E-journal Universitas Veteran Bangun Nusantara
Not a member yet
2863 research outputs found
Sort by
ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) APPROACH IN DETERMINING PRODUCT-BASED MARKETING STRATEGIES FOR MSMEs
One of the priorities of development in the Government Work Plan is the development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This research aims to formulate a marketing strategy for the MSME engaged in processing rengginang in Mojopitu Village, Slahung District, Ponorogo Regency, in order to enhance competitiveness and expand market reach. MSMEs play a strategic role in the regional economy, especially in creating jobs and driving economic growth. One of the MSMEs in Mojopitu Village produces rengginang, which still faces various challenges in marketing. The method used is the Analytical Hierarchy Process (AHP) supported by Microsoft Excel to analyze the best marketing strategies based on interviews with experts and MSME practitioners. Primary data was obtained through direct interviews, while secondary data was collected from literature reviews and related reports. The research results indicate that the main factor with priority is the product with a maximum weight of 0.666, showing that product innovation and quality play a key role in business success. Regarding the objectives, it is argued that increasing sales with a weight of 0.818 is the top priority, and that marketing strategies should focus on increasing sales volume. The most effective alternative strategy is digital marketing with a maximum weight of 0.620. This suggests that the use of technology and digital platforms is a key step in enhancing competitiveness and achieving marketing goals. Therefore, it is recommended to prioritize product innovation, increase sales, and trigger digital marketing strategies to enhance competitiveness and sustainable growth
GROWTH AND PRODUCTION OF SHALLOT (Allium ascalonicum L.) WITH GUANO ORGANIC FERTILIZER AND TRICHODERMA SP APPLICATION
Shallot (Allium ascalonicum L.) is an important horticultural commodity with high economic value, but its productivity has declined, especially in several production centers, including Probolinggo Regency. Disease attacks are one of the factors causing the decline in production, prompting farmers to use chemicals to control the disease. The use of chemical fungicides frequently poses risks to the environment and food safety, thereby highlighting the need for eco-friendly alternatives such as biological agents (e.g., Trichoderma sp.) and organic fertilizers like guano. This study aimed to determine the effect of Trichoderma sp. and guano fertilizer on the growth and yield of shallots. The study used a Factorial Randomized Block Design (RBD) with the first factor being the dose of Trichoderma sp 0 (T1), 15 (T2), 25 (T3), 35 (T4) g/plant, and the second factor was guano fertilizer treatment at doses of 0 (G1), 35 (G2), 45 (G3), and 55 (G4) g/plant. The results showed that there was no interaction between Trichoderma sp. and guano fertilizer treatments on the growth and yield of shallots. However, both separately had a significant effect on several growth and yield parameters. Guano fertilizer had a significant effect on crown height, stem diameter, fresh and dry bulb weight, and root volume with an optimum dose of 45 g/plant. Meanwhile, the application of Trichoderma sp. had a significant effect on bulb diameter. The combination of biological agents and organic fertilizers demonstrated significant potential to enhance shallot productivity in a sustainable and environmentally responsible way.
Keywords: Biofertilizer, Biological agents, Environmentally friendly, Organic fertilizer,
 
ANALYSIS OF ARABICA COFFEE (Coffea arabica) GROWTH UNDER THE SUREN (Toona sureni) SHADE TREE IN GENTENG VILLAGE, SUKASARI DISTRICT, SUMEDANG REGENCY
Arabica coffee (Coffea arabica) is one of the leading plantation commodities whose growth is strongly influenced by environmental conditions, particularly the availability of shade from canopy trees. This study was conducted to analyze the influence of suren trees (Toona sureni) on the growth of Arabica coffee of the Ateng Super variety in Genteng Village, Sukasari District, Sumedang Regency. The research was carried out in April–May 2025 on a 0.7 ha community owned land with a sampling intensity of 15%. The observed parameters included total height, clear bole height, and diameter of suren shade trees, as well as the number and length of productive branches of coffee plants. Data were analyzed using classical assumption tests and multiple regression with t-tests through RStudio software.The results showed that the morphological characteristics of suren trees total height, clear bole height, and diameter did not directly influence the number or length of productive branches of Arabica coffee. Nevertheless, the presence of suren as a shade tree played an important role in creating a microclimate conducive to coffee growth. Microclimate observations indicated that suren shade could maintain ideal temperature and humidity ranges, namely 22–24°C and 72–83%, thereby helping stabilize the growing environment for coffee plants. With these capabilities, suren trees are considered suitable as shade species in Arabica coffee agroforestry systems. Their presence does not hinder coffee plant growth; instead, they contribute to establishing optimal environmental conditions for vegetative development and overall plant productivity.
Keywords: Agroforestry, Coffea arabica, Shade tree, Rstudio, Sure
Peran Perguruan Tinggi dan BUMDes dalam Pelatihan Pemasaran Online di Kalangan Kelompok Pengrajin Batik Tulis Girilayu
Peran Perguruan Tinggi dan BUMDes Giri Makmur untuk mendukung kegiatan usaha batik tulis dalam menghadapi krisis ekonomi di Desa Wisata Girilayu adalah dengan melakukan pelatihan pemasaran online. Perguruan Tinggi dan BUMDes sebagai fasilitator edukasi pemasaran online dan sasarannya adalah dua belas kelompok pengrajin batik tulis. Peserta pelatihan kelompok pengrajin batik menggunakan teknologi handphone dan laptop. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi kelompok pengrajin batik tulis agar mampu memanfaatkan teknologi handphone sebagai alat pemasaran online. Tujuan lainnya untuk mengetahui sejauh mana dampak positif dari pelatihan pemasaran online bagi kelompok pengrajin batik tulis. Pelatihan ini menggunakan metode partisipatif melalui tiga tahapan yang diterapkan secara langsung kepada kelompok pengrajin batik di Desa Wisata Girilayu, yakni ceramah, diskusi, dan praktik. Hasil pelaksanaan pelatihan pemasaran online menunjukkan berjalan secara efektif. Para peserta kelompok pengrajin batik tulis berpartisipasi secara aktif dari tahap pertama sampai tahap terakhir. Kelompok pengrajin batik tulis mulai aktif dan konsisten dalam mengelola media sosial untuk pemasaran online. Para konsumen batik tulis baik lokal, nasional, maupun global di Desa Wisata Girilayu menunjukkan perubahan dari konsumen pasif menjadi konsumen potensial dan cenderung meningkatkan permintaan batik tulis. Keberlangsungan usaha kelompok pengrajin batik tulis di Desa Wisata Girilayu terus berlanjut hingga kini.
Kata kunci: BUMDes, Pelatihan, Pemasaran Onlin
Dolantara : Inovasi Edukasi dan Pemberdayaan Literasi Budaya Masyarakat melalui Kampung Dolanan Sidowayah
Program Dolantara (Dolanan Inovatif Nusantara) merupakan inovasi edukasi dan pemberdayaan literasi budaya masyarakat yang dilaksanakan di Kampung Dolanan Sidowayah, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh menurunnya minat generasi muda terhadap permainan tradisional akibat derasnya arus modernisasi dan penetrasi teknologi digital. Tujuan utama program ini adalah melestarikan nilai-nilai budaya lokal melalui penguatan literasi budaya, peningkatan keterampilan digital masyarakat, serta pengembangan model eduwisata berbasis dolanan tradisional. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan pengelola kampung dan pemuda desa. Dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan partisipatif, pelatihan, hingga refleksi hasil. Kegiatan pelatihan difokuskan pada pembuatan konten digital edukatif, storytelling dolanan nusantara, dan simulasi paket eduwisata budaya. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman nilai budaya, keterampilan digital, dan partisipasi masyarakat. Terbentuknya Tim Literasi Budaya menjadi indikator keberlanjutan dan kemandirian komunitas dalam mengelola potensi lokal. Keberlanjutan program diarahkan melalui penguatan Tim Literasi Budaya Kampung Dolanan, integrasi kegiatan dolanan ke dalam paket eduwisata desa, serta pendampingan keberlanjutan oleh perguruan tinggi dan pemerintah desa. Dengan demikian, Program Dolantara tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga berpotensi menjadi model pemberdayaan literasi budaya yang berkelanjuta dan replikatif.
Kata kunci: Dolanan tradisional, Literasi budaya, PAR, Pemberdayaan masyarakat, Wisata edukas
Pelatihan Konten Digital Interaktif Berbasis Cloud untuk Meningkatkan Kompetensi Guru SMP dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMP dalam memahami konsep pembelajaran mendalam (deep learning), mengembangkan konten digital interaktif berbasis cloud, serta mengimplementasikannya dalam pembelajaran. Pelatihan yang dilaksanakan di SMPN 2 Mojosari ini melibatkan 36 guru dan menggunakan model IN–ON–IN, yang mencakup penguatan konsep pembelajaran mendalam berbasis digital, produksi video pembelajaran, pengembangan konten digital interaktif, integrasi Learning Management System (LMS), serta praktik kelas dengan pendampingan berkelanjutan. Evaluasi menggunakan pretest–posttest dan angket respon guru. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 57,61 menjadi 85,61 atau sebesar 28 poin, sehingga seluruh guru berpindah dari kategori “Cukup” ke “Baik” dan “Sangat Baik”. Respon guru terhadap pelatihan juga sangat positif dengan rata-rata skor 4,73, terutama pada aspek kemanfaatan pelatihan dan relevansi materi. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan pembelajaran mendalam berbasis digital dan penyusunan konten digital interaktif efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogis dan digital guru, sekaligus mendukung implementasi pembelajaran berorientasi deep learning. Program ini berpotensi direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut sebagai strategi keberlanjutan penguatan kompetensi guru di era digital.
Kata kunci: Kompetensi guru, Konten digital interaktif, Learning Management System, Pembelajaran mendala
Characteristics of Functional Cerorot with Pumpkin Flour Substitution (Cucurbita moschata)
Cerorot is a traditional food made from rice flour, brown sugar and coconut milk. The most dominant nutritional content is carbohydrates and very low vitamin content, especially vitamin A. This study used pumpkin flour as an effort to increase the nutritional value of cerorot. The purpose of this study was to examine the characteristics of cerorot made from rice flour and pumpkin flour. The ratio of rice flour and pumpkin flour in making cerorot (CL) with CL0 = 100%: 0%, CL1 = 85%: 15%, CL2 = 70%: 30%, CL3 = 55%: 45%, CL4 = 40%: 60%, and CL5 = 25%: 75%. The parameters observed were water content, ash content, antioxidant activity, beta-carotene, color, and taste. The concentration of pumpkin flour had a significantly different effect on all parameters. The ratio of 25% rice flour: 75% pumpkin flour was recommended as the best treatment that produced cerorot with characteristics of 41.31% water content; 4.35% ash content; 43.29% antioxidant activity; beta-carotene 40.27%, as well as color, taste, and aroma acceptable to panelists.
Keywords: cerorot, pumpkin flour, rice flou
Students’ Errors in Exponential and Logarithmic Functions: An Error Analysis Using AVAEM Categories
This study aims to analyze students' errors in exponential and logarithmic functions using the AVAEM error category framework: ARITH, VAR, AE, EQS, and MATH. A qualitative method with a case study approach was employed. Thirty-four tenth-grade students from a high school in Samarinda City were involved as research subjects. Data were collected through written tests and interviews with representatives from each error category. The identified AVAEM errors included: 1) ARITH—errors in understanding the rules of operations and properties of exponents and logarithms; 2) VAR—errors in understanding the meaning and role of variables; 3) AE—errors in seeing the structure of algebraic expressions; 4) EQS—misinterpreting the “=” sign as procedural instead of equality; and 5) MATH—errors in vertical and horizontal mathematization. These errors largely stem from difficulties in applying exponent and logarithm properties, memorizing formulas without conceptual understanding, and correctly modeling equations. Consequently, this study offers a valuable starting point for investigating students' learning obstacles, providing a basis for creating a didactical design to help teachers guide students in overcoming them
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING PADA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 TIGALINGGA
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks narasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tigalingga melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui dua siklus, yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan melalui tes tertulis, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap keterampilan menulis teks narasi siswa setelah penerapan model PjBL. Selain meningkatkan hasil belajar, penerapan model pembelajaran ini juga berdampak positif terhadap keaktifan, kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, serta kreativitas siswa dalam menyusun teks narasi yang runtut dan sesuai dengan kaidah kebahasaan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks narasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tigalingga dan layak direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran menulis di tingkat SMA.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks narasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tigalingga melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan menulis siswa yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui tes tertulis, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan menulis siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 61 pada pra tindakan menjadi 67,85 pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 91,28 pada siklus II. Selain peningkatan nilai, keterlibatan aktif, kepercayaan diri, dan kemampuan berpikir kritis siswa juga mengalami perkembangan. Penerapan model PjBL terbukti efektif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, menyenangkan, serta memfasilitasi siswa untuk menghasilkan tulisan naratif yang lebih baik dan kreatif. Dengan demikian, model PjBL direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran menulis narasi di tingkat SMA
the dialek masyarakat kretek wonosobo dan implikasinya pada pembelajaran bahasa indonesia di SMA
Keberagaman latar belakang sosial, budaya, dan ekonomi dalam masyarakat dapat melahirkan berbagai bentuk komunikasi, termasuk perbedaan dalam bahasa, dialek, serta ragam gaya dalam berkomunikasi. Penelitian ini berjudul “DIALEK MASYARAKAT KRETEK WONOSOBO KAJIAN SOSIOLINGUISTIK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA” masalah pokok yang dibahasa adalah dialek sosial, dialek temporal, dan dialek regional yang terdapat pada masyarakat Kretek Wonosobo dan implikasi pada pembelajaran teks berita di SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk dialek yang digunakan masyarakat Kretek Wonosobo dan mengidentifikasi bentuk implikasi dari dialek masyarakat Kretek Wonosobo jika di terapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik rekam, teknik catat, teknik Simak bebas libat cakap, dan teknik simak libat cakap. Hasil dari penelitian ditemukan dialek yang masuk ke dalam jenis-jenis dialek yaitu (1) dialek regional, (2) dialek sosial, dan (3) dialek temporal. Implikasi dialek pada pembelajaran teks berita dengan cara siswa mampu menyampaikan informasi secara sistematis, terstruktur, dan kreatif melalui kegiatan menulis teks berita dengan baik dan akurat.Keberagaman latar belakang sosial, budaya, dan ekonomi dalam masyarakat dapat melahirkan berbagai bentuk komunikasi, termasuk perbedaan dalam bahasa, dialek, serta ragam gaya dalam berkomunikasi. Penelitian ini berjudul “DIALEK MASYARAKAT KRETEK WONOSOBO KAJIAN SOSIOLINGUISTIK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA” masalah pokok yang dibahasa adalah dialek sosial, dialek temporal, dan dialek regional yang terdapat pada masyarakat Kretek Wonosobo dan implikasi pada pembelajaran teks berita di SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk dialek yang digunakan masyarakat Kretek Wonosobo dan mengidentifikasi bentuk implikasi dari dialek masyarakat Kretek Wonosobo jika di terapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik rekam, teknik catat, teknik Simak bebas libat cakap, dan teknik simak libat cakap. Hasil dari penelitian ditemukan dialek yang masuk ke dalam jenis-jenis dialek yaitu (1) dialek regional, (2) dialek sosial, dan (3) dialek temporal. Implikasi dialek pada pembelajaran teks berita dengan cara siswa mampu menyampaikan informasi secara sistematis, terstruktur, dan kreatif melalui kegiatan menulis teks berita dengan baik dan akurat