Jurnal Evaluasi dan Pembelajaran
Not a member yet
95 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA 4 SMAN 15 BANDAR LAMPUNG
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 4 SMA N 15 Bandar Lampung melalui model pembelajaran Two Stay Two Stray. Model pembelajaran Two Stay Two Stray dipilih karena dapat memacu dan mendorong siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 4 SMA N 15 Bandar Lampung. Penelitian difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan masih rendahnya motivasi dan hasil belajar, siswa cenderung malu dan kurang berani dan percaya diri dalam mengungkapkan gagasan, ide atau pikiran pada saat berdiskusi, banyak siswa yang hasil belajarnya belum mencapai KKM dan kurang bervariasinya penggunaanmodel pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Data dalam penelitian ini diperolehmelalui pengamatan atau obeservasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkatkan motivasi siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 15 Bandar Lampung Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019. Hal ini dapat dilihat dari perubahan motivasi siswa pada saat pembelajaran yang meliputi: berprestasi dalam belajar, mengungkapkan pikiran secaralisan dengan lancar, tekun menghadapi tugas, dan keberanian tampil di mukaumum. Pembelajaran menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 15 Bandar Lampung Semester Genap TahunPelajaran2018/2019. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata hasil belajar siswa meningkat sebesar 12,50% yakni71,88 pada siklus I menjadi 84,38 pada siklus II.
Kata Kunci: Hasil Belajar, Model pembelajaran Two stay Two Stray, Motivas
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS XII IPS SMA NEGERI 15 BANDAR LAMPUNG
Proses pembelajaran di sekolah bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik dan mempersiapkan menghadapi masa depan yang lebih baik. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, salah satu ukuran berhasil atau tidaknya proses belajar mengajar dapat dilihat dari aktivitas dan hasil belajar yang diperoleh siswa setelah mengikuti metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran. Adapun tujuan yang diharapkan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing untuk meningkatkan aktivitas belajar dalam pembelajaran PPKn siswa Kelas XII IPS SMA Negeri 15 Bandar Lampung. (2) Mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran PPKn siswa Kelas XII IPS SMA Negeri 15 Bandar Lampung. Hipotesis penelitian tindakan kelas ini adalah: (1) Penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan aktivitas belajar dalam pembelajaran PPKn siswa Kelas IPS XII SMA Negeri 15 Bandar Lampung. (2) Penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran PPKn siswa Kelas XII IPS SMA Negeri 15 Bandar Lampung. Berdasarkan data hasil analisis diperoleh kesimpulan: (1) Model pembelajaran Snowball Throwingdapat meningkatkan aktivitas belajar siswa Kelas XII IPS SMA Negeri 15 Bandar Lampung. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata persentase aktivitas siswa pada siklus I sebesar 78,16% dan pada siklus II meningkat menjadi 92,87%. (2) Model pembelajaran Snowball Throwingdapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar PPKnsiswa Kelas XII IPS SMA Negeri 15 Bandar Lampung. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 20,7% dan pada siklus II meningkat menjadi 86,21%.
Kata Kunci: Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Model Pembelajaran Snowball Throwin
BAGAIMANA SUPERVISI AKADEMIK MENINGKATKAN KINERJA GURU SENIOR DAN JUNIOR
This research aims to analyze the implementation of academic supervision conducted in one of the private schools in Bandar Lampung. It will examine whether the supervision is able to meet the challenges of the school in developing the teachers’ performance and professionalism both senior and junior teachers. A private school which tends to experiences teachers’ mutation and have new teachers will probably own more challenge to improve the achievement of the school. The teacher is considered to be the main factor to meet this challenge. Therefore, the principal is highly expected to be responsible to monitor the teachers’ performance. In this research, the writer aims to examine whether the supervision conducted has met the goal of the supervision. The result shows that sustainable supervision has effectively conducted by the principal. The supervision was conducted with the following steps: planning, implementation, evaluation, and feedback, and reporting. Based on the result score of the teachers ‘ supervision, it has been concluded that the supervision was conducted not only to fulfill the administrative duty of the principal but it can also to fulfill the goal of supervision to monitor, guide, and improve the teachers’ performances. Besides, in this research, the writer concludes that sustainable supervision has been able to control the performance of both senior and junior teachers. Both the teachers show commitment and a positive response to the implementation of supervision. The result shows that junior teachers have been equally developed as well as senior teachers.
Keyword: Supervision, performance, sustainabl
Evaluasi Kinerja Program Indonesia Pintar Di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Kecamatan Blimbing Kota Malang Dengan Model CIPPO
Penelitian evaluatif ini bertujuan untuk mengevaluasi Tata Kelola Program Indonesia Pintar (PIP) pada Madrasah Ibtidaiyah Swasta Kecamatan Blimbing Kota Malang ini sengaja menggunakan model CIPPO yang mengukur ketercapaian Program dari komponen Context, Input, Process, Product, dan Outcome. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pemahaman pengelola PIP tentang regulasi sangat baik. (2) Tidak adanya peraturan daerah terkait yang menunjang PIP disatuan madrasah ibtidaiyah.(3) Kuota PIP yang terbatas sehingga belum memenuhi kebutuhan sasaran penerima PIP secara menyeluruh. (4) PIP tepat sasaran dengan penghasilan penerima rata-rata 500.000 per bulan. (5) Proses pendataan telah dilakukan secara berjenjang namun tidak transparan. (6) Sinergitas dan koordinasi pendataan antara unsur sekolah, aparat desa, dan Kemenag Kota Malang belum optimal. (7) Tidak ada peningkatan jumlah penerima PIP setiap tahun. (8) Adanya peningkatan jumlah keluhan masyarakat terkait mekanisme pendataan dan pencairan dana penerima PIP. (9) Belum adanya peningkatan jumlah penerima PIP memiliki KIP.(10) Adanya keterlibatan semua elemen masyarakat dalam pendistribusian KIP. (11) Tidak adanya peningkatan pelaporan hasil pendataan secara berkala dan tepat waktu setiap tahun. (12) Pengelola PIP di tingkat Kemenag Kota Malang tidak memiliki basis data PIP yang secara terbuka dapat diakses oleh masyarakat. (13) Sosialisasi belum berjalan dengan baik. (14) Koordinasi antara Kemenag Kota Malang, pihak sekolah, dan lembaga yang mencairkan dana PIP berjalan dengan baik. (15) Pencairan dana PIP tidak tepat waktu, (16) Belum adanya peningkatan kegiatan monitoring dan evaluasi PIP dengan melibatkan lembaga independent.(17) PIP tidak berdampak terhadap prestasi belajar siswa. (18). PIP tidak berdampak positif terhadap kompetensi akademik dan non akademik siswa. (19) Adanya peningkatan kepuasan pengelola terhadap pelaksanaan PIP. (20) Tidak semua pemilik KIP menerima bantuan dana PIP untuk menunjang operasional pendidikan. (21) Tidak adanya peningkatan jumlah penerima dana PIP setiap tahun baik dalam satu jenjang pendidikan maupun lintas jenjang pendidikan. (22) Meningkatnya angka partisipasi sekolah anak usia 6-12 tahun di Kota Malang.
Kata kunci: Program indonesia pintar, PIP, CIPP
Hasil Belajar Fisika Dasar II Ditinjau Dari Beberapa Faktor Psikologis
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam tentang hubungan antara hasil belajar fisika dasar II dan beberapa faktor psikologis (konsep diri, motivasi berprestasi, dan minat belajar) baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah survey yang sifatnya korelasional dengan populasi seluruh mahasiswa S-1 Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA UNM Makassar yang sedang/telah memprogramkan matakuliah fisika dasar II tahun akademik 2018/2019 yang berjumlah 148 orang. Sampel diperoleh melalui multi Stage random sampling dengan cara incidental dan diperoleh ukuran sampel 85 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan nontes. Instrumen nontes menggunakan lembar kuesioner yang telah divalidasi secara teoretik oleh tiga pakar metodologi melalui teori Aiken V. Variabel penelitian terdiri atas tiga variabel bebas yaitu konsep diri (X1), motivasi berprestasi (X2), dan minat belajar (X3) serta satu variabel terikat yaitu hasil belajar fisika dasar II (Y). Teknik analisis data dengan menggunakan analisi deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar fisika dasar II, konsep diri, motivasi berprestasi, dan minat belajar mahasiswa S-1 Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA UNM Makassar, keempat-empatnya berada pada kategori sedang. Selanjutnya hasil penelitian diperoleh (1) terdapat hubungan positif yang siqnifikan antara konsep diri dengan hasil belajar fisika dasar II, (2) terdapat hubungan positif yang siqnifikan antara motivasi berprestasi dengan hasil belajar fisika dasar II, (3) terdapat hubungan positif yang siqnifikan antara minat belajar dengan hasil belajar fisika dasar II, dan (4) terdapat hubungan positif yang siqnifikan antara konsep diri, motivasi berprestasi, dan minat belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar fisika dasar II, (5) terdapat hubungan positif yang siqnifikan antara konsep diri dengan hasil belajar fisika dasar II jika motivasi berprestasi dan minat belajar dikendalikan, (6) terdapat hubungan positif yang siqnifikan antara motivasi berprestasi dengan hasil belajar fisika dasar II jika konsep diri dan minat belajar dikendalikan, dan (7) terdapat hubungan positif yang siqnifikan antara minat belajar dengan hasil belajar fisika dasar II jika konsep diri dan motivasi berprestasi dikendalikan pada mahasiswa S-1 Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA UNM Makassar.
Kata Kunci: Hasil Belajar Fisika Dasar II, Konsep Diri, Motivasi Berprestasi, dan Minat Belajar
Model Evaluasi Mata Pelajaran Penjasorkes Dalam Upaya Pengembangan Fisik Dan Karakter Siswa
Abstraction Penjasorkes is one of the compulsory subject in primary and secondary school level. The main task is to improve the physical potential, embed/cultivate sportsmanship and the health of students. In fact these goals hasn't measured as learning outcomes of Penjasorkes. The main cause is because these goals are difficult to measure. In that case, we need to redesign the evaluation model of Penjasorkes to make it user-friendly. Penjasorkes evaluation model that involves the measurement of physical prowess and sportsmanship which designed based on Microsoft Excel. The results of testing at school practice by preservice teacher and school tutor teachers states the program very easy to use and very good in describing the physical quality and character of students.
Key word: penjasorkes, Evaluation model,Physical potensial, sport value
UPAYA MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI (SELFACCEPTANCE) SISWA MELALUI KONSELING INDIVIDU DENGAN PENDEKATAN REALITA KELAS XI SMA NEGERI 15 BANDAR LAMPUNG
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah self acceptance siswa kelas XI dapat diubah melalui konseling individu realita. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pre-test and post-test design. Subyek penelitian ini adalah 6 siswa kelas XI SMA Negeri 15 Bandar Lampung yang memiliki self acceptance rendah dan memenuhi beberapa kriteria dalam subyek penelitian. Pemilihan subyek penelitian berdasarkan hasil wawancara terhadap guru pembimbing serta siswa. Sebelum dan setelah pemberian treatment. Analisis data menggunakan teknik analisis data deskriptif persentase dan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa self acceptance siswa sebelum mendapatkan konseling individu realita termasuk dalam kriteria rendah dengan persentase 48%. Setelah mendapatkan konseling individu realita mengalami peningkatan menjadi 64% dengan kriteria sedang. Dengan demikian terjadi perubahan positif sebesar 16%. Hasil perhitungan uji wilcoxon sebelum dan setelah mendapatkan treatment, diperoleh Zhitung=2,20>Ztabel= 0 dengan taraf signifikansi 5% sehingga dinyatakan bahwa Ha diterima. Dengan kata lain bahwa konseling individu realita dapat mengubah self acceptance rendah pada siswa kelas XI SMA Negeri 15 Bandar Lampung.
Kata kunci: konseling individu, realita, self acceptance
Evaluasi Manajemen Pemasaran Di Sekolah Ar-Raudah Kota Bandar Lampung
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program Ar-Raudah Vaganza 2019 sebagai bagian dari kegiatan manajemen pemasaran di sekolah Ar-Raudah Kota Bandar Lampung. Pendekatan model yang digunakan adalah model CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dari komponen context, input dan process dianalisis dengan menggunakan teknik kualitatif sedangkan untuk komponen product data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : dari segi konteks yakni Ar-Raudah Vaganza 2019 sudah memiliki visi misi, kegiatan dan tujuan program yang sangat jelas. Dari segi masukan yakni komponen panitia penyelenggara sudah terpenuhi komponen peserta lomba tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Komponen orang tua peserta lomba, tidak semua anak yang hadir didampingi orang tuanya dan hanya didampingi oleh gurunya saja, dan Komponen sarana prasana sudah tersedia lengkap sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. Selanjutnya, dari segi proses yaitu dalam komponen agenda kegiatan Ar-Raudah Vaganza 2019 sudah terlaksana dengan baik sesuai rencana. Dari segi hasil yakni minat, dari data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa baik peserta lomba maupun orang tua peserta lomba memiliki ketertarikan yang cukup tinggi terhadap SD Ar-Raudah, akan tetapi untuk data hasil penelitian mengenai komponen keinginan hanya peserta lomba yang memiliki persentase keinginan yang tinggi untuk mendaftar di SD Ar-Raudah sedangkan komponen keinginan dari orang tua peserta lomba mendapatkan persentase yang rendah dengan berbagai alasan.
Kata Kunci : evaluasi, Manajemen, CIP
Implikasi Penugasan Dosen Di Sekolah (PDS)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implikasi program penugasan dosen di sekolah. Subyek penelitian ini adalah guru sekolah mitra dan dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram. Obyek penelitian meliputi kegiatan proses belajar mengajar dan evaluasi pembelajaran dosen di sekolah. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 tahapan di tahun 2018 dan 2019. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa 13 dosen yang melaksanakan PDS di 9 sekolah memiliki pengalaman baru yang dapat dimplementasikan dalam kegiatan perkuliahan. Tingkat kesulitan mengajar yang paling dirasakan selama PDS dialami oleh dosen yang mengajar di SD (3 orang dosen). Pengalaman yang diperoleh guru adanya sharing model dan media pembelajaran dengan dosen. Rerata dampak pembelajaran bagi dosen sebesar (kategori baik).
Kata Kunci: Impilkasi, Penugasan Dosen, PD
HOTS DAN LOTS: REALITI ATAU ILUSI?
Penelitian untuk mengukur kemampuan pengetahuan berdasar satu dimensi kognitif dengan kategori C1,C2,C3 sebagai LOTS dan C4,C5,C6 sebagai HOTS telah banyak dilakukan. Penelitian yang dilaporkan ini bertujuan mengetahui konsistensi penentuan LOTS dan HOTS pada instrumen tes pembelajaran fisika berbasis representasi semiotika, dengan membandingkan kriteria yang ditetapkan sendiri oleh partisipan dengan jawaban yang mereka hasilkan. Penelusuran konsistensi dan inkonsistensi dilakukan dengan teknik interview. Partisipan penelitian adalah mahasiswa calon guru fisika berjumlah 40 orang. Bentuk tes esai, dan prosedur tes melalui pre-tes dan post-tes. Materi tes berkaitan dengan representasi vektor, vektor gaya berat dan vektor posisi. Temuan hasil penelitian adalah terdapat inkonsistensi pendapat mahasiswa tentang kategori LOTS dengan jawaban hasil pekerjaan berkaitan dengan representasi vektor dan gaya berat. Materi tes berkaitan dengan gambar seperti mengidentifikasi gaya berat tidak dipahami dengan tuntas sehingga asal buat saja dan tidak memahami konsep fisika secara utuh dan komprehensif. Rekomendasi penelitian adalah instrumen pengukuran untuk mendeteksi kategori LOTS dan HOTS berbasis representasi semiotika tidak cukup hanya didasarkan pada satu dimensi kognitif, tapi untuk lebih kompak perlu menerapkan pengukuran model 2 dimensi Revisi Taksonomi Bloom.
Kata kunci: LOTS, HOTS, realiti, ilusi