatkat hubungan komunikasi kepada masyarakat di Desa Bukit Harapan Kabupaten Kotawaringin Timur.
Jenis penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif metode yang hanya memaparkan, menuliskan, dan melaporkan keadaan suatu objek ataupun suatu peristiwa yang berupa penyingkapan sebuah fakta. Sedangkan metode studi kasus adalah metode penelitian tentang subjek penelitian berupa individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat, yang berkenaan dengan suatu fase atau tahap, sehingga dapat memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang, sifat dan karakter yang khas dari suatu kasus.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan : 1) Dalam peraturan desa Kepala Desa di Desa Bukit Harapan Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur telah menyelesaikan proker desa yang dibuat dan semua anggota ikut serta dalam menjalankan proker kerja, dan visi/misi yang ada didesa sangat berjalan dengan baik, serta sekertaris desa sangat membantu dalam peraturan desa yang dijalankan dalam pemerintahan. 2) Hambatan yang dialami di kantor pemerintahan desa masih sangat kurangnya keterlibatan masyarakat terhadap program yang telah disusun oleh pemerintah desa, untuk selanjutnya agar partisifasi warga bisa ditingkatkan lagi agar proses pembangunan desa dapat berjalan dengan lancar adanya komunikasi yang baik antara pemerintah desa dan warganya
PERAN PEMERINTAH DALAM MELESTARIKAN RITUAL MIWIT ABEH DI DESA DAYU KECAMATAN KARUSEN JANANG KABUPATEN BARITO TIMUR
Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang yang diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama, politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, bangunan dan karya seni. Desa Dayu yang memiliki ciri khas upacara ritual yang dikenal dengan Miwit Abeh. Dalam upaya masyarakat tentu perlu dukungan dari pemerintah khususnya pemerintah desa dalam melestarikan ritual Miwit Abeh ini agar tidak musnah di tengah perkembangan zaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran pemerintah desa dalam melestarikan ritual Miwit Abeh di desa Dayu, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan pendekatan kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa Salah satu bentuk dari dukungan dari pemerintah Desa Dayu terhadap tradisi ritual Miwit Abeh yaitu, menyediakan sarana dan prasarana berupa rumah adat dan ikut berpartisipasi melibatkan diri dalam pelaksanaan tersebut. Faktor pendukung dalam melestarikan ritual Miwit Abeh yaitu selain dari peran pemerintah khususnya pemerintah desa juga dari masyarakat desa yang ikut mempromosikan melalui media masa. Faktor penghambat internal yang menjadi penghambat yaitu sikap individu di dalam masyarakat untuk lebih mencintai tradisi sendiri masih sangat rendah, adapun faktor eksternalnya adalah munculnya acara-acara modern seiring perkembangan zaman yang menarik perhatian kaum muda khususnya, sehingga mengurangi minat mereka akan ritual-ritual tradisional yang mereka anggap kuno.
Dapat disimpulkan bahwa peran pemerintah khususnya pemerintah desa sangat mempengaruhi dalam pelestarian budaya-budaya khususnya ritual Miwit Abah yang sudah ada sejak turun temurun. Menjadi tantangan semua pihak baik pemerintah amaupun masyarakat agar bisa menumbuhkan sikap peduli budaya kepada generasi selanjutnya agar ritual seperti Miwit Abeh ini tidak musnah
ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS JASA DENGAN KEPUASAN PELANGGAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELETAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas jasa pelayanan terhadap kepuasan pelanggan PDAM di Kabupaten Hulu Sungai Seletan dan untuk menganalisis factor kualitas jasa yang paling erat hubungannya dengan kepuasan pelanggan PDAM di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Hipotesis yang diuji adalah: 1) diduga factor kualitas jasa pelayanan mempunyai hubungan dengan kepuasan pelanggan PDAM Kabupaten Hulu Sungai Selatan. 2) Diduga factor daya tanggap (Responsiveness) mempunyai hubungan paling erat dengan kepuasan pelanggan PDAM di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Penelitian dilakukan terhadap 255 responden yang merupakan pelanggan PDAM di Kanupaten Hulu Sungai Selatan. Alat analisis yang digunakan adalah analisis korelasi.
Dari hasil analisa data (table 5.32) dapat diketahui bahwa semua factor kualitas jasa pelayanan mempunyai hubungan yang signifikan dengan kepuasan pelanggan PDAM Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dan hubungan tersebutadalah cukup kuat. Dengan demikian hipotesa I terbukti. Demikian juga dari analisis data dapat tanggap (responsiveness) dengan kepuasan pelanggan adalah paling besar yaitu 0,560 atau 56,0%. Artinya hubungan dimensi responsiveness dengan kepuasan pelanggan adalah paling erat. Dengan demikian hipotesa II terbukti
PERAN PENGAWAS PEMILU KECAMATAN TERHADAP PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF KOTA KUALA KAPUAS TAHUN 2014
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Panwaslu Kecamatan terhadap penyelenggaraan Pemilihan Umum legislatif tahun 2014 di kecamatan Basarang, dan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menghambat kinerja Panwaslu Kecamatan dalam penyelenggaraan Pemilu legislatif tahun 2014 di Kecamatan Basarang. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan mendeskripsikan peristiwa maupun fenomena yang terjadi di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Panwaslu Kecamatan Basarang dalam pelaksanaan pemilu legeslatif Kota Kuala Kapuas Tahun 2014 belum berjalan dengan baik. Dalam pemutakhiran data ditemukan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh panwaslu diupayakan optimal mulai dari awal pemilu hingga pemilu berakhir. Panwaslu minta agar pemerintah daerah memberi dukungan anggaran yang memadai dan personil yang dibutuhkan penyelenggara Pemilu legislatif untuk menyelenggarakan tugas mereka. Dalam pengawasan kampanye Panwaslu diketahui Panwaslu yang bertugas di lapangan jarang sekali memberikan laporan tentang keadaan di lapangan bahkan menurut masyarakat banyak permasalahan yang luput dari tindakan panwaslu akibat dari SDM yang kurang memadai
UPAYA SOSIALISASI OLEH KOMISI PEMILIHAN UMUM TERHADAP PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2009 DI KOTA PALANGKA RAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana upaya sosialisasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Palangka Raya terhadap peningkatan peran masyarakat dalam pembangunan politik di Kota Palangka Raya.
Tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Menurut pendapat Ida Bagoes (2003:52) “metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan peristiwa dan kejadian yang ada pada masa sekarang. Sumber data berasal dari data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari subyek penelitian, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen-dokumen atau laporan yang berhubungan dengan penelitian. Sumber data berasal dari : Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Palangka Raya dan Anggota Komisi Pemilihan Umum Kota Palangka Raya sebanyak 4 (Empat) orang. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi, observasi dan wawancara.
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat dijelaskan bahwa upaya peningkatan peran masyarakat dalam pembangunan politik di Kota Palangka Raya oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah, meliputi (a) Simulasi, tata cara pemungutan suara di TPS pada Pemilu Legislatif 2009, (b) Aksi simpatik, membagi pamflet Pemilu Legislatif 2009 kepada warga, (c) Seminar, kegiatan yang didalamnya tercakup simulasi dan aksi simpatik, (d) Bimbingan Teknik, Cara-cara pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009.
Berdasarkan data Rekapitulasi perhitungan hasil suara Partai Politik dan Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Provinsi, Kabupaten/Kota) Pemilu 2009 secara keseluruhan sebagai berikut : Pemilih Tetap berjumlah 141.028 orang, Yang menggunakan hak pilih berjumlah 95.584 orang, Yang tidak menggunakan hak pilih 45.444 orang
UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PEREDARAN NARKOBA PADA KALANGAN PELAJAR (STUDI KASUS PADA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI KALIMANTAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Upaya pencegahan dan pemberantasan dan peredaran narkoba pada kalangan kasus pada badan narkotika nasional provinsi Kalimantan. yang meliputi tahapan interpretasi, pengorganisasian, dan aplikasi.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala bidang dan seksi pencegahan pemberdayaan masyarakat serta staf bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNNP Kalimantan Tengah, kepala bidang renstra Dikpora Kalimtan Tengah, dan siswa peserta sosialisasi, ditentukan dengan teknik purposive. Informan penelitian adalah kepala bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, kepala seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, staf bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNNP Kalimatan Tengah, serta staf dari Dikpora Kalimantan Tengah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan pencermatan dokumen. Analisis data menggunakan teknis analisis Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian sebagai berikut: Implementasi kebijakan P4GN di BNNP Kalimantan Tengah meliputi interpretasi, pengorganisasian dan aplikasi. (1) Tahap interpretasi BNNP Kalimantan tengah menyusun rencana strategis dan rencana kerja anggaran. Dari interpretasi program yang menyasar pada kalangan pelajar yaitu diseminasi informasi, advokasi, pembentukan kader anti narkoba, dan pemberdayaan kader anti narkoba. (2) Pada pengorganisasian, dilakukan penyusunan panitia baik dari dalam maupun luar BNNP, penentuan anggaran dan sarana prasarana serta pihak yan terlibat dengan menyusun proposal
POLA REKRUTMEN CALON ANGGOTA LEGISLATIF PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA DI KABUPATEN KAPUAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola rekrutmen calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kab/Kota dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di daerah Kabupaten Kapuas. Disamping itu untuk mengetahui upaya partai Gerindra untuk meningkatkan kualitas caleg yang mereka usung, dan kesesuaian pola rekrutmen yang dilakukan partai Gerindra dengan demokrasi prosedural.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive, yakni dengan kriteria orang yang terlibat langsung dengan proses rekrutmen partai Gerindra. Sebagai subjek penelitian ini yaitu ketua kantor DPC Gerindra Kabupaten Kapuas, anggota Badan Seleksi Partai Gerindra Kabupaten Kapuas. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi dengan teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan cross check. Teknik analisis data secara induktif, meliputi reduksi data, kategorisasi, display data dan kesimpulan.
Penelitian dilakukan di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Kapuas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Partai Gerindra seleksi awal menggunakan test kegerindraan, wawancara umum tentang ketugasan dewan, dan tes psikologis, b) Partai Gerindra merekrut Bacaleg baik kader maupun non-kader, c) Partai Gerindra, posisi caleg perempuan dan laki-laki sama, semua dinilai murni dari kapabilitas yang mereka miliki, d) Upaya Partai Gerindra untuk meningkatkan kualitas calegnya adalah dengan kaderisasi untuk anggotanya dan berbagai program terkait pendidikan politik untuk masyarakat luas, e) Secara umum pola rekrutmen yang dilakukan Gerindra sudah sesuai dengan demokrasi prosedural, hanya saja terdapat perbedaan dalam implementasinya
INTERFERENSI BAHASA INDONESIA KE DALAM BAHASA INGGRIS PADA UJIAN TRANSLATION (NON-ENGLISH STUDY PROGRAM STUDENTS)
The research is aimed not only at discussing on an interference of Indonesian language into English language as shown in teranslation test for non English study program students, in this study is the students of FISIP Universitas PGRI Palangka Raya, but also at the description on the kinds of interference. In this study, there are 130 students of three classes which just 30 students takken as the sample. The method applied in this research is descriptive with distributional and similarity analysis. The data is collected from translation test for non English study program students, in this case the tudents of FISIP Universitas PGRI Palangka Raya 2015/2016 academic year. The results indicate that there are three kinds of interferences, namely: morphological, syntactic and semantic interferences. Morphology interference happens such as in verb form for the third person, plural form, and possessive. Syntactic interference includes the form of phrase and passive voice, parallelism, and the omission of to be and article. Semantic interference consists of addition and substitution