E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
Analisis Desain Bangunan Kafe Berbasis Adaptasi Alam: Studi Kasus WYAH, Ubud
Perkembangan industri pariwisata dan kesadaran akan keberlanjutan lingkungan mendorong pertumbuhan kafe dengan konsep desain yang responsif terhadap alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip arsitektur bioklimatik, adaptasi alam, dan desain adaptif pada bangunan WYAH Art and Creative Space di Ubud, Bali. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus tunggal, meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama periode Maret-Juli 2025. Objek penelitian terdiri dari lima massa poligon bangunan kafe yang dirancang oleh PSA Studio dengan mempertahankan 100% pohon eksisting dan mengikuti kontur alami tapak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WYAH berhasil menerapkan keempat prinsip arsitektur bioklimatik (solar control, natural ventilation, thermal mass, dan daylighting) dengan tingkat implementasi 95-100%. Penerapan adaptasi alam tercapai melalui responsive form terhadap topografi, material integration menggunakan bahan lokal seperti sirap kayu ulin, ecosystem preservation tanpa penebangan pohon, dan symbiotic relationship antara bangunan dan lingkungan. Desain adaptif diimplementasikan melalui spatial flexibility dengan lima massa modular, environmental responsiveness terhadap perubahan iklim, social integration untuk berbagai kegiatan komunitas, dan technological integration yang fleksibel. Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan arsitektur yang responsif terhadap alam tidak hanya meningkatkan efisiensi energi hingga 100% untuk pendinginan dan 90% untuk pencahayaan, tetapi juga menciptakan pengalaman spasial yang unik dan harmonis antara manusia, ruang, dan alam
PENGATURAN PELANGGARAN BERLALU LINTAS YANG DILAKUKAN OLEH GENERASI MUDA
Traffic violations have become an increasingly worrying problem for society. Actions such as violating traffic signals, driving a vehicle at an inappropriate speed, or ignoring other driving safety rules can be dangerous for public safety. This research focuses on the younger generation who commit many violations on the highway. There are still many young people who are not yet old enough and do not have a driver's license, and are already driving motorbikes. The younger generation believes they are mature enough to ride a motorbike, but they don't know much about driving, which often leads to fatal accidents. This research uses a type of normative legal research to explain the regulation of traffic violations committed by the younger generation. Indonesian criminal law still provides a leniency in imposing the threat of punishment if the perpetrator of the crime is under 18 years of age or has never been married, namely based on the Law. Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System
PENINDAKAN AKTIVITAS MALAM BERUPA CLUBBING KEPADA ANAK DIBAWAH UMUR OLEH SATUAN RESERSE KRIMINAL UMUM POLRESTA DENPASAR
The displacement of local culture is often caused by the emergence of more attractive cultural trends, particularly among teenagers. One such influence is nightlife culture or "clubbing," which appeals to underage individuals despite its legal and social risks. Legal action against minors involved in clubbing includes non-institutional rehabilitation sanctions or minor criminal offenses (tipiring) as a warning mechanism, in accordance with Article 20 of Law Number 11 of 2012 on the Juvenile Criminal Justice System. This study aims to analyze the measures taken by the General Criminal Investigation Unit of the Denpasar City Police (Polresta Denpasar) in addressing underage involvement in nightlife activities. The research employs an empirical legal method, using field data such as interviews and observations to understand practical challenges and enforcement efforts. The findings indicate that enforcement involves collaboration with the Women and Children Services Unit (PPA), guided by statutory regulations, particularly in imposing rehabilitative sanctions. The main challenges include limited facilities and lack of parental supervision. Police efforts are implemented through preemptive (education), preventive (deterrence), and repressive (law enforcement) measures. In conclusion, effective handling of underage clubbing requires inter-agency collaboration and a humanistic legal approach
Pentingnya Penerapan Kurikulum OBE di Perguruan Tinggi
Dunia industri saat ini tengah memasuki perkembangan yang sangat pesat. Dalam konteks ini, perguruan tinggi memegang peran yang krusial dan strategis dalam menghasilkan lulusan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Upaya yang dapat dilakukan perguruan tinggi untuk mengantisipasi perkembangan dunia industri yang begitu cepat adalah dengan menerapkan kurikulum yang berbasis luaran (OBE). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya penerapan kurikulum OBE di perguruan tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi literatur dengan pendekatan yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pendekatan ini adalah analisis dokumen atau literatur. Data yang diperoleh, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik content analysis secara mendalam untuk disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa pentingnya penerapan kurikulum OBE di perguruan tinggi karena bukan hanya menekankan pada apa yang diajarkan (konten), melainkan lebih pada apa yang mahasiswa dapat lakukan setelah mampu menyelesaikan proses pembelajaran. Selain itu, hasil belajar pada Kurikulum OBE mendefinisikan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diharapkan dimiliki lulusan. Lulusan diharapkan memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan atau tugas yang relevan dengan bidangnya. Ini mencakup keterampilan praktis yang terukur dan dapat diterapkan dalam dunia kerja. Perguruan tinggi yang tidak menerapkan Kurikulum OBE menghadapi beberapa risiko yang berdampak pada kualitas pendidikan, relevansi lulusan di dunia industri, dan efektivitas pembelajaran. Oleh karena itu, penerapan Kurikulum OBE dapat menjadi langkah penting dalam memastikan, bahwa pendidikan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan masa depan dan dapat menghasilkan lulusan yang siap pakai, kompeten, dan profesional
Struktur dan Fungsi Organisasi Pendidikan dalam Perspektif Komunikasi Sosial Budaya
Kompleksitas sosial budaya dalam organisasi pendidikan sering menimbulkan tantangan komunikasi yang berdampak pada efektivitas dan kualitas pengelolaan lembaga. Ketidakharmonisan hubungan antar anggota, perbedaan nilai budaya, serta lemahnya penerapan nilai moral sering kali menyebabkan konflik dan disintegrasi internal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menggali berbagai teori dan hasil penelitian terkait struktur dan fungsi organisasi pendidikan dalam perspektif komunikasi sosial budaya. Temuan utama menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam klasik seperti tauhid, keadilan, musyawarah, amanah, dan maslahah menjadi kunci untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi dalam organisasi. Studi ini menghadirkan model pengelolaan yang menggabungkan komunikasi sosial budaya dengan nilai-nilai Islam, menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas, inklusivitas, dan keberlanjutan organisasi pendidikan. Dengan pendekatan ini, lembaga pendidikan tidak hanya dapat beradaptasi dengan perubahan sosial yang cepat, tetapi juga menjaga identitas spiritual sebagai landasan moral yang kokoh dalam membangun organisasi yang harmonis dan berkelanjutan
Customary Sanctions Against Indigenous Communities Who Never Carry out Ngayah Obligations Based on The Awig-Awig of Siladan Traditional Village
This study aims to determine the factors that cause the people of Siladan Traditional Village to not carry out their ngayah obligations in accordance with the customary laws of Siladan Traditional Village and the customary sanctions against the indigenous people who have never carried out their ngayah obligations based on the customary laws of Siladan Traditional Village. The type of research in this study is an empirical legal research, namely a legal research method that uses empirical facts taken from human behavior, both verbal behavior obtained from interviews and real behavior carried out through direct observation. The results obtained from this study are that the people of Siladan Traditional Village who do not carry out their ngayah obligations in accordance with the customary laws are still given customary sanctions, and if they cannot carry out their obligations they are required to report to buy ayah-ayahan. The conclusion in this study is that the factors that cause the people of Siladan Traditional Village not to carry out their ngayah obligations in accordance with the customary laws are caused by several things. One of them is the busyness and demands of work, especially for people who work outside the village, so they have difficulty finding time to participate in ngayah activities. Customary sanctions generally include fines in the form of material or in-kind payments, as well as social sanctions in the form of restrictions on customary rights. Communities that repeatedly ignore these obligations without justification may be subject to more severe sanctions, including exclusion from customary activities. Sanctions aim to revitalize collective awareness and ensure the preservation of the ngayah tradition among the Siladan Traditional Village community
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMA Negeri 2 Banjar
Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa karena dapat menyikapi suatu permasalahan yang bersifat kontekstual.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model PBL dalam meningkatkan motivasi belajar Siswa SMA Negeri 2 Banjar Pendidikan adalah proses yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk memungkinkan siswa mengembangkan potensi mereka secara aktif. Seperti yang diuraikan dalam Undang-Undang No. 20, pendidikan bertujuan membentuk individu yang berintelektual, bermoral, dan memiliki keterampilan praktis yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakat. Guru, sebagai tokoh utama dalam pendidikan, memainkan peran penting dalam membentuk dan mengembangkan masyarakat. Mereka bertanggung jawab untuk menyampaikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepada generasi muda. Sebagai agen perubahan sosial, guru memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan individu dan memengaruhi arah suatu bangsa. Pendidikan Pancasila, khususnya, berkontribusi pada perkembangan intelektual, sosial, dan emosional siswa, serta menjadi faktor penting dalam kesuksesan akademik mereka. Tujuan utama dari pendidikan Pancasila adalah membentuk warga negara yang memiliki identitas nasional dan pemahaman mendalam tentang bangsa dan negara dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
Kajian Arsitektur Berkelanjutan Terhadap Konsep Kearifan Lokal Studi Kasus: Rumah Adat Bandung Rangki, Desa Pedawa, Buleleng
pengendali arsitektur tersebut adalah kearifan lokal di suatu daerah, yang akan selalu diwariskan kepada generasi berikutnya. Bandung Rangki merupakan salah satu jenis rumah adat yang berasal dari Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Eksistensi Bandung Rangki masih dapat dilihat hingga saat ini, namun tidak dapat dipungkiri terdapat beberapa perubahan. Arsitektur berkelanjutan merupakan arsitektur yang dapat berfungsi penuh pada saat ini, tanpa mengurangi fungsinya untuk generasi mendatang. Fungsinya akan selalu berbeda-beda, tergantung tempat, waktu dan pengguna. Sama seperti pembangunan berkelanjutan, arsitektur berkelanjutan harus mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi. Dalam arsitektur berkelanjutan, terdapat proses pembangunan, pemanfaatan, pemeliharaan, pelestarian, dan pembongkaran yang akan selalu diatur oleh kearifan lokal. Penelitian ini akan menggunakan metode studi kasus dan deskriptif kualitatif karena Bandung Rangki di Desa Pedawa memilih dengan cara penunjukan langsung yang akan diuraikan berdasarkan data fisik dan data kearifan lokal yang diperoleh melalui teknik observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah analisis Bandung Rangki berdasarkan tiga aspek arsitektur berkelanjutan yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi yang masing-masing aspeknya akan dikendalikan oleh kearifan lokal di Desa Pedawa.
Kata Kunci: Kearifan Lokal, Rumah Bandung Rangki, Arsitektur Berkelanjutan
The Influence of Leadership Style and Work Discipline on Employee Performance with Work Motivation as a Mediating Variable at Bank Woori Saudara, Denpasar Branch Office
This research aims to determine the influence of leadership style and work discipline on employee performance, with work motivation as a mediating variable at Bank Woori Saudara Denpasar Branch Office. Research was conducted at BWS KC Denpasar located in Renon, Denpasar. The research used a sample of 127 BWS KC Denpasar employees. Path analysis is used as a data analysis technique. Research findings show that leadership style influences employee performance at BWS KC Denpasar, and work discipline also influences employee performance. Apart from that, employee motivation has a significant effect on employee performance. Leadership style also plays a role in influencing work motivation and work discipline also influences worker motivation. Leadership style has an indirect effect on employee performance through work motivation at BWS KC Denpasar, and likewise work discipline has an effect on employee performance through work motivation
Innovation Determinants Influence LPD Marketing Performance in Denpasar
The objective of this research is analysis innovation determinants influence LPD marketing performance in Denpasar. This research was carried out in Denpasar, Bali. This research uses a quantitative approach. A research approach that answers research problems requires careful measurement of the variables studied to produce conclusions that can be generalized regardless of the context of time, place and situation. The population in this study is all LPD administrators throughout Denpasar City in 2023, amount 105 people and the entire population is used as a sample. The data analysis used in this research is descriptive analysis and inferential analysis. Inferential analysis techniques are used to test the empirical model and hypotheses proposed in this research. The analysis technique used is a structural equation model (SEM), known as Partial Least Square (PLS). The result of this research is the determinants of innovation that influence marketing performance. This result is indicated by a path coefficient of 0.420 with T-statistic = 10,828 (T-statistic > 1.96) and P-values = 0.000 (P-values < 0.05), so the hypothesis is accepted. The analysis show that the determinants of innovation have a positive and significant effect on marketing performance. These results indicate that improvements in the determinants of innovation can improve the marketing performance of LPD throughout Denpasar City