JIEMAN - Journal of Islamic Educational Management
Not a member yet
47 research outputs found
Sort by
Manajemen Pengembangan Kurikulum Pesantren di Jawa Timur
Kurikulum pondok pesantren merupakan hal yang sangat urgen dalam mencapai sebuah keberhasilan pembelajaran. Padahal yang kita ketahui pondok pesantren tidak memiliki kurikulum secara resmi dari pemerintah, karena hal itu merupakan kebijakan dari masing-masing pengasuh pondok pesantren. Kajian ini difokuskan untuk mengungkap kosep perencanaan, pola pelaksanaan, model evaluasi manajemen pengembagan kurikulum pesantren di Jawa Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan diskriptif kualitatif dengan penerapan studi kasus. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dokumenter, sedangkan analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola perencanaan manajemen pengembagan kurikulum pesantren mengha-silkan program kegiatan, pertama, penyusunan program kerja visi misi dan tujuan. Kedua, adanya keterlibatan para ustadz dan stakeholders. Pola pelaksanaan manajemen pengembangan kurikulum pesantren diesuaikan degan visi-misi pesantren melalui kegiatan, 5 S antara lain: strategi inquiry, strategi inquiry sosial, strategi exposition learning, strategi rote learning, strategi contextual teaching learning. Model evaluasi manajemen pengembangan kurikulum pesantren meliputi evaluator, ruang lingkup atau objek evaluasi, alat evaluasi, kebijakan evaluasi.
Kata Kunci: manajemen pengembangan kurikulum, pondok pesantren
Abstract
The Islamic boarding school curriculum is very urgent in achieving a learning success. In fact, what we know is that Islamic boarding schools do not have an official curriculum from the government, because it is the policy of each boarding school caregiver. This study is focused on revealing: planning concepts, Implementation patterns, evaluation models of islamic boarding school curriculum development management in East Java. The approach used in this study is a qualitative descriptive approach with the application of case studies. Data collection techniques use observation, interview, documentary. While the data analysis uses data reduction, data display, verification, and conclucation. the results of the study show that the pattern of management planning for the development of the Islamic boarding school curriculum produces a program of activities, first, the preparation of the work program of the vision, mission and objectives. Second, the involvement of the asatidz board and stakeholders. The implementation pattern of Islamic boarding school curriculum development management is adjusted to the vision and mission of the pesantren through activities, 5 S, including: inquiry strategy, social inquiry strategy, exposition learning strategy, rote learning strategy, contextual teaching learning strategy evaluation model of curriculum development management includes evaluator, scope or object of evaluation, evaluation tool, evaluation policy
Strategi Humas dalam Internalisasi Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama di PTKI Kalimantan Timur
Lembaga pendidikan melalui hubungan masyarakat memiliki tanggung-jawab secara moral untuk konsisten memenuhi kebutuhan masyarakat tentang informasi yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasinya. Melalui humas, lembaga pendidikan memperoleh pelayanan berupa corong publikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik internal maupun eksternal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi Humas dalam internalisasi lima nilai budaya kerja Kementerian Agama di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Kalimantan Timur. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian mengung-kapkan Humas PTKI di Kalimantan Timur, dalam membangun strategi humas guna menginternalisasikan lima nilai budaya kerja yaitu dengan memperhatikan aspek peranan dan tugas humas yakni, expert preciber, Problem solving facilitator, communicator facilitator, technican communication. Peranan humas sebagaimana tertuang dalam teori yang dikemukakan Criss Skinner tersebut menjadi formulasi bagi praktisi humas dalam membangun strategi dan internalisasi lima nilai budaya kerja yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggungjawab dan keteladanan secara inklusif.
Kata kunci: Humas, PTKI, lima budaya kerja, Kementerian Agama
Educational institution through public relations (PR) has a moral responsibility to consistently meet society's needs on the information relating to its planning, execution and evaluation. Through public relations, educational institution receives services in the form of public publicity to meet both internal and external needs. The research aimed to find out how a PR strategy in the internalization of the five cultural values works of the Ministry of Religious Affairs at East Kalimantan Religious College. This type of research was qualitative. Data obtained through observation techniques, interviews, and documentations. The research suggests that PTKI's public-relations in East Kalimantan, in building a PR strategy for internalizing the five cultural values of the working culture, expert preciber, the interest-facilitator problem, communicator/com-municator, technically communication techniques. The role of public relations as brought about by the criss skinner theory has become a formulation for public-relations practitioners in building a strategy and the internalization of the five cultural values of integrity, professionality, innovation, responsibility and individuality
Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran dalam Sistem Pendidikan Nasional
Kurikulum dan pembelajaran memiliki posisi penting dalam sistem pendidikan nasional. Kuriklum sebagai program pendidikan (ideal curriulum) menekankan pada proses pembelajaran operasional. Sebagai alat yang penting dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, kurikulum dan pembelajaran hendaknya adaptif terhadap perubahan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam implementasi kurikulum dan pembelajaran diperlukan manajemen efektif dan efisien, sehingga menjaga kedaulatan sistem pendidikan nasional dalam rangka menjaga nilai-nilai kebangsaan dan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional seperti yang telah dicita-citakan para pendiri bangsa. Penelitian ini berdasarkan pemikiran bahwa manajemen kurikulum dan pembelajaran menjadi komponen penting dalam sistem pendidikan nasional yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah studi pustaka yaitu menelaah buku, literatur dan catatan. Analisis data dilakukan dengan kategorisasi dan penafsiran data. Manajemen kurikulum dan pembelajaran dalam sistem pendidikan nasional merupakan suatu proses yang sangat komplek dan melibatkan berbagai komponen yang saling terkait dalam rangka mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Prosedur manajemen kurikulum terdiri dari perencaaan kurikulum dan pembelajaran, pengorganisasian manajemen kurikulum dan pembelajaran, pelaksanaan manajemen kurikulum dan pembelajaran, serta evaluasi manajemen kurikulum dan pembelajaran.
Kata Kunci: manajemen kurikulum dan pembelajaran, sistem pendidikan nasional
Abstract
Curriculum and learning process have an important role in the national education system. Curriculum seen an educational program (ideal curriculum), emphasizes the operational learning process. As it is considered to be an important instrument to achieve educational objectives, curriculum and learning should be adaptive towards the constantly changing times and advances in science and technology. Effective and efficient management is needed in implementing the curriculum and learning themselves to maintain the national education system’s autonomous nature and the national values, as well as achieving the national education objectives as sought by the founding fathers of the nation. This research is based on the idea that curriculum and learning management are important components to look at in the national education system that are interrelated in an integrated manner to achieve national education objectives. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. Literature study such as reviewing books, literature and notes was used to collect the data. Meanwhile, data analysis was carried out by categorizing and interpreting the collected data. Curriculum and learning management in the national education system is considered to be a very complex process which involves various interrelated components to direct all forms of educational activity to achieve national education objectives. The curriculum management procedures consist of planning, organizing, implementing, and evaluating the aspect of curriculum and learning themselves
Pengaruh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Madrasah
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bondowoso. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya faktor yang mempengaruhi kinerja guru salah satunya motivasi kerja dan disipln kerja. Motivasi kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap kinerja. Motivasi kerja juga menjadi kebutuhan yang digunakan seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan. Dalam meningkatkan kinerja guru tentunya tidak lepas dari dorongan diri sendiri ataupun dari luar, salah satunya yaitu kepala sekolah sebagai dorongan dari luar. Dan disiplin kerja merupakan salah satu faktor yang tidak kalah penting dari motivasi kerja. Sehingga disiplin sangat penting bagi pertumbuhan suatu lembaga dan organisasi untuk mendorong para anggotanya memenuhi tuntutan berbagai ketentuan yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal serta metode penelitian survey yang dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bondowoso. Simple random sampling digunakan sebagai teknik pengambilan sample dengan jumlah sampel sebanyak 30 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS Version 22 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bondowoso.
Kata Kunci: Motivasi kerja, Disiplin Kerja, Kinerja guru
The purpose of this study was to determine the effect of work motivation and work discipline on teacher performance at Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bondowoso. This research is motivated by the existence of factors that affect teacher performance, one of which is work motivation and work discipline. Work motivation is one of the factors that affect performance. Work motivation is also a need that someone uses to do a job. In improving teacher performance, of course, it cannot be separated from self or external encouragement, one of which is the principal as encouragement from outside. And work discipline is one factor that is no less important than work motivation. So that discipline is very important for the growth of an institution and organization to encourage its members to meet the demands of various provisions that have been set. This study uses a quantitative approach with causal associative research and survey research methods conducted at Islamic Junior Hight School two Bondowoso. Simple random sampling was used as a sampling technique with a sample size of 30 teachers. Data collection techniques using questionnaires and documen-tation. Data analysis used multiple linear regression analysis with the help of SPSS Version 22 for Windows. The results of this study indicate that there is an influence of work motivation and work discipline on teacher performance at Islamic Junior Hight School two Bondowoso
Implementasi Presensi Elektronik untuk Meningkatkan Kedisiplinan Guru dan Pegawai di Sekolah Dasar Islam
Beberapa lembaga pendidikan telah menerapkan sistem presensi elektronik model fingerprint untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai dan guru. Penerapan presensi elektronik dengan model fingerprint memiliki kelebihan dalam pencatatan dibanding presensi manual. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi presensi elektronik di sekolah dan dampaknya dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai dan guru. Lokasi dalam penelitian ini adalah di sebuah sekolah dasar Islam di Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem presensi fingerprint adalah sangat mudah. Pengelola Sekolah juga membuat beberapa aturan agar sistem presensi ini dapat berjalan dengan optimal. Evaluasi tentang kehadiran dilakukan tiap bulan. Guru dan pegawai yang tidak hadir atau tercatat terlambat akan mendapatkan sanksi dari sekolah. Penerapan presensi elektronik di sekolah dasar Islam adalah sudah baik dalam meningkatkan kedisiplinan guru dan pegawai di sekolah.
Kata Kunci: presensi elektronik, kedisiplinan, guru, pegawai
Abstract
Several educational institutions have implemented fingerprint attendance systems to discipline employees and teachers. The application of fingerprint attendance has advantages in recording compared to manual attendance. This study aims to explain the implementation of electronic attendance in schools, explain the results of the evaluation, and explain how the impact on disciplining employees and teachers. The location of this research is at SD Islam in Malang. This research uses a qualitative approach with a case study approach. Data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The results show that the use of the fingerprint presence system is very easy. School management also makes several rules and evaluation programs so that the attendance system can run optimally. Evaluation of attendance was carried out every month. Teachers and employess who were absent or regestered late would be punished by the school. The application of electronic attendance is that it has been good in disciplining teachers and employees
Manajemen Penerimaan Peserta Didik Baru Sistem Zonasi Tingkat Sekolah Menengah Atas di Sekayu Tahun Pelajaran 2021/2022
Sekolah negeri berlabel unggul yang digagas pemerintah di hampir setiap daerah menjadi masalah karena ketimpangan yang terjadi dengan sekolah lain yang berstatus tidak unggul. Jumlah pelajar menumpuk di sekolah unggul atau pavorit yang banyak menjadi incaran calon siswa baru. Menanggapi hal tersebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan atau bentuk Lain Yang Sederajat. Peraturan PPDB Zonasi tersebut juga telah diperbaharui Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019. Sistem zonasi di Kota Sekayu sudah dijalankan dan mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan di Provinsi Sumatera Selatan (Peraturan Gubernur (PERGUB) NO. 8, BD.2020/NO. 9). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesulitan calon peserta didik baru untuk mendaftar sekolah di beberapa SMA yang terdapat di kota Sekayu. Salah satu sekolah yang sudah menerapkan PPDB online adalah SMA Negeri 2 Sekayu. Keunggulan SMA Negeri 2 Sekayu diantaranya adanya minat yang tinggi dari calon peserta didik, sarana dan prasarana lengkap dan memadai, tim IT yang proesional, letak sekolah strategis sehingga mudah dijangkau oleh transportasi umum. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan PPDB berdasarkan sistem zonasi yang meliputi: 1) perencanaan, 2) pengorganisasian, 3) pelaksanaan, 4) pengawasan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari kepala sekolah, ketua panitia PPDB, dan peserta didik baru. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: 1) perencanaan kegiatan PPDB dilakukan sesuai juknis dari pemerintah, 2) pengorganisasian PPDB dilakukan pasca pembentukan panitian PPDB dan panitia PPDB dipilih berdasarkan pendidik dan tenaga pendidik yang mengusai ICT, 3) pelaksanaan PPDB dilakukan secara online mandiri maupun secara offline, 4) pengawasan PPDB dilakukan kepala sekolah dan panitia PPDB. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengelolaan PPDB dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah, pendaftaran dilakukan secara online dan offline serta memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
Kata Kunci: Kata kunci: pengelolaan; PPDB SMA di Kabupaten Musi Banyuasin, PPDB; sistem zonasi
Abstract
State schools labeled as superior, which were initiated by the government in almost every region, became a problem because of the inequality that occurred with other schools with non-excellent status. The number of students piled up in superior or favorite schools which are the targets of many prospective new students. In response to this, the Ministry of Education and Culture stipulates Permendikbud Number 17 of 2017 concerning Admission of New Students to Kindergarten, Elementary School, Junior High School, Senior High School, Vocational High School or other equivalent forms. The PPDB Zoning Regulation has also been updated by Permendikbud Number 44 of 2019. The zoning system in Sekayu City has been implemented and refers to the Governor's Regulation (Pergub) concerning Admission of New Students at Senior High Schools and Vocational High Schools in South Sumatra Province (Governor Regulation (PERGUB) ) NO. 8, BD.2020/NO. 9). This research is motivated by the difficulty of prospective new students to register for school in several high schools in the city of Sekayu. One of the schools that has implemented PPDB online is SMA Negeri 2 Sekayu. The advantages of SMA Negeri 2 Sekayu include high interest from prospective students, complete and adequate facilities and infrastructure, a professional IT team, strategic location of the school so that it is easily accessible by public transportation. This study aims to describe the management of PPDB based on the zoning system which includes: 1) planning, 2) organizing, 3) implementing, 4) monitoring. This research is a qualitative research using data collection methods through interviews, observation, and documentation. The informants consisted of the principal, the head of the PPDB committee, and new students. The results obtained in this study are: 1) PPDB activity planning is carried out according to technical guidelines from the government, 2) PPDB organizing is carried out after the formation of the PPDB committee and the PPDB committee is selected based on educators and educators who master ICT, 3) PPDB implementation is carried out independently or online. offline, 4) PPDB supervision is carried out by the school principal and the PPDB committee. The conclusion of this study is that the management of PPDB is carried out in accordance with technical instructions (juknis) from the government, registration is carried out online and offline and provides excellent service to the community
Peran Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Manajemen Pemasaran Sekolah Dasar di Jember Jawa Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tugas kepala sekolah sebagai manager dan leader pemasaran di sebuah Sekolah Dasar di Jember, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan pasif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkap dua hal. Pertama, tugas kepala sekolah sebagai manajer pemasaran di SD adalah dengan melakukan perencanaan yang meliputi identifikasi pasar dan target pasar. Pengorganisasian dengan pembagian tugas sesuai kesepakatan. Pelaksanaan yang meliputi pemasaran secara langsung, yaitu penyebaran brosur, pemasangan baliho, presentasi ke lembaga dan mengunjungi tokoh berpengaruh, dan pemasaran tidak langsung, yaitu khatmil Qur’an keliling, drumband, pemuatan foto kegiatan di kelas dan luar kelas, penyelenggaraan event lomba pada Peringatan Hari Besar Islam, program unggulan dan prestasi siswa. Pengawasan dengan evaluasi capaian, menunjukkan hasil yang dicapai sesuai keinginan. Kedua, tugas kepala sekolah sebagai leader pemasaran di SD adalah dengan menerapkan strategi bauran pemasaran, 4P yaitu, produk: program tahfidz juz 30 dan pengamalan pendidikan agama; harga: gratis tanpa biaya; tempat: sejuk, asri, terhindar dari keramaian dan menawarkan keberkahan; promosi: pembagian zakat dengan melibatkan siswa, berkunjung ke tokoh berpengaruh, dan khatmil Qur’an secara keliling.
Kata Kunci: peran kepala sekolah, manajemen pemasaran, bauran pemasaran, sekolah dasar
Abstract
This study aims to describe the principal duties as the marketing manager and leader marketing in the private Islamic primary school in Jember, East Java. This research uses qualitative approach. The data collection technique used in this research is passive participant observation, semistructured interview and documentation. This research finds two things. First, the principal duties as the marketing manager in the primary school are doing the planning that includes market segmentation, market target and program determination; organizing by dividing the tasks according to the agreed schedule; implementing direct and indirect marketing; and monitoring with provide direction, motivation and awareness to teachers on duty. Second, the principal duties as marketing leader in the primary school are applying marketing mixed strategy, 4Ps. The Product: juz 30 tahfidz’s program and practicing religious education; The Price: it’s free; The Place: cool and fresh, beautiful, no crowd, and offers blessings; and The Promotion: distributing zakat with the students, visiting public figures, and doing door to door Al-Quran recitation
Supervisi yang Efektif dalam Perspektif Guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kudus
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pengawasan dari perspektif guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kudus. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahu efektivitas pengawasan yang berjalan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kudus. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji perspektif guru terhadap proses pengawasan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kudus. Selanjutnya, peneliti juga mengeksplorasi model pengawasan yang efektif berjalan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kudus berdasarkan perspektif guru. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode campuran yang mengakomodasi kedua pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk kuantitatif dan wawancara untuk kualitatif. Metode analisis data menggunakan survei untuk kuantitatif, dan komparatif konstan untuk kualitatif. Adapun lokasi penelitian sendiri di MAN 1 Kudus dan MAN 2 Kudus. Dari analisis data dapat diperoleh temuan penelitian sebagai berikut; pertama, proses pengawasan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kudus berjalan secara efektif. Kedua, perspektif guru untuk proses pengawasan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kudus positif. Sedangkan yang ketiga, model pengawasan yang efektif berjalan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kudus berdasarkan perspektif guru adalah Supervisi Klinis dan monitoring Administrasi.
Kata Kunci: pengawasan yang efektif, perspektif guru, model pengawasan
This study intends to look at the real phenomena of effective supervision from teachers’ perspectives of Madrasah Aliyah Negeri (MAN) in Kudus. The purpose of this research is described as follows: to find out whether supervision runs in Madrasah Aliyah Negeri (MAN) in Kudus run effectively or not, to explain the teachers’ perspectives to supervision process of Madrasah Aliyah Negeri (MAN) in Kudus, and to explore the model of supervision which effectively runs in Madrasah Aliyah Negeri (MAN) in Kudus based on the teachers’perspectives. This research is a field with mixed method that accommodate both of quantitative and qualitative approach. Collecting data using questionnaire for quantitative and interviews for qualitative. Methods of data analysis using survey for quantitative and constant comparative for qualitative. The location is in MAN 1 Kudus and MAN 2 Kudus. These research findings are; first, supervision process in Madrasah Aliyah Negeri (MAN) in Kudus runs effectively. Secondly, teachers’perspectives to supervision process of Madrasah Aliyah Negeri (MAN) in Kudus are positive. And the third, model of supervision which effectively runs in Madrasah Aliyah Negeri (MAN) in Kudus based on the teachers’perspectives is Clinical Supervision and Administrative monitoring
Leadership within Religious-Based School in Malaysia: A Meta-Analysis Study
Kajian ini bertujuan untuk meneliti beberapa artikel hasil penelitian tentang kepala sekolah agama di Malaysia. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya kepemimpinan para kepala sekolah agama. Kajian ini menggunakan metode meta-analisis yang menganalisis secara statistik beberapa artikel hasil penelitian yang diterbitkan dalam beberapa tahun terakhir. Sebanyak dua belas artikel tentang kepala sekolah agama di Malaysia yaitu dari tahun 2007 hingga 2020 telah dianalisis secara sistematik menggunakan metode Meta-Analysis. Hasil kajian mengungkap bahwa gaya kepemimpinan yang banyak digunakan adalah kepemimpinan instruksional, transformasional, Rabbani dan kepemimpinan berkelanjutan. Hasil utama kajian sebagaimana yang ditetapkan dalam tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi efektivitas kepemimpinan yang diterapkan di kalangan kepala-kepala sekolah agama di Malaysia dan pengaruh beberapa variabel penelitian seperti gaya kepemimpinan dan lingkungan sekolah. Implikasi kajian ini adalah agar pihak-pihak yang berkepentingan dalam bidang pendidikan perlu menyadari pentingnya data hasil penelitian sebagai dasar pembuatan kebijakan.
Kata Kunci: Pemimpin Sekolah Agama, Meta-Analysis, Malaysia
This study aims to examine some research articles about religious school leaders in Malaysia. Specifically, the study is to identify common styles of leadership applied among religious school leaders. This study used a meta-analysis method which statistically analysed some research articles over certain years. A total of twelve research articles about religious school leaders in Malaysia from the years of 2007 through 2020 were analysed systematically using Meta-Analysis. The research findings on the most styles of leadership applied are instructional, transformational, Rabbani and sustainable leaderships. The most research findings to respond to the research objectives are to identify the effectiveness of the leadership applied among religious school leaders in Malaysia and influences of some research variables such as the leadership style and school environment. The research implication is to be aware among educational stakeholders about the importance of research data in making school decision
Supervisi Kepala Madrasah Berbasis Penilaian Kinerja sebagai Upaya Peningkatan Profesionalitas Guru
Eksistensi sebuah lembaga pendidikan terletak pada kualitas sumberdaya manusia yang dihasilkan oleh lembaga tersebut, karena pada hakikatnya berdirinya lembaga pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Kajian ini difokuskan pada supervisi kepala madrasah berbasis penilaian kinerja sebagai upaya peningkatan proesionalitas guru madrasah. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu para guru dan pegawai di lingkungan madrasah dalam melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien. Penelitian ini merupakan library research. Teknik pengumpulan datanya menggunakan studi dokumenter, sedangkan analisis datanya menggunakan analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam lembaga pendidikan, penilaian kinerja merupakan sistem formal yang digunakan untuk menilai kinerja secara periodik, dan hasilnya dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dalam rangka pengembangan, pemberian reward, perencanaan, pemberian kompensasi dan motivasi. Hasil penilaian kinerja kepala madrasah diharapkan dapat bermanfaat untuk menentukan berbagai kebijakan yang terkait dengan peningkatan mutu. Penilaian kinerja kepala madrasah merupakan acuan bagi pengambil kebijakan atau pemangku kepentingan untuk menetapkan pengembangan karir, periodeisasi dan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Bagi kepala madrasah, penilaian kinerja kepala madrasah merupakan acuan untuk mengetahui unsur?unsur apa saja yang harus dilakukan oleh kepala madrasah untuk memperbaiki kualitas kerjanya.
Kata Kunci: penilaian kinerja, profesionalitas guru, supervisi kepala madrasah
The existence of an institution of education lies in the quality of human resources produced by it, since the establishment of an educational institution basically enhances human resources. The study was focused on the madrasah’s performance-based headmaster as an effort to increase the teacher's prosthesis. This research aimed to assist teachers and school staff in doing work effectively and efficiently. The study used qualitative literature with its data-collecting systems using documenter studies, while its analysis used content analysis. The results of this study in performance assessment institutions were formal systems used to assess performance periodically, and the results could be used for decision-making in terms of development, reward, planning, compensation and motivation. The madrasah's performance assessment was expected to be useful in determining the various policies associated with improvement. The madrasah's performance assessment was a model for policymakers or stakeholders to establish career development, periodical and sustainable development. For the headmaster, the performance assessment of the headmaster was a reference to knowing what elements the headmaster should do to improve his quality of work