Research Repository of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
966 research outputs found
Sort by
Problematika pers lokal dalam menghadapi kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) di Provinsi Sumatera Barat
Local press problems in facing the contestation of the election of Regional Heads in West Sumatra Province can be grouped into two broad lines: first, the local press is dragged into a conflict of interest in the election of the Regional Head including 1) The Press supports one candidate pair, 2). Incitement of the success team, 3). The interests of media owners and stakeholders in media companies. Second, the intervention of the Regional Head towards local media includes 1). Change the Regional Head changes journalists, 2). Contract termination threats and 3). Media blockade. As for the solution to the problem, an alternative solution can be proposed that: 1). Re-guided Law Number 40 of 1999 concerning Press. 2). Balancing the press as a business industry with the press as a professional institution (social control). 3). The media owner should not use and manipulate his press company into the realm of practical politics. 5). In establishing cooperation with local governments, strive to stick to the principles and ethics of the journalistic profession. 6). Journalists must increase the capacity and quality of journalistic products, adhere to journalists' code of ethics, and not bring the profession into the realm of practical politics. 7). Report regional heads or parties who attempt to intimidate the media and journalists in carrying out their profession, to the Public Information Commission (KIP), police and Ombudsman at certain levels of government
Problematika pendamping desa profesional dalam pemberdayaan masyarakat desa di Kota Padangsidimpuan
Meninjau ulang konsep al-jarh kritikus hadis terhadap periwayat kufah
Artikel ini mendiskusikan sikap skeptis kritikus hadis dalam menilai tajrīh periwayat Kufah dengan stigma negatif. Terdapat aliansi politik dan ilmu pengetahuan sehingga merasut ke dalam al-jarh wa at-ta‘dīl. Dengan perspektif sosiohistoris ditemukan bahwa al-jarh{ wa at-ta‘dīl dalam kasus Kufah dijadikan sarana
labelisasi atas dasar prejudice sehingga melahirkan stereotype dan stigma negatif. Kesenjangan sosial dan interaksi yang tidak harmonis antara Kufah dengan Hijaz serta Damaskus menjadikannya sebagai kota pemberontak. Pemberontakan Husain, Ibn Zubair, at-Tawwābūn, Mukhtār as-Saqafī, dan Zaid
bin ‘Ali merupakan respons sosial yang melibatkan periwayat seperti Abū H{anīfah. Label seperti khawarij, tasyayyu‘, murjiah, mudallis, dan mursal periwayat Kufah menggambarkan kondisi periwayat Kufah ketika itu. Temuan ini kiranya menyadarkan sarjana hadis kontemporer bahwa al-jarh{ dalam literatur rijāl
al-h{adīs seharusnya tidak dijadikan “kitab suci” dalam menilai kredibilitas periwayat. Perlu penelusuran kehidupan sosial komunitas periwayat dan pengeritik sehingga memungkinkan untuk menerima hadis periwayat yang dinilai majrūh dan sebaliknya
Metode Imam Asy-Syaukani dalam menyusun kitab Nailul Autar Syarh Muntaqal-Akhbar
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode Imam Asy-Syaukani dalam menyusun kitab Nailul Autar Syarh Muntaqal-Akhbar. Kitab Nailul Authar adalah kitab syarh dari dari kitab hadis hukum yang dihimpun oleh ibnu Taimiyan “al-Muntaqa” yang terdiri dari 5029 hadis, kemudian disyarh oleh Asy-Syaukani menjadi 8 juz, masing-masing setelal 380 halaman, hingga menjadi 3040 halaman. Oleh karena itu penulis mencoba untuk memberikan gambaran terhadap buku kitab yang dimaksud
Rekapitulasi tanggung jawab keperempuanan dalam mengikuti majelis ilmu Harokah al Iman di Wek IV Kecamatan Padangsidimpuan Utara
Urgensi etika profesi pengembangan masyarakat Islam
Ethics becomes a guiding tool in running a profession. Profession is not only defined as work done with skill or expertise, because in fact the profession includes mastery of theoretical knowledge, theoretical (practical) and experiential implementation. Similarly, the work of the community facilitator profession, which requires an ethical standard to be used as a guide in carrying out its work.Using ethical comparative analysis according to Western and Islamic philosophy, which then attempts to formulate the urgency of the ethical profession of Islamic community facilitator, which includes (a) Guidelines for community facilitator to carry out their duties and responsibilities, (b) the system of norms for professional development and personality, c) benchmark in evaluating the professionalism of community facilitator work
Pengaruh model problem based learning terhadap civic skills siswa kelas V MIN 3 Tapanuli Selatan
Berdasarkan hasil pengamatan awal ketika pembelajaran PPKn berlangsung di kelas V MIN 3 Tapanuli Selatan
ditemukan bahwa guru menggunakan Direct Instruction dan tidak memperhatikan civic skills dalam penilaiannya, bahkan juga ditemukan bahwa sebanyak 11 dari 17 siswa (64,71%) mempunyai civic skills rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap civic skills siswa. Teknik sampling yang digunakan pada
penelitian ini yaitu total sampling, karena jumlah populasi dan sampelnya sama yaitu sebanyak 17 orang siswa kelas V di MIN 3 Tapanuli Selatan. Penelitian ini
merupakan penelitian Quasi Eksperimen. Data penelitian dikumpulkan melalui lembar observasi civic skill siswa, sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu uji-t (Paired Samples T-Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap Civic skills siswa. Temuan lain dari hasil penelitian ini bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) juga mempengaruhi dimensi kewarganegaraan lainnya seperti civic knowledge dan civic values. Dengan demikian, penelitian ini menyarankan agar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning
(PBL) dalam membelajarkan PPK