E-journal Universitas Veteran Bangun Nusantara
Not a member yet
    2863 research outputs found

    EFFECTIVENESS OF INORGANIC FERTILIZER NPK (16-16-16) ON CABBAGE PLANTS

    No full text
    Plants can utilize nutrients efficiently through interactions with various environmental factors. The balanced application of macronutrients is crucial for supporting optimal plant growth. This experiment aimed to evaluate the effectiveness of NPK (16-16-16) inorganic fertilizer in promoting the growth and yield of cabbage, as well as to assess its agronomic efficiency and economic feasibility. The treatments consisted of seven fertilization levels: no inorganic fertilizer (P0), reference inorganic fertilizer (P1), 0.5 dose (117 kg/ha) of test fertilizer (P2), 0.75 dose (176 kg/ha) (P3), 1.00 dose (235 kg/ha) (P4), 1.25 dose (293 kg/ha) (P5), and 1.5 dose (352 kg/ha) (P6). The results showed that the application of NPK (16-16-16) significantly improved plant growth (height and number of leaves) and cabbage yield (per plant, per plot, and per hectare) compared to the control treatment. Although no significant differences were observed among the NPK treatments, the application of half the recommended dose of NPK (16-16-16) provided the highest economic return. The recommended fertilizer dose for cabbage is 110 kg/ha, applied in two stages: 50% at one week after transplanting (WAT) and the remaining 50% at four WAT

    Prebiotics Properties of Oolong Tea

    Get PDF
    Oolong tea is a semi-fermented tea derived from Camellia sinensis leaves. Oolong tea contains high polyphenol compounds that act as antioxidants and prebiotics. However, studies related to the prebiotic properties of oolong tea are still limited. This review aims to discuss scientific research that supports the concept of oolong tea polyphenol compounds as prebiotics. Oolong tea polyphenol compounds have low bioavailability. The part of the polyphenols that are not absorbed by the small intestine will be metabolized by intestinal bacteria. This has implications for improving intestinal microbiota and increasing SCFA production which have health effects on the body as antiobesity, improving colon inflammation and preventing cardiovascular disease. Keywords: Oolong tea, prebiotics propertie

    Physicochemical Properties of Papaya Slice Jam (Carica papaya) with Variations Citric Acid Concentrations

    Get PDF
    Papaya is included in the climacteric fruit that has a very short shelf life. This fruit is very much found around us. However, papaya has a very complete nutritional value. The decline in the quality of papaya goes hand in hand with the ripening phase of the fruit in the form of texture, taste, and color. Based on this basis, processing is needed to increase the shelf life and selling value of papaya. Innovations that can be done by reducing the moisture content of the product and making it into sheets. This sheet jam is commonly made by mixing fruit, sugar, hydrocolloids and acids. The factor that affects the formation of this sheet jam is acidity. Acids can affect the formation of gels and flavors in sheet jams. This study was carried out by analyzing the physicochemical properties of papaya sheet jam with the addition of citric acid. This study used citric acid levels of 0.5%, 0.75%, 1%, and 1.25%. The tests carried out include physicochemical analysis, namely texture (hardness), moisture content, total dissolved solids, and pH. The data obtained was analyzed using ANOVA. Based on the results of the study, it is known that variations in citric acid concentration have a significant influence on the results of physicochemical tests of papaya sheet jam, especially on moisture content, total dissolved solids, and pH. The higher the concentration of citric acid, the higher the value of the water content, TPT produced. However, the higher the concentration of citric acid added, the lower the texture value (hardness) and pH obtained. Keywords: citric acid, carrageenan, papaya, sheet ja

    Integrasi Nilai Kewirausahaan dalam Pembelajaran Sejarah: Analisis Model Pembelajaran Berbasis Tokoh Wirausahawan Sejarah Indonesia

    Get PDF
    Transformasi pendidikan menuntut pembelajaran sejarah yang lebih relevan dengan tantangan abad ke-21. Integrasi nilai kewirausahaan dalam pembelajaran sejarah bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha peserta didik dengan mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh wirausahawan sejarah Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk menganalisis model pembelajaran berbasis tokoh wirausahawan sebagai strategi integrasi nilai kewirausahaan dalam sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh seperti Haji Samanhudi, Tirto Adhi Soerjo, dan Nitisemito memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ekonomi Indonesia. Nilai-nilai kewirausahaan seperti kreativitas, inovasi, kegigihan, dan kepemimpinan dapat diidentifikasi dalam biografi mereka dan diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah melalui pendekatan kontekstual. Model pembelajaran berbasis tokoh ini dirancang untuk menghubungkan sejarah dengan keterampilan praktis, mendorong refleksi kritis, serta meningkatkan minat peserta didik terhadap kewirausahaan. Kesimpulannya, model ini berpotensi meningkatkan relevansi pembelajaran sejarah dan membekali peserta didik dengan wawasan kewirausahaan yang aplikatif. Disarankan adanya pengembangan kurikulum yang lebih fleksibel, pelatihan guru interdisipliner, serta penelitian lebih lanjut mengenai dampak model ini terhadap pemahaman sejarah dan minat kewirausahaan peserta didik

    Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao di Semarapura Kauh, Klungkung, Bali (Sejarah, Nilai Multikultur, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA)

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejarah pendirian Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao di Kelurahan Semarapura Kauh, Klungkung, Bali, untuk mengetahui aktualisasi nilai multikultur yang dilakukan oleh komunitas Tionghoa di dua tempat ibadah tersebut, untuk mengetahui kontekstualisasi nilai-nilai multikultur di Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendirian Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao merupakan wujud dari dua kepercayaan yaitu Buddha dan Konghuchu. Kedua tempat ibadah ini mulai dibangun setelah periode ketertutupan, yaitu di tahun 2002 oleh komunitas Tionghoa Klungkung. Keberadaan Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao di dalam satu areal mencerminkan nilai-nilai multikultur yang diaktualisasikan melalui aktivitas keagamaan. Nilai multikultur dari Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao dapat dikontekstualisasikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA pada Fase E (Kelas 10) dan Fase F (Kelas 12).Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejarah pendirian Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao di Kelurahan Semarapura Kauh, Klungkung, Bali, untuk mengetahui aktualisasi nilai multikultur yang dilakukan oleh komunitas Tionghoa di dua tempat ibadah tersebut, untuk mengetahui kontekstualisasi nilai-nilai multikultur di Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendirian Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao merupakan wujud dari dua kepercayaan yaitu Buddha dan Konghuchu. Kedua tempat ibadah ini mulai dibangun setelah periode ketertutupan, yaitu di tahun 2002 oleh komunitas Tionghoa Klungkung. Keberadaan Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao di dalam satu areal mencerminkan nilai-nilai multikultur yang diaktualisasikan melalui aktivitas keagamaan. Nilai multikultur dari Vihara Dharma Ratna dan Klenteng Zhong Yi Miao dapat dikontekstualisasikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA pada Fase E (Kelas 10) dan Fase F (Kelas 12)

    Peran Balai Arsip dan Perpustakaan sebagai Sarana Rekreatif Pembelajaran Sejarah

    Get PDF
    Pengajaran sejarah tidak boleh hanya menekankan aspek masa lampau saja. Pengajaran sejarah harus mengembangkan aspek kualitas dan kuantitas bahan dan materinya. Pengajaran sejarah harus mengembangkan aspek kualitas dan kuantitas bahan dan materinya pelajaran sejarah menjadi pelajaran yang berada di papan bawah, sehingga sering diremehkan, dan melihat kondisi guru sejarah kurang peka terhadap gejala-gejala sejarah, akibatnya metode yang dikembangkan, cenderung konvensional dan monoton. Melihat kondisi ini perlu menghadirkan sebuah inovasi baru dalam pembelajaran sejarah, sehingga lebih menyenangkan dan bermakna. Salah satu solusi dari keadaan ini yaitu dengan menggunakan arsip dan perpustakaan sebagai sumber pembelajaran sejarah, pemanfaatan arsip dan perpustakaan sebagai sumber belajar dengan tujuan agar pembelajaran sejarah lebih bervariasi dan tidak hanya terbatas pada buku teks atau bendabenda peninggalan sejarah. Dengan membaca buku sejarah dapat menjadi media hiburan dan rekreatif, fungsi rekreatif ini menekankan pada upaya untuk menumbuhkan rasa senang untuk belajar dan menulis sejarah.Pengajaran sejarah tidak boleh hanya menekankan aspek masa lampau saja. Pengajaran sejarah harus mengembangkan aspek kualitas dan kuantitas bahan dan materinya. Pengajaran sejarah harus mengembangkan aspek kualitas dan kuantitas bahan dan materinya pelajaran sejarah menjadi pelajaran yang berada di papan bawah, sehingga sering diremehkan, dan melihat kondisi guru sejarah kurang peka terhadap gejala-gejala sejarah, akibatnya metode yang dikembangkan, cenderung konvensional dan monoton. Melihat kondisi ini perlu menghadirkan sebuah inovasi baru dalam pembelajaran sejarah, sehingga lebih menyenangkan dan bermakna. Salah satu solusi dari keadaan ini yaitu dengan menggunakan arsip dan perpustakaan sebagai sumber pembelajaran sejarah, pemanfaatan arsip dan perpustakaan sebagai sumber belajar dengan tujuan agar pembelajaran sejarah lebih bervariasi dan tidak hanya terbatas pada buku teks atau bendabenda peninggalan sejarah. Dengan membaca buku sejarah dapat menjadi media hiburan dan rekreatif, fungsi rekreatif ini menekankan pada upaya untuk menumbuhkan rasa senang untuk belajar dan menulis sejarah

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Berbantuan Media Smart Box Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar belajar setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media smart box untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas III B SD 1 Barongan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) dalam dua siklus pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. Adapun tahapan penelitian: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data kuantitatif. Data kuantitatif berasal dari hasil post test, pilihan ganda pada setiap akhir siklus yang diperoleh dari hasil tes yang diberikan guru kepada peserta didik untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar peserta didik. Data hasil belajar diukur melalui ketuntasan klasikal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pada kondisi awal atau sebelum diberi tindakan terdapat 28 siswa (87,5%) yang belum tuntas belajar dan 4 orang (12,5%) yang tuntas belajar dengan nilai rata-rata 58. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar peserta didik, dengan ketuntasan klasikal mencapai 66% pada siklus I dan meningkat menjadi 84% pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media smart box dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila peserta didik kelas III B SD 1 Barongan. Kata Kunci : Hasil Belajar, Model Pembelajaran Kooperatif, Jigsaw, Media Smart Box

    Development of Student Worksheets (E-LKPD) to Strengthen Numeracy Literacy on Relations and Functions Material

    Get PDF
    This study aimed to develop an Electronic Student Worksheet (E-LKPD) that is valid, practical, and has the potential to strengthen numeracy literacy on the topic of relations and functions. The type of research used was Design Research with a development study type that was divided into two stages, namely the preliminary stage and the prototyping stage with formative evaluation that included self evaluation, expert review, one-to-one, small group, and field test. The material used in the E-LKPD was relations and functions. Data collection techniques consisted of questionnaires, interviews, tests, and documentation. The questionnaires consisted of validity and practicality  questionnaires. Validity data was obtained from the validity questionnaire which was analyzed quantitatively, while validator comments and suggestions were analyzed qualitatively. Practicality data was obtained through interviews and practicality questionnaire which were analyzed qualitatively and quantitatively at the one-to-one, small group, and field test stages. Meanwhile, potential effect data was obtained from student evaluation tests at the field test stage. The subjects of this study were eighth-grade students at SMP Negeri 7 Palembang. The result of the study showed that the developed E-LKPD was very valid, with an average validity percentage of 88.37%. The E-LKPD was also classified as practical with an average practicality percentage of 73.56%. Furthermore, the potential effect of the E-LKPD in strengthening students’ numeracy literacy on the topic of relation and function was classified as moderate, with an average value of 70.63. This indicate that the developed E-LKPD had a potential effect to strengthen numeracy literacy on the topic of Relation and Functions

    jurnal analisis wacana kritis terhadap bullying dikolom komentar instagram @tasyiiathasyia: analisis wacana kritis terhadap bullying dikolom komentar instagram @tasyiiathasyia, dampak dan responnya

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk -bentuk cyberbullying verbal (cyberbullying) yang dialami oleh selebriti Instagram (@tasyiiAhasyia) di kolom komentar yang terkait dengan masalah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dan mengidentifikasi dampak yang disebabkan oleh praktiknya.   Menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan analisis analisis wacana kritis dari Fairclough, penelitian ini meneliti komentar dan tanggapan negatif dari @Tasyiathasyia.   Data primer diperoleh melalui pengamatan dan mengunduh komentar dari akun Instagram @Tasyiathasyia, sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui studi literatur.   Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk cyberbullying yang diterima termasuk penghinaan, pencemaran nama baik, dan mempermalukan tubuh.   Respons @tasyiiathasyia bervariasi, mulai dari pertahanan diri dan klarifikasi, menunjukkan adanya dampak emosional seperti kejutan, kekecewaan, tidak adil, dan frustrasi.   Studi ini memberikan wawasan tentang dinamika cyberbullying dari tokoh -tokoh publik di media sosial dan implikasi psikologis yang dialami oleh para korban.   Temuan ini diharapkan berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang masalah cyberbullying dalam konteks interaksi online dan memberikan manfaat kepada pengguna media sosial, tokoh publik, peneliti lebih lanjut, dan masyarakat yang lebih luas dalam meningkatkan kesadaran akan etika berkomunikasi di ranah digital.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk -bentuk cyberbullying verbal (cyberbullying) yang dialami oleh selebriti Instagram (@tasyiiAhasyia) di kolom komentar yang terkait dengan masalah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dan mengidentifikasi dampak yang disebabkan oleh praktiknya. Menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan analisis analisis wacana kritis dari Fairclough, penelitian ini meneliti komentar dan tanggapan negatif dari @Tasyiathasyia. Data primer diperoleh melalui pengamatan dan mengunduh komentar dari akun Instagram @Tasyiathasyia, sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk cyberbullying yang diterima termasuk penghinaan, pencemaran nama baik, dan mempermalukan tubuh. Respons @tasyiiathasyia bervariasi, mulai dari pertahanan diri dan klarifikasi, menunjukkan adanya dampak emosional seperti kejutan, kekecewaan, tidak adil, dan frustrasi. Studi ini memberikan wawasan tentang dinamika cyberbullying dari tokoh -tokoh publik di media sosial dan implikasi psikologis yang dialami oleh para korban. Temuan ini diharapkan berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang masalah cyberbullying dalam konteks interaksi online dan memberikan manfaat kepada pengguna media sosial, tokoh publik, peneliti lebih lanjut, dan masyarakat yang lebih luas dalam meningkatkan kesadaran akan etika berkomunikasi di ranah digital

    Critical Discourse Analysis On Willow Trees Don’t Weep Novel

    Get PDF
    This research explains about critical discourse analysis of the novel  Willow Trees Don’t Weep. It aims to understand the textual features, the discursive features, and the social features used in the novel Willow Trees Don’t Weep.The researcher used the approach of descriptive qualitative research method. The sources used in this research are: (1) documents, namely the novel Willow Trees Don’t Weep novel by Fadia Faqir and various writings or articles that support the research; and (2) informants, namely researchers who can collect data by interviewing a number of literary observers, educators/education experts. To analyze the data the writer use critical discourse analysis according to Fairclough’s theory. Conclusions are drawn based on all the things contained in data presentation. After the data are selected, classified and analyzed, the data are interpreted in critical discourse analysis which then draws a conclusion. The results of this study found 10 data in textual features, 20 data in discursive features, and 10 data in social. Textual Features, it displays forms of representation, relations, and identity. Sub-clause representations are shown in vocabulary and grammar. In this study, grammatical representations are shown more in the form of processes because they consist of actions, events, states, and mental processes.  In discursive features, the context of Najwa's life and the discrimination she experienced also influenced the process. Next, the researcher analyzes how the relationship and similarities between the context presented in the discourse of the novel Willow Trees Don't Weep and the context with Najwa's real life. In Social Features, it shows that Najwa tries to change herself (physical appearance and habits) and adapts to the new culture that she meets, and she also tries to articulate her identity that influences her to strengthen her past identity or reaffirm to the new identity

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-journal Universitas Veteran Bangun Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇