E-journal Universitas Veteran Bangun Nusantara
Not a member yet
2863 research outputs found
Sort by
Analisis Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan
Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan telah menerapkan SIMRS sejak 2015 dan sedang dalam proses migrasi menuju SIMRS elektronik terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SIMRS pada instalasi rawat jalan RS Bhayangkara Balikpapan, dengan fokus pada identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan implementasi, termasuk kesiapan pengguna, kendala teknis, dan dampaknya terhadap mutu pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam tentang tanggung jawab manajemen rumah sakit dalam pelaksanaan SIMRS di instalasi rawat jalan RS Bhayangkara Balikpapan. Pengumpulan data menggunakan wawancara kemudian di analisis dengan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi SIMRS di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan sudah baik, karena mampu meningkatkan efisiensi pelayanan medis, mempercepat proses pendaftaran dan rekam medis pasien, serta mempermudah koordinasi antar unit pelayanan. Hambatan berupa perangkat keras yang tidak memadai dan konektivitas internet yang kurang stabil dapat menghambat operasionalisasi SIMRS secara optimal. Solusi mengatasi hambatan dengan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan perangkat keras yang memadai dan memastikan konektivitas internet yang stabil.
Kata kunci:
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Instalasi Rawat Jalan, Rumah Sakit
 
Permainan Ayunan Jantra di Banjar Kerobokan, Desa Munggu, Badung Kajian Tentang Latar Belakang, Dampak, dan Potensinya sebagai Sumber Belajar di SMA
Penelitian ini memiliki tujuan yaitu, mengetahui latar belakang permainan AyunanJantra di Desa Munggu, Mengwi, Badung, Bali, untuk mengetahui dampakpermainan Ayunan Jantra bagi masyarakat Banjar Kerobokan di Desa Munggu,Mengwi, Badung, Bali, untuk mengetahui aspek-aspek dari permainan AyunanJantra yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar di SMA. Metode yangdigunakan di dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif denganteknik pengumpulan data berupa teknik observasi, wawancara, studi dokumendan menggunakan metode penelitian sejarah yaitu heuristik, kritik sumber,interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwapermainan Ayunan Jantra dibuat tahun 1930 untuk mensejahterahkan SkahaAyunan Jantra dengan latar belakang adanya krisis yang disebabkan oleh kenaikanpajak oleh kolonial Belanda. Permainan Ayunan Jantra memiliki dampak sosialyaitu terciptanya Skaha Ayunan Jantra Nugraha dan memiliki dampak ekonomiyang mensejahterakan Skaha. Adapun aspek-aspek dari permainan Ayunan Jantrayang dapat dijadikan sebagai sumber belajar di SMA dikarenakan permainanAyunan Jantra memiiki sejarah yang dapat dijadikan sebagai sumber belajarsejarah lokal pada pendidikan formal tepatnya pada Fase E (Kelas 10), semester1, Bab II dalam materi “Penelitian Sejarah Lokal”.Penelitian ini memiliki tujuan yaitu, mengetahui latar belakang permainan AyunanJantra di Desa Munggu, Mengwi, Badung, Bali, untuk mengetahui dampakpermainan Ayunan Jantra bagi masyarakat Banjar Kerobokan di Desa Munggu,Mengwi, Badung, Bali, untuk mengetahui aspek-aspek dari permainan AyunanJantra yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar di SMA. Metode yangdigunakan di dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif denganteknik pengumpulan data berupa teknik observasi, wawancara, studi dokumendan menggunakan metode penelitian sejarah yaitu heuristik, kritik sumber,interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwapermainan Ayunan Jantra dibuat tahun 1930 untuk mensejahterahkan SkahaAyunan Jantra dengan latar belakang adanya krisis yang disebabkan oleh kenaikanpajak oleh kolonial Belanda. Permainan Ayunan Jantra memiliki dampak sosialyaitu terciptanya Skaha Ayunan Jantra Nugraha dan memiliki dampak ekonomiyang mensejahterakan Skaha. Adapun aspek-aspek dari permainan Ayunan Jantrayang dapat dijadikan sebagai sumber belajar di SMA dikarenakan permainanAyunan Jantra memiiki sejarah yang dapat dijadikan sebagai sumber belajarsejarah lokal pada pendidikan formal tepatnya pada Fase E (Kelas 10), semester1, Bab II dalam materi “Penelitian Sejarah Lokal”
Transformasi Lanskap: Pembukaan Perkebunan di Besuki terhadap Ekologi pada Awal Abad ke-20
This study analyzes the significant ecological transformation in the Besuki region due to plantation expansion in the early 20th century. This research reveals how Besuki, as the center of plantation production during the colonial period, experienced ecological changes such as deforestation to land clearing for settlements. This research uses historical methods to reconstruct past events. This study aims to analyze (1) how plantation activities in Besuki have changed the ecological landscape of Besuki Residency. (2) Deforestation until the emergence of settlements in Besuki Residency.
Keywords: plantation, Besuki, ecology,Penelitian ini menganalisis transformasi ekologi yang signifikan di wilayah Besuki akibat ekspansi perkebunan pada awal abad ke-20. Penelitian ini mengungkap bagaimana Besuki, sebagai pusat produksi perkebunan pada masa kolonial mengalami perubahan ekologi seperti deforestasi hingga pembukaan lahan untuk permukiman. Penelitian ini menggunakan metode sejarah untuk merekonstruksi peristiwa masa lampau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) bagaimana kegiatan perkebunan di Besuki telah mengubah lanskap ekologi Karesidenan Besuki. (2) Deforestasi hingga munculnya permukiman di Karesidenan Besuki.Kata Kunci: perkebunan, Besuki, ekologi
Penerapan PjBL Berbantuan Media POPINDA untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila di SD 2 Medini
Hasil pengamatan secara langsung memberikan jawaban bahwa hasil belajar siswa dalam materi “Keberagaman Budaya” menunjukkan hasil yang belum optimal. Siswa sulit mendapati pemahaman pada topik dengan konsep abstrak jika hanya diberikan melalui metode ceramah atau hanya bersumber dari buku teks. Metode belajar yang kurang variatif dan media belajar interaktif yang minim digunakan. Media dan model belajar yang begitu-begitu saja menjadi akar masalah terhadap siswa yang pasif saat belajar. Maka dari itu, penelitian dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan model PjBL berbantuan media POPINDA (pop up book Indonesia) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan pancasila. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan model Kemis dan McTaggart. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD 2 Medini berjumlah 24 siswa. Penelitan ini dilakukan 2 siklus dan setiap siklusnya dilakukan selama 3 pertemuan. Prasiklus menunjukkan angka 52. Pada siklus pertama, siswa mengalami kenaikan hasil belajar yaitu skor rata-rata 71. Setelah melakukan evaluasi dan refleksi, pada siklus kedua, siswa mengalami kenaikan dengan skor rata-rata 80,5. Hasil penelitian dari data dan obersvasi dapat diartikan bahwa model PjBL dengan dukungan media POPINDA (pop up book Indonesia) dengan pengukuran melalui tes hasil belajar meningkat pada siklus 1 (45.8%) dan siklus 2 (83.3%).
Kata Kunci: Project Based Learning, Pop Up Book, Hasil Belaja
Studi Numeris Perbaikan Stabilitas Lereng Menggunakan Geotekstil pada Lumbung Air di Kabupaten Gresik
A slope is a land surface that has a slope towards the horizontal from a high point to a low point. Slope construction can occur naturally due to landslides or human intervention. Slope stability is the ability of a slope to maintain its shape to balance and not movement. Stability in water reservoirs is influenced by changes in the water table elevation of the reservoir which results in changes in soil moisture content and soil pressure. One of the methods of slope reinforcement is with geotextiles which have tensile strength properties and the ability to improve slope stability. Slope stability analysis can be conducted by numerical study using GeoStudio Program with 5 different methods. The results showed that the slope stability of the existing condition without reinforcement under the influence of water elevation and seismic load was obtained SF < 1,25 and classified as an unsafe slope. After planning the reinforcement of Hibritex LP75/75 geotextile on the slope with the same influence, the safety factor value is more than 1,25 and is classified as a safe slope.Lereng merupakan suatu permukaan tanah yang memiliki kemiringan terhadap bidang horizontal dari titik tinggi ke titik rendah. Pembentukan lereng dapat terjadi secara alami karena tanah longsor maupun campur tangan manusia. Stabilitas lereng merupakan kemampuan lereng dalam mempertahankan bentuknya untuk setimbang dan tidak mengalami pergerakan. Stabilitas pada lumbung air dipengaruhi oleh perubahan elevasi muka air lumbung yang berakibat pada perubahan kadar air tanah dan tekanan pada tanah. Salah satu metode perkuatan lereng adalah dengan geotekstil yang memiliki sifat ketahanan dalam tarik dan kemampuan untuk meningkatkan stabilitas lereng. Analisis stabilitas lereng dapat dilakukan dengan studi numeris menggunakan Program GeoStudio terhadap 5 metode berbeda. Berdasarkan hasil yang diperoleh stabilitas lereng kondisi eksisting tanpa perkuatan dengan pengaruh elevasi air dan beban gempa didapatkan nilai SF<1,25 dan diklasifikasikan sebagai lereng tidak aman. Setelah merencanakan perkuatan geotekstil Hibritex LP 75/75 pada lereng dengan pengaruh yang sama diperoleh nilai faktor keamanan lebih dari 1,25 dan diklasifikasikan sebagai lereng aman
Perencanaan Ruang Publik Berdasarkan Preferensi Masyarakat di Bantaran Sungai Gajah Wong Segmen Kampung Pedak Karangbendo, Bantul, DIY
Public spaces are a crucial component of any settlement, serving as facilities for social activities among residents, balancing the ecosystem, and enhancing the environmental aesthetics. However, their presence is often neglected, especially in densely populated areas such as riverbanks. This research focuses on planning public spaces in Kampung Pedak Karangbendo, located along the Gajah Wong River in Yogyakarta, which is known as a slum area. According to Regent’s Decree No. 193 of 2021, Kampung Pedak Karangbendo faces various issues such as irregular and dense buildings, as well as a lack of basic facilities. As part of the Kotaku Program implemented by the Bantul Regency Public Works and Housing Agency, a master plan and detailed engineering design (DED) have been prepared to address these settlement issues. However, the plan has not yet included adequate public space provision. This study aims to plan public spaces based on the preferences of the local community, with the hope of creating comfortable and functional spaces for various age groups. The results of this research are expected to provide guidance for planners and policymakers in developing more inclusive and sustainable public spaces along the Gajah Wong River, thereby improving the quality of life and social interactions of the local communityRuang publik merupakan komponen penting dalam suatu permukiman yang berfungsi sebagai fasilitas aktivitas sosial warga, menyeimbangkan ekosistem, serta meningkatkan estetika lingkungan. Namun, keberadaannya sering diabaikan, terutama di permukiman padat seperti bantaran sungai. Penelitian ini berfokus pada perencanaan ruang publik di Kampung Pedak Karangbendo, bantaran Sungai Gajah Wong, Yogyakarta, yang dikenal sebagai kawasan permukiman kumuh. Berdasarkan SK Bupati No. 193 tahun 2021, Kampung Pedak Karangbendo memiliki berbagai permasalahan seperti ketidakteraturan dan kepadatan bangunan, serta kekurangan fasilitas dasar. Sebagai bagian dari Program Kotaku yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bantul, masterplan dan detail engineering design (DED) telah disusun untuk mengatasi permasalahan permukiman ini. Namun, rencana tersebut belum mencakup pengadaan ruang publik yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan ruang publik yang berdasarkan preferensi masyarakat setempat, dengan harapan dapat menciptakan ruang yang nyaman dan fungsional bagi berbagai kelompok usia. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan panduan bagi perencana dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan ruang publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan di bantaran Sungai Gajah Wong, sehingga meningkatkan kualitas hidup dan interaksi sosial masyarakat setempat
Simulasi Hidrolik Perubahan Desain Bangunan Pengambilan Bendungan Jragung Kabupaten Semarang
In a pipe network system, the design of the intake building plays an important role in determining the efficiency of water flow and distribution. Suboptimal designs can cause significant Pressure Losses, uneven flow distribution, and potential damage to infrastructure. This research aims to simulate and analyze the effect of design changes in the Jragung Dam intake building in Semarang Regency on its hydraulic performance. The Jragung Dam is one of the important infrastructures that supports water resource management in the region. In this research, WaterCad hydraulic simulation software was used to model water flow and hydraulic behavior in intake buildings. Hydraulic modeling based on current topographic, hydrological and engineering data of intake structures. Design changes are simulated to evaluate the differences in terms of flow capacity, pressure, and structural stability. The simulation results are then compared with the performance of the initial design with the design due to changes in the reservoir. The results of the research show that there is a change in the position of the reservoir with the minimum water level of the reservoir remaining at an elevation of +93,00, the outlet pressure for the raw water transmission pipe decreases to 1.97 mH2O, while the pressure in the other channels shows relatively small changes with a value of 33.48 respectively. mH2O, 11.34 mH2O, and 34.05 mH2O. These results indicate that the water pressure in the raw water transmission pipe is below the required standard (0.5-8 atm). To overcome energy losses in the raw water transmission line so that water can flow by gravity, the pipe diameter was changed from 900 mm to 1100 mm along 3,469 m. This modification produces an outlet pressure of 10.20 mH2O at the reservoir's minimum water level.Dalam sistem jaringan perpipaan, desain bangunan pengambilan memegang peranan penting dalam menentukan efisiensi aliran dan distribusi air. Desain yang kurang optimal dapat menyebabkan Kehilangan Tekanan yang signifikan, distribusi aliran yang tidak merata, dan potensi kerusakan pada infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan dan menganalisis efek perubahan desain pada bangunan pengambilan Bendungan Jragung, Kabupaten Semarang terhadap kinerja hidrauliknya. Bendungan Jragung merupakan salah satu infrastruktur penting yang mendukung pengelolaan sumber daya air di wilayah tersebut. Dalam penelitian ini, digunakan perangkat lunak simulasi hidraulik WaterCad untuk memodelkan aliran air dan perilaku hidraulik di bangunan pengambilan. Pemodelan hidraulik yang didasarkan pada data topografi, hidrologi, dan teknis bangunan pengambilan saat ini. Perubahan desain disimulasikan untuk mengevaluasi perbedaannya dalam hal kapasitas aliran, tekanan, dan stabilitas struktur. Hasil simulasi kemudian dibandingkan dengan kinerja desain awal dengan desain akibat perubahan reservoir. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan posisi reservoir dengan muka air minimum waduk tetap di elevasi +93,00, tekanan Outlet untuk pipa Transmisi Air Baku menurun menjadi 1,97 mH2O, sedangkan tekanan pada saluran lainnya menunjukkan perubahan yang relatif kecil dengan nilai masing-masing 33,48 mH2O, 11,34 mH2O, dan 34,05 mH2O. Hasil ini menunjukkan bahwa tekanan air pada pipa Transmisi Air Baku berada di bawah standar yang dipersyaratkan (0,5-8 atm), Untuk mengatasi kehilangan energi pada saluran transmisi air baku sehingga air dapat mengalir secara gravitasi, dilakukan perubahan diameter pipa dari 900 mm menjadi 1100 mm sepanjang 3.469 meter. Modifikasi ini menghasilkan tekanan outlet sebesar 10,20 mH2O pada kondisi muka air minimum waduk
Analisis Green Accounting Antara Kepedulian Dan Pemahaman Pelaku UMKM
This study examines the understanding and concern of MSMEs towards Green Accounting. This study uses a qualitative descriptive method with data collection through interviews, observations and documentation. The informants in this study were business actors in Cimahi Tengah District, Cimahi City. The results of the study indicate that business actors' understanding situs slot gacor777 of Green Accounting is still lacking, as evidenced by the absence of records in the financial reports made regarding the budget or cost analysis of Green Accounting. The lack of knowledge of business actors is due to the lack of information received from both the government and other institutions. However, business actors already have an awareness of protecting the environment by sorting organic and non-organic waste by separating them in different places. Business actors record the cost of cleaning up waste as additional costs or variable costs, in addition to other forms of awareness that business actors already have by providing social assistance to the community around the place of business where this is part of the concern for the environment that has been carried out by business actors
Pengaruh Inventory terhadap Profitabilitas PT. Indofood TBK Periode 2020-2023
All companies are built and established with the aim of gaining profits which can later improve the company's image in front of the public. These profits are also expected to continue to increase consistently in each period. This study aims to determine the effect of inventory on the profitability of PT Indofood Tbk during the 2020-2023 period. This study uses data from the company's gacor777 annual financial report with a focus on inventory indicators such as Inventory Turnover Ratio (ITR) and profitability as measured by Return on Assets (ROA) and Net Profit Margin (NPM). The analysis method uses regression which aims to determine the relationship between the variables. The results of this study can show that the efficiency of inventory management does not have a significant impact on the company's profitability where optimal inventory turnover can contribute to increasing the company's profits. This study emphasizes several important things where the importance of an integrated inventory management strategy with other operational factors can increase the company's profits
Analisis Yuridis Prinsip Single Economic Entity dalam Notifikasi Akuisisi Saham PT Tamaris Hidro
Fair business competition is guaranteed in Law Number 5 of 1999, including the obligation to notify mergers or acquisitions. However, the case of PT Tamaris Hidro vs. KPPU highlights the ambiguity in this regulation, especially regarding the application of the Single Economic Entity Doctrine. PT Tamaris Hidro argued that the notification obligation had been fulfilled by PT Patria Bakti Abadi, but the KPPU rejected the claim and imposed a fine of IDR 10 billion. This study uses a normative legal approach to analyze the legal basis in decision Number 4/Pdt.Sus-KPPU/2024/PN.Niaga Jkt Pst. The results of the study show that the KPPU regulation has not accommodated business entities with complex ownership structures. As a result, parent companies are still required to make separate notifications, even though they are in the same business group. The implications of this finding emphasize the need to revise the KPPU regulation to be more adaptive to the dynamics of modern business. This study recommends further research on the application of the Single Economic Entity Doctrine in competition law in Indonesia