JIEMAN - Journal of Islamic Educational Management
Not a member yet
    47 research outputs found

    Ascertaining Principal Leadership in the Era of Society 5.0: An Outlook as Educational Innovator

    No full text
    This paper aims to understand school principals' leadership as educational innovators in the era of Society 5.0. The method used was library research. Data analysis was used using content analysis. The findings in this paper show that schools as educational institutions must be able to follow and anticipate various changes by innovating in all ways. Therefore, the principal has a significant role and task as a leader to encourage the advancement of education. With the development of the industrial revolution from 1.0 to 4.0, many sectors of life have changed and subsequently affected the quality and content of education. Thus, an educational institution facing society 5.0 era requires a leader who can adapt to the changes that occur to anticipate problems or negative impacts that arise due to technological changes in society 5.0 era. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang kepemimpinan kepala sekolah sebagai inovator pendidikan menuju era Society 5.0. Metode yang digunakan adalah kepustakaan analisis data yang dipakai menggunakan analisis konten. Temuan yang dihasilkan dalam tulisan ini menunjukkan bahwa sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan harus mampu mengikuti dan mengantisipasi berbagai perubahan yang ada dengan melakukan inovasi di segala hal. Oleh karenanya kepala sekolah mempunyai peran dan tugas yang sangat penting sebagai seorang pemimpin untuk mendorong bagi kemajuan dunia pendidikan. Dengan adanya perkembangan revolusi industry dari 1.0 hingga 4.0, banyak sektor kehidupan yang berubah dan selanjutnya mempengaruhi kualitas dan konten pendidikan. Dengan demikian suatu lembaga pendidikan untuk menghadapi era society 5.0 tersebut diperlukan sosok pemimpin yang dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi guna mengantisipasi permasalahan atau dampak negatif yang dimunculkan karena perubahan teknologi era society 5.0.

    Supervision Activities of the Principal in Achieve Effective Online Learning with a Parental Supervision Approach

    No full text
    From 2020 until 2022, Indonesia's Covid 19 pandemic became an epidemic. The government issued a policy in this case, educational institutions to eliminate face-to-face learning activities and learning with online learning. In its implementation, of course, there are many obstacles, especially since most students find it difficult to follow the bold learning process. This article analyzes the problems that occur in bold learning and describe effective bold learning with the involvement of the principal as a school supervisor to maximize school resources, in this case, parents with a Parental Supervision approach. This study uses a comparative qualitative research method with a qualitative approach. The results of this study found that in the implementation of online learning, there were at least three problems, namely, the lack of supporting facilities. Second, mastery of technology is not optimal. Third, the role of the principal as a school supervisor is not maximized in the process of supervising bold learning. Therefore, the role of the principal as a school supervisor is essential who can encourage parental involvement in the Parental Supervision approach to realize effective bold learning. Dari tahun 2020 hingga 2022, pandemi Covid 19 di Indonesia menjadi epidemi. Pemerintah mengeluarkan kebijakan dalam hal ini lembaga pendidikan untuk meniadakan kegiatan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran dengan pembelajaran online. Dalam pelaksanaannya tentunya banyak mengalami kendala terutama karena sebagian besar siswa merasa kesulitan untuk mengikuti proses pembelajaran yang berani. Artikel ini menganalisis permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran berani dan mendeskripsikan pembelajaran berani yang efektif dengan keterlibatan kepala sekolah sebagai pengawas sekolah untuk memaksimalkan sumber daya sekolah, dalam hal ini orang tua dengan pendekatan Pengawasan Orang Tua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif komparatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran online setidaknya terdapat tiga permasalahan yaitu kurangnya fasilitas penunjang. Kedua, penguasaan teknologi yang belum optimal. Ketiga, peran kepala sekolah sebagai pengawas sekolah belum maksimal dalam proses pengawasan pembelajaran yang berani. Oleh karena itu, peran kepala sekolah sebagai pengawas sekolah sangat penting yang dapat mendorong keterlibatan orang tua dalam pendekatan Pengawasan Orang Tua untuk mewujudkan pembelajaran berani yang efektif

    Islamic Boarding School’s Curriculum Management Modernization

    No full text
    Islamic boarding schools, also known as pesantren, as educational institutions are required to revitalize and renew its nature to survive in this modern era. Islamic boarding schools are currently dealing with the modernization flow marked by the rapid pace of changes within informational technology. Therefore, Islamic boarding schools need to change the format, form, orientation, and methods of education without changing the vision, mission, and orientation of the pesantren itself. Among those aspects, the curriculum is the one that needs to be continuously updated. This research focuses on the response of the pesantren's curriculum adaptation efforts to face modernization. One of the Islamic boarding schools that have implemented curriculum modernization is the Madinatul Ulum Islamic Boarding School Cangkring, Jenggawah, in Jember. The method used in this study was descriptive qualitative by implementing a case study approach. The results of this study suggest that Madinatul Ulum Islamic Boarding School Cangkring Jenggawah has sought to modernize its curriculum development. Some of the efforts made are; first, planning which is carried out with accurate considerations of several elements such as philosophical foundations, materials, learning management, teacher training, and learning systems. Second, the implementation was done by combining modern and traditional methods. Third, the evaluation was carried out through educative, instructional, diagnostic, and administrative. Pesantren sebagai lembaga pendidikan diharuskan mengadakan revitalisasi dan pembaharuan guna bertahan di era modern. Dalam perkembangan zaman, pesantren saat ini berhadapan dengan arus modernisasi yang ditandai dengan cepatnya laju informasi dan teknologi. Karena itu, pesantren harus melakukan perubahan format, bentuk, orientasi dan metode pendidikan dengan catatan tidak sampai merubah visi, misi dan orientasi pesantren. Diantara yang secara signifikan terus diperbaharui adalah kurikululum. Penelitian ini menfokuskan pada proses responupaya adaptasi kurikulum pesantren dalam menghadapi arus modernisasi. Salah satu pesantren yang sudah menerapkan modernisasi kurikulum yakni Pondok Pesantren Madinatul Ulum Cangkring Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember. Metode yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan studi kasus. Berdasarkan kajian yang dilakukan, temuannya dapat dikonklusikan bahwa kurikulum di Pesantren Madinatul Ulum Cangkring Jenggawah telah mengupayakan modernisasi pengembangan kurikulum. Beberapa diantaranya adalah dengan beberapa langkah pertama, perencanaan dilakukan dengan pertimbangan akurat pada beberapa element seperti dasar filosopis, materi, manajemen pembelajaran, pelatihan guru, dan sistem pembelajaran. Kedua, pelaksanaan dilakukan dengan memadukan metode modern dan tradisional. Ketiga, evalusi dilakukan dengan edukatif, intruksioal, diagnosis dan adiministratif

    Decision-Making Policies of Leaders within Islamic Boarding School’s Institute to Improve Formal Education Managerial’s Quality

    No full text
    The rationale of the research context in this study is mainly related to the fact that there is such a significant impact of the decision-making procedure taken by leaders in Islamic Boarding School, mostly known as pesantren, to improve the quality of managerial activities in formal educational institutions. Islamic boarding school institutes that oversee formal educational institutions have different strategies and decision-making with targeted goals and distinctive considerations in regulating the decisions to be reached. This study focuses on the design, implementation, and evaluation of decision-making. This study used a descriptive qualitative approach. The data were collected through observation, documentation, and interviews. The data analysis used is data reduction, data presentation, and data verification. The results showed that: first, the decision-making design consisted of steps like forming a team, identifying needs analysis, program designing, employing program socialization, and undergoing process evaluation, while the focus of the decision-making design was to improve the quality of management. Second, the implementation of decision-making procedures from the leaders can be seen in improving the quality of human resources, where they fixed and highlighted this particular aspect as they are directly related to the quality of school management. Third, the leaders' evaluation process was done directly and indirectly through some discussion. The evaluation standard used is the evaluation undergoes the process within the decision is implemented and at the impact of the decision to measure how significant it is.  Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya pengambilan keputusan pimpinan yayasan yang dalam kaitannya meningkatkan mutu pengelolaan di lembaga pendidikan formal. Yayasan yang menaungi lembaga pendidikan formal memiliki strategi dan pengambilan keputusan yang berbeda dengan tujuan yang terarah dan adanya sebuah pertimbangan khusus dalam menetapkan keputusan yang akan direalisasikan. Kajian ini difokuskan pada desain, implementasi dan evaluasi pengambilan keputusan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kualitatif deskriptif. Untuk mengumpulkan data digunakan beberapa metode yaitu, observasi, dokumentasi dan wawancara. Sedangkan analisis datanya yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, desain pengambilan keputusan terdiri dari langkah-langkah berupa pembentukan tim, analisis kebutuhan, rancangan program, sosialisasi program, evaluasi proses, sedangkan bentuk desain pengambilan keputusan pimpinan yayasan dalam meningkatkan mutu pengelolaan. Kedua, pada Implementasi pengambilan keputusan dari pimpinan yayasan terlihat pada peningkatan mutu SDM, dimana pimpinan yayasan membenahi dan fokus pada SDM. Karena bagi pimpinan yayasan hal yang terkait langsung dengan pengelolaan sekolah yakni terletak pada SDM yang berkualitas. Ketiga, evaluasi dari pimpinan yayasan yakni secara langsung dan tidak langsung dan selalu dimusyawarahkan.  Standar evaluasi yang digunakan yakni pada evaluasi ketika dilakukan saat proses maupun akhir dari keputusan tersebut dan mengukur seberapa jauh pengambilan keputusan tersebu

    Pelaksanaan Supervisi Akademik Pengawas Madrasah dalam Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatussibyan Banyuwangi

    No full text
    Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan supervisi pengawas madrasah dalam peningkatan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini secara spesifik membahas tentang pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan oleh pengawas madrasah yang terdiri dari perencanaan kegiatan supervisi, pelaksanaan supervisi hingga sampai tindak lanjut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan, wawancara, dan studi dokumen. Alat analisis data yang digunakan model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Semenyara itu, keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan trianggulasi sumber. Hasil penelitian ini pertama, perencanaan kegiatan supervisi akademik meliputi penyiapan instrumen supervisi, membuat rancangan pendekatan supervisi dan teknik supervisi dan penentuan waktu pelaksanaannya. Kedua, pelaksanaan kegiatan supervisi akademik dilakukan dengan pendekatan kolaboratif dan teknik individual dan kelompok. Teknik individual yakni pertemuan secara individu dengan guru, sedangkan teknik kelompok dengan cara menghadirkan seluruh guru untuk diskusi sebagai proses kelompok dan tukar-menukar pengalaman. Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan sepervisi, yakni pengawas memberikan pembinaan kepada guru dengan cara memberikan pelatihan. Kata Kunci: supervisi akademik, pengawas madrasah, kompetensi pedagogik Abstract The study examined the execution of the madrassa supervisor's supervision in increased pedagogical teachers' competence. The study specifically discussed the implementation of academic supervisions carried out by madrassa supervisors of supervision activities, the administration of supervision down to follow-up. The approach used in this study is a qualitative approach. Data-collecting techniques use observation, interviews, and document study. The data analysis tool used by interactive models consists of data collection, data reduction, data presentation and deduction deduction. Incidentally, the validity of the data in this research uses source triulation. The results of this first study, the planning of the academic supervision activities included the preparation of supervision instruments, the design of supervision approaches and supervision techniques and the timing of the execution. Second, the performance of academic supervision is carried out with collaborative approaches and individual and group techniques. An individual technique of meeting individually with teachers, while a group technique presents all teachers to discussion as a group process and an experience swap. As a follow-up to the exercise of a sense, the supervisor gives coaching to the teachers by training them

    Prinsip Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) dalam Meningkatkan Kinerja Kepala Madrasah di MTS Al-Faaizun Watang Palakka

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prinsip-prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBM) dalam meningkatkan kinerja kepala madrasah di MTs Al Faaizun Watang Palakka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data-data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, obesrvasi, dan dokumentasi. Data-data itu kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis model interaktif dengan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip MBM dalam meningkat-kan kinerja kepala madrasah, yaitu: 1) Prinsip ekuifinalitas berjalan dengan baik, yaitu dengan membuat suatu strategi sesuai kondisi madrasah baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang; 2) Prinsip desentralisasi juga berjalan dengan baik, yaitu ketika guru mengalami kesulitan yang harus dilakukan adalah melakukan berbagai cara salah satunya dengan menggunakan pendekatan persuasif; 3) Pengelolaan mandiri berjalan dengan baik yaitu madrasah tersebut mampu mengembangkan tujuan pengajaran dengan menggunakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP); 4) Prinsip inisiatif manusia berjalan dengan baik namun masih perlu dikembangkan dari segi kewirausahaannya. Adapun implikasi dari penelitian ini adalah pemberian teladan bagi warga madrasah, pelaksanaan tupoksi, menyusun perenca-naan madrasah, mengembangkan organisasi sesuai kebutuhan, jiwa kewirausahaan dalam pengadaaan sumber belajar peserta didik, dan strategi dalam pelaksanaan supervisi akademik. Kata Kunci: manajemen berbasis madrasah, kinerja kepala madrasah Abstract This study aims to determine the principles of school-based management (MBM) in improving the performance of madrasah principals at MTs Al Faaizun Watang Palakka. The research approach is qualitative using interview techniques, documentation, and observation. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis with three stages, namely the reduction stage, data display and the conclusion or verification stage. The results of the research show that the application of the principles of School Based Management in improving the performance of madrasah principals, namely the principle of equality is running well, by making a strategy according to the conditions of the madrasah both in the short, medium and long term, the principle of decentralization is also running well. , that is, when teachers experience difficulties, what must be done is to do various ways, one of which is by using a persuasive approach, self-management works well, namely the madrasah is able to develop teaching objectives using the Subject Teacher Conference (MGMP), the principle of human initiative works well but still needs to be developed in terms of entrepreneurship. Some of the implications are examples of noble morals for communities in madrasas, carrying out main tasks and functions, planning madrasahs, developing organizations according to needs, having entrepreneurial instincts in managing products or services as learning resources for students, and strategies for implementing academic supervision of teachers

    Implementasi Kebijakan Sertifikasi Guru dalam Meningkatkan Kinerja Guru di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal

    No full text
    Guru mempunyai peran sebagai profesional. Jabatan ini menuntut peningkatan kecakapan dan mutu keguruan secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan sertifikasi guru di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal. Selain itu, penelitian ini akan melihat faktor-faktor apakah yang menghambat implementasi kebijakan sertifikasi guru, serta implementasi kebijakan sertifikasi guru terhadap peningkatan kinerja guru di Kantor Kementerian Agama Kabupatan Tegal. Penelitian ini menggunaka metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data menggunaka model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan sertifikasi guru di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal berjalan dengan baik.  Berdasarkan model implementasi kebijakan Edward III yang terdiri atas empat variabel yakni komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, maka hanya sumber daya pada dimensi staf pengelola belum mampu menjabarkan petunjuk kepala seksi dan struktur birokrasi pada dimensi kecepatan dan ketepatan pengiriman berkas yang masih perlu ditingkatkan. Faktor penghambat implementasi kebijakan sertifikasi guru di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal adalah kecenderungan staf pengelola menunggu perintah dan kurang  inisiatif.  Melalui program peningkatan kualitas kinerja guru tersebut terutama terhadap program sertifikasi guru, guru mampu meningkatkan terhadap penguasaan kompetensi sebagai agen pembelajaran  meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional, semua itu akan berdampak pada perbaikan kinerja guru. Kata Kunci: kebijakan pemerintah, sertifikasi guru, kinerja guru Abstract Teachers have a role as professionals. This position demands the continuous improvement of skills and quality of teacher training. This research aims to describe the implementation of teacher certification policy in the Religious Affairs Office of the District Tegal. In addition, this study will look at what factors hinder the implementation of teacher certification policies, as well as the implementation of teacher certification policies towards improving teacher performance at the Religious Affairs Office of the District Tegal. This study uses qualitative descriptive methods. Data analysis techniques use interactive models. The results showed that the implementation of the teacher certification policy in the Religious Affairs Office of the District Tegal runned well.  Based on the Edward III policy implementation model consisting of four variables, namely communication, resources, disposition, and bureaucratic structure, only resources in the managing staff dimension have not been able to describe the instructions of the head of the section and bureaucratic structure on the dimensions of speed and accuracy of file delivery that still need to be improved. The inhibiting factor in the implementation of teacher certification policies in the Religious Affairs Office of the District Tegal is the tendency of managing staff to wait for orders and lack initiative. Through the teacher performance improvement program, especially against teacher certification programs, teachers are expected to be able to improve the mastery of competence as a learning agent including pedagogical competence, personality competence, social competence, and professional competence, all of which will have an impact on improving teacher performance

    Manajemen Layanan Khusus Unit Koperasi Berbasis E-Money pada Pondok Pesantren Modern di Jawa Timur

    No full text
    Manajemen layanan khusus unit koperasi berbasis e-money dibentuk untuk mempermudah dan memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan peserta didik pada unit koperasi berbasis e-money. E-money sendiri bertujuan untuk memberikan manfaat dan kemudahan dalam pengelolaan keuangan dan pencatatan transaksi. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi layanan khusus unit koperasi pada pondok pesantren modern di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi yang pasif, wawancara semistruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu 1) Perencanaan unit koperasi berbasis e-money terdiri atas perencanaan jangka panjang seperti penerapan e-money dan menyempurnakan pembukuan keuangan dan perencanaan jangka pendek seperti penyelenggaraan rapat, meningkatkan usaha toko; 2) Pengorganisasian unit koperasi berbasis e-money terdiri dari rapat anggota tahunan, pengurus, pengawas, dan anggota; 3) Pelaksanaan unit koperasi berbasis e-money berwujud beberapa usaha yaitu usaha toko makanan dan seragam, laundry, dan wartel; 4) Pengawasan unit koperasi berbasis e-money dilakukan setiap hari dengan terjun langsung dan evaluasi yaitu laporan keuangan koperasi dalam bentuk print out. Kata Kunci: manajemen layanan khusus, koperasi, e-money Abstract A distinctive service management for e-money-based koperasi (economic enterprise) units was established to facilitate and assist the learning process, and to meet the needs of students in e-money-based koperasi units. E-money itself aims to provide benefits and convenience in financial management and transaction recording. The purpose of this paper is to describe the planning, organization, implementation, and monitoring- evaluation of distinctive services for koperasi units in modern Islamic boarding schools in East Java. This research deployed qualitative research with a case study approach. Data collection techniques used was passive participatory observation, semi-structured interviews, and documentation. The results of this study suggests that; 1) Planning of an e-money-based koperasi unit consists of long-term planning such as implementing e-money and improving financial accounting and short-term planning such as carrying out meetings, increasing store's establishment; 2) Organizing e-money-based koperasi units consisting of annual member meetings, management, supervisors, and members; 3) Implementation of e-money-based koperasi units is carried out in the form of several businesses, such as food and uniform outlets, laundry, and wartel businesses; 4) Supervision of e-money-based koperasi units is carried out in daily basis by direct involvement and evaluation through the hard copy of koperasi financial reports

    Pengelolaan Dokumen Kepangkatan Dosen Berbasis Komputasi Awan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri

    No full text
    Artikel ini membahas tentang pemanfaatan OneDrive sebagai sarana penyimpanan di dunia maya dalam pengelolaan dokumen kepangkatan dosen di sebuah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana penerapan pengelolaan dokumen kepangakatan dosen sebuah PTKIN Jawa Timur menggunakan OneDrive. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui proses wawancara dan dokumentasi. Hasil pengumpulan data tersebut kemudian dianalisis secara induktif. Data hasil penelitian ditampilkan secara deskriptif untuk menggambarkan bagaimana pengelolaan dokumen kepangkatan dosen sebuah PTKIN Jawa Timur menggunakan OneDrive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan OneDrive dalam pengelolaan  dokumen kepangkatan dosen di sebuah PTKIN di Jawa Timur dapat dilakukan melalui pembuatan folder berdasarkan tahun ajaran dan semester sesuai waktu dokumen tersebut dihasilkan. Kapasitas penyimpanan yang besar menjadikan OneDrive menjadi pilihan yang bagus yang dapat dipertimbangkan untuk mengelola dokumen secara maya. Melalui penyimpanan tersebut diharapkan sivitas akademik di salah satu PTKIN di Jawa Timur dapat dengan mudah mengakses dokumen kepangkatan di mana saja tanpa terbatas ruang dan waktu. Dapat disimpulkan bahwa OneDrive sebagai salah satu media penyimpanan di dunia maya dapat dimanfaatkan oleh sivitas akademik pada perguruan tinggi yang bersangkutan dalam pengelolaan dokumen kepangkatan dosen. Kata Kunci: OneDrive, dokumen kepangkatan dosen, PTKIN Abstract This article discusses the use of OneDrive as a means of storage in cyberspace in the management of lecturer documents at one of State Islamic University (PTKIN) at East Java. The purpose of this study is to describe how the implementation of document management for lecturers in one of PTKIN at East Java environment uses OneDrive. The research method used is the qualitative method. Data was collected through interviews and documentation then analyzed by inductive method. The research data is displayed descriptively to describe how is the management of the lecturer documents at one of PTKIN at East Java. The results showed that OneDrive is used by the creation of folders based on the academic year and semester according to the time the document was produced to manage lecturers' documents at one of PTKIN at East Java. The large storage capacity makes OneDrive a good choice for managing documents virtually. Through this storage, the academic community of one of PTKIN at East Java can easily access documents anywhere without being limited by space and time. The conclusion is OneDrive as the storage media in cyberspace can be used by the academic community of the university in managing lecturer rank documents

    Implementasi Manajemen Sarana Prasarana Pendidikan di Madrasah Aliyah Swasta

    No full text
    Artikel ini menjelaskan mengenai hasil implementasi manajemen sarana prasarana pada sebuah Madrasah Aliyah (MA) swasta di Beton, Ponorogo, Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara triangulasi yang dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dari sumber yang sama, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian ini adalah bahwa implementasi manajemen sarana prasarana di MA ini terdiri dari proses perencanaan, pengadaan, pemeliharaan dan pengawasan. Pertama, perencanaan terdiri dari kegiatan penyusunan daftar kebutuhan, estimasi biaya, menetapkan skala prioritas dan menyusun rencana pengadaan. Kedua, pengadaan terdiri dari pembelian, penerimaan hibah, penyewaan, pinjaman dan rekondisi. Ketiga, pemeliharaan dilakukan dengan cara membentuk tim pemeliharaan, menyusun daftar pemeliharaan, menentukan jadwal pemeliharaan secara rutin dan berkala, dan evaluasi pemeliharaan. Keempat, pengawasan dilakukan melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana melaporkan hasil pengawasan kepada kepala sekolah, penyusunan laporan pengawasan, dan pelaporan kepada pihak yayasan setiap enam bulan sekali dan setahun sekali. Kata Kunci: manajemen sarana prasarana pendidikan, Madrasah Aliyah Abstract This article is to explain the results of the implementation of infrastructure management at a private Madrasah Aliyah, Beton, Ponorogo, East Java. The type of research used in this research is qualitative research with a case study approach. The data collection technique in this study was carried out by triangulation which was carried out using observations, interviews and documentation from the same source.  While the data analysis techniques used are data collection, data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of this study are that the implementation of infrastructure management at this madrasah consists of the planning, procurement, maintenance and supervision processes. First, planning consists of preparing a list of needs, estimating costs, setting priorities and compiling a procurement plan. Second, procurement consists of purchasing, receiving grants, leasing, lending and reconditioning. Third, maintenance is carried out by forming a maintenance team, compiling a maintenance list, determining routine and periodic maintenance schedules, and evaluating maintenance. Fourth, supervision is carried out through the vice principal for infrastructure reporting the results of supervision to the principal, preparing supervision reports, and reporting to the foundation once a month and once a year

    0

    full texts

    47

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JIEMAN - Journal of Islamic Educational Management
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇